ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis umumnya mengalami perubahan kadar hemoglobin dan kreatinin, sehingga pemeriksaan hemoglobin dan kreatinin diperlukan untuk memantau kondisi pasien selama menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin dan kreatinin pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 101 pasien. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu lembar studi dokumentasi yang berisi karakteristik responden, tabel hasil laboratorium hemoglobin (Hb) dan kreatinin dengan hasil laboratorium didapatkan dari rekam medis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata – rata responden berusia 47 tahun yang mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 53 responden (52.5 %) dengan penyebab hemodialisis terbanyak yaitu hipertensi sebanyak 64 responden (63.4 %) dan disusul dengan diabetes mellitus sebanyak 21 responden (20.8), rata – rata lama menjalani hemodialisis diatas 2 tahun dengan frekuensi hemodialisis 2 kali seminggu dan durasi hemodialisis 5 jam persesi. Mayoritas responden mengalami penurunan hemoglobin dalam kategori rendah dengan rata – rata nilai hemoglobin 7.95 g/dl – 8.93 g/dl dan seluruh responden pada penelitian ini memiliki nilai kreatinin dalam kategori tinggi dan stabil sepanjang tahun dengan nilai rata – rata kreatinin 11.7 mg/dl - 12.6 mg/dl. Hal ini menunjukkan bahwa anemia dan peningkatan kreatinin tetap bisa terjadi meskipun pasien sudah menjalani hemodialisis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia merupakan kondisi penurunan kadar hemoglobin dalam darah yang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan darah mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Kondisi ini masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi dan dapat menimbulkan dampak terhadap aktivitas, produktivitas, dan kualitas hidup pasien. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada du pasien dengan diagnosis medis anemia secara komprehensif di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien, yaitu Ny. S dan Ny. E, melalui tahapan pengkajian diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien dengan anemia mengalami keluhan lemah, pucat, akral dingin, CRT memanjang, penurunan nafsu makan, serta kadar Hb rendah. Diagnosis keperawatan yang muncul disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing pasien dan dilakukan untervensi keperawatan yang berfokus pada pemantauan kondisi umum, pemenuhan kebutuhan oksigenasi, nutrisi, aktivitas, serta edukasi kesehatan. Setelah dilakukan asuhan keperawatan, ditemukan adanya perbaikan kondisi pasien sesuai dengan respons terhadap tindakan yang diberikan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan keperawatan yang komprehensif berperan penting dalam membantu stabilisasi kondisi pasien anemia dan meningkatkan kualitas perawatan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia merupakan komplikasi klinis atau kondisi sekunder yang sering menyertai berbagai penyakit kronis pada pasien dewasa. Penurunan kadar hemoglobin dalam darah memerlukan intervensi dan pengelolaan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah perburukan kondisi pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dewasa dengan masalah kesehatan anemia di ruang perawatan penyakit dalam. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosis, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua pasien dewasa (Tn. Z dan Tn. H) dengan diagnosis medis anemia yang dirawat di Ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Pelaksanaan asuhan dilakukan selama tiga hari dari tanggal 27 April hingga 29 April 2026. Hasil pengkajian awal menunjukkan kedua pasien mengalami gejala klinis objektif anemia seperti konjungtiva anemis dan bibir pucat. Pemeriksaan penunjang laboratorium mengonfirmasi adanya penurunan kadar hemoglobin di bawah nilai rujukan, yaitu 8,9 g/dL pada Pasien 1 dan 8,6 g/dL pada Pasien 2. Selama masa perawatan, tindakan keperawatan yang diimplementasikan meliputi monitoring tanda-tanda vital, pengelolaan nutrisi, serta tindakan kolaboratif berupa pemberian terapi obat-obatan dan transfusi darah Packed Red Cells (PRC). Hasil evaluasi akhir menunjukkan adanya perbaikan pada kondisi umum pasien, peningkatan selera makan, serta pola istirahat yang lebih rileks. Penerapan asuhan keperawatan yang terencana, sistematis, dan kolaboratif terbukti mendukung proses pemulihan klinis pasien dewasa yang mengalami anemia di ruang perawatan penyakit dalam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, serta perkembangan fisik dan mental. Salah satu upaya pencegahan anemia secara nonfarmakologis yang efektif adalah melalui pemberian jus kacang hijau yang kaya zat besi, asam folat, dan vitamin B kompleks. Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan pada remaja putri dengan anemia menggunakan intervensi jus kacang hijau sebagai upaya meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) dan mencegah komplikasi jangka panjang. Metode: Pendekatan studi kasus dilakukan pada Nn. D, usia 19 tahun dengan anemia sedang (Hb 9,5 gr/dl) di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas. Intervensi berupa pemberian jus kacang hijau 250 ml sekali sehari selama 4 hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan Hb menggunakan GChb Easy Touch. Hasil: Setelah intervensi selama 4 hari, terjadi peningkatan kadar hemoglobin dan perbaikan gejala anemia seperti kelelahan dan sulit konsentrasi. Remaja juga menunjukkan pemahaman yang baik terhadap pentingnya gizi seimbang dan dukungan keluarga dalam pencegahan anemia. Kesimpulan: Pemberian jus kacang hijau merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, murah, dan mudah diterima dalam meningkatkan kadar Hb serta memperbaiki gejala anemia pada remaja putri. Diperlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan intervensi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang cukup tinggi, dengan gejala seperti pusing, mudah lelah, dan kurang konsentrasi. Salah satu alternatif non-farmakologis yang potensial untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah konsumsi jus buah naga, karena kandungan zat besi, vitamin C, dan antioksidannya.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga terhadap perubahan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas, Kota Tarakan. Metode: Studi kasus dilakukan terhadap seorang remaja putri usia 17 tahun dengan kadar hemoglobin awal 11,8 gr/dL. Intervensi berupa pemberian jus buah naga merah sebanyak 450 ml/hari selama 7 hari berturut-turut. Data kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah intervensi, terjadi peningkatan kadar hemoglobin menjadi 13,24 gr/dL. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,44 gr/dL, yang berarti pemberian jus buah naga efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Kesimpulan: Pemberian jus buah naga merah selama tujuh hari terbukti dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia ringan. Buah naga dapat menjadi alternatif non-farmakologis dalam penatalaksanaan anemia ringan pada remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia banyak terjadi pada masyarakat, terutama pada remaja putri. Berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri secara langsung salah satunya yaitu asupan zat besi tidak cukup dan penyerapan tidak adekuat. Maka dibutuhkan makanan tambahan seperti buah dan sayur yang mengandung vitamin A, C dan B yang dapat membantu penyerapan tablet fe yang di konsumsi. Dalam penelitian kali ini menggunakan buah lokal yaitu Sirup buah pedada dengan tablet fe. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasi eksperimen) dengan pretest – posttest with control group design. Hasil penelitian pada dua kelompok setelah di berikan intervensi sama sama mengalami peningkatan, namun peningkatan yang sangat signifikan terjadi pada kelompok eksperimen. Diperoleh hasil rata-rata (mean) setelah diberikan perlakuan intervensi sirup buah pedada dan tablet fe meningkat dengan rata rata 3.450 dengan nilai uji statistic didapatkan P value 0.000. pada kelompok kontrol diberikan perlakuan intervensi pemberian tablet fe selama 1 minggu juga mengalami kenaikan hemoglobin yaitu 0.238. Dengan nilai uji statistic P value 0.000
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Ibu hamil berisiko mengalami kekurangan gizi. Gangguan gizi pada ibu hamil meliputi anemia, pertambahan berat badan yang kurang, dan gangguan pertumbuhan janin. Prevalensi anemia di Indonesia meningkat, dengan 48,9% ibu hamil mengalami anemia, terutama di provinsi Kalimantan Utara dan Kota Tarakan. Anemia dapat menyebabkan komplikasi seperti solusio plasenta, kelahiran prematur, dan kematian ibu. Kadar hemoglobin bisa ditingkatkan dengan konsumsi tablet fe dan makanan bergizi seperti kurma dan biji buah tarap. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan manfaat jus kurma tarap dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Tujuan penelitian: mengetahui adanya potensi olahan Jus Kurma Tarap terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil di Puskesmas Karang Rejo. Jenis penelitian: quasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest And Post Test With Control Group Design dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 20 responden yang terdiri dua kelompok yaitu, kelompok perlakuan 10 responden diberi jus kurma tarap kombinasi dengan tablet tambah darah dikonsumsi dalam 2 kali sehari selama 7 hari dan kelompok kontrol 10 responden diberi tablet tambah darah yang dikonsumsi dalam 2 kali sehari dari Puskesmas. Hasil analisa bivariat menunjukkan analisis uji Mann-Whitney dengan p value value sebesar 0,317 (> 0,05) sehingga tidak ada pengaruh signifikan. Kesimpulan: Potensi pemberian Jus Kurma Tarap dan tablet tambah darah terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil diukur dari perbandingan rata-rata antara kedua kelompok. Rata-rata kadar Hb pada kelompok perlakuan 11,81 g/dL dengan standar deviasi 0,97. Sedangkan rata rata kadar Hb pada kelompok kontrol 10,88 g/dL dengan standar deviasi 0,45. Kelompok perlakuan memperoleh rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dari kelompok kontrol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia adalah kondisi sel darah merah lebih rendah dari biasanya akibat kekurangan nutrisi yang mempengaruhi pembentukan hemoglobin. Beberapa faktor mempengaruhi kejadian anemia pada remaja khususnya remaja putri yaitu pengetahuan tentang anemia, pengetahuan tentang gizi termasuk pengetahuan tentang gizi zat besi, kepatuhan minum TTD. Pencegahan dan pengendalian anemia pada remaja putri memerlukan kerjasama antara negara, masyarakat dan orang tua.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Quasi eksperimental pre-posttest one group. Desain penelitian ini meliputi perlakuan (penyuluhan anemia dan pemberian buah kurma) pada sampel dan pengukuran kadar anemia sebelum dan sesudah perlakuan. sampel yang digunakan adalah Remaja SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan sebanyak 24 responden. Teknik pengambil sampel yang digunakan adalah simple random sampling.pemberian edukasi tentang anemia pada remaja di SMA Frater Don Bosco Tarakan di peroleh nilai p0,05 (p=0.001). pemberian buah kurma tnilai minimum untuk sebelum perlakuan adalah 9.1 gr/dl dan sesudah perlakuan adalah 12.1 gr/dl kemudian nilai maximum untuk pretest 12.7 gr/dl dan posttest 17.2 gr/dl, lalu untuk nilai mean, prestest 10.97 gr/dl dan posttest 14.66 gr/dl dan nilai Std. Deviation untuk 1.04 (sebelum perlakuan) dan 1.41 (sesudah perlakuan) dengan nilai P0,05 (P=0.001). rerata sebelum dan setelah pemberian buah kurma sebanyak 3.68 gr/dl. Artinya terdapat peningkatan kadar hb sebulum dan setelah pemberian buah kurma. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Pengaruh Edukasi Anemia Dan Pemberian Buah Kurma Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan, dapat disimpulkan bahwa: 2. Edukasi anemia memiliki peranan dan dampak yang baik dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan 3. Edukasi anemia dan pemberian buah kurma berperan terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Ibu hamil yang mengalami kondisi anemia meningkat di Indonesia dari 37,1% di tahun 2013 menjadi 48,9% di tahun 2018. Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan riwayat anemia di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan non-probability sampling yaitu dengan cara purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 47 ibu hamil. Pengukuran pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil didapatkan dengan menggunakan kuisioner, sedangkan kadar hemoglobin pada ibu hamil didapatkan dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin yang dilakukan pada trimester I dan trimester III yang tercatat dalam rekam medik atau buku KIA ibu. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan sistem komputerisasi SPSS dengan menggunakan teknik korelasi Rank Spearman. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai p = 0.000. Diketahui nilai p value 0.05 maka hipotesis Ha1 diterima, sehingga dapat di simpulkan bahwa pada α = 5%, didapat ada hubungan bermakna anatara pengetahuan tentang anemia dengan peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil dengan riwayat anemia. Kesimpulan yang didapatkan ada hubungan bermakna anatara pengetahuan tentang anemia dengan peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil dengan riwayat anemia di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Artinya semakin baik pengetahuan ibu hamil tentang anemia maka ibu akan semakin menjaga pola hidupnya semasa kehamilan sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia kehamilan adalah asupan zat besi tidak cukup dan penyerapan tidak adekuat. Namun, Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya anemia kehamilan diantaranya adalah usia ibu pada saat hamil dan paritas. Anemia kehamilan berhubungan dengan usia ibu (terlalu tua atau terlalu muda). Sedangkan pada ibu hamil dengan paritas 1 memiliki risiko tinggi untuk mengalami anemia pada kehamilan apabila dibandingkan dengan ibu hamil dengan paritas 2-3. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Karateristik ibu yang mengalami anemia berdasarkan paritas,usia,riwayat anemia,dan IMT di Puskesmas Gunung Lingkas. Penelitian ini adalah penelitian deskri ptif yang betujuan untuk mengetahui karakteristik ibu yang mengalami anemia menurut paritas, umur, riwayat anemia dan IMT. Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian sebagai sasaran mendapatkan dan menggumpulkan data. Ju,lah populasi sebanyak 57dan jumlah smpel 57 dengan menggunakan teknik total sampling. Dari penelitian yang dilakukan terdapat karakteristik ibu hamil anemia berdasarkan usia, sebagian besar berada pada rentan usia 20-35 tahun sebanyak 48 (84,2%), kemudian di ikuti usia >35 sebanyak 8 (14,0%) reponden, dan kelompok usia 20 terdapat sebanyak 1 (1,8%) respoden. paritas ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan lebih dari 5 kali sebanyak 8 (14,0 %) responden, sedangkan ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan lebih dari 2 kali sebanyak 49 (86,0%) responden. Yang memiliki riwayat anemia ringan sebanyak 37 (64,9%) responden, tidak anemia sebanyak 17 (29,8%), dan yang anemia sedang sebanyak 3 (5,3%) responden. Sebagian besar ibu dengan indeks masa tubuh normal sebanyak 29 (50,9%) responden, obesitas sebanyak 24 (42,2%) responden, dan kurus sebanyak 3 (5,3%) responden. Anemia of pregnancy is insufficient iron intake and inadequate absorption. However, there are many things that cause anemia in pregnancy, including the age of the mother during pregnancy and parity. Pregnancy anemia is related to the mother's age (too old or too young). Meanwhile, pregnant women with parity 1 have a high risk of experiencing anemia in pregnancy when compared to pregnant women with parity 2-3. The purpose of this study was to determine the characteristics of women with anemia based on parity, age, history of anemia, and BMI at the Gunung Lingkas Health Center. This research is a descriptive study that aims to determine the characteristics of mothers who have anemia according to parity, age, history of anemia and BMI. The population is the entire object of research as the target of obtaining and collecting data. Ju, the population is 57 and the number of samples is 57 using the total sampling technique. From the research conducted, there were characteristics of anemic pregnant women based on age, most of them were vulnerable to the age of 20-35 years with as many as 48 (84.2%), then followed by those aged> 35 with as many as 8 (14.0%) respondents, and the age group 20 there were 1 (1.8%) respondents. The parity of mothers with more than 5 birth experiences was 8 (14.0%) respondents, while mothers who had more than 2 birth experiences were 49 (86.0%) respondents. There were 37 (64.9%) respondents with a history of mild anemia, 17 (29.8%) not anemic, and 3 (5.3%) moderate anemia. Most of the mothers with normal body mass index were 29 (50.9%) respondents, obese were 24 (42.2%) respondents, and thin were 3 (5.3%) respondents.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Anemia pada ibu hamil biasanya ditandai dengan terjadinya peningkatan kecepatan denyut jantung karena tubuh berusaha memberi oksigen lebih banyak ke jaringan, pusing akibat kurangnya darah ke otak, terasa lelah karena meningkatnya oksigenasi berbagai organ termasuk otot jantung dan rangka, kulit pucat dan mual akibat penurunan aliran darah saluran cerna dan susunan saraf pusat. Kemudian, klasifikasi anemia pada ibu hamil berdasarkan berat ringannya, anemia pada ibu hamil yang dikategorikan adalah anemia ringan dan berat (Depkes RI, 2009). Anemia ringan apabila kadar HB dalam darah 8 gr% sampai 11 gr%, anemia berat apabila kadar HB dalam darah kurang dari 8 gr%, dikutip dalam (Astutik dan Ertiana, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tablet FE dan vitamin C terhadap peningkatan kadar HB pada ibu hamil Trimester II dan III dengan Anemia Ringan dan Sedang di Puskesmas Gunung Lingkas Tahun 2023. Desain penelitian quasy eksperimental atau eksperimen semu. dengan desain two group pre-post test. Jumlah populasi sebanyak 30 pasien dan sampel 30 pasien yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Dari hasil penelitian ini terdapat Kadar Hemoglobin Pemberian Tablet FE + Vit C pada Follow UP I dan II, distribusi tertinggi pada ibu dengan kadar HB yang mengalami peningkatan sebanyak 10 responden (66,7%), kemudian ibu dengan kadar HB turun sebanyak 5 responden (33,3%), kemudian tidak terdapat ibu dengan kadar HB tetap. Analisis menggunakan uji beda / independent t test didapatkan hasil p value 0.003 0.005, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara dua kelompok dimana pemberian tablet Fe dan Vitamin C secara bersamaan lebih efektif dalam meningkatkan kadar haemoglobin.