Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Utang-luar-negeri
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS DAN ELASTISITAS UTANG LUAR NEGERI PADA SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mngetahuui efektifitas, elastisitas, pola pemetaan dan pengaruh utang luar negeri terhadap sektor industri di Indonesia. Kajian dilakukan dengan empat pendekatan yaitu Incremental Capital Output Ratio (ICOR), elastisitas, pemetaan dan regresi linear sederhana. Data bersumber dari laporan resmi Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pemanfaatan ULN pada sektor industri pengolahan Indonesia belum berlangsung secara efisien. Rata-rata nilai ICOR sepanjang periode penelitian tercatat sebesar 7,689, yang berarti setiap penambahan satu satuan output industri membutuhkan investasi ULN yang jauh melampaui nilai outputnya sendiri. Kondisi paling kritis terjadi pada tahun 2020 saat pandemi COVID-19 menyebabkan nilai ICOR anjlok ke angka negatif (-7,998), seiring kontraksi output industri sebesar Rp66.747,5 miliar di tengah meningkatnya serapan ULN. Sebaliknya, periode pemulihan 2021–2025 menampakkan perbaikan yang berarti, dengan rata-rata ICOR menurun ke level 6,290 berkat akselerasi kebijakan hilirisasi industri dan transformasi struktural manufaktur nasional. Hasil analisis regresi menunjukkan, (i) hubungan yang sangat kuat antara utang luar negeri dan output sektor industri, dengan koefisien determinasi (R²) yang menunjukkan variasi yang kuat ULN dapat dijelaskan oleh dinamika PDB sektor industri; (ii) Proyeksi kebutuhan ULN untuk mendukung target produksi industri pada periode 2026–2030 diperkirakan terus meningkat seiring skenario pertumbuhan yang digunakan, mulai dari skenario konservatif hingga optimistis; (iii) Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas ULN membutuhkan penguatan tata kelola pembiayaan eksternal, perbaikan kapasitas absorpsi investasi industri, serta koordinasi kebijakan moneter dan fiskal yang lebih terintegrasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS UTANG LUAR NEGERI TERHADAP PRODUKSI SEKTOR PERTANIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP INFLASI

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas utang luar negeri terhadap produksi sektor pertanian, pengaruh utang luar negeri terhadap produksi sektor pertanian dan pengaruh produksi sektor pertanian terhadap inflasi di Indonesia tahun 2005-2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif ICOR (Incremental Capital Output Rasio) dan Regresi Sederhana pendekatan (Ordinary Least Square) OLS dengan bantuan aplikasi Eviews 12. Data yang digunakan time series berupa data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efektivitas utang luar negeri terhadap produksi sektor pertananian secara umum berada pada kategori sangat efektif yakni sebesar 1,15. Akan tetapi terdapat fenomena semakin kurang efektif karena periode I presiden SBY 0,47 periode II 1,14. Kemudian periode Joko Widodo periode 1 naik menjadi 1,97 dan periode II terdapat nilai efektivitas negatif artinya utang meningkat produksi menurun pada tahun 2022. Pengaruh utang luar negeri terhadap produksi sektor pertanian berpengaruh signifikan yang ditunjukkan nilai signifikan 0,0006. Kemudian Y = -2,109456 + 0,977615. artinya ketika utang luar negeri meningkat maka produksi sektor pertanian juga meningkat, selanjutnya pengaruh produksi sektor pertanian dengan inflasi memiliki hubungan negatif signifikan antara produksi sektor pertanian terhadap inflasi yang ditunjukkan nilai signifikan 0,0000. Kemudian Y= 15.13871 – 0,732500, artinya ketika produksi sektor pertanian meningkat maka inflasi akan menurun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail