Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

44 hasil
Subjek: Sektor
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI MODEL PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN UMKM KOTA TARAKAN PADA SEKTOR INDUSTRI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor industri di Kota Tarakan dalam menggerakkan ekonomi lokal, yang dalam pengembangannya masih menghadapi berbagai hambatan seperti koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, kendala permodalan, tingginya biaya logistik, serta rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model Pentahelix, mengidentifikasi peran masing-masing unsur, mengetahui kendala pelaksanaan, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas kolaborasi dalam pengembangan UMKM sektor industri di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap 13 informan kunci yang merepresentasikan unsur pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima unsur Pentahelix telah menjalankan fungsi dasarnya masing-masing, namun sinergi antar-aktor masih berjalan secara parsial, belum terintegrasi secara optimal. Kendala utama meliputi koordinasi yang belum terpadu, masalah pembiayaan di lapangan, serta keterbatasan pemasaran digital. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya konsolidasi kelembagaan melalui konsorsium Pentahelix, hilirisasi riset akademik berbasis bahan baku lokal, serta penguatan rantai pasok logistik dan kemitraan bisnis-media yang adil guna mewujudkan pengembangan UMKM sektor industri yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis pengaruh belanja modal di sektor kesehatan dan pendidikan terhadap indeks pembangunan manusia di wilayah Indonesia bagian tengah tahun 2018-2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah periode 2018–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) periode 2018–2025. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan program EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih adalah Random Effect Model (REM). Secara parsial, belanja modal sektor kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah, sedangkan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah. Secara simultan, belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS DAN ELASTISITAS UTANG LUAR NEGERI PADA SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mngetahuui efektifitas, elastisitas, pola pemetaan dan pengaruh utang luar negeri terhadap sektor industri di Indonesia. Kajian dilakukan dengan empat pendekatan yaitu Incremental Capital Output Ratio (ICOR), elastisitas, pemetaan dan regresi linear sederhana. Data bersumber dari laporan resmi Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pemanfaatan ULN pada sektor industri pengolahan Indonesia belum berlangsung secara efisien. Rata-rata nilai ICOR sepanjang periode penelitian tercatat sebesar 7,689, yang berarti setiap penambahan satu satuan output industri membutuhkan investasi ULN yang jauh melampaui nilai outputnya sendiri. Kondisi paling kritis terjadi pada tahun 2020 saat pandemi COVID-19 menyebabkan nilai ICOR anjlok ke angka negatif (-7,998), seiring kontraksi output industri sebesar Rp66.747,5 miliar di tengah meningkatnya serapan ULN. Sebaliknya, periode pemulihan 2021–2025 menampakkan perbaikan yang berarti, dengan rata-rata ICOR menurun ke level 6,290 berkat akselerasi kebijakan hilirisasi industri dan transformasi struktural manufaktur nasional. Hasil analisis regresi menunjukkan, (i) hubungan yang sangat kuat antara utang luar negeri dan output sektor industri, dengan koefisien determinasi (R²) yang menunjukkan variasi yang kuat ULN dapat dijelaskan oleh dinamika PDB sektor industri; (ii) Proyeksi kebutuhan ULN untuk mendukung target produksi industri pada periode 2026–2030 diperkirakan terus meningkat seiring skenario pertumbuhan yang digunakan, mulai dari skenario konservatif hingga optimistis; (iii) Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas ULN membutuhkan penguatan tata kelola pembiayaan eksternal, perbaikan kapasitas absorpsi investasi industri, serta koordinasi kebijakan moneter dan fiskal yang lebih terintegrasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS UTANG LUAR NEGERI TERHADAP PRODUKSI SEKTOR PERTANIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP INFLASI

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas utang luar negeri terhadap produksi sektor pertanian, pengaruh utang luar negeri terhadap produksi sektor pertanian dan pengaruh produksi sektor pertanian terhadap inflasi di Indonesia tahun 2005-2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif ICOR (Incremental Capital Output Rasio) dan Regresi Sederhana pendekatan (Ordinary Least Square) OLS dengan bantuan aplikasi Eviews 12. Data yang digunakan time series berupa data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efektivitas utang luar negeri terhadap produksi sektor pertananian secara umum berada pada kategori sangat efektif yakni sebesar 1,15. Akan tetapi terdapat fenomena semakin kurang efektif karena periode I presiden SBY 0,47 periode II 1,14. Kemudian periode Joko Widodo periode 1 naik menjadi 1,97 dan periode II terdapat nilai efektivitas negatif artinya utang meningkat produksi menurun pada tahun 2022. Pengaruh utang luar negeri terhadap produksi sektor pertanian berpengaruh signifikan yang ditunjukkan nilai signifikan 0,0006. Kemudian Y = -2,109456 + 0,977615. artinya ketika utang luar negeri meningkat maka produksi sektor pertanian juga meningkat, selanjutnya pengaruh produksi sektor pertanian dengan inflasi memiliki hubungan negatif signifikan antara produksi sektor pertanian terhadap inflasi yang ditunjukkan nilai signifikan 0,0000. Kemudian Y= 15.13871 – 0,732500, artinya ketika produksi sektor pertanian meningkat maka inflasi akan menurun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBIAYAAN SEKTOR RIIL DI INDONESIA (STUDI KASUS EFEKTIVITAS, PRODUKTIVITAS, DAN KORELASI FOREIGN DIRECT INVESTMENT, UTANG LUAR NEGERI, DAN KREDIT TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO)

2026•

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, produktivitas, dan hubungan pembiayaan sektor riil yang bersumber dari foreign direct investment (fdi), utang luar negeri (uln), dan kredit terhadap produk domestik bruto (pdb) di indonesia periode 2005–2024. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari world bank dan bank indonesia. teknik analisis yang digunakan meliputi incremental capital output ratio (icor), marginal product of capital (mpk), dan korelasi rank spearman. hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis incremental capital output ratio (icor), foreign direct investment memiliki nilai rata-rata icor sebesar 0,31 sehingga efektif dalam mendorong produk domestik bruto indonesia. sementara itu, utang luar negeri memiliki nilai rata-rata icor sebesar 5,13 dan kredit sebesar 3,81 sehingga tidak efektif. berdasarkan analisis marginal product of capital (mpk), foreign direct investment memiliki nilai rata-rata mpk sebesar 7,37 dan utang luar negeri sebesar 4,33 sehingga produktif, sedangkan kredit memiliki nilai rata-rata mpk sebesar 2,03 sehingga tidak produktif. hasil korelasi menunjukkan bahwa foreign direct investment memiliki hubungan positif kuat terhadap produk domestik bruto 0,660, sedangkan utang luar negeri 0,971 dan kredit 0,997 memiliki hubungan positif sangat kuat. oleh karena itu, peningkatan kualitas investasi asing dan pemanfaatan utang luar negeri pada sektor produktif perlu terus didorong, sementara penyaluran kredit perlu ditingkatkan efektivitas dan produktivitasnya agar mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengembangan ekonomi wilayah berbasis sektor untuk penyerapan angkatan kerja dan penurunan kemiskinan di Indonesia

2026•

Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pengembangan ekonomi wilayah yang mendorong penyerapan tenaga kerja dan menurunkan kemiskinan. Pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa PDRB, tenaga kerja, dan kemiskinan pada 34 provinsi (periode 2015, 2018, 2021, dan 2024). Teknik analisis meliputi LQ, GEE, serta GEP, diperkuat dengan pemetaan empat kuadran dan pola spasial antarwilayah. Hasil analisis LQ menunjukkan pola persebaran sektor basis yang tidak merata antarkawasan. Hampir semua kawasan, terutama timur, tengah, dan barat, didominasi sektor primer sebagai sektor basis, kecuali Jawa. Sektor sekunder hanya menunjukkan nilai basis pada sebagian kawasan dan terkonsentrasi di kawasan Jawa. Sementara itu, sektor tersier hampir merata ditemukan sebagai sektor basis di seluruh kawasan Indonesia, mencerminkan berkembangnya aktivitas perdagangan dan jasa di berbagai daerah. Hasil GEE dan GEP memperlihatkan dinamika pola persebaran penyerapan tenaga kerja dan kemiskinan antar periode. Pada tahun 2015, seluruh kawasan didominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan tinggi pada 17 provinsi, mencerminkan belum optimalnya pertumbuhan ekonomi dalam mengentaskan kemiskinan. Tahun 2018 menunjukkan perbaikan, dengan dominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah pada 21 provinsi. Namun tahun 2021 terjadi kemunduran akibat pandemi COVID-19, di mana kondisi penyerapan tenaga kerja tinggi dibarengi kemiskinan tinggi kembali mendominasi pada 22 provinsi. Tahun 2024 kembali membaik, dengan penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah mendominasi sebanyak 24 provinsi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi wilayah sangat dipengaruhi struktur sektor unggulan dan karakteristik spasial masing-masing daerah, sehingga diperlukan kebijakan terarah agar penyerapan tenaga kerja dan penurunan kemiskinan berlangsung berkelanjutan dan merata di seluruh kawasan Indonesia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN TERHADAP KINERJA DIMEDIASI MANAJEMEN TALENTA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI INSTANSI PEMERINTAHAN KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini merupakan penelitian survei yang bertujuan mengembangkan model manajemen talenta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Malinau yang efektif dan efisien. Penelitian ini didasarkan pada kerangka Human Capital Theory (Gary Becker, 1964) dan Resource-Based View (Jay Barney, 1991) sebagai landasan teoritis dalam menganalisis peran strategis pelatihan, pengembangan, dan manajemen talenta terhadap kinerja pegawai. Sebanyak 60 responden berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan teknik purposive sampling yang menyasar PNS yang telah mengikuti atau memiliki pemahaman tentang program pelatihan dan pengembangan di instansi pemerintahan Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form, dan dianalisis dengan pendekatan PLS-SEM menggunakan aplikasi PLS-SEM 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil. Selain itu, pelatihan dan pengembangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen talenta, serta manajemen talenta terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja PNS. Lebih lanjut, hasil pengujian menunjukkan bahwa manajemen talenta mampu memediasi pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap kinerja PNS secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja PNS tidak hanya dipengaruhi secara langsung oleh pelatihan dan pengembangan, tetapi juga diperkuat melalui peran manajemen talenta sebagai mekanisme mediasi yang efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan instansi pemerintahan Kabupaten Malinau. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi instansi pemerintah untuk mengevaluasi dan meningkatkan program pelatihan, pengembangan, dan manajemen talenta agar berdampak nyata pada kinerja pegawai.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Bibliometrik Menggunakan R Studio Pada Literatur Sektor Publik

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik menempatkan audit sektor publik sebagai mekanisme penting dalam pengawasan tata kelola pemerintahan. Seiring dengan perkembangan tersebut, penelitian mengenai audit sektor publik juga terus meningkat, namun literatur yang ada belum dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan dan tren literatur audit sektor publik menggunakan pendekatan bibliometrik. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik berbasis R Studio dengan paket Bibliometrix dan Biblioshiny. Data diperoleh dari basis data Scopus melalui protokol PRISMA 2020. Hasil pencarian awal menghasilkan 448 artikel yang kemudian diseleksi hingga diperoleh 165 artikel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi audit sektor publik meningkat signifikan terutama sejak tahun 2020, dengan perkembangan tema penelitian menuju digitalisasi audit, big data, dan kecerdasan buatan. Selain itu, kolaborasi internasional dalam penelitian audit sektor publik juga meningkat, dengan kontribusi dominan dari negara Eropa dan Asia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS POTENSI FINANCIAL DISTRESS DENGAN METODE ALTMAN ZSCORE PADA SEKTOR KEUANGAN, ENERGI, DAN INDUSTRI PERIODE 2020-2023

2026•

Kondisi ekonomi global yang tidak stabil, terutama akibat pandemi COVID-19 dan perubahan kebijakan ekonomi internasional, meningkatkan risiko kesulitan keuangan (financial distress) pada berbagai perusahaan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Oleh karena itu, analisis terhadap potensi financial distress menjadi penting untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis dan membandingkan potensi financial distress pada perusahaan BUMN di sektor keuangan, energi, dan industri selama periode 2020–2023. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder karena diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Pengukuran potensi financial distress dilakukan menggunakan metode Altman Z-Score, sedangkan analisis perbedaan antar sektor dilakukan menggunakan uji One Way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor energi memiliki nilai Z-Score yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan sektor keuangan, yang mengindikasikan kesehatan keuangan yang lebih baik dengan risiko financial distress yang relatif rendah. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sektor keuangan dan sektor industri dalam tingkat potensi financial distress. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi keuangan antar sektor yang diteliti. Di mana sektor energi memiliki kondisi yang relatif lebih stabil dibandingkan sektor lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah, pihak internal dan eksternal perusahaan dalam menilai kesehatan keuangan serta mengantisipasi potensi risiko financial distress pada perusahaan sektor keuangan, energi, dan industri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN UANG ELEKTRONIKUNTUK PENINGKATAN OUTPUT SEKTOR PRIMER, SEKUNDER, DAN TERSIER DI INDONESIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan uang elektronik dalam meningkatkan output pada sektor primer, sekunder, dan tersier. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR) untuk mengukur tingkat efisiensi penggunaan modal dalam hubungannya dengan peningkatan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa penggunaan uang elektronik secara signifikan mempengaruhi output pada sektor ekonomi. Penggunaan uang elektronik terbukti mampu mempercepat perputaran uang dan efisiensi transaksi yang pada akhirnya mendorong produktivitas sektoral. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran merupakan katalis penting dalam peningkatan output ekonomi, sehingga diperlukan perluasan akses teknologi digital secara merata di seluruh sektor ekonomi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Bunga dan Pembiayaan Sektor Riil Terhadap Stabilitas Harga di Indonesia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga terhadap stabilitas harga (inflasi) di Indonesia melalui mekanisme transmisi sektor keuangan dan sektor riil. Sektor keuangan diproksikan oleh Foreign Direct Investment, investasi portofolio, dan kredit perbankan, sedangkan sektor riil direpresentasikan oleh sektor industri dan sektor pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data time series triwulanan periode 2014-2024. Metode analisis yang digunakan adalah path analysis dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga berpengaruh signifikan terhadap sektor keuangan, yaitu terhadap FDI (prob = 0,0589; R² = 0,082393), investasi portofolio (prob = 0,0596; R² = 0,081968), dan kredit perbankan (prob = 0,0012; R² = 0,224628). Pada hubungan sektor keuangan terhadap sektor riil, seluruh variabel keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap sektor industri (prob FDI = 0,4799; portofolio = 0,1177; kredit = 0,4109; R² = 0,113159). Sebaliknya, pada sektor pertanian, investasi portofolio berpengaruh negatif dan signifikan (prob = 0,0737) serta kredit perbankan berpengaruh positif dan signifikan (prob = 0,0000), sedangkan FDI tidak signifikan (prob = 0,6313), dengan kemampuan model menjelaskan variasi sektor pertanian sebesar R² = 0,620496. Selanjutnya, sektor industri berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (prob = 0,0763), sedangkan sektor pertanian berpengaruh negatif dan signifikan (prob = 0,0023) dengan nilai R² sebesar 0,218300. Temuan ini menunjukkan bahwa transmisi kebijakan suku bunga terhadap inflasi lebih efektif melalui jalur kredit perbankan dan sektor pertanian dibandingkan jalur investasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Struktur Modal dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Struktur modal diproksikan dengan Debt to Equity Ratio, profitabilitas dengan Return on Equity, nilai perusahaan dengan Price to Book Value, dan kebijakan dividen dengan Dividend Payout Ratio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor energi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dan Moderated Regression Analysis untuk menguji pengaruh langsung serta peran variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Selain itu, kebijakan dividen terbukti tidak mampu memoderasi hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan, serta tidak mampu memoderasi hubungan antara profitabilitas dan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan dividen belum berperan sebagai faktor yang memperkuat hubungan antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan pada sektor energi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan kajian manajemen keuangan serta menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dan investor dalam pengambilan keputusan keuangan. THE EFFECT OF CAPITAL STRUCTURE AND PROFITABILITY ON FIRM VALUE WITH DIVIDEND POLICY AS A MODERATING VARIABLE (A Study of Energy Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange, 2020–2024) Abstract This study aims to analyse the influence of capital structure and profitability on firm value, with dividend policy serving as a moderating variable, for energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2020–2024. Capital structure is proxied by the Debt-to-Equity Ratio (DER), profitability by Return on Equity (ROE), firm value by Price-to-Book Value (PBV), and dividend policy by Dividend Payout Ratio (DPR). The study adopts a quantitative approach using panel data obtained from annual financial reports of energy sector companies. Data analysis is conducted through panel regression and Moderated Regression Analysis (MRA) to assess the direct effects and the moderating role of dividend policy. The findings reveal that capital structure positively and significantly affects firm value, whereas profitability does not. Furthermore, dividend policy does not moderate the relationship between capital structure and firm value, nor does it moderate the relationship between profitability and firm value. These results suggest that dividend policy has not yet been a factor strengthening the relationship between financial performance and firm value in the energy sector. This research empirically contributes to the financial management literature and offers practical insights for corporate management and investors to make informed financial decisions.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Sektor Pertanian, Sektor Industri Pengolahan, dan Sektor Perdagangan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2017-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam menilai kinerja ekonomi suatu daerah. Kalimantan Utara dengan potensi sektor pertanian, sektor industri pengolahan, dan perdagangan menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan kontribusi tiap sektor terhadap penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sektor pertanian, sektor industri pengolahan, dan sektor perdagangan terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial dan simultan di provinsi kalimantan utara tahun 2017-2023. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel menggunakan data sekunder dari Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Sektor Pertanian secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. 2) Sektor Industri Pengolahan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. 3) Sektor Perdagangan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. 4) Secara simultan sektor pertanian, sektor industri, dan sektor perdagangan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara 2017-2023. Sektor pertanian, sektor industri, dan sektor perdagangan mampu menjelaskan pengaruh pada variabel penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 57.88%. Sementara sisanya sebesar 42.12% mendapat pengaruh dari faktor lainnya yang tidak ditemukan pada kajian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS INCREMENTAL CAPITAL OUTPUT RATIO (ICOR) SEKTOR JASA KEUANGAN DAN ASURANSI DI INDONESIA

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pinjaman dan perencanaan kebutuhan kapital pada sektor jasa keuangan dan asuransi. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Menggunakan alat analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR), dan pola pemetaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kawasan dengan nilai efisien adalah Kawasan Sulawesi dengan nilai 0,69. Kemudian paling inefisiensi adalah pulau Jawa dengan nilai 30,30. Analisis perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan di Indonesia tahun 2024-2030 dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4% dibutuhkan kapital sebesar Rp3.422.861.930.000, selanjutnya target pertumbuhan 6% dibutuhkan kapital sebesar Rp5.456.421.140.000, sementara target pertumbuhan 8% dibutuhkan kapital sebesar Rp7.733.700.990.000.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implikasi Sektor Ekonomi dan Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2017-2023

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor basis dan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi, serta pengaruh PDRB dan investasi secara parsial dan simultan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara dari tahun 2017-2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2017-2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Location Quetiont (LQ), Shift Share, dan Regresi Data Panel dengan bantuan program E-views 12. Berdasarkan hasil analisis Location Quetiont (LQ) di Kota Tarakan terdapat 2 sektor basis yaitu, sektor industri pengolahan dan jasa, Kabupaten Malinau dan Nunukan memiliki 1 sektor basis, yaitu sektor pertanian, Kabupaten Tana Tidung memiliki 2 sektor basis yaitu, sektor pertanian dan jasa, dan Kabupaten Bulungan memiliki 2 sektor basis, yaitu sektor pertanian dan industri pengolahan. Hasil analisis shift share seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara menunjukkan nilai yang positif, menandakan terjadi pertumbuhan penyerapan tenaga kerja dari tahun 2017-2023 di Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil analisis regresi data panel diperoleh hasil secara parsial menunjukkan bahwa variabel PDRB berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara dari tahun 2017- 2023, sedangkan variabel investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara dari tahun 2017-2023. Adapun hasil secara simultan menunjukkan bahwa variabel PDRB dan investasi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara dari tahun 2017-2023

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implikasi Pembiayaan Perbankan terhadap Kinerja Transportasi di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi relatif produksi, penyerapan pembiayaan perbankan, dan efektivitas pembiayaan perbankan terhadap sektor transportasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ) yang telah ditransformasi menjadi efisiensi relatif produksi dan penyerapan pembiayaan, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), dan pola pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan yang memiliki tingkat efisiensi relatif produksi tertinggi ialah kawasan Kepulauan Nusa Tenggara dengan nilai 1,41, sementara kawasan yang memiliki tingkat efisiensi relatif produksi rendah ialah kawasan Jawa dengan nilai 1,07. Penyerapan pembiayaan perbankan untuk sektor transportasi tertinggi ialah kawasan Kalimantan dengan nilai 0,99, sementara kawasan yang penyerapan pembiayaan perbankan rendah ialah kawasan Kepulauan Nusa Tenggara dengan nilai 0,40. Analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kawasan dengan nilai efektif ialah kawasan Papua dengan nilai 0,97, sedangkan kawasan dengan nilai kurang efektif ialah kawasan Jawa dengan nilai 5,41. Pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan provinsi yang konsisten dikategori progresif inovatif ialah provinsi Sumatera Barat, Bengkulu, Aceh, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Gorontalo, Maluku, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah. Kemudian provinsi yang konsisten dikategori gagal ialah provinsi Kepulauan Riau. Analisis perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan di Indonesia tahun 2024-2030 dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dibutuhkan kapital sebesar Rp1.295.171.990.000 triliun, selanjutnya target pertumbuhan 9% dibutuhkan kapital sebesar Rp1.942.757.990.000 triliun, sementara target pertumbuhan 12% dibutuhkan kapital sebesar Rp2.590.343.990.000 triliun

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FLUKTUASI CRYPTOCURRENCY TERHADAP PERTUMBUHAN INVESTASI DAN PASAR MODAL DI INDONESIA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cryptocurrency terhadap pertumbuhan investasi di Indonesia, baik pada sektor riil mapun pasar modal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari coinmarketcap.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Analisis data menggunakan regresi data panel dengan bantuan software Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga kripto berpengaruh positif terhadap investasi sektor riil, sementara volume perdagangan kripto berpengaruh negatif pada investasi di sektor riil. Sama halnya pada pasar modal, dimana harga kripto memiliki pengaruh positif terhadap IHSG, sedangkan volume perdagangan berpengaruh negatif terhadap IHSG. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa cryptocurrency mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan investasi, baik pada sektor riil maupun pasar modal di Indonesia. Hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu acuan bagi pemangku kebijakan dalam merancang regulasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan aset digital guna menciptakan stabilitas di sektor riil dan pasar modal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembiayaan Sektor Perdagangan di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi relatif produksi di sektor perdagangan, penyerapan pembiayaan, tingkat efektivitas pembiayaan, pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan, dan perencanaan kebutuhan kapital untuk sektor perdagangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari situs web Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan data dari tahun 2018-2023 dengan alat analisis Location Quotient (LQ) yang di transformasi ke dalam rumus efisiensi relatif produksi, penyerapan pembiayaan dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) pola pemetaan, dan perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukkan efisiensi relatif produksi wilayah yang memiliki nilai rata-rata yang tergolong basis adalah wilayah Jawa sebesar 1,01. Sedangkan nilai rata-rata tergolong non basis berada di wilayah Kalimantan dengan nilai sebesar 0.74. Penyerapan pembiayaan relatif wilayah yang memiliki nilai rata-rata tertinggi berada di wilayah Nusa Tenggara & Bali sebesar 1,76. Sedangkan nilai rata-rata terendah berada di Wilayah Kalimantan dengan nilai sebesar 1,00, namun tergolong netral. Efektivitas pembiayaan dengan nilai efektivitas terendah adalah Kawasan Sumatera dengan nilai 4,5 tergolong efektif, sementara yang tertinggi adalah kawasan Jawa dengan nilai 13,3 yang dikatakan tidak efektif. Pola pemetaan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan bahwa provinsi yang terklasifikasi progresif inovatif adalah DKI Jakarta, dan Maluku Utara. Kemudian provinsi yang terklasifikasi gagal adalah Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung,Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Papua, dan Papua Barat. Perencanaan kebutuhan kapital setiap kawasan yang ada di Indonesia tahun 2024 hingga 2030 dengan pertumbuhan 3% dibutuhkan kapital sebesar 2,959 trilliun, untuk pertumbuhan 4,5% dibutuhkan kapital sebesar 4,646 trilliun, dan untuk pertumbuhan 6% dibutuhkan kapital sebesar 6,484 trilliun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembiayaan Perbankan terhadap Pertambangan di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: tingkat efisiensi relatif produksi, tingkat penyerapan pembiayaan, pengaruh penyerapan pembiayaan dengan efisiensi relatif produksi, tingkat efektivitas pembiayaan, pola pemetaan efisiensi relatif dengan tingkat penyerapan, dan perencanaan kebutuhan kapital di sektor pertambangan. Menggunakan pendekatan kuantitatif: location quotient yang ditransformasi, incremental capital output ratio, dan regregi kolerasi dan perencanaan pembiayaan sesuai data sekunder dari Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian ini menunjukkan, efisiensi relatif produksi adalah yang tertinggi di Wilayah Kalimantan sebesar 3.14. Terendah di Jawa dengan nilai sebesar 0.21. Penyerapan relatif pembiayaan perbankan tertinggi Wilayah Bali & Nusa Tenggara sebesar 4.49. Terendah Wiayah Jawa dengan nilai sebesar 0.38. Penyerapan pembiayaan terhadap efisiensi produksi berpengaruh signifikan. Efektivitas pembiayaan dengan nilai tertinggi adalah Wilayah Sulawesi sebesar 27.30. Terendah Kalimantan dengan nilai sebesar 1.58. Pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan, provinsi yang masuk kategori progresif inovatif adalah Provinsi Jambi dan gagal adalah Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku selama 6 tahun. Berdasarkan hasil analisis perencanaan pada skenario I dengan target pertumbuhan sebesar 3% maka kebutuhan kapital sebesar 1.182 triliun. Sementara untuk skenario II dengan target pertumbuhan sebesar 4,5% maka kebutuhan kapital sebesar 1.856 triliun. Terakhir untuk skenario III dengan target pertumbuhan sebesar 6% maka kebutuhan kapital sebesar 2.590 triliun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SEKTOR INDUSTRI, ANGKATAN KERJA, INVESTASI TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KALIMANTAN TIMUR 2017-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sektor industri, angkatan kerja, dan investasi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kalimantan Timur selama periode 2017-2023. Menggunakan data panel dengan metode regresi, hasil penelitian menunjukkan. Bahwa sektor industri dan investasi tidak memiliki pangaruh signifikan terhadap PAD ( sektor industri, koefisiennya 0,041322; p-value 0,4867 dan investasi koefisiennya 0,026860; p-value 0,2838 ). semaentara itu, variabel angkatan kerja berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (koefisien 1,035256; p-value 0,0000), menegaskan pentingnya kualitas angkatan kerja dalam mendorong ekonomi daerah. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa model yang digunakan memiliki kesesuaian yang baik dalam menjelaskan variasi PAD dengan (Fstatistic 28,544987; Prob (F-statistic) 0,000000), dimana α = 0,05 (0,000000 0,05), maka H₀ ditolak dan Ha diterima. Temuan ini menunjukkan pentingnya angkatan kerja dalam mendukung peningkatan pendapatan asli daerah, serta Kebijakan ekonomi daerah lebih difokuskan pada peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan pendidikan serta optimalisasi sektor industri dan investasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan ekonomi yang lebih efektif di Kalimantan Timur.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail