ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kontribusi PAD sektor pariwisata dan kontribusi PAD sektor perdagangan terhadap kemandirian fiskal Pemerintah Kota Tarakan selama periode 2020–2024, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksplanatori. Data yang digunakan berupa data sekunder runtut waktu triwulanan selama lima tahun sehingga diperoleh 20 observasi. Sumber data berasal dari Laporan Realisasi Anggaran dan rekapitulasi pendapatan daerah Pemerintah Kota Tarakan. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD Kota Tarakan cenderung meningkat selama periode pengamatan, dengan kontribusi sektor pariwisata yang relatif lebih besar dibandingkan sektor perdagangan. Meskipun demikian, tingkat kemandirian fiskal masih berada pada kategori sangat rendah karena rasio PAD terhadap total pendapatan daerah tetap berada di bawah 25 persen. Secara parsial, kontribusi PAD sektor pariwisata dan kontribusi PAD sektor perdagangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian fiskal. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian fiskal. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kemandirian fiskal Kota Tarakan tidak cukup hanya ditopang oleh perubahan komposisi dua sektor tersebut di dalam PAD, tetapi memerlukan optimalisasi sumber-sumber PAD lainnya serta pengurangan ketergantungan pada penerimaan di luar PAD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji pandangan masyarakat Pulau Derawan terhadap pengembangan pariwisata dengan menyoroti aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 25 responden melalui kuesioner skala Likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat merasakan dampak positif dalam hal peningkatan infrastruktur komunikasi dan akses layanan kesehatan, serta terciptanya lapangan kerja baru dan peningkatan penghasilan keluarga. Namun, ada juga kekhawatiran terhadap dampak negatif pariwisata, seperti kenaikan harga barang dan jasa yang mengurangi daya beli masyarakat lokal. Dari sisi sosial, pariwisata memberi peluang interaksi antarbudaya, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap perubahan pola hidup dan erosi tradisi lokal yang semakin tergerus oleh modernisasi. Aspek ekonomi menunjukkan bahwa sektor pariwisata memberikan peluang pendapatan baru, namun distribusi manfaatnya masih dirasakan tidak merata di kalangan masyarakat. Dalam konteks budaya, meskipun pariwisata menawarkan kesempatan untuk memperkenalkan tradisi lokal, ada kekhawatiran bahwa budaya tersebut akan terkomodifikasi dan kehilangan makna aslinya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai pariwisata berkelanjutan di Pulau Derawan, pengelolaan yang bijak diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait kewajiban pemerintah Kota Tarakan dalam Meningkatkan Kepariwisataan. Kedua, kewenangan pemerintah Kota Tarakan dalam Pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah Berdasarkan Undang-Undang No.10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Badan promosi pariwisata daerah merupakan badan swasta yang bersifat mandiri dan pemerintah berwenang dalam pembentukan badan promosi pariwisata daerah tersebut. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana kewajiban pemerintah daerah Kota Tarakan dalam pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah yang dimana di Kota Tarakan tersebut belum di bentuk badan promosi pariwisat daerah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang di lakukan dengan mengakses jurnal-jurnal serta buku-buku yang berkaitan dengan penelitian, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung dari hasil wawancara dari salah satu narasumber yang ada di Dinas Pariwisata Kota Tarakan. Kemudian data sekundernya berupa Undang-Undang, Peraturan Perundang-Undangan, Buku, Jurnal, Artikel, Peraturan Daerah, dan data pendukung lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kewenangan Pemerintah Kota Tarakan dalam Pengelolaan Pariwisata Berdasarkan Undang-Undang No.10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah Kota Tarakan belum memenuhi kewenangannya dalam pembentukan badan promosi pariwisata di Kota Tarakan. Pembentukan badan promosi pariwisata daerah Kota Tarakan sudah ada ditahap pemikiran oleh pemerintah Daerah, sehingga dalam pembentukan badan promosi pariwisata daerah tersebut pemerintah harus segera membentuk peraturan yang mengatur tentang badan promosi pariwisata daerah dan melihat apakah ada urgensi yang mengharuskan pemerintah daerah untuk membentuk badan promosi pariwisata daerah di Kota Tarakan. Pembentukan badan promosi pariwisata daerah di Kota Tarakan harus bekerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pemerintah dalam pembentukan badan promosi pariwisata dapat segera menginisiasi peraturan daerah yang mengatur tentang badan promosi pariwisata daerah agar pariwisata yang ada di Kota Tarakan dapat lebih terarah dan lebih berkembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan (i) untuk mengetahui hubungan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB di provinsi Kalimantan Utara dan (ii) untuk mengetahui hubungan peran sektor pariwisata dengan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian dengan menggunakan penelitian kuantitatif.Data yang di gunakan adalah dengan menggunakan data sekunder dari jumlah wisatawan dan produk domestik regional bruto(PDRB) tahun 2018-2022. Metode pengolahan data yang digunakan yaitu metode analisis korelasi pearson. Hasil dari penelitian ini adalah (i) adanya kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 5,39% dan (ii) adanya hubungan positif (sangat kuat) peran sektor pariwisata terhadap peningkatan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2018-2022
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan pelaku usaha di taman berlabuh kota tarakan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitan dikumpulkan menggunakan kuesioner kepada 30 pelaku usaha kemudian dianalisis menggunakan analisis pendapatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesejahtraan pelaku usaha di taman berlabuh memperoleh hasil konversi sebesar 76,8% dengan kategori “Sejahtera”. Bedasarkan analisis pendapatan terhadap Pelaku Usaha di Taman berlabuh, menunjukkan hasil Rata Rata keseluruhan pendapatan pelaku usaha dari R - TC pada jenis usaha makanan dan minuman memperoleh pendapatan Rp 5.358.083. dan Dari hasil Rata-rata keseluruhan Pendapatan Pelaku Usaha dari R - TC pada jenis usaha Jasa Mainan memperoleh pendapatan Rp 9.689.679. Serta hasil Rata-rata keseluruhan Pelaku usaha dari R - TC pada jenis usaha Pedagang Lainnya memperoleh pendapatan Rp 4.015.000. hal ini menunjukkan bahwa pelaku usaha taman berlabuh sudah memdapatkan fasilitas yang memadai, dengan begitu pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha di sekitar taman berlabuh akan meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha kuliner di kawasan Pantai Amal Kota Tarakan dan untuk mengetahui kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tarakan. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yaitu menghitung angka dengan menggunakan data yang secara langsung relevan dengan inkuiri. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis keuntungan dan analisis kontribusi. Hasil penelitian menunjukkan Pada analisis pendapatan disimpulkan bahwa 5 usaha rumah makan yang ada dikawasan Pantai Amal Kota Tarakan dapat dikatakan mengalami keuntungan setiap bulannya, dan pada analisis kontribusi dapat disimpulkan bahwa dalam kurun waktu yang diteliti dari tahun 2017-2022 kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah dengan nilai rata-rata hanya mencapai 17% yang artinya pemerintah belum dapat mengandalkan sektor pariwisata sebagai unggulan dala penyusun pendapatan asli daerah Kota Tarakan dimana kontribusi dapat dikatakan besar apabila telah mencapai 60-79%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satunya sektor pariwisata yang terdapat di Kota Tarakan yang merupakan daerah otonom pasca pemekaran dari Kalimantan Timur pada tahun 2012. Dengan adanya pemekaran daerah maka akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran Daerah juga mempu memperbaiki sektor kepariwisataan, diantaranya semakin lengkap dan terjangkaunya sarana yang memadai serta pelayanan dan perwatan obyek wisata yang lebih baik. Penulisan ini bertujuan agar dapat mengetahui pelaksanaan kewenangan pemerintah kota Tarakan dalam pengelolaan Kawasan objek wisata terpadu khususnya wilayah amal, agar pula mengetahui factor yang menghambat dalam pengelolaan Kawasan pariwisata amal. mafaat teoritis dan manfaat praktis. Penulisan ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian hukum normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan memalui studi bahan Pustaka atau data sekunder sebagai dasar penelitian dengan melalukan penusuran peraturan dan literatur yang relevan dengan masalah yang ada. pendekatan masalah pendekatan staute adalah pendekatan yang dilakukan dengan mengkaji semua peraturan perundang-undangyang terkait dengan masalah, bahan hukum primer yaitu bahan hukum otoritatif memliki kewenangan, hukum sekunder semua publikasi tentang undang-undang yang bukan dokumen resmi. analisis bahan hukum dilakukan penulis melalui penekanan secara kualitatif yang di deskripsikan secara konperhensi. peran pemerintah dalam mengembangkan Kawasan pariwisata perlu membuat regulasi, regulasi merupakan hal penting. faktor yang menghambat pelaksanaan nya yaitu faktor bencana alam, faktor lingkungan yang rusak, faktor pungutan liat atau pungli, faktor eksternal, faktor regulasi, faktor masyarakat daa faktor dana. berdasarkan penilitian peran pemerintah dalam mengembangan Kawasan pariwisata amal memang sudah berjalan tahap pengerjaan namun ada juga faktor yang menhambatnya yaitu faktor regulasi yang belum ada saat ini, saran pemerintah lebih aktif lagi dalam mencari bantua dana dari investor, diharapkan pemerintah untuk fakus dalam mengembangkan Kawasan pariwisata tersebut, agar juga pemerintah dapat memperkerjakan masyarakat sekitar pantai amal.