ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji relasi manusia dan alam dalam novel Rumah Kaca di Ujung Bumi karya Kim Choyeop menggunakan pendekatan ekologi sastra. Latar belakang penelitian ini bermula dari kecenderungan kritik sastra konvesional yang lebih memfokuskan analisis pada aspek humanistik, struktural, dan ideologi, sehingga dimensi ekologi dalam karya sastra sering luput dari kajian yang memadai, alam dapat berperan penting bagi struktur naratif dan pesan moral suatu karya. Novel Rumah Kaca di Ujung Bumi dipilih sebagai objek kajian karena menghadirkan gambaran dunia distopia akibat krisis lingkungan yang relevan dikaji melalui perspektif ekokritik, sementara kajian terhadap karya fiksi ilmiah terjemahan Korea Selatan masih tergolong jarang dalam penelitian sastra di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif berjenis studi kepustakaan, dengan data primer berupa narasi, deskripsi, dan percakapan dalam novel. Pengumpulan data dilakukan melalui tahan identifikasi, klasifikasi, interprestasi, dan inferensi berdasarkan teori ekokritisisme Cheryll Glotfelty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi manusia dan alam dalam novel ini bersifat dinamis dan dialektis, bergerak dari pola antroposentris-eksploitatif menuju pola ekosentris-restoratif. Alam digambarkan bukan sebagai latar pasif, melainkan sebagai entitas yang mengalami dampak kerusakan sekaligus memiliki agensi dalam menentukan keberlangsungan hidup manusia. Krisis ekologis dalam novel direpresentasikan sebagai fenomena sistemik yang berkelindan dengan ketidakadilan sosial, sementara pesan ekologisnya menegaskan bahwa keberlangsungan hidup manusia bergantung pada pelestarian keanekaragaman hayati, bukan semata kemajuan teknologi. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian ekokritisisme di Indonesia, khususnya pada sastra terjemahan Korea Selatan bergenre fiksi ilmiah dan distopia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa serta mengetahui tingkat kekuatan hubungan tersebut pada siswa kelas V A SD Negeri 011 Karang Balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang melibatkan 28 siswa kelas V A sebagai sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi sebanyak 56 siswa kelas V. Data peran guru sebagai motivator dikumpulkan melalui angket yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan program SPSS versi 27 karena salah satu variabel penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi Rank Spearman (ρ) sebesar 0,247 dengan nilai signifikansi 0,206 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan Hₐ ditolak. Artinya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa, meskipun hubungan yang diperoleh bersifat positif dengan tingkat hubungan rendah. Kontribusi peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa sebesar 6,10%, sedangkan 93,90% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Kemampuan spasial yang dibahas meliputi aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru mata pelajaran matematika. Analisis data melalui tahap pengelompokan dan menyusun data, membuat deksripsi serta tema, menghubungkan tema dan deksripsi serta menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar telah terlihat pada aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Namun, kemampuan tersebut belum berkembang secara merata sehingga masih ditemukan beberapa kesulitan, terutama pada aspek relasi dalam menghubungkan informasi, unsur bangun ruang, dan konsep geometri yang digunakan dalam penyelesaian masalah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan lingkungan siswa, sikap cinta lingkungan siswa, serta hubungan antara tingkat pengetahuan lingkungan dengan sikap cinta lingkungan siswa di SMA Negeri 1 Tarakan yang merupakan sekolah berstatus Adiwiyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 250 siswa, dengan sampel sebanyak 60 siswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 15 soal untuk mengukur tingkat pengetahuan lingkungan dan angket skala Likert sebanyak 20 pernyataan untuk mengukur sikap cinta lingkungan. Teknik analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan uji korelasi. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga uji hipotesis menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan lingkungan siswa berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 85%. Sikap cinta lingkungan siswa berada pada kategori sangat positif dengan persentase 100%. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,501 dengan nilai signifikansi 0,000 ( 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan lingkungan siswa, sikap cinta lingkungan siswa, serta hubungan antara tingkat pengetahuan lingkungan dengan sikap cinta lingkungan siswa di SMA Negeri 1 Tarakan yang merupakan sekolah berstatus Adiwiyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 250 siswa, dengan sampel sebanyak 60 siswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 15 soal untuk mengukur tingkat pengetahuan lingkungan dan angket skala Likert sebanyak 20 pernyataan untuk mengukur sikap cinta lingkungan. Teknik analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan uji korelasi. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga uji hipotesis menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan lingkungan siswa berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 85%. Sikap cinta lingkungan siswa berada pada kategori sangat positif dengan persentase 100%. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,501 dengan nilai signifikansi 0,000 ( 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Dinawati.2026. Relasi oblik dalam Bahasa Bulungan di Buluh Perindu (Kajian Sintaksis). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan ( Rita Kumalasari,M.Pd dan Dr. Asih Riyanti,M. Pd). Penelitian ini membahas mengenai bentuk dan makna relasi oblik dalam Bahasa Bulungan. Relasi oblik merupakan hubungan gramatikal non inti yang berfungsi memberikan keterangan tambahan terhadap predikat, seperti keterangan tempat,waktu,alat,tujuan, dan pihak penerima manfaat,namun tidak berperan sebagai subjek atau objek utama dalam kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian sintaksis. Data penelitian berupa tuturan lisan dan data tertulis bahasa Bulungan yang mengandung relasi oblik yang diperoleh dari penutur asli melalui teknik simak, rekam, catat, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan bentuk-bentuk relasi oblik serta mengkaji makna semantis yang terkandung dalamnya. Dari hasil penelitian diperoleh relasi oblik dalam berbagai jenis, antara lain relasi oblik lokatif, relasi oblik instrumental, data relasi oblik benefaktif, data relasi oblik tujuan, data relasi oblik temporal, dan data relasi oblik komitatif, dan relasi oblik keadaan. Dari beberapa jenis relasi oblik tersebut umumnya ditandai oleh frasa preposisional dan memiliki peran penting dalam membentuk kejelasan makna kalimat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa relasi oblik memiliki fungsi sintaksis dan semantis yang signifikan dalam struktur kalimat bahasa Bulungan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sintaksis bahasa daerah sekaligus mendukung upaya pelestarian bahasa Bulungan pada komunitas penutur Bulungan di luar wilayah asal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Pengungkapan Transaksi Pihak Berelasi (TPB) dalam laporan tahunan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan dalam menyampaikan informasi yang transparan dan akuntabel kepada para pemangku kepentingan. Meskipun demikian, penyajian informasi TPB dalam bentuk narasi tidak selalu bersifat objektif, karena dapat dipengaruhi oleh cara pandang dan bias kognitif manajemen dalam mengonstruksi bahasa pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk bias kognitif manajemen yang tercermin dalam narasi pengungkapan TPB, khususnya overconfidence bias, self-serving bias, dan confirmation bias, serta kaitannya dengan karakter kepastian narasi yang disampaikan. Objek penelitian difokuskan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor kesehatan di Indonesia selama periode 2019–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten tematik terhadap laporan tahunan perusahaan. Proses analisis dilakukan melalui pengodean sistematis menggunakan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bias overconfidence tercermin dari dominasi penggunaan bahasa afirmatif dan modalitas kepastian tinggi. Self-serving bias terlihat melalui pola atribusi yang menekankan peran internal perusahaan atas capaian positif, sementara dinamika eksternal digunakan sebagai konteks penjelasan. Adapun confirmation bias muncul dalam bentuk seleksi informasi yang lebih menonjolkan aspek positif transaksi dibandingkan potensi risiko. Temuan ini mengindikasikan bahwa narasi pengungkapan TPB cenderung dibangun secara persuasif, sehingga perlu peningkatan kualitas narasi agar informasi yang disampaikan lebih seimbang dan andal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan membaca kritis dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 349 siswa dan sampel terdiri dari 32 siswa kelas VIII-A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kemampuan membaca kritis diperoleh melalui tes esai dan angket sebanyak 20 butir pernyataan, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai rapor. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 30 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa secara umum tergolong tinggi, dengan 78,25% siswa berada pada kategori tinggi. Nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,775 menandakan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula hasil belajar bahasa Indonesia yang mereka capai. dengan signifikansi 0,000 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kemampuan membaca kritis dan hasil belajar bahasa Indonesia. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa 57,4% variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh kemampuan membaca kritis.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis siswa, semakin baik pula hasil belajar Bahasa Indonesia yang mereka peroleh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Ikan nila (O. niloticus) merupakan salah satu jenis komoditas ikan air tawar bernilai ekonomis dengan kandungan protein yang tinggi. Hal ini selaras dengan meningkatnya permintaan benih ikan nila untuk proses pembesaran. Salah satu permasalahan dalam budidaya ikan nila adalah kualitas air yang dapat mempengaruhi ikan nila sehingga dapat mengalami kematian pada fase benih. Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan solusi alternatif teknologi dalam menjaga kualitas air. Kelebihan penerapan teknologi ini adalah penggunaan air lebih hemat, kepadatan tebar tinggi, kemudahan dalam mempertahankan kualitas air tetap baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji dinamika kualitas air sesuai standar baku mutu serta korelasinya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus) pada sistem resirkulasi selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif deskriptif. Parameter pengukuran antara lain suhu, DO, pH, amonia, nitrit, nitrat, pertumbuhan bobot mutlak, dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian diproleh bahwa dinamika kualitas air masih sesuai dengan standar baku mutu budidaya ikan nila yaitu Suhu rata-rata 29-31°C, Oksigen terlarut (DO) 5,2 mg/L, Derajat keasaman (pH) dengan rata-rata 7,2, Amonia (NH3) 0,008 mg/L, Nitrit 0,1 mg/L dan Nitrat dengan rata-rata 0,6-0,7 mg/L. Titik sampel pada inlet dan outlet menghasilkan grafik yang cukup stabil, sedangkan grafik pada sampel outlet cenderung kurang stabil. Hasil analisis korelasi nitrogen terhadap pertumbuhan bobot dan kelangsungan hidup memiliki berbagai macam tingkatan yaitu berkolerasi kuat, sedang, rendah dan tidak berkolerasi serta berkolerasi searah dan tidak searah. Selama 42 hari pemeliharaan menunjukkan penerapan sistem resirkulasi mampu menjaga kualitas air yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot yang mencapai 9,89 gram dan kelangsungan hidup ikan nila sebesar 97,57%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Literasi sains merupakan kemampuan dasar yang dimiliki individu dengan melibatkan pemikiran yang kritis, logis serta sistematis. Jika siswa memiliki literasi sains yang baik maka akan mempengaruhi keterampilannya dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan literasi sains terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengukur korelasi atau hubungan antar dua variabel yaitu literasi sains (X) dan keterampilan pemecahan masalah (Y). Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana dari kelima kelas VIII yang diambil hanya 1 kelas saja sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes sebanyak 12 soal untuk mengetahui bagaimana perkembangan literasi sains dan pemecahan masalah siswa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software SPSS untuk mempermudah dalam perhitungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara literasi sains dengan keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran IPA dengan nilai korelasi sebesar 0,79 yang artinya tingkat kekuatan korelasi antar kedua variabel tergolong dalam kategori Kuat dan hubungan yang positif. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa literasi sains dan keterampilan pemecahan masalah memiliki hubungan atau korelasi yang kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kebiasaan membaca merupakan perilaku atau perbuatan membaca yang telah memola, bersifat terus-menerus dari waktu ke waktu. Kemampuan literasi merupakan kemampuan seseorang untuk memahami sains, mengkomunikasikan sains, serta menerapkan pengetahuan sains untuk memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan membaca dengan literasi sains pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, penelitian korelasional adalah penelitian yang bermaksud untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel tanpa melakukan suatu perubahan apapun terhadap data yang diperoleh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan sample yang digunakan siswa kelas XI dengan jumlah sebanyak dua kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan angket. Tes yang digunakan berupa soal dalam bentuk uraian untuk mengetahui kemampuan literasi sain siswa sedangkan angket untuk mengetahui kebiasaan membaca siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada kelas XI – F (Sains) nilai rata rata Literasi Sains 50 sedangkan nilai rata - rata kebiasaan membaca 38,4 dan pada kelas XI-A (Kesehatan) nilai rata - rata Literasi Sains 62,5 sedangkan nilai rata rata kebiasaan membaca 48,15. Berdasarkan uji korelasi spearman rank diketahui nilai signifikansi 0,00 0,05 dan nilai koefesien korelasi 0,614 artinya tingkat hubungan cukup kuat maka hubungan kedua variabel tersebut signifikan atau berkorelasi sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kebiasaan membaca siswa maka semakin tinggi pula kemampuan literasi sains siswa. Lingkungan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kebiasaan membaca, sehingga diharapkan sekolah dapat mulai melengkapi koleksi perpustakaan sebagai bentuk memfasilitasi siswa dalam membaca.Implikasi yang diharapakan dari penelitian ini adalah pentingnya menciptakan kebiasaan membaca pada siswa dengan cara memulai melakukan kegiatan membaca yang dilakukan secara rutin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Bermain game online adalah cara yang lebih mudah dan menyenangkan untuk membangun kosa-kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apakah ada korelasi antara bermain game online dengan kemampuan kosa-kata Bahasa Inggris siswa kelas tujuh di SMPN 6 Tarakan (2) Apakah ada perbedaan penguasaan kosakata antar kategori bermain game online pada siswa kelas tujuh SMPN 6 Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kebiasaan siswa dalam bermain game online dan penguasaan kosa kata berbahasa inggris siswa kelas tujuh di SMPN 6 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi korelasi yang terdiri dari dua instrument dalam mengumpulkan data. Instrumentnya adalah kuesioner dan tes. Penelitian ini dilakukan di kelas tujuh menggunakan sampel acak di SMPN 6 Tarakan dengan total sampel 80 siswa. Data analisis perhitungan r adalah lebih rendah r-table (-0.049 0.217), dengan kata lain hipotesis H0 diterima dan hipotesis Ha ditolak. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara kategori siswa dalam bermain game online dan penguasaan kosakata bahasa Inggris (1.159 >0.225) yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecenderungan siswa dalam bermain game online dengan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa. Penelitian ini memberikan implikasi seperti meningkatkan rasa percaya diri dan keaktifan siswa dalam belajar khususnya bahasa Inggris, dan penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk mengetahui korelasi antara bermain game online dan penguasaan kosakata atau variabel lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Ikan nila (O. niloticus) adalah ikan konsumsi bernilai ekonomis dengan permintaan tinggi dari konsumen maupun peneliti. Proses penyediaan benih dilakukan dengan kegiatan budidaya benih ikan nila. Namun proses kegiatan ini mengalami permasalah utama yaitu kematian benih akibat penurunan kualitas air yang menyebabkan ikan nila menjadi stress dan mengalami kematian. Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan salah satu teknologi yang dapat dijadikan solusi alternatif dalam menjaga kualitas air. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan kualitas air parameter fisika dan kimia antar titik sampling pada rangkaian kolam Recirculating Aquaculture System (RAS), menganalisis korelasi antar parameter kualitas air dan mengukur kelangsungan hidup ikan nila. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sistem budidaya ini mampu menjaga kualitas air serta berkorelasi terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila. Penelitian ini dilakukan di Usaha Perikanan Rakyat (UPR) Progosari Kota Tarakan selama 42 hari. Titik sampling dilakukan pada inlet, outlet dan kolam pemeliharaan dari rangkaian sistem RAS. Metode Pengukuran menggunakan metode kuantitatif deskriptif pada pengukuran suhu, kecerahan, pH, DO, CO2 dan amonia serta pengukuran kelangsungan hidup. Metode kualitatif pada pengamatan warna air. Selanjutnya data dianalisis dengan uji korelasi antar parameter. Hasil penelitian menunjukkan parameter kualitas air saling mempengaruhi satu sama lain dan berfluktuatif antar parameter setiap titik sampling serta masih sesuai dengan standar baku mutu budidaya ikan nila selama masa pemeliharaan. Titik sampling pada inlet (hasil filterisasi) menunjukkan hasil yang baik diikuti pada titik kolam pemeliharaan dan pada titik outlet (sebelum filterisasi). Hasil analisis korelasi antar dua parameter fisika-kimia pada setiap titik sampling menunjukan korelasi yang kuat searah, tidak berkorelasi serta berkorelasi kuat terbalik. Pengukuran kelangsungan hidup ikan nila selama 42 hari menunjukkan nilai 97,57%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterampillan metakognitif merupakan pengetahuan tentang pembelajaran Berpikir dan kemampuan metakognitif. Metakognitif terbagi menjadi 3 yaitu perencanaan, pemantauan, dan mengevaluasi. Yang bertujuan menggembangkan sejumlah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedua hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dimana korelasional merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel X dan Y yaitu keterampilan metognitif dengan keterampilan proses sains. Teknik sampling yang digunakan yaitu perposive sampling dimana tujuan khusus dari pengambilan sampel ini yaitu mengambil siswa yang telah mempelajari topik interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya, Sebanyak 31 siswa kelas VII-1. Instrumen yang digunakan merupakan tes berupa soal uraian untuk mengukur keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi product moment yang didahului uji prasyarat berupa uji normalitas, uji lineritas, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains siswa dengan nilai korelasi 0,449 (katagori cukup) yang berarti kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif dan singnifika
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Pola belajar merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan siswa untuk memahami materi pembelajaran. Apabila Pola tersebut dilakukan oleh siswa maka dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pola belajar dengan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dimana korelasional merupakan Teknik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara pola belajar (X) dengan hasil belajar (Y). Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana tujuan khusus penelitian ini adalah mengambil siswa yang memiliki nilai Ujian Akhir Sekolah diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sebanyak 35 siswa dari kelas 7.1 dan 7.2. Instrumen yang digunakan merupakan kueisioner sebanyak 35 pernyataan untuk mengetahui bagaimana pola belajar yang dilakukan oleh siswa. Analis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Rank Spearman dengan bantuan softwer SPSS untuk mempermudah dalam perhitungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola belajar peserta didik dengan hasil belajar dalam pembelajaran IPA dengan nilai korelasi sebesar 0.690** yang artinya tingkat kekuatan korelasi antara kedua varibel tergolong dalam ketegori kuat dengan arah hubungan yang positif. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa pola belajar dan hasil belajar memiliki hubungan atau korelasi yang kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan yang berada di pusat kota yang padat dengan berbagai kegiatan masyarakat, diantaranya perusahaan perikanan, pelabuhan perikanan, pusat perbelanjaan, pasar umum dan pemukiman penduduk. Semua aktifitas yang berada di lingkungan ini, sangat berpotensi untuk menimbulkan kerusakan bagi lingkungan hutan mangrove. Kegiatan-kegiatan tersebut membuang limbahnya ke sungai baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan mangrove, keanekaragaman gastropoda dan korelasi faktor fisika dan kimia air pada lingkungan ekosistem mangrove dengan kelimpahan gastropoda di KKMB Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada 3 stasiun yang dipilih secara purposive di kawasan KKMB Kota Tarakan. Pada plot yang telah ditentukan Jenis mangrove dan gastropoda diamati dan dihitung jumlah berdasarkan jenisnya, pengamatan dilakukan pada waktu surut air laut. Hasil penelitian menemukan 10 jenis mangrove dengan kerapatan relatif (KR) tertinggi adalah jenis Rhizopora mucronata sebesar 44,53 batang/Ha. Indeks keanekaragaman gastropoda di KKMB menunjukan nilai 1 yang mengindikasikan keanekaragaman sedang, dan ditemukan jenis Telescopium telescopium sebagai individu terbanyak mencapai 120 individu. Korelasi faktor fisika dan kimia air menggunakan perhitungan CCA (Cannonical Coressponce Analysis) memperlihatkan bahwa faktor kualitas air terbukti mempengaruhi tingkat vegetasi mangrove dan keanekaragam gastropoda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan (i) untuk mengetahui hubungan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB di provinsi Kalimantan Utara dan (ii) untuk mengetahui hubungan peran sektor pariwisata dengan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian dengan menggunakan penelitian kuantitatif.Data yang di gunakan adalah dengan menggunakan data sekunder dari jumlah wisatawan dan produk domestik regional bruto(PDRB) tahun 2018-2022. Metode pengolahan data yang digunakan yaitu metode analisis korelasi pearson. Hasil dari penelitian ini adalah (i) adanya kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 5,39% dan (ii) adanya hubungan positif (sangat kuat) peran sektor pariwisata terhadap peningkatan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2018-2022
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KORELASI MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar siswa terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI pada mata pelajaran biologi di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei, dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI biologi di SMA Muhammdiyah Boarding School. Sedangkan sampel penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA putra yang berjumlah sebanyak 19 siswa dan siswa kelas XI MIPA putri yang berjumlah sebanyak 33 siswi yang dipilih berdasarkan jurusan yaitu MIPA. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan jawaban dari angket minat yang disebarkan langsung di sekolah dan dari hasil nilai ulangan harian yang dilakukan oleh guru mata pelajaran biologi di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi atau hubungan yang signifikan antara minat belajar siswa (X) terhadap hasil belajar (Y). Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis menggunakan uji regresi dengan nilai signifikan sebesar 0,170 > 0,005 pada KD I dan 0,239 > 0,005 pada KD II. Kata Kunci: Korelasi, Minat, Hasil Belajar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Dalam mengatur masalah pangan di Indonesia pemerintah membentuk perusahaaan umum badan urusan logistik (Perum Bulog). Dalam menjalankan fungsinya untuk menjaga ketersediaan beras, keterjangkauan harga perum bulog melakukan penyimpanan beras selama jangka waktu yang tertentu. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : a) Untuk mengetahui bagaimana sistem persediaan beras oleh perum bulog di kota Tarakan. b) relevansiantara persediaan beras dengan kestabilan harga pasar dikota tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini :(1) Analysis deskriptif guna mendeskripsikam sistem pengendalian persediaan beras yang ada di perum bulog, (2) Analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini yaitu Manajemen persediaan merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam mengatur dan mengelola setiap kebutuhan barang baik barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi agar selalu tersedia baik dalam kondisi pasar yang stabil dan berfluktuasi. Dalam perum bulog melakukan manajemen persediaan dengan melakukan a) Perencanaan b) Pengorganisasian c) Pengawasan dan d) Pelaksanaan . Sedangkan menggunakan metode EOQ pembelian rata-rata 32.300,83 Kg dengan biaya pemesanan ekonomis sebesar 568,34 Ton/Bulan dengan frekuensi pembelian 628 kali selama setahun.Kemudian penyaluran per bulan sebesar 32.300,33 /Bulan dapat dihitung nilai safety stock sebesar 96.902,50 Ton . Maka persediaan maksimum adalah 97.470,67 Ton. Relevansi Bulog terhadap harga beras lainnya yang beredar di kota tarakan antara beras bulog dengan beras batu permata, naga mas dan beras dua hati hubungan hubungannya sangat kuat. Dilihat dari nilainya positif yang artinya hubungan searah jika harga pasar turun maka harga beras bulog akan turun begitupun sebaliknya apabila harga pasar itu naik maka beras bulog juga akan naik .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Karakteristik merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja karyawan dan setiap individu menyadari identitasnya yang tidak sama dengan individu lain, karakteristik individu dapat digambarkan melalui beberapa ciri, seperti: biografis, kepribadian, persepsi dan sikap. Dalam penelitian ini ciri karakteristik individu yang digunakan yaitu karakteristik biografis antara lain umur, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, serta status migran yang dimiliki buruh petik kelapa sawit. Tujuan penelitian a) Mengetahui karakteristik buruh petik kelapa sawit yang terdiri dari: umur, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, status migran di PT. Prima Bahagia Permai. b) Menganalisis hubungan karakteristik buruh petik kelapa sawit yang terdiri dari: umur, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, status migran dengan upah. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan Analisis Korelasi Pearson. Karakteristik buruh petik kelapa sawit berdasarkan Umur responden didominasi oleh umur 31 sampai 40 tahun dengan persentase sebesar 47%. Pengalaman kerja buruh petik sawit dengan jumlah tertinggi yaitu lama kerja 2 sampai 6 tahun sebanyak 16 orang dengan persentase sebesar 53%. Tingkat pendidikan buruh petik kelapa sawit memiliki kesamaan antara lulusan SMP (Sekolah Menengah Pertama) dengan lulusan SMA (Sekolah Menengah Atas) sebanyak 13 orang dengan persentase sebesar 43%. Buruh petik sawit berdasarkan status migran didominasi oleh buruh petik sawit yang merupakan penduduk migran sebanyak 21 orang dengan persentase sebesar 70%. Hubungan antara karakteristik buruh petik dengan upah adalah: umur terhadap upah memiliki korelasi sebesar 0,336 yang berarti hubungan lemah dan searah, tingkat pedidikan terhadap upah memiliki nilai korelasi sebesar -0,178 yang berarti hubungan sangat lemah dan tidak searah, pengalaman kerja memiliki nilai korelasi sebesar 0,180 yang berarti hubungan sangat lemah dan searah, status migran terhadap upah memiliki nilai -0,402 yang berarti bahwa hubungan antara status migran dengan upah lemah dan tidak searah.