BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Awal tahun 2020 terjadi sebuah fenomena dimana fenomena tersebut yakni merebakya suatu virus yang cukup berbahaya bahkan hingga meyebabkan kematian yang mana virus tersebut dinamakan dengan virus covid -19, dengan adanya itu maka akan berpengaruh terhadap sektor-sektor industr di Indonesia seperti sektor perekonomian yang ternyata berdampak pada suatu perjanjian kredit perbankan. Pada skripsi ini yang menjadi permasalahan yakni adakah pengaruh pendemi covid-19 terdapat pemenuhan kredit perbankan, dan pada pelaksanaan suatu perjanjian perbankan maka dapat ditemui perjanjian baku yang mana perjanjian baku pada perjanjian kredit perbankan memuat klausula Eksonerasi namun yang menjadi permasalahnya apakah penggunaan klausula eksonerasi tetap digunakan pada masa pandemi covod-19. Skripsi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif terhadap kaidah-kaidah hukum penelitian. penelitian ini menggunakan pendekatan Perundang-undangan dan konseptual, data yang digunakan dalam skripsi ini yakni data primer dan skunder, adapun teknik yang digunakan dalam skripsi ini yakni studi kepustakaan, adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu dengan terjadinya pandemi covid -19 maka akan sangat berpengaruh tehadap suatu pemenuhan kredit perbakan namun hal tersebut dapat teratasi karena adanya keringanan yang diberikan oleh pemerinta dengan dikeluarkanya Peraturan Pemerinta No 12 Tahun 2020 Tentang bencana Non alam. bagaimana penggunaan klasuula Eksonerasi di tengah pandemi yang ternyata penggunaan klasula tersebut ada dan tidak adanya pandemi covid-19 tetap akan di gunakan karena klasula tersebut merupakan klasula yang paten dan tidak dapat di hilangkan di perjanjian kredit perbankan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Awal tahun 2020 terjadi sebuah fenomena dimana fenomena tersebut yakni merebakya suatu virus yang cukup berbahaya bahkan hingga meyebabkan kematian yang mana virus tersebut dinamakan dengan virus covid -19, dengan adanya itu maka akan berpengaruh terhadap sektor-sektor industr di Indonesia seperti sektor perekonomian yang ternyata berdampak pada suatu perjanjian kredit perbankan. Pada skripsi ini yang menjadi permasalahan yakni adakah pengaruh pendemi covid-19 terdapat pemenuhan kredit perbankan, dan pada pelaksanaan suatu perjanjian perbankan maka dapat ditemui perjanjian baku yang mana perjanjian baku pada perjanjian kredit perbankan memuat klausula Eksonerasi namun yang menjadi permasalahnya apakah penggunaan klausula eksonerasi tetap digunakan pada masa pandemi covod-19. Skripsi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif terhadap kaidah-kaidah hukum penelitian. penelitian ini menggunakan pendekatan Perundang-undangan dan konseptual, data yang digunakan dalam skripsi ini yakni data primer dan skunder, adapun teknik yang digunakan dalam skripsi ini yakni studi kepustakaan, adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu dengan terjadinya pandemi covid -19 maka akan sangat berpengaruh tehadap suatu pemenuhan kredit perbakan namun hal tersebut dapat teratasi karena adanya keringanan yang diberikan oleh pemerinta dengan dikeluarkanya Peraturan Pemerinta No 12 Tahun 2020 Tentang bencana Non alam. bagaimana penggunaan klasuula Eksonerasi di tengah pandemi yang ternyata penggunaan klasula tersebut ada dan tidak adanya pandemi covid-19 tetap akan di gunakan karena klasula tersebut merupakan klasula yang paten dan tidak dapat di hilangkan di perjanjian kredit perbankan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berfokus pada peran guru dalam pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 dan faktor pendukung serta penghambat dalam pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu SDN 015 Tarakan. Informan penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SDN 015 Tarakan telah menjalankan perannya (1) sebagai demonstrator, yaitu guru telah membuat perangkat pembelajaran secara daring, guru menyampaikan materi dengan yakin, membuka diskusi tanya jawab di grup whatsapp dan siswa juga bisa menghubungi guru melalui pesan pribadi, (2) sebagai pengelola kelas, yaitu guru telah mempersiapkan pembelajaran daring, baik secara administratif maupun sikap mental guru untuk mengatur grup whatsapp. Guru juga memberikan apersepsi, motivasi dan semangat kepada siswa dan mengatur kelas dengan menegur siswa melalui chat pribadi, telepon bahkan membuat surat pemanggilan ke sekolah, (3) sebagai fasilitator, yaitu guru telah mengusahakan sumber dan fasilitas belajar seperti buku, media belajar dan paket data. Guru memberikan materi secara merata di grup whatsapp dan menggunakan media video yang menarik, (4) sebagai evaluator, guru melaksanakan evaluasi dengan memberikan tugas kepada siswa melalui grup whatsapp, melakukan penilaian dan menindaklanjuti hasil evaluasi secara proporsional dengan menegur, menasehati bahkan memanggil orang tua/siswa. Adapun faktor pendukungnya adalah sistem manajemen dan administrasi pembelajaran yang lengkap dari guru, handphone android dan paket data internet yang stabil, serta kerja sama yang baik antara guru, orang tua dan siswa. Sedangkan faktor penghambatnya adalah belum semua orang tua mampu membimbing anaknya dalam pembelajaran daring, belum semua siswa/orang tua mampu dalam mengoperasikan hanphone android dan aplikasi whatsapp, tidak semua siswa/orang tua memiliki handphone android dan mampu memenuhi paket data internet, serta tidak semua siswa/orang tua dapat bekerja sama dengan guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini berfokus pada peran guru dalam pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 dan faktor pendukung serta penghambat dalam pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu SDN 015 Tarakan. Informan penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SDN 015 Tarakan telah menjalankan perannya (1) sebagai demonstrator, yaitu guru telah membuat perangkat pembelajaran secara daring, guru menyampaikan materi dengan yakin, membuka diskusi tanya jawab di grup whatsapp dan siswa juga bisa menghubungi guru melalui pesan pribadi, (2) sebagai pengelola kelas, yaitu guru telah mempersiapkan pembelajaran daring, baik secara administratif maupun sikap mental guru untuk mengatur grup whatsapp. Guru juga memberikan apersepsi, motivasi dan semangat kepada siswa dan mengatur kelas dengan menegur siswa melalui chat pribadi, telepon bahkan membuat surat pemanggilan ke sekolah, (3) sebagai fasilitator, yaitu guru telah mengusahakan sumber dan fasilitas belajar seperti buku, media belajar dan paket data. Guru memberikan materi secara merata di grup whatsapp dan menggunakan media video yang menarik, (4) sebagai evaluator, guru melaksanakan evaluasi dengan memberikan tugas kepada siswa melalui grup whatsapp, melakukan penilaian dan menindaklanjuti hasil evaluasi secara proporsional dengan menegur, menasehati bahkan memanggil orang tua/siswa. Adapun faktor pendukungnya adalah sistem manajemen dan administrasi pembelajaran yang lengkap dari guru, handphone android dan paket data internet yang stabil, serta kerja sama yang baik antara guru, orang tua dan siswa. Sedangkan faktor penghambatnya adalah belum semua orang tua mampu membimbing anaknya dalam pembelajaran daring, belum semua siswa/orang tua mampu dalam mengoperasikan hanphone android dan aplikasi whatsapp, tidak semua siswa/orang tua memiliki handphone android dan mampu memenuhi paket data internet, serta tidak semua siswa/orang tua dapat bekerja sama dengan guru.