Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kata kunci : Anemia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTROPOMETRI IBU HAMIL (LILA DAN IMT) DENGAN ANEMIA DI RUMAH SAKIT PRATAMA KRAYAN

2026•

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, baik di tingkat global maupun nasional, karena berpotensi meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta risiko komplikasi pada janin. Faktor risiko anemia pada WUS sangat beragam, mulai dari pola makan yang tidak seimbang, hingga status gizi yang buruk. Salah satu indikator status gizi yang dapat dikaitkan dengan risiko anemia adalah LILA dan IMT. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara antropometri ibu hamil (LILA dan IMT) dengan kejadian anemia di Rumah Sakit Pratama Krayan. Metode pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional dan teknik pendekatan retrospektif. Teknik Sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan total jumlah responden 89 ibu hamil. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yang tidak mengalami KEK sebanyak 87 orang (97,8%) Sebagian besar responden tidak normal 71 orang (79,8%), dan Sebagian besar responden mengalami anemia yaitu sebanyak 75 orang (84,3%). Hasil uji menggunakan chi-square didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara LILA dengan kejadian anemia dengan p-value (1,000) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian anemia dengan nilai p-value (0,470). Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi ibu hamil berdasarkan LILA maupun IMT tidak berhubungan dengan kejadian anemia sehingga status gizi yang diukur melalui indikator antropometri tersebut belum dapat dijadikan indikator tunggal dalam menentukan risiko anemia pada ibu hamil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Di SMP Negeri 1 Tanjung Selor

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi di masyarakat dan banyak dialami oleh remaja putri. Prevelensi anemia remaja putri umur 13-18 tahun di Indonesia mencapai 23%. Anemia terjadi pada remaja putri karena adanya gangguan menstruasi, mengalami masa pertumbuhan serta asupan makanan yang rendah zat besi. Anemia dapat dicegah dengan asupan kaya akan zat besi seperti makanan sumber zat besi hewani, sumber pangan nabati dan suplemen tablet tambah darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah di SMP Negeri 1 Tanjung Selor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel 197 remaja putri dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian didapatkan remaja putri memiliki pengetahuan baik 50,3% dan sikap cukup 65,5%. Kesimpulan hasil dari penelitian ini sebagian besar remaja putri di SMP Negeri 1 Tanjung Selor berpengetahuan cukup dan sikap cukup tentang tablet tambah darah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pengetahuan sudah relatif baik, sikap terhadap konsumsi tablet tambah darah masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, sekolah dan tenaga kesehatan perlu memperkuat edukasi dan promosi kesehatan tentang pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara rutin untuk mencegah anemia pada remaja putri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail