ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESKRIPSI KECEMASAN MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DALAM MENGAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Borneo Tarakan dalam mengajar matematika di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 60 mahasiswa PGSD angkatan 2021 yang telah melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Data dikumpulkan melalui angket sebagai data pendukung dan wawancara mendalam terhadap enam informan yang mewakili kategori kecemasan ringan, sedang, dan berat. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat mahasiswa yang berada pada kategori tidak mengalami kecemasan. Sebanyak 15 mahasiswa (25,00%) berada pada kategori kecemasan ringan, 25 mahasiswa (41,67%) berada pada kategori kecemasan sedang, dan 20 mahasiswa (33,33%) berada pada kategori kecemasan berat. Kecemasan mahasiswa dipengaruhi oleh persepsi bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dipahami, kurangnya penguasaan konsep, rendahnya kepercayaan diri, pengalaman belajar yang kurang menyenangkan, serta kekhawatiran ketika menjelaskan materi dan menjawab pertanyaan siswa. Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kecemasan meliputi meningkatkan intensitas belajar, memperdalam pemahaman konsep matematika, memperbanyak latihan mengajar, serta membangun rasa percaya diri melalui pengalaman mengajar yang berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi program studi dalam mempersiapkan calon guru yang lebih siap mengajarkan matematika di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perlindungan Hukum Terhadap Guru Yang Berkonflik Dengan Orang Tua Siswa Akibat Tindakannya Saat Menjalankan Profesi Mengajar WARI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perlindungan terhadap guru dalam perundang-undangan di Indonesia serta bentuk perlindungan hukum terhadap guru yang memberikan tindakan disiplin kepada siswa dalam konteks menjalankan profesinya. Guru memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik, namun sering kali menghadapi konflik dengan orang tua siswa yang menilai tindakan pendisiplinan sebagai pelanggaran hukum. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan perlindungan hukum yang jelas dan seimbang antara hak guru dan hak anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui studi terhadap berbagai peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta putusan pengadilan yang relevan, khususnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 6/PUU-XV/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap guru telah diatur secara hierarkis mulai dari UUD 1945 Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 31 ayat (3) sebagai dasar konstitusional, kemudian dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Putusan MK menegaskan bahwa tindakan disiplin yang dilakukan guru secara proporsional dan mendidik tidak termasuk kategori kekerasan terhadap anak. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah dan pemerintah daerah menyusun peraturan pelaksana yang lebih spesifik mengenai mekanisme perlindungan hukum bagi guru, termasuk pembentukan lembaga advokasi profesi guru di setiap daerah. Selain itu, diperlukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat dan orang tua siswa agar tercipta pemahaman yang seimbang antara hak anak dan kewenangan pendidik dalam menegakkan disiplin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi dosen terhadap kompetensi akademik mahasiswa Program Kampus Mengajar dalam menghadapi tantangan akademis di Pendidikan Biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian terdiri atas sembilan dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kampus Mengajar memberikan dampak yang bersifat trade-off terhadap kompetensi akademik mahasiswa. Program ini memperkuat keterampilan pedagogik, kemampuan komunikasi, adaptasi, serta sikap profesional mahasiswa dalam konteks pembelajaran di sekolah. Namun, sistem konversi mata kuliah berpotensi mengurangi pendalaman konten biologi murni dan keterampilan laboratorium yang bersifat teknis. Selain itu, ditemukan adanya sikap ambivalen dosen terhadap kebijakan MBKM, yaitu menerima program sebagai kebijakan institusional, tetapi tetap menyampaikan kekhawatiran terhadap kesesuaian capaian pembelajaran program studi. Temuan ini menunjukkan perlunya integrasi yang lebih seimbang antara pengalaman praktik lapangan dan penguatan kompetensi akademik berbasis disiplin ilmu dalam pelaksanaan Program Kampus Mengajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pemberian penguatan di dalam kelas merupakan keterampilan dasar mengajar yang penting untuk selalu diberikan oleh guru kepada siswa selama pembelajaran. Pemberian penguatan berfungsi untuk membangkitkan dan mempertahankan perilaku positif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana guru menerapkan penguatan dalam pembelajaran matematika di kelas II SDN 031 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri atas guru kelas II dan dua orang siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai bentuk penguatan verbal maupun nonverbal selama pembelajaran berlangsung. Penguatan verbal dengan pemberian kata-kata apresiasi, motivasi, dan dorongan positif. Sedangkan penguatan nonverbal meliputi gestural (senyum, tepuk tangan, acungan jempol, menunjuk, mengangkat tangan), mendekati siswa, sentuhan (menepuk bahu, berjabat tangan, mengelus kepala), penguatan kegiatan (bernyanyi, menari, tepuk semangat), serta penguatan simbol (pemberian nilai maupun hadiah).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan guru dalam melakukan variasi pembelajaran berperan sangat penting guna meningkatkan motivasi dan perhatian siswa, mencegah kebosanan, serta menyesuaikan gaya mengajar dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis dan mengidentifikasi temuan penelitian tentang kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan variasi pembelajaran di kelas VB pada pembelajaran IPAS di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada keterampilan guru dengan dimensi variasi gaya mengajar, penggunaan media dan alat bantu ajar dan pola interaksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode antara lain, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas VB di SDIT Ibnu Abbas Tarakan telah menerapkan ketiga komponen variasi mengajar dalam pembelajaran yang dilakukan yaitu; (1)variasi gaya mengajar yang terdiri dari variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan guru (Pengkondisian Kelas), mengadakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik, serta perpindahan posisi. (2)variasi penggunaan media dan alat bantu ajar yang terdiri dari media audio (Microphone), media visual (Benda 2D/3D) dan media audio visual (PPT atau Video). (3)variasi pola interaksi yang terdiri dari variasi satu arah (Teacher Center), interaksi dua arah dan interaksi multi arah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan guru dalam mengajar kelompok kecil dan perseorangan pada guru kelas I di SDN 024 Tarakan. Keterampilan ini merupakan bagian dari keterampilan dasar mengajar yang penting diterapkan dalam proses pembelajaran, terutama dalam menghadapi karakteristik siswa sekolah dasar yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan selama tiga kali pertemuan pada semester genap tahun ajaran 2025. Subjek penelitian adalah guru kelas I dan kepala sekolah SDN 024 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dideskripsikan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan dengan cukup baik. Guru memulai kegiatan dengan memberikan orientasi secara klasikal, kemudian membagi siswa dalam kelompok kecil dan memberi arahan tugas secara jelas. Dalam prosesnya, guru menunjukkan kemampuan sebagai organisator dan pembimbing, serta melakukan pendekatan pribadi kepada siswa. Guru juga mampu mengindetifikasi kesulitan belajar siswa dan memberikan bantuan yang sesuai. Namun, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat pemahaman siswa yang mengharuskan guru lebih fleksibel dalam strategi pembelajarannya. Secara keseluruhan, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan membantu guru untuk lebih memahami kebutuhan individual siswa dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktf dan efektif. Hasil ini menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam keterampilan dasar mengajar guna mendukung pencapaian tujuan pendidikan, khususnya ditingkat sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecemasan mengajar matematika sering kali dialami oleh mahasiswa calon guru, khususnya dalam Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan mahasiswa PLP PGSD UBT angkatan 2021 dalam mengajar matematika di Sekolah Dasar. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 104 mahasiswa PLP PGSD UBT angkatan 2021 sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66% (68 mahasiswa) mengalami kecemasan mengajar matematika pada kategori sedang, diikuti 19% (20 mahasiswa) kategori tinggi, dan 15% (16 mahasiswa) kategori rendah. Wawancara mendalam dengan tiga sampel kunci menunjukkan mahasiswa mengalami kecemasan meliputi keterbatasan penguasaan materi, kurangnya pengalaman mengajar matematika yang berdampak pada rendahnya kepercayaan diri dan self efficacy, serta kurangnya kesiapan dan keterampilan manajemen kelas. Temuan ini mengindikasikan perlunya dukungan lebih lanjut bagi mahasiswa PLP PGSD untuk mengatasi kecemasan dalam pengajaran matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari penggunaan teknik pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) dalam mengajar Reading Skill untuk siswa kelas delapan SMP Negeri 11 Tarakan. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar, penggunaan metode yang monoton dan berpusat pada guru, serta keterbatasan kosakata siswa yang menyebabkan kesulitan dalam memahami bacaan, seperti menemukan ide pokok, informasi spesifik, referensi, dan inferensi. Dengan desain one group pre-test and post-test, peneliti menggunakan pendekatan pre-eksperimental dan mengumpulkan data berdasarkan tes. Sampel penelitian adalah 29 siswa kelas delapan SMP Negeri 11 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Temuan menunjukkan bahwa menggunakan TPS Technique selama mengajar sangat meningkatkan Reading Skill siswa kelas delapan. Sebelum diberikan treatment dengan menggunakan teknik TPS, nilai rata-rata pra-tes adalah 45,28. Setelah penerapan TPS selama empat kali pertemuan, nilai rata-rata pascates meningkat menjadi 72,45. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 27,17 poin dalam kinerja membaca siswa. Selanjutnya, hasil perhitungan uji-t adalah 10,72 dengan derajat kebebasan (df) 28. Nilai ini melebihi nilai t-kritis pada tingkat signifikansi 0,05, yang menunjukkan bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik. Peningkatan keterampilan membaca siswa yang paling dominan adalah pada aspek Spesific Information, yang menunjukkan bahwa siswa paling unggul dalam menemukan informasi secara ekspilisit didalam teks. Untuk mendukung hasil ini, skor N-Gain juga dihitung, dan mencapai 0,6367 yang dikategorikan sebagai “sedang” yang berarti bahwa teknik TPS memiliki efek yang berarti dan terukur pada peningkatan keterampilan membaca siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana tingkat kesiapan mengajar IPAS mahasiswa PGSD UBT angkatan 2020 jika ditinjau dari self-efficacy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah mixed method. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa PGSD UBT angkatan 2020 yang telah melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan pernah mengajar IPAS. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket self-efficacy dan pedoman wawancara. Berdasarkan analisis data, dapat dilihat bahwa kesiapan mengajar IPAS mahasiswa PGSD UBT jika di tinjau dari Self efficacy berada pada kategori tinggi dengan rata-rata persentase sebesar 62.91 pada kategori tinggi dan 37.08 pada kategori sedang. Hal ini terlihat dari persentase Self efficacy mahasiswa dari 6 indikator self efficacy mahasiswa yaitu: (i1) Keyakinan dalam menghadapi tugas mengajar yang sulit 20 (50%) tinggi dan 20 (50%) sedang, (i2) Keyakinan dalam merencanakan tugas mengajar IPAS 26 (65%) tinggi dan 14 (35%) sedang, (i3) Keyakinan dalam menghadapi berbagai situasi ketika mengajar IPAS 26 (65%) tinggi dan 14 (35%) sedang, (i4) Keyakinan untuk mengantisipasi situasi mengajar yang belum pernah dialami 29 (72.5%) tinggi dan 11 (27.5%) sedang, (i5) Keyakinan untuk bertahan lebih lama saat mengalami kesulitan dalam mengajar IPAS 25 (62.5%) tinggi dan 15 (37.5%) sedang dan (i6) Keuletan dalam berusaha mengatasi tantangan ketika mengajar IPAS 25 (62.5%) tinggi dan 15 (37.5%) sedang. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa kesiapan mengajar IPAS mahasiswa PGSD UBT di tinjau dari self efficacy berada pada ketegori tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kampus Mengajar (KM) merupakan bagian dari program MBKM yang didukung langsung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini dilakukan di SDN 034 dan SDN 012 Tarakan, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan ditemukan bahwa pelaksanaan KM di sekolah tersebut tidak hanya menimbulkan dampak positif tapi ada juga perspektif negative dari pihak sekolah. Mengingat pelaksanaan KM di sekolah masih banyak kendala, oleh karena itu dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui apa saja dampak dari pelaksanaan program tersebut terhadap peningkkatan kualitas Pendidikan di sekolah penugasan; dan 2) Untuk mengetahui apa saja solusi dan rekomendasi yang dapat diberikan untuk meningkatkan efektivitas program KM di sekolah penugasan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif studi kasus dengan menggunakan metode evaluasi proses dan hasil. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dengan instrumen pengumpulan data yaitu lembar wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reducation, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program KM di sekolah tersebut sudah sesuai dengan tujuan dari KM. membantu dalam meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di sekolah, mengasah jiwa kepemimpinan, soft skill, karakter dalam berinovasi dan berkolaborasi bersama guru serta memberikan inspirasi dan motivasi belajar bagi peserta didik. Solusi dalam penelitian adalah mahasiswa harus memiliki inisiatif dan keuletan selama penugasan di sekolah. Rekomendasi dalam penelitian adalah persiapkan kompetensi yaitu mampu menulis menggunakan EYD, kemampuan literasi dan numerasi harus dipersiapkan, disiplin, bersosialisasi dan kreatif dalam mengembangkan program.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Praktisi Mengajar merupakan salah satu program dari Kampus Merdeka. Pada program praktisi mengajar, dosen berkolaborasi dengan praktisi yang telah berpengalaman pada bidangnya. Tujuannya adalah memberikan gambaran nyata mengenai kondisi dunia kerja dan industri secara langsung berdasarkan pengalaman para praktisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap program praktisi mengajar (PM) pada mata kuliah biologi laut tahun ajaran 2023/2024 FKIP Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan instrumen berupa kuesioner (Google Form) dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu yang diambil dalam penelitian ini yaitu 38 mahasiswa pendidikan biologi angkatan 2022 yang mengikuti program praktisi mengajar (PM) pada mata kuliah biologi laut. Pengumpulan data mengunakan kuesioner dengan model skala likert dan dokumentasi. Data dianalisis dengan perhitungan nilai persentase. Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan peneliti kepada responden diperoleh nilai rata-rata secara keseluruhan dari aspek persepsi mahasiswa dengan nilai rata-rata 78% kategori sangat baik, sedangkan berdasarkan aspek Attitude (Sikap) memperoleh rata-rata 84% dengan kategori sangat baik, berdasarkan aspek Motivies (Motivasi) memperoleh rata-rata 74% dengan kategori baik, berdasarkan aspek Interest (Minat) memperoleh rata-rata 79% dengan kategori sangat baik, berdasarkan aspek Experiences (Pengalaman) memperoleh rata-rata 76% dengan kategori sangat baik, berdasarkan aspek Expectations (Harapan) memperoleh rata-rata 81% dengan kategori sangat baik. Hasil penelitian tersebut menggambarkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap program Praktisi Mengajar (PM) memperoleh persepsi positif dalam pelaksanaan program praktisi mengajar pada mata kuliah biologi laut tahun ajaran 2023/2024.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Strategi dapat dimaknai sebagai suatu acuan atau rencana sebelum melakukan sesuatu. Strategi banyak digunakan dalam berbagai macam hal tidak hanya dalam pembelajaran saja namun strategi juga dapat digunakan saat kegiatan atau aktivitas yang membutuhkan tenaga dan pikiran, dengan demikian kata strategi berkaitan dengan cara-cara penyampaian pesan dalam hal ini materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai sasaran tujuan pendidikan yang tepat. Strategi pembelajaran ialah rencana-rencana yang ditentukan guru sebelum melaksanakan pembelajaran agar semua proses pembelajaran bersama siswa dapat berjalan dengan efektif dan strategi yang telah ditentukan dapat digunakan agar proses pembelajaran tepat sasaran. Strategi yang terencana memegang peranan penting dalam proses pembelajaran, pentingnya strategi guru dalam kegiatan pembelajaran yakni guru dapat mengatur kelas supaya tetap kondusif dan aktif, guru dapat lebih mudah mengajar sehingga siswa lebih mudah untuk paham materi yang diajar. Strategi dengan cara lama atau kurang kreatif dan monoton dapat menyebabkan siswa kurang aktif dalam belajar sehingga pada saat observasi terlihat ada beberapa siswa yang kurang aktif dan kurang memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui strategi apa saja yang dipakai guru IPA di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan instrumen lembar wawancara, observasi dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu yang diambil dalam penelitian ini yaitu 2 orang guru IPA. Data dianalisis secara kualitatif yang terdiri dari pengumpulan data berupa reduksi data, penyajian data , dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan strategi yang digunakan guru IPA kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan adalah strategi ekspositori, heuristik, kontekstual, dan kooperatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Program Kampus Mengajar yang merupakan bagian dari kebijakan Kampus Merdeka telah resmi dikeluarkan untuk Angkatan I pada tanggal 9 Februari 2021. Program Kampus Mengajar bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi Mahasiswa mempertajam kompetensi abad 21 (berpikir analitis, penyelesaian masalah, kepemimpinan, manajemen tim, kreativitas dan inovasi, serta komunikasi interpersonal) melalui aktivitas pengembangan pembelajaran di satuan pendidikan dasar dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan selama mengikuti Program Kampus Mengajar di Sekolah Dasar di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang terdiri dari 5 peserta mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris yang tergabung dalam Program Kampus Mengajar Gelombang VI. Sumber data utama adalah wawancara mendalam dan dokumentasi yang memberikan informasi atau bukti-bukti yang berkaitan dengan penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan analisis tematik yang dikembangkan oleh Braun dan Clarke (2006). Penelitian ini juga menggunakan dua teori yaitu The Adult Learning Theory oleh Malcolm Knowles dan The Experiential Learning Theory oleh David A. Kolb. Temuannya menunjukkan beberapa tema dari wawancara. Diantaranya adalah motivasi mengikuti Program Kampus Mengajar, proses awal mengikuti program Kampus Mengajar, pengalaman berharga selama mengikuti program Kampus Mengajar, keterampilan yang meningkat selama mengikuti program Kampus Mengajar, pengalaman saat mengajar bahasa Inggris dan yang paling utama adalah kendala yang dihadapi selama mengikuti program Kampus Mengajar dari pendaftaran hingga program Kampus Mengajar selesai dilaksanakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesantunan berbahasa guru dan siswa pada kegiatan belajar mengajar di kelas XII SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Kabupaten Tanah Tidung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kulaitatif deskriptif . Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah Teknik rekam, catat, dan transkip. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan menggunakan teknik pilah unsur penentu dengan daya pilah pragmatis. Hasil dari penelitian ini terdapat kesantunan bahasa antara guru dan siswa pada kegiatan belajar mengajar di kelas XII SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Kabupaten Tanah Tidung. Adapun Prinsip Kesantunan Berbahasa menurut Leech (1993) terdiri dari 6 maksim yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim pemufakatan, dan maksim kesimpatian. Dari data yang telah ditemukan di lapangan diperoleh 30 data. Terdiri dari 5 data maksim kebijaksanaan, 5 data maksim kedermawanan, 6 data maksim penghargaan, 4 data maksim kesederhanaan, 6 data maksim pemufakatan dan 4 data maksim kebijaksanaan. Berdasarkan hasil analisis data Prinsip Kesantunan Berbahasa yang ditemukan pada tuturan di sekolah SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 KTT terdapat 6 maksim yang digunakan dalam interaksi antara guru dan siswa. Semua telah memenuhi prinsip kesantunan berbahasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam mengadakan variasi pada pembelajaran tematik di kelas III.B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berfokus pada kemampuan guru dalam mengadakan variasi mengajar dengan dimensi variasi gaya mengajar, variasi penggunaan media dan alat bantu ajar dan variasi pola interaksi. Adapun sumber data pada penenlitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru kelas III.B SDN 032 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu berupa pedoman observasi keterampilan guru dalam mengadakan variasi mengajar, pedoman wawancara dengan guru dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas III.B SDN 032 Tarakan telah menerapkan ketiga komponen variasi mengajar dalam pembelajaran yang dilakukan yaitu variasi gaya mengajar yang terdiri dari indikator variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan guru, mengadakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik, dan variasi perpindahan posisi. Variasi penggunaan media dan alat bantu ajar yang terdiri dari variasi penggunaan media dan alat bantu yang dapat didengar oleh siswa, penggunaan media dan alat bantu yang dapat dilihat oleh siswa, penggunaan media dan alat bantu yang dapat di manipulasi oleh siswa. Variasi pola interaksi yang terdiridari variasi satu arah, interaksi dua arah dan interakasi multi arah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) pada guru Biologi di Kota Tarakan dalam pelaksanaan pembelajaran ditinjau dari lama mengajar. Metode penelitian berupa survey dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian yaitu 9 guru Biologi SMA/MA di Kota Tarakan dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil kuesioner tertutup dan observasi. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata kemampuan guru biologi dengan lama mengajar 6 tahun pada aspek Technological Knowledge (TK) sebesar 69,47% tergolong baik, aspek Pedagogical Knowledge (PK) sebesar 61,1% tergolong baik, aspek Content Knowledge (CK) sebesar 47,22% tergolong cukup. Guru biologi dengan lama mengajar 6-10 tahun nilai rata-rata kemampuan pada aspek Technological Knowledge (TK) sebesar 100% tergolong sangat baik, aspek Pedagogical Knowledge (PK) sebesar 100% tergolong sangat baik, aspek Content Knowledge (CK) sebesar 100% tergolong sangat baik. Guru biologi dengan lama mengajar >10 tahun nilai rata-rata kemampuan pada aspek Technological Knowledge (TK) sebesar 66,7% tergolong baik, aspek Pedagogical Knowledge (PK) sebesar 72,22% tergolong baik, aspek Content Knowledge (CK) sebesar 66,65% tergolong baik, Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa lama mengajar berpengaruh pada kemampuan guru pada aspek Pedagogical Knowledge (PK) dan Content Knowledge (CK), sedangkan pada aspek Technological Knowledge (TK) lama mengajar tidak berpengaruh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan apa saja yang ditemukan guru pada saat mengajar Biologi SMA di Tarakan berdasarkan masa kerja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian purposive sampling. Subjek penelitian yaitu 11 guru Biologi SMA di Tarakan. Masa kerja yang digunakan pada penelitian ini yaitu 5 tahun, 5 – 10 tahun dan > 10 tahun. Data diperoleh berdasarkan hasil wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan pada aspek materi yaitu guru kesulitan dalam penguasaan materi kelas 12, pada aspek perencanaan pembelajaran guru kesulitan dalam menyusun modul ajar pada kurikulum merdeka, pada aspek sarana prasarana berupa keterbatasan laboratorium dan alat praktikum. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diketahui bahwa setiap aspek, guru memiliki kesulitan dalam mengajar Biologi SMA di Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of this rcscarch was to find out the motivation of Guidance and Counseling students of FKIP in attending the Kamptts Mcngajar. Mcrdcka Bc/ajarKampus Mcrdcka (MBKM) policy is expcctcd to bc the answer to realize autonomous, flc.xiblc and high-quality Icarning in highcr cducation institutions so as to create a learning culture that is innovative, not restrictive, and in accordance SSith the needs of students. The MBKM policy rclatcs to educational activities in universities that grant students the flexibility and right to study outside of the study program for three semesters, which can be used for learning inside or outside of the institution. The research's findings from a questionnaire with 39 statement items and two possible responses (Yes or No) rcvealcd that 30 respondents scorcd higher or categorized as the high group (75%). It meant that the students had high motivation and high enthusiasm. Motivation is needed in determining the intensity of learning efforts, because it can provide direction in an activity. So that the existence of students who participated in the Kampus Mengajar activities can be influenced by attitudes and behaviors in a positive way. It is supported by indicators with the same high category. In the first indicator, Guiding Towards Action, as many as 39 subjects scored 97.5%., and the indicator of Selecting Actions, with a total of 31 subjects, scored 77.5%. Only 10 students from the department had moderate motivation, meaning that they were still trying to do something or were moving in the direction of doing something. This indicated that the students' level of awareness in moving things in a better direction toward positive behavior was relatively high. This is supported by the indicator of Encouraging People to Act as many as 39 subjects with a percentage of 97.5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan mengajar matematika mahasiswa PGSD UBT jika ditinjau dari self-efficacy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif PGSD UBT yang telah melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket self-efficacy dan pedoman wawancara. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian dan pembahasan, menunjukkan self-efficacy mahasiswa berada pada kategori rendah sebesar 9,52%, kategori sedang sebesar 80,95%, dan kategori tinggi sebesar 9,52%. Dapat disimpulkan bahwa self-efficacy mahasisa PGSD UBT dalam mengajar matematika berada pada kategori sedang yakni 80,95%. Beberapa temuan tambahan menunjukkan bahwa self-efficacy mahasiswa dapat dilihat dari tingkat penguasaan materi matematika, pengalaman mengajar matematika di sekolah dasar, keterampilan menjelaskan, keterampilan pengelolaan kelas, keterampilan mengadakan variasi, persepsi mahasiswa terhadap matematika, kemampuan menjawab pertanyaan, dan kemampuan berinovasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi guru bahasa Inggris dalam pelaksanaan pembelajaran online mulai dari persiapan, proses, hingga evaluasi pada masa pandemi virus corona 2019 di MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar online selama periode Coronavirus 2019 adalah: 1) Persiapan mengajar, seperti; a) Penyusunan persiapan tertulis, menentukan alokasi waktu dalam menyampaikan mata pelajaran kepada siswa (75%), menentukan bentuk prosedur penilaian hasil belajar (50%), memformat tujuan pembelajaran, menentukan langkah-langkah pembelajaran, pemilihan metode pengajaran yang tepat, dan pemilihan media pembelajaran yang tepat sumber daya (25%), b) Pembuatan media ajar; menyesuaikan media ajar dan keterbatasan kemampuan IT untuk membuat media ajar. 2) Proses pengajaran seperti; a) Melaksanakan proses pengajaran; rendahnya motivasi belajar siswa dan keterbatasan kemampuan dalam melaksanakan pembelajaran online (75%), b) Metode dan strategi pembelajaran; tidak diterima dengan baik oleh siswa (50%), c) Pengelolaan kelas; siswa lambat dalam memahami materi (100%), dan siswa sulit diatur, siswa memiliki gaya belajar yang berbeda dan media pendukung tidak tersedia (50%), d) Alat dan sarana; Masalah Wi-Fi dan listrik, dan penyimpanan ponsel juga. 3) Evaluasi pengajaran, seperti; a) Penilaian keterampilan siswa; keterbatasan alat penilaian online dan keterbatasan waktu dalam menilai kinerja siswa (50%), b) Menentukan jenis tes yang sesuai dengan kemampuan siswa (25%), c) Kurang disiplin siswa dalam menyerahkan tugas (75%).