ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PEMBAYARAN NON TUNAI DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL ECM Santi Kartini, S.E., M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembayaran non tunai yang meliputi nilai transaksi kartu ATM/debit, kartu kredit, dan e-money, serta jumlah uang beredar (M2) terhadap inflasi di Indonesia periode Januari 2020 hingga Desember 2025. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM) dengan data runtun waktu bulanan sebanyak 72 observasi. Hasil uji stasioneritas menunjukkan seluruh variabel terintegrasi pada ordo I(1), dan uji kointegrasi Johansen mengonfirmasi adanya hubungan keseimbangan jangka panjang antar variabel. Hasil estimasi jangka panjang menunjukkan bahwa kartu ATM/debit berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (koefisien 0,9506 p=0,0011), e-money berpengaruh positif dan signifikan (koefisien 0,7698 p=0,0320), serta jumlah uang beredar M2 berpengaruh negatif dan signifikan (koefisien −3,6074 p=0,0204). Kartu kredit tidak berpengaruh signifikan dalam jangka panjang (p=0,3268). Dalam jangka pendek, hanya kartu ATM/debit yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (koefisien 1,1438 p=0,0222), sedangkan kartu kredit, e-money, dan M2 tidak signifikan. Koefisien ECT(−1) sebesar −0,9926 yang signifikan mengindikasikan kecepatan penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang sebesar 99,26% per bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Perkembangan teknologi informasi dan transaksi elektronik telah meningkatkan penggunaan kartu kredit sebagai sarana pembayaran dalam berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Di sisi lain, perkembangan tersebut juga menimbulkan risiko penyalahgunaan data pribadi yang berkaitan dengan informasi kartu kredit melalui berbagai bentuk tindak pidana siber. Penyalahgunaan data pribadi dalam transaksi kartu kredit tidak hanya menimbulkan kerugian bagi pemilik data, tetapi juga menimbulkan persoalan hukum terkait penentuan bentuk tindak pidana dan pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tindak pidana penyalahgunaan data pribadi dalam transaksi kartu kredit serta pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan nonhukum yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan data pribadi dalam transaksi kartu kredit dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk perbuatan, antara lain akses tanpa hak terhadap sistem elektronik, intersepsi data elektronik, penguasaan dan pemindahan data elektronik, serta manipulasi data elektronik melalui praktik cloning kartu kredit. Perbedaan karakteristik perbuatan tersebut berimplikasi pada perbedaan dasar hukum yang digunakan dalam menentukan pertanggungjawaban pidana. Ketentuan dalam UU ITE lebih tepat diterapkan terhadap perbuatan yang berkaitan dengan akses, penguasaan, dan manipulasi data elektronik, sedangkan ketentuan dalam UU PDP lebih tepat digunakan terhadap perbuatan penggunaan data pribadi tanpa persetujuan pemilik data. Oleh karena itu, penerapan pertanggungjawaban pidana harus disesuaikan dengan karakteristik perbuatan yang dilakukan guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan data pribadi dalam transaksi elektronik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, produktivitas, dan hubungan pembiayaan sektor riil yang bersumber dari foreign direct investment (fdi), utang luar negeri (uln), dan kredit terhadap produk domestik bruto (pdb) di indonesia periode 2005–2024. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari world bank dan bank indonesia. teknik analisis yang digunakan meliputi incremental capital output ratio (icor), marginal product of capital (mpk), dan korelasi rank spearman. hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis incremental capital output ratio (icor), foreign direct investment memiliki nilai rata-rata icor sebesar 0,31 sehingga efektif dalam mendorong produk domestik bruto indonesia. sementara itu, utang luar negeri memiliki nilai rata-rata icor sebesar 5,13 dan kredit sebesar 3,81 sehingga tidak efektif. berdasarkan analisis marginal product of capital (mpk), foreign direct investment memiliki nilai rata-rata mpk sebesar 7,37 dan utang luar negeri sebesar 4,33 sehingga produktif, sedangkan kredit memiliki nilai rata-rata mpk sebesar 2,03 sehingga tidak produktif. hasil korelasi menunjukkan bahwa foreign direct investment memiliki hubungan positif kuat terhadap produk domestik bruto 0,660, sedangkan utang luar negeri 0,971 dan kredit 0,997 memiliki hubungan positif sangat kuat. oleh karena itu, peningkatan kualitas investasi asing dan pemanfaatan utang luar negeri pada sektor produktif perlu terus didorong, sementara penyaluran kredit perlu ditingkatkan efektivitas dan produktivitasnya agar mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menganalisis pengaruh konteks ekonomi lokal, penerapan teknologi digital, dan tata kelola berbasis teori keagenan terhadap kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam Credit Union (CU) Sinar Sejahtera di Kota Tarakan. Selain itu penelitian ini merumuskan strategi manajemen risiko kredit efektif guna menekan Non-Performing Loan (NPL). Pendekatan mixed methods digunakan, dengan analisis kuantitatif rasio keuangan periode 2020–2024 dan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pengurus, pengawas, serta anggota, ditambah observasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwa kondisi ekonomi lokal memengaruhi kinerja keuangan secara tidak langsung melalui manajemen risiko kredit, di mana ketidakstabilan pendapatan anggota meningkatkan NPL dan menekan profitabilitas. Teknologi digital berfungsi sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengendalian risiko, meskipun akses anggota masih terbatas. Tata kelola berbasis teori keagenan mengurangi asimetri informasi, moral hazard, dan menjaga stabilitas melalui pengawasan internal serta transparansi Rapat Anggota Tahunan (RAT). Strategi manajemen risiko kredit dimulai dari: (1) analisis kelayakan pinjaman berbasis 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition); (2) monitoring rutin; (3) pendampingan anggota; (4) pemanfaatan teknologi digital sebagai sistem peringatan dini; serta (5) penanganan dini melalui restrukturisasi atau penjadwalan ulang. Penelitian menyimpulkan bahwa keberlanjutan kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Sinar Sejahtera bergantung pada integrasi faktor ekonomi lokal, tata kelola, teknologi digital, dan strategi risiko kredit komprehensif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pengangguran di Indonesia, dengan fokus pada pengaruh investasi, industri besar sedang, industri mikro kecil, kredit modal kerja, dan inflasi terhadap pengangguran di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik dan Otoritas Jasa Keuangan Indonesia tahun 2015-2024. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa (1) investasi secara parsial berpengaruh positif terhadap pengangguran di Indonesia; (2) industri besar sedang secara parsial berpengaruh negatif terhadap pengangguran di Indonesia; (3) industri mikro kecil secara parsial berpengaruh negatif terhadap pengangguran di Indonesia; (4) kredit modal kerja secara parsial berpengaruh negatif; (5) inflasi secara parsial berpengaruh negatif dan (6) investasi, industri besar sedang, industri mikro kecil, kredit modal kerja, dan inflasi secara simultan berpengaruh terhadap pengangguran di Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun industri mikro kecil, kredit modal kerja, dan inflasi tidak berpengaruh secara parsial terhadap jumlah pengangguran, peningkatan investasi serta penguatan industri besar sedang tetap memiliki peran penting dalam menurunkan pengangguran di Indonesia. Selain itu, kebijakan yang mendukung ekspansi usaha dan menjaga stabilitas makroekonomi perlu menjadi fokus utama dalam merumuskan strategi untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini dilaksanakan guna mengevaluasi dampak dari risiko bisnis, risiko kredit, serta risiko likuiditas terhadap capaian keuangan perusahaan di sektor konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada rentang waktu 2020-2024. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan emiten. Melalui teknik purposive sampling, terpilih 11 entitas perusahaan sebagai sampel dengan akumulasi 55 unit observasi. Proses analisis data melibatkan serangkaian pengujian mulai dari uji asumsi klasik, regresi linear berganda, hingga uji t dan uji F. Hasil studi mengindikasikan bahwa risiko kredit dan likuiditas tidak memiliki pengaruh yang berarti terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, risiko bisnis ditemukan memiliki pengaruh positif yang bermakna terhadap Return on Equity (ROE). Secara kolektif, ketiga faktor risiko tersebut berpengaruh signifikan terhadap performa keuangan dengan tingkat determinasi (R²) mencapai 0,811. Hal ini berarti sebesar 81,1% dari variasi kinerja keuangan dapat diterangkan oleh ketiga variabel tersebut, namun 18,9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar cakupan model ini. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan risiko bisnis memiliki peran penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan konstruksi di tengah ketidakpastian proyek dan dinamika sektor konstruksi. This study was conducted to evaluate the impact of business risk, credit risk, and liquidity risk on the financial performance of companies in the construction sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2020-2024. This research applies a quantitative method using secondary data from issuers' financial reports. Using purposive sampling, 11 companies were selected, yielding 55 observations in total. The data analysis process involved a series of tests, ranging from classical assumption tests to multiple linear regression and t-tests, and F-tests. The study's results indicated that credit and liquidity risks do not have a significant effect on financial performance. Conversely, business risk was found to have a positive and significant effect on Return on Equity (ROE). Collectively, these three risk factors had a significant effect on financial performance with a coefficient of determination (R?2)of 0.811. This means that 81.1% of the variation in financial performance can be explained by these three variables, while the remaining 18.9% is influenced by other variables outside the scope of this model. The results of this study confirmed that business risk management plays an important role in improving the profitability of construction companies amid project uncertainty and the sector's dynamics.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan menganalisis perlakuan akuntansi pendapatan bunga kredit pada Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Daya Lestari dengan menitikberatkan pada kesesuaian penerapan pencatatan dan penyajian laporan keuangan terhadap Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada pihak pengelola koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pencatatan pendapatan bunga kredit pada dasarnya telah mengacu pada prinsip SAK ETAP, praktik di lapangan masih menghadapi kendala, seperti dominasi pencatatan berbasis kas serta keterbatasan pemahaman sumber daya manusia, sehingga informasi keuangan yang dihasilkan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil dan berpotensi mengurangi kualitas laporan dalam hal relevansi, keandalan, dan keterbandingan. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kompetensi akuntansi dan penguatan sistem pengendalian internal agar perlakuan akuntansi pendapatan bunga kredit dapat dilakukan lebih transparan dan akuntabel, sekaligus menjadi kontribusi bagi pengembangan literatur akuntansi koperasi dan perbaikan praktik pelaporan keuangan di Credit Union Daya Lestari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan instrumen pembayaran non-tunai, yaitu Kartu Debit/ATM, Kartu Kredit, dan E-Money, terhadap jumlah uang beredar di Indonesia yang terdiri atas dua komponen utama, yaitu uang kartal dan uang giral (M1). Latar belakang penelitian ini didasari oleh transformasi sistem pembayaran yang semakin digital akibat kemajuan teknologi dan kebijakan nasional non-tunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan data time series tahunan selama periode 2014–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartu Debit/ATM berpengaruh positif dan signifikan terhadap uang kartal dan uang giral secara parsial dan simultan. Kartu Kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap uang kartal, namun memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap uang giral, baik secara parsial maupun simultan. Sementara itu, E-Money tidak berpengaruh signifikan terhadap uang kartal secara parsial, tetapi menunjukkan pengaruh signifikan secara simultan. E Money juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap uang giral baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini memperlihatkan bahwa masing-masing instrumen pembayaran memiliki karakteristik berbeda dalam memengaruhi struktur uang beredar. Secara keseluruhan, transformasi sistem pembayaran non-tunai memberikan dampak yang berarti terhadap dinamika moneter di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi otoritas moneter untuk terus mendorong adopsi sistem pembayaran digital sebagai upaya memperkuat efektivitas kebijakan moneter dan meningkatkan efisiensi sistem keuangan nasional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan moneter dalam mengendalikan inflasi di Indonesia melalui jalur suku bunga dan jalur kredit. Variabel yang digunakan mencakup BI Rate sebagai variabel independen, suku bunga PUAB dan bunga pasar sebagai jalur transmisi suku bunga, Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), serta Jumlah Uang Beredar (JUB) sebagai variabel mediasi, dan inflasi sebagai variabel dependen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis jalur menggunakan model Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan data triwulanan periode 2014–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BI Rate berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap inflasi, yang mengindikasikan bahwa kebijakan suku bunga justru mendorong inflasi melalui jalur cost-push. Sementara itu, pengaruh tidak langsung BI Rate terhadap inflasi melalui jalur mediasi (PUAB, bunga pasar, kredit, dan JUB) tidak signifikan secara statistik. Jalur transmisi yang dibangun terlalu panjang sehingga kehilangan efektivitasnya dalam menjelaskan mekanisme transmisi moneter terhadap inflasi. Temuan ini menyiratkan bahwa efektivitas kebijakan moneter melalui jalur suku bunga dan kredit belum optimal dalam menekan inflasi di Indonesia. Oleh karena itu, Bank Indonesia perlu mempertimbangkan jalur transmisi alternatif serta memperkuat instrumen kebijakan non-suku bunga untuk mencapai kestabilan harga yang lebih efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM MEMITIGASI RISIKO KREDIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP STABILITAS KEUANGAN PERBANKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko kredit terhadap stabilitas keuangan perbankan dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 47 perusahaan, dengan metode pengumpulan data menggunakan purposive sampling menghasilkan 38 perusahaan sebagai sampel penelitian, sehingga mendapatkan 190 data observasi dalam penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kredit berpengaruh negatif signifikan terhadap stabilitas keuangan perbankan, kepemilikan institusional memoderasi pengaruh risiko kredit dengan memperkuat hubungan terhadap stabilitas keuangan perbankan, dan dewan komisaris independen memoderasi pengaruh risiko kredit dengan memperkuat hubungan terhadap stabilitas keuangan perbankan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi teoritis yang mendukung validitas teori fragilitas keuangan dan teori agensi sebagai kerangka dalam menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi nilai stabilitas keuangan perbankan. Kata Kunci: Risiko Kredit, Kepemilikan Institusional, Dewan Komisaris Independen dan Stabilitas Keuangan Perbankan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyaluran dan outstanding pinjaman P2P, dana pihak ketiga, serta pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan kredit perbankan di Kalimantan, yang mencakup kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumsi, dan total kredit perbankan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode kuartal III tahun 2023 hingga kuartal III tahun 2024. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Stata 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, outstanding pinjaman P2P dan dana pihak ketiga memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit investasi. Outstanding pinjaman P2P juga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit modal kerja, sementara penyaluran pinjaman P2P berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit konsumsi. Baik penyaluran maupun outstanding pinjaman P2P secara signifikan memengaruhi total kredit perbankan. Secara simultan, seluruh variabel independen menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kredit investasi, konsumsi, dan total kredit, tetapi tidak signifikan terhadap kredit modal kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efisiensi relatif produksi, penyerapan kredit, efektivitas kredit, pola keterkaitan, serta kebutuhan kapital terhadap industri pengolahan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan data dari tahun 2018-2023. Penelitian ini menggunakan alat analisis Locatient Quantient (LQ) yang di transformasikan ke dalam rumus efisiensi relatif produksi, penyerapan kredit, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), pola pemetaan, dan perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi relatif produksi sektor industri pengolahan periode 2018-2023 yang basis yakni Jawa dengan nilai rata-rata 1,13, sedangkan Bali dan Nusa Tenggara adalah non basis dengan nilai rata-rata 0,13. Hasil penelitian penyerapan kredit sektor industri pengolahan Jawa tertinggi dengan nilai rata-rata 1,26 dan yang terendah Bali dan Nusa Tenggara dengan nilai rata-rata 0,18. Efektivitas kredit dengan nilai terendah adalah Jawa dengan rata-rata nilai Rp 4,1 sedangkan Bali dan Nusa Tenggara nilai efektivitas tinggi dengan nilai rata-rata Rp 39,83. Pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dan penyerapan kredit menunjukkan provinsi yang terklasifikasi sebagai progresif inovatif adalah Kepulauan Riau dan Riau berturut-turut selama tahun 2019, 2021, dan 2023. Sedangkan provinsi yang terklasifikasi gagal adalah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Kemudian kebutuhan kapital dengan target pertumbuhan sebesar 4,6% dibutuhkan kapital sebesar 8.39 ribu triliun. Selanjutnya proyeksi kebutuhan kapital sebesar 7% membutuhkan tambahan kapital kredit secara keseluruhan sebesar 13.73 ribu triliun. Kemudian proyeksi kebutuhan kapital sebesar 9% mampu menghasilkan kebutuhan kapital hingga sebesar 18.77 ribu triliun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Kredit Konsumsi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara secara Parsial dan Simultan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder meliputi Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Kredit Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2018-2023 yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel dengan menggunakan Program E-Views 12 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara sedangkan variabel Kredit Konsumsi berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara. Secara simultan variabel Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Kredit Konsumsi berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi secara parsial dan simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2018-2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews 12. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil secara parsial menunjukkan bahwa variabel kredit modal kerja dan kredit konsumsi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, sedangkan variabel kredit investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Adapun hasil secara simultan menunjukkan bahwa variabel kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), suku bunga kredit dan inflasi terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum di Indonesia secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang merupakan data time series dalam bentuk triwulan dengan rentang waktu tahun 2013-2023 yang bersumber dari publikasi website Bank Indonesia. Analisis penelitian menggunakan regresi linear berganda. Penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pada uji t (parsial) variabel Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sedangkan variabel suku bunga kredit dan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Berdasarkan hasil uji F (simultan) variabel Produk Domestik Bruto (PDB), suku bunga kredit dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hasil koefisien determinasi sebesar 0,986 atau 98,6%, menunjukkan bahwa variabel independen dapat memberikan kontribusi terhadap variabel dependen sebesar 98,6%, dan sisanya sebesar 1,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha mikro,kecil dan menengah memegang peranan penting dalam perekonomian global dengan memberikan lapangan kerja, memperkuat perekonomian lokal, mendorong inovasi, mempromosikan pemerataan ekonomi, dan mendukung pertumbuhan melalui penyaluran kredit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, dan Non-Performing Loan (NPL) terhadap penyaluran kredit UMKM di bank umum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik regresi linear berganda. Data sekunder yang digunakan meliputi data inflasi dan suku bunga dari Bank Indonesia, serta data Non-Performing Loan dan Kredit UMKM dari Otoritas Jasa Keuangan, dengan rentang waktu triwulanan 2016-2023.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel suku bunga dan NPL memiliki pengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM, sedangkan variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, inflasi, suku bunga, dan NPL berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit UMKM
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suku bunga kredit, dana pihak ketiga, dan produk domestik bruto pada bank umum di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data penelitian ini dimulai dari tahun 2015 – 2022 secara triwulanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis Regresi Linier Berganda. Dalam hasil penelitian ini diperoleh hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel suku bunga kredit dan produk domestik bruto memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit investasi pada bank umum di Indonesia, sedangkan untuk variabel dana pihak ketiga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit investasi pada bank umum di Indonesia. Berdasarkan uji F (simultan) variabel suku bunga kredit, dana pihak ketiga, dan produk domestik bruto memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit investasi pada bank umum di Indonesia. Selanjutnya diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) sebesar 0,953 atau sebesar 95,3%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan Penelitian ini ialah untuk memberikan bukti empiris pengaruh transaksi pembayaran non tunai kartu debit/ATM, kartu kredit dan e-money terhadap praktik korupsi dan perdagangan narkoba di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series dalam bentuk triwulan dari tahun 2013- 2022 hasil publikasi Bank Indonesia (BI), Indonesia Corruption Watch dan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah model koreksi kesalahan (Error Correction Model) pada aplikasi e-views 10. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial nilai transaksi kartu debit/ATM tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik korupsi di Indonesia dalam jangka panjang maupun jangka pendek dan secara parsial nilai transaksi kartu debit/ATM dalam jangka panjang berpengaruh signifikan dan dalam jangka pendek tidak berpengaruh signifikan terhadap perdagangan narkoba di Indonesia. Secara parsial dalam jangka panjang nilai transaksi kartu kredit berpengaruh signifikan terhadap praktik korupsi di Indonesia dan tidak berpengaruh signifikan dalam jangka pendek. Pada perdagangan narkoba di Indonesia, secara parsial nilai transaksi kartu kredit tidak berpengaruh signifikan dalam jangka panjang dan dalam jangka pendek tidak berpengaruh signifikan. Secara parsial nilai transaksi e-money dalam jangka panjang dan jangka pendek berpengaruh signifikan terhadap praktik korupsi di Indonesia dan secara parsial nilai transaksi e-money dalam jangka panjang dan jangka pendek berpengaruh signifikan terhadap perdagangan narkoba. Kemudian pada uji simultan, dalam jangka panjang nilai transaksi kartu debit/ATM, kartu kredit dan e-money secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap praktik korupsi dan perdagangan narkoba di Indonesia dan tidak berpengaruh signifikan dalam jangka pendek.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan jumlah UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang merupakan data time series dalam rentang tahun 2016 sampai 2022 yang dikumpulkan dengan metode studi kepustakaan. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 26. Setelah melakukan pengujian melalui aplikasi SPSS diketahui dalam penelitian ini data yang diperoleh menunjukkan data tersebut terdistribusi normal, dan tidak terjadi autokorelasi. Hasil pengujian secara parsial (Uji T) dalam penelitian ini yaitu dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan jumlah UMKM berpengaruh secara signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Utara. Dan hasil penelitian secara simultan (Uji F) dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan jumlah UMKM secara bersama-sama berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Utara.