ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, produktivitas, dan hubungan pembiayaan sektor riil yang bersumber dari foreign direct investment (fdi), utang luar negeri (uln), dan kredit terhadap produk domestik bruto (pdb) di indonesia periode 2005–2024. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari world bank dan bank indonesia. teknik analisis yang digunakan meliputi incremental capital output ratio (icor), marginal product of capital (mpk), dan korelasi rank spearman. hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis incremental capital output ratio (icor), foreign direct investment memiliki nilai rata-rata icor sebesar 0,31 sehingga efektif dalam mendorong produk domestik bruto indonesia. sementara itu, utang luar negeri memiliki nilai rata-rata icor sebesar 5,13 dan kredit sebesar 3,81 sehingga tidak efektif. berdasarkan analisis marginal product of capital (mpk), foreign direct investment memiliki nilai rata-rata mpk sebesar 7,37 dan utang luar negeri sebesar 4,33 sehingga produktif, sedangkan kredit memiliki nilai rata-rata mpk sebesar 2,03 sehingga tidak produktif. hasil korelasi menunjukkan bahwa foreign direct investment memiliki hubungan positif kuat terhadap produk domestik bruto 0,660, sedangkan utang luar negeri 0,971 dan kredit 0,997 memiliki hubungan positif sangat kuat. oleh karena itu, peningkatan kualitas investasi asing dan pemanfaatan utang luar negeri pada sektor produktif perlu terus didorong, sementara penyaluran kredit perlu ditingkatkan efektivitas dan produktivitasnya agar mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH SUKU BUNGA, PRODUK DOMESTIK BRUTO, HARGA EMAS DAN UTANG LUAR NEGERI TERHADAP INFLASI DI INDONESIA Elmalia Devita Jafar Sidik Salim, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Suku Bunga, Produk Domestik Bruto, Harga Emas dan Utang Luar Negeri terhadap Inflasi di Indonesia Periode 2009-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Error Corecction Model (ECM) guna melihat adanya pengaruh jangka panjang dan jangka pendek antara variabel bebas dan variabel terikat. Penelitian ini menghasilkan persamaan Estimasi ECM jangka panjang Yt₁ =1,224170X₁ -0,379440LogX₂ +10,04328LogX₃ +16,89933LogX₄. Hasil persamaan Estimasi ECM jangka pendek DYt₁=2,066829DX₁ 0,385762DLogX₂ +11,93613DLogX₃ +25,03726DLogX₄. Variabel Suku Bunga baik dalam jangka panjang dan jangka pendek berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inflasi, sedangkan variabel Produk Domestik Bruto, Harga Emas dan Utang Luar Negeri baik secara jangka panjang dan jangka pendek tidak berpengaruh terhadap Inflasi. Hasil Koefisien Determinasi (R²) menunjukkan bahwa pada jangka panjang koefisien determinasi sebesar 52% dengan kategori hubungan kuat, jangka pendek determinasi sebesar 48% menunjukkan hubungan korelasi cukup. Kata Kunci: Suku Bunga, Produk Domestik Bruto, Harga Emas, Utang Luar Negeri dan Inflasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi dan proyeksi inflasi, pengangguran, serta pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara. Dengan menggunakan data sekunder dari sumber-sumber resmi, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini mencakup periode 2010 – 2023 fenomena Philip curve inflasi dengan pengangguran dan Okun Law. Selajutnya dengan menggunakan metode proyeksi pertumbuhan ekonomi dengan pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Menggunakan metode linier sederhana dan kuadratik. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa hasil nilai inflasi riil yang di hitung menggunakan nilai dari produk domestik bruto deflator dengan inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara diproyeksi pada tahun 2024 diperkirakan meningkat dari 4,88 persen, hingga mencapai 4,94 persen, pada tahun 2030. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan akan meningkat dari 4,04 persen, pada tahun 2024 hingga mencapai 4,67 persen, pada tahun 2030, mencerminkan potensi masalah dalam stabilitas pasar kerja di Kalimantan Utara. Pertumbuhan ekonomi diproyeksi menurun dari 4,05 persen, hingga mencapai 3,27 persen, pada tahun 2030, mencerminkan potensi perkembangan ekonomi yang sangat tidak stabil dan memerlukan perhatian serta strategi yang serius untuk mengatasi potensi penurunan yang lebih lanjut. Temuan ini menujukkan perlunya kebijakan yang terarah untuk mengatasi masalah inflasi dan tingkat pengangguran serta untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), suku bunga kredit dan inflasi terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum di Indonesia secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang merupakan data time series dalam bentuk triwulan dengan rentang waktu tahun 2013-2023 yang bersumber dari publikasi website Bank Indonesia. Analisis penelitian menggunakan regresi linear berganda. Penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pada uji t (parsial) variabel Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sedangkan variabel suku bunga kredit dan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Berdasarkan hasil uji F (simultan) variabel Produk Domestik Bruto (PDB), suku bunga kredit dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hasil koefisien determinasi sebesar 0,986 atau 98,6%, menunjukkan bahwa variabel independen dapat memberikan kontribusi terhadap variabel dependen sebesar 98,6%, dan sisanya sebesar 1,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi dan proyeksi inflasi, pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan dengan data sekunder publikasi Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS). Data penelitian ini dimulai dari tahun 2008-2023. Penelitian ini menggunakan metode estimasi inflasi dan proyeksi inflasi, pengangguran, pertumbuhan ekonomi dengan trend kuadratik. Hasil penelitian ini estimasi inflasi rata – rata sesuai pertumbuhan uang dan barang, produk domestik bruto deflator dan badan pusat statistik Indonesia bahwa dari tahun 2008 – 2023 mengalami penurunan sebesar 1,04 dibandingkan dengan badan pusat statistik sebesar 2,61 persen. Pada proyeksi inflasi mengalami peningkatan dari tahun 2024 – 2030, untuk nilai proyeksi inflasi menunjukkan bahwa inflasi pada tahun 2024 diperkirakan akan meningkat dari 2,71 persen dan terus meningkat pada tahun 2030 akan menjadi sebesar 3,31 persen, ini menunjukkan bahwa biaya hidup secara keseluruhan diperkirakan akan naik dalam periode tersebut. Proyeksi pengangguran pada tahun 2024 menunjukkan bahwa pengangguran diperkirakan akan meningkat dari sebesar 6,20 persen dan terus meningkat pada tahun 2030 menjadi sebesar 8,67 persen, ini menandakan bahwa pasar kerja mungkin akan mengalami tekanan yang lebih besar dalam hal menciptakan lapangan kerja dan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 diperkirakan akan meningkat sebesar 4,87 persen dan terus meningkat pada tahun 2030 menjadi sebesar 6,67 persen menunjukan prospek ekonomi yang sangat positif dan potensi untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan yang tinggi di tahun-tahun berikutnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini ialah untuk memberikan bukti empiris pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), BI Rate, dan Inflasi terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Indonesia. Berdasarkan perhitungan regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 26 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia, variabel BI Rate berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia dan Inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Jumlah Uang M1 di Indonesia. Sedangkan secara simultan variabel Produk Domestik Bruto (PDB), BI Rate, dan Inflasi berpengaruh signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suku bunga kredit, dana pihak ketiga, dan produk domestik bruto pada bank umum di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data penelitian ini dimulai dari tahun 2015 – 2022 secara triwulanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis Regresi Linier Berganda. Dalam hasil penelitian ini diperoleh hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel suku bunga kredit dan produk domestik bruto memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit investasi pada bank umum di Indonesia, sedangkan untuk variabel dana pihak ketiga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit investasi pada bank umum di Indonesia. Berdasarkan uji F (simultan) variabel suku bunga kredit, dana pihak ketiga, dan produk domestik bruto memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit investasi pada bank umum di Indonesia. Selanjutnya diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) sebesar 0,953 atau sebesar 95,3%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Transaksi Non Tunai (APMK) dan Uang Elektronik (E-Money) Terhadap Produk Domestik Bruto Berdasarkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2012-2021 yang diambil dari Bank Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari laporan data yang terkait dan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik teknik sampling. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, analisis linier berganda dan uji hipotesis dengan menggunakan program Eviews. Hasil estimasi data yang menggunakan analisis linier berganda menunjukan bahwa secara parsial variabel Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto Berdasarkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga, dan Uang Elektronik (E-Money) berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto Berdasarkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga, dan secara simultan sama-sama berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto berdasarkan pengeluaran konsumsi rumah tangga.