ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pemberian penguatan di dalam kelas merupakan keterampilan dasar mengajar yang penting untuk selalu diberikan oleh guru kepada siswa selama pembelajaran. Pemberian penguatan berfungsi untuk membangkitkan dan mempertahankan perilaku positif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana guru menerapkan penguatan dalam pembelajaran matematika di kelas II SDN 031 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri atas guru kelas II dan dua orang siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai bentuk penguatan verbal maupun nonverbal selama pembelajaran berlangsung. Penguatan verbal dengan pemberian kata-kata apresiasi, motivasi, dan dorongan positif. Sedangkan penguatan nonverbal meliputi gestural (senyum, tepuk tangan, acungan jempol, menunjuk, mengangkat tangan), mendekati siswa, sentuhan (menepuk bahu, berjabat tangan, mengelus kepala), penguatan kegiatan (bernyanyi, menari, tepuk semangat), serta penguatan simbol (pemberian nilai maupun hadiah).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan guru dalam mengajar kelompok kecil dan perseorangan pada guru kelas I di SDN 024 Tarakan. Keterampilan ini merupakan bagian dari keterampilan dasar mengajar yang penting diterapkan dalam proses pembelajaran, terutama dalam menghadapi karakteristik siswa sekolah dasar yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan selama tiga kali pertemuan pada semester genap tahun ajaran 2025. Subjek penelitian adalah guru kelas I dan kepala sekolah SDN 024 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dideskripsikan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan dengan cukup baik. Guru memulai kegiatan dengan memberikan orientasi secara klasikal, kemudian membagi siswa dalam kelompok kecil dan memberi arahan tugas secara jelas. Dalam prosesnya, guru menunjukkan kemampuan sebagai organisator dan pembimbing, serta melakukan pendekatan pribadi kepada siswa. Guru juga mampu mengindetifikasi kesulitan belajar siswa dan memberikan bantuan yang sesuai. Namun, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat pemahaman siswa yang mengharuskan guru lebih fleksibel dalam strategi pembelajarannya. Secara keseluruhan, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan membantu guru untuk lebih memahami kebutuhan individual siswa dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktf dan efektif. Hasil ini menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam keterampilan dasar mengajar guna mendukung pencapaian tujuan pendidikan, khususnya ditingkat sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam mengadakan variasi pada pembelajaran tematik di kelas III.B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berfokus pada kemampuan guru dalam mengadakan variasi mengajar dengan dimensi variasi gaya mengajar, variasi penggunaan media dan alat bantu ajar dan variasi pola interaksi. Adapun sumber data pada penenlitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru kelas III.B SDN 032 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu berupa pedoman observasi keterampilan guru dalam mengadakan variasi mengajar, pedoman wawancara dengan guru dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas III.B SDN 032 Tarakan telah menerapkan ketiga komponen variasi mengajar dalam pembelajaran yang dilakukan yaitu variasi gaya mengajar yang terdiri dari indikator variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan guru, mengadakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik, dan variasi perpindahan posisi. Variasi penggunaan media dan alat bantu ajar yang terdiri dari variasi penggunaan media dan alat bantu yang dapat didengar oleh siswa, penggunaan media dan alat bantu yang dapat dilihat oleh siswa, penggunaan media dan alat bantu yang dapat di manipulasi oleh siswa. Variasi pola interaksi yang terdiridari variasi satu arah, interaksi dua arah dan interakasi multi arah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN KETERAMPILAN DASAR KONSELING DENGAN MINAT SISWA MENGIKUTI KONSELING INDIVIDU Abstrak Nursyapika. 2022. “Hubungan Keterampilan Dasar Konseling Dengan Minat Siswa Mengikuti Konseling Individu Pada Kelas VIII Di SMPN 5 Tarakan” Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Di bImbing oleh Ibu Siti Rahmi S.Sos.I.,M.Pd selaku Pembimbing Utama dan Bapak Riski Sovayunanto, S.Psi., M.Si selaku dosen pembimbing Anggota. Penelitian ini mengenai hubungan antara keterampilan dasar konseling dengan minat siswa mengikuti layanan konseling individu pada kelas VIII Di SMPN 5 Tarakan. Keterampilan dasar konseling merupakan kemampuan dasar yang dimiliki oleh guru BK dalam proses layanan yang diberikan untuk siswa, sedangkan minat siswa merupakan kecendrungan terarah pada hal yang menimbulkan perasaan senang sehingga menimbulkan ketertarikan pada aktifitas tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara keterampilan dasar konseling dengan minat siswa mengikuti konseling individu pada kelas VIII Di SMPN 5 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional, populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas VIII Pada SMPN 5 Tarakan. Terdapat 2 variabel dalam penelitian ini, yaitu Variabel Bebas (Keterampilan Dasar Konseling) dan Variabel Terikat ( Minat Siswa Mengikuti Layanan Konseling Individu). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala, skala KDK berjumlah 27 dan skala minat berjumlah 26. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan pearson correlation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis yang berbunyi “terdapat hubungan antara keterampilan dasar konseling dengan minat siswa mengikuti konseling individu pada siswa kelas VIII Di SMPN 5 Tarakan” di terima, dengan tingkat hubungan 31.2% yang berarti semangkin tinggi keterampilan dasar konseling maka akan semangkin meningkat pula minat siswa dalam mengikuti konseling individu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PELAKSANAAN KETERAMPILAN DASAR KONSELING DI SMP NEGERI 11 TARAKAN Abstrak Jumalia. 2021. Analisis Pelaksanaan Keterampilan Dasar Konseling di SMP Negeri 11 Tarakan. Dibimbing oleh Ibu Siti Rahmi, S.Sos.,I.,M.Pd, selaku Pembimbing Utama, dan Bapak Suprianto, S.Sos.,M.Pd., selaku Pembimbing Anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Keterampilan Dasar Konseling Di SMP Negeri 11 Tarakan. Keterampilan dasar konseling adalah sebagai salah satu kompetensi dasar guru bimbingan dan konseling di sekolah, keterampilan tersebut merupakan kompetensi yang harus dikuasai dalam setiap melakukan konseling individual, karena merupakan salah satu strategi konselor dalam proses konseling. Keterampilan dasar konseling yang dimiliki oleh Guru bimbingan dan konseling bertujuan untuk memahami diri konseli, agar proses komunikasi yang dimaksud dapat efektif dan efisien. Jenis penelitian ini adalah survei yang bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi yang dikunakan adalah keseluruhan siswa kelas VIII tahun ajaran 2020-2021 SMP Negeri 11 Tarakan yang berjumlah 31 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan analisis statistik deskrptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan keterampilan dasar konseling di SMP Negeri 11 Tarakan, mencapai 87% atau dapat dikatakan cukup, artinya pelaksanaan keterampilan dasar konseling sudah cukup sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Kata kunci : Pelaksanaan, keterampilan dasar, konseling,