Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Siswa Kelas VII
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Perilaku Prososial Siswa Kelas VII di SMPN 1 Malinau Kota

2026•

Perilaku prososial merupakan perilaku yang diwujudkan melalui tindakan sukarela untuk membantu, berbagi, bekerja sama, serta menunjukkan kepedulian terhadap orang lain yang didorong oleh motivasi internal. Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama, khususnya kelas VII, pengembangan perilaku prososial menjadi penting karena siswa berada pada tahap perkembangan sosial yang membutuhkan kemampuan berinteraksi secara positif dengan teman sebaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku prososial siswa adalah melalui layanan bimbingan kelompok. Layanan bimbingan kelompok merupakan proses pemberian bantuan dalam suasana kelompok yang memungkinkan siswa saling berinteraksi, bertukar pendapat, mengembangkan empati, serta belajar menghargai dan bekerja sama dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku prososial pada siswa kelas VII di SMPN 1 Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design model one group pre-test and post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 8 siswa dari populasi 80 siswa. Instrumen penelitian menggunakan Skala Likert untuk mengukur tingkat perilaku prososial siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai Asym Sig sebesar 0,012 pada taraf signifikansi (α) 0,05, sehingga Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku prososial siswa kelas VII di SMPN 1 Malinau Kota.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SURVEI KONSEP DIRI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 12 TARAKAN TAHUN AJARAN 2021/2022

2022•

Desi Mustika Sari. 2022. Survei Konsep Diri Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 12 Tarakan Tahun Ajaran 2021/2022. Dibimbing oleh Ibu Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd selaku pembimbing utama dan Ibu Suriata, M.Pd selaku pembimbing anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri siswa di SMP Negeri 12 tarakan tahun ajaran 2021/2022. Konsep diri merupakan keseluruhan gambaran, persepsi, penilaian diri, keyakinan yang dimiliki individu tentang ciri-ciri dan sifat yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 62 siswa dari 128 siswa sebagai populasi kelas VII di SMP Negeri 12 Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri siswa di SMP Negeri 12 Tarakan termasuk dalam kategori rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase 128 sampel penelitian terdapat 66 siswa berada pada kategori sangat tinggi dengan skor persentase 51%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP KECEMASAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 TARAKAN.

2021•

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model cooperative learning tipe numbered heads together (NHT) terhadap kecemasan matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Tarakan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh model cooperative learning tipe numbered heads together (NHT) terhadap kecemasan matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen semu (quasi experiment). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling dan didapatkan 32 orang responden dari kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-F sebagai kelas kontrol. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji t (independent sample t-test) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan yang signifikan (nyata) antara rata-rata kecemasan matematika siswa pada kelompok eksperimen dan kelas kontrol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA SISWA KELAS VII-1 DI MTS DDI TARAKAN (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul Analisis Alih Kode dan Campur Kode Pada Siswa Kelas VII-1 Di MTs DDI Tarakan Kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan landasan teori kajian Sosiolinguistik. Kajian sosiolinguistik yang dikaitkan dengan pnelitian, yaitu alih kode dan campur kode. penulis menggunakan jenis penelitian seskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan data-data berdasarkan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan rekam. Data yang ada kemudian diklasifikasikan berdasarkan alih kode intern, alih kode ekstern, campur kode ke dalam, dan campur kode ke luar serta dianalisis, diinterpretasikan dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kode bahasa yang digunakan oleh siswa kelas VII-1, yaitu bahasa Bugis, bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Keempat kode bahasa tersebut diklasifikasikan berdasarkan alih kode intern, alih kode ekstern, campur kode ke dalam, dan campur kode ke luar. Pada alih kode imtern terdapat dua kode bahasa, yaitu bahasa Bugis dan bahasa Jawa dan alih kode ekstern terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab. Sedangkan campur kode ke dalam terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Bugis dan bahasa Jawa. Sedangkan alih kode ekstern terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab. Penyebab terjadinya alih kode dan campur kode bahasa yang digunakan oleh siswa kelas VII-1 adalah (a) identifikasi peran (penutur), (b) identifikasi ragam, (c) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan, (d) Kesantaian penutur, (e) kebiasaan, (f) tidak adanya ungkapan yang tepat dalam bahasa yang sedang dipakai, (g) hadirnya penutur ketiga, (h) perubahan topik pembicaraan antara penutur dengan lawan tutur, (i) perubahan situasi berbicara dari tidak formal menjadi formal, (j) mengimbangi kemampuan berbahasa lawan tuturnya, (k) untuk membangkitkan rasa humor, dan (l) untuk sekedar bergengsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail