Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

48 hasil
Subjek: Role
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING MENGGUNAKAN TARIAN JEPEN BULUNGAN TERHADAP KOLABORASI SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 TARAKAN PLUS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING MENGGUNAKAN TARIAN JEPEN BULUNGAN TERHADAP KOLABORASI SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 TARAKAN PLUS ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan terhadap kolaborasi siswa di SMP muhammadiyah 1 tarakan plus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental dalam bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Tarakan Plus. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kolaborasi siswa yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan diberikan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan yang dilaksanakan dalam beberapa pertemuan dengan kegiatan materi, bermain peran, gerakan, dan pola kerja sama dalam Tarian Jepen Bulungan. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan terhadap kolaborasi siswa di SMP Muhammadiyah 1 tarakan plus. Dengan demikian, teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kolaborasi siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh teknik role playing bermuatan nilai taro ada taro gau sebagai penguatan karakter moral siswa MA hurrasul Aqidah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Moral character is students' ability to understand good and bad values, possess moral awareness and feelings, and express them in daily behavior, such as honesty, responsibility, empathy, love of goodness, and self-control. This study aims to determine the effect of group guidance services using role-playing techniques embedded with Taro Ada Taro Gau values in strengthening the moral character of MA Hurrasul Aqidah students. This study used a quantitative approach with a pre- experimental design using the one-group pretest-posttest model. The sample consisted of 13 female 1 1th-grade students at MA Hurasul Aqidah. Data were collected using a 45-item moral character scale. We analyzed the data using descriptive statistics, normality testing, and a paired-samples t-test. The results showed that students' mean moral character score increased from 134.38 on the pretest to 156.85 on the posttest, an increase of 22.46 points (16.71%). This increase indicated a change in students' moral character after receiving group guidance services using role-playing techniques embedded with Taro Ada Taro Gau values. The Paired Samples t-Test results yielded St = -11.906S, df = 12, and p 0.001, thereby rejecting Ho and accepting Ha. Consequently, group guidance services using role-playing techniques embedded with Taro Ada Taro Gau values significantly strengthen the moral character of MA Hurrasul Aqidah students.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAY TERHADAP SELF-EFFICACY PADA SISWA KELAS IX-A SMPN 6 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role play terhadap self-efficacy pada siswa kelas IX-A SMPN 6 Tarakan. Self-efficacy merupakan keyakinan siswa terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tugas, tantangan, serta berbagai situasi dilingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Eksperimen dan desain Pre-Experimental Design model One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah delapan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala self-efficacy yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan self-efficacy setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role play. Nilai rata-rata self-efficacy meningkat dari 30,63 pada pretest menjadi 69,13 pada posttest. Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 67,1%. Seluruh siswa mengalami peningkatan skor, dengan tujuh siswa berada pada kategori tinggi dan satu siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara self-efficacy siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Dengan demikian, bimbingan kelompok dengan teknik role play berpengaruh terhadap peningkatan self-efficacy siswa kelas IX-A SMPN 6 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

The Effect of Role-based Jigsaw as a Learning Method on students' Reading Comprehension of seventh-grade at SMPN 1 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The purpose of the research was to reveal the significant impact of implementing the role-based jigsaw method on seventh-grade students' reading comprehension at SMPN 1 Tarakan. This research employed one group pretest-posttest design and involved 32 students from Class VII-3. Data were collected through multiple-choice reading comprehension tests administered before and after the intervention. The results showed that students' average scores increased from 57.81 on the pre-test to 77.66 on the post-test. A paired t-test revealed a statistically significant difference between the pre-test and post-test scores (t=-14.248, df=31, p0.001). Therefore, the null hypothesis (Ho) was rejected, and the alternative hypothesis (H.) was accepted. Students were seen discussing the assigned reading passages in Expert Groups and sharing their understanding in Home Groups while carrying out the cognitive and functional roles assigned to them. The N-Gain effectiveness score of 47% indicates that the implementation of this method is categorized as "Less Effective" based on the effectiveness criteria used. However, because this research employed one group pretest-posttest design without a control group, these findings must be interpreted within the limitations of the research design and do not establish a direct cause-and-effect relationship. Through the division of cognitive and functional roles within the group, students are encouraged to actively participate in text comprehension, discussions, taking responsibility for tasks, and sharing information with other group members. Based on the research findings, English teachers are advised to implement the role-based jigsaw method as an alternative reading instruction strategy that can encourage student engagement and improve comprehension. Future researchers are advised to use a more comprehensive research design, such as including a control group and extending the duration of the intervention, in order to obtain optimal and in-depth results.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI CASE METHOD UNTUK MENINGKATKAN RESPON BULLYING-BYSTANDER SISWA SDN 029 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti individu lain, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Dalam peristiwa bullying, keberadaan bystander memiliki peran penting karena respon yang diberikan dapat memperkuat, mengabaikan, atau menghentikan tindakan perundungan. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang menunjukkan respon pasif atau bahkan mendukung pelaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa kelas VB SDN 029 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala respon bystander dan lembar observasi. Tindakan diberikan melalui layanan bimbingan klasikal dengan implementasi case method yang didukung teknik roleplaying, di mana siswa menganalisis kasus bullying, mendiskusikan solusi, serta mempraktikkan respon yang tepat terhadap situasi yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan respon bystander siswa yang ditandai dengan menurunnya kecenderungan perilaku probully dan pasif serta meningkatnya perilaku defender. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan partisipasi dan keterlibatan siswa selama proses layanan berlangsung. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi case method dalam layanan bimbingan klasikal dapat meningkatkan respon bystander terhadap perilaku bullying pada siswa kelas VB SDN 029 Tarakan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN SISTEM PENCATATAN PENGUNJUNG DENGAN SMART GATE BERBASIS IOT DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan masih menerapkan sistem pencatatan pengunjung melalui proses input data secara manual pada sistem yang tersedia, sehingga proses pencatatan membutuhkan waktu, berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data, dan pemantauan informasi kunjungan belum sepenuhnya tersaji secara otomatis dan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pencatatan pengunjung dengan integrasi smart gate berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Rapid Application Development (RAD), yang meliputi tahap perencanaan kebutuhan, perancangan, konstruksi, dan implementasi sistem. Sistem yang dibangun memanfaatkan RFID sebagai media identifikasi pengunjung, mikrokontroler sebagai pusat kendali, motor stepper sebagai penggerak palang smart gate, Firebase Real-time Database sebagai media komunikasi IoT, serta sistem web berbasis Laravel dan Mysql untuk pengelolaan data dan pemantauan kunjungan. Pengujian sistem dilakukan melalui pengujian pembacaan RFID, pengujian smart gate, pengujian black box, pengujian IoT, serta pengujian akurasi dan waktu respons sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca kartu RFID, memverifikasi UID, mencatat data masuk dan keluar, serta mengendalikan smart gate secara otomatis. Pengujian IoT pada jarak 1, 5, 10, dan 15 meter menghasilkan Packet loss sebesar 0%, sedangkan pengujian terhadap 25 UID dengan 45 proses pencatatan menghasilkan akurasi sebesar 100%. Rata-rata waktu respons sistem adalah 1.235,3 ms atau sekitar 1,23 detik. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dibangun mampu mendukung pencatatan pengunjung secara otomatis, akurat, terintegrasi, dan lebih mudah dipantau di Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Role Playing Terhadap Bystander Effect Dalam Dinamika Bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik role playing terhadap bystander effect dalam dinamika bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan. Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti individu yang lebih lemah, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Demikian dalam dinamika bullying terdapat fenomena bystander effect, yaitu kondisi ketika individu yang menyaksikan tindakan bullying cenderung menjadi pengamat pasif tanpa memberikan pertolongan kepada korban karena menganggap orang lain akan bertindak membantu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Populasi dalalm penelitian ini terdiri dari siswa SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan, dengan sampel yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Instrumen yang digunakan adalah skala Likert bystander effect dengan indikator pro-bullying bystander, passive bystander, dan defender bystander. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS. Adapun uji hipotesis dengan uji paired sample t-test, karena data berdistribusi normal dan homogen. Pemberian perlakuan dilakukan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing, di mana siswa memerankan pelaku, korban, dan saksi dalam situasi bullying. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,310 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh teknik role playing terhadap bystander effect. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (Ho) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa teknik role playing tidak berpengaruh terhadap bystander effect dalam dinamika bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENCEGAH PERKAWINAN ANAK DIBAWAH UMUR (Perspektif Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This research aims to analyze the role of the Civil Registry Office (Dukcapil) of Malinau Regency in preventing child marriage (from the perspective of Law Number 16 of 2019 concerning Marriage).Based on the background, two issues are raised in this study: whether the evaluation conducted by Dukcapil has been effective in reducing the rate of underage marriage and the challenges faced by Dukcapil in addressing underage marriage.This research employs a normative legal research type, using a statutory approach (Statute Approach). Underage marriage is governed by Law Number 1 of 1974 in conjunction with Law Number 16 of 2019 concerning the marriage age limit of 19 years and Law Number 24 of 2013 concerning Population Administration. The Civil Registration Agency (Dukcapil) only registers marriages that meet legal requirements, including court dispensations. Through evaluation of marriage certificate registration and data updates in accordance with Minister of Home Affairs Regulation Number 108 of 2019, it monitors marriage age and supports policies to prevent underage marriage. The Malinau Regency Dukcapil evaluation is effective in providing accurate population data for age verification and preventing age manipulation in marriage registration, but it has not been optimal in directly reducing the number of underage marriages. This is because Dukcapil plays only an administrative role and does not have the authority to reject child marriages that have received marriage dispensations. Its evaluation focuses on service output rather than the impact of reducing child marriage rates. Therefore, its effectiveness depends heavily on cross-sectoral collaboration.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

THE EFFECT OF COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING METHOD IN IMPROVING THE STUDENTS ENGLISH SPEAKING SKILLS AT EIGHTH GRADE OF SMP MUHAMMADIYAH 2 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to examine the effectiveness of the Communicative Language Teaching (CLT) method, using role-play activities with random cards, on the speaking skills of eighth-grade students at SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. The research method used was quantitative with a quasi-experimental design. The research sample consisted of 42 students divided into an experimental class (20 students) and a control class (22 students). The research instrument used was a speaking test covering five aspects: pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, and comprehension. The results showed a significant increase in the experimental class, with a mean score of 23.40 to 52.40, while the control class only increased from 25.45 to 28.73. The Mann-Whitney U test showed a p-value of 0.000 ( 0.05), with the mean rank of the experimental class (31.40) being much higher than that of the control class (12.50). In addition, the effect size test results showed a value of -0.7755, which is categorised as a High Effect or significant influence. It proved that the application of CLT through role play is effective in improving students' speaking skills compared to conventional methods.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGAJARAN BAHASA KOMUNIKATIF (CLT): PENGARUH AKTIVITAS BERMAIN PERAN TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Speaking ability in English plays a crucial role, as it serves as the primary means for students to express their ideas, opinions, and feelings in class XI-K at SMAN 1 Tarakan. The research employed a pre-experimental design, and the sample consisted of 36 students from class XI-K. The research procedures included a pre-test, treatment, and post-test. The treatment was conducted over four meetings, focusing on speaking practice through role-play activities. The pre-test and post-test were analyzed statistically using the Wilcoxon Signed-Rank non-parametric test. The results discovered that the students' mean score increased from 43.47 in the pre-test to 76.13 in the post-test. The statistical analysis yielded a significance value of 0.000, which was below the significance level of 0.05. Therefore, it can be concluded that there was a significant difference between the pre-test and post-test results. These findings indicate that the use of role-play activities significantly improves students' speaking ability. In addition, increased confidence and particiation were observed during classroom activities, although these aspects were not formally measured using specific instruments.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP REGULASI EMOSI SISWA SMP NEGERI 1 SEBUKU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dwi Agustina. 2025. Pengaruh Teknik Role Playing Terhadap Regulasi Emosi Siswa SMP Negeri 1 Sebuku. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing utama oleh Emmy Ardiwinata, M.Pd dan Dr. Urotul Aliyah, M.Pd selaku dosen pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik role playing berpengaruh terhadap regulasi emosi siswa SMP Negeri 1 Sebuku. Regulasi emosi adalah bentuk kontrol yang dilakukan seseorang terhadap emosi yang dimilikinya. Teknik role playing adalah untuk membantu individu dengan memainkan peran yang disesuaikan dengan kehidupan nyata, sehingga individu dapat memahami perasaan orang lain. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-B sebanyak 8 orang, dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala regulasi emosi yang dikembangkan oleh Gross, (2014). Analisis yang digunakan adalah Paired Sample T-Test. Hasil analisis menemukan adanya perbedaan yang signifikan antara (pretest) dan (posttest). Hasil tersebut dapat dilihat pada nilai signifikansi (Sig. 2- tailed) yang diperoleh adalah 0,000 (p 0.05), dan terdapat nilai t-hitung sebesar 20,058 > dari t-tabel sebesar 0,497 yang berarti ada pengaruh teknik role playing terhadap regulasi emosi siswa kelas IX-B SMP Negeri 1 Sebuku.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING VERBAL DI SMP NEGERI 1 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying verbal merupakan perilaku yang dilakukan secara tidak sadar oleh individu ataupun kelompok baik sengaja maupun tidak yang mengakibatkan bisa merusak mental seseorang. perilaku bullying verbal di SMP Negeri 1 Tarakan diantaranya mengejek fisik teman sebaya, berkata kasar, mengintimidasi teman-temannya dan memangil nama teman dengan julukan nama orang tua. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetauhi pengaruh teknik role playing terhadap perilaku bullying verbal siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain penelitian pre-eksperimental design dengan model one group pretestposttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berjumlah 8 orang siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan bantuan software SPSS statistic. Berdasarkan analisis data uji hipotesis yaitu analisis Paired sample t-test (parametrik) mendapatkan hasil yang sig sebesar 0,000 0,05 dan terdapat nilai thitung sebesar 33,614 > dari ttabel sebesar 1,238 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh teknik role playing terhadap perilaku bullying verbal siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP KEJENUHAN BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap kejenuhan belajar siswa di SMA Negeri 1 Tarakan. Kejenuhan belajar ialah kondisi yang dialami siswa saat mengalami rasa bosan dan lelah yang amat sangat sehingga menyebabkan rasa semangat dalam diri siswa hilang untuk melakukan aktivitas belajar dan dampak yang terjadi pada siswa yaitu tidak mendapatkan hasil yang maksimal dalam belajar. Pemberian teknik role playing menekankan pada pemahaman tentang emosi, motivasi, dan aksi kepada siswa. Penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa/i kelas X di SMA Negeri 1 Tarakan yang mengalami kejenuhan belajar, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui skala kejenuhan belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan metode Cronbach's Alpha sebesar 0,868, menunjukkan instrumen yang sangat reliabel. Hasil analisis data menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil (pretest) dan (posttest). Hal tersebut terdapat pada nilai signifikansi (2-tailed) yang diperoleh adalah 0.000 (p 0.05), dan terdapat nilai thitung sebesar 15,606 > dari ttabel sebesar 0,355 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap kejenuhan belajar siswa di SMA Negeri 1 Tarakan. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa teknik role playing dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengurangi kejenuhan belajar siswa disekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi studi lanjutan dengan penerapan pada materi, jenjang pendidikan, dan subjek yang berbeda dalam konteks yang lebih luas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INVESTIGATING THE EFFECT OF ROLE-PLAY ON ELEVENTH-GRADE STUDENTS’ SPEAKING ABILITY AT SMKN 4 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan bahasa Inggris yang masih menjadi tantangan bagi banyak pelajar di Indonesia, termasuk di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Permasalahan yang dihadapi siswa antara lain adalah rendahnya kelancaran berbicara, pengucapan yang kurang tepat, serta kurangnya kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan ide secara lisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh role play terhadap speaking ability siswa, teknik role-play digunakan sebagai alternatif pendekatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dengan model one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 29 siswa kelas XI SMKN 4 Tarakan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan rata-rata nilai speaking terendah. Instrumen penelitian meliputi tes berbicara (pre-test dan post-test), observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji normalitas, data tidak berdistribusi normal sehingga analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata kemampuan berbicara siswa dari pre-test ke post-test. Nilai signifikansi uji Wilcoxon sebesar 0,000 (p 0,05) menunjukkan bahwa teknik role-play memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa. Temuan kualitatif juga menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa, keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta penggunaan ekspresi yang lebih bervariasi. Dengan demikian, teknik role-play terbukti efektif dan dapat dijadikan strategi alternatif dalam pengajaran berbicara bahasa Inggris yang lebih komunikatif dan interaktif di lingkungan sekolah kejuruan. Speaking is one of the most critical yet challenging aspects of mastering the English language for many Indonesian students, particularly at the vocational secondary school level. Learners often encounter difficulties with fluency, pronunciation accuracy, and confidence when expressing ideas orally. This study examined the effect of the role-play technique on students' speaking ability, employing it as an alternative instructional strategy. The research adopted a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest model. The sample consisted of 29 Year 11 students from SMKN 4 Tarakan, selected purposively based on their low average speaking scores. Instruments included speaking tests (pre- and post-tests), observation, and documentation. Due to non-normal data distribution, the Wilcoxon Signed-Rank Test was used for analysis. The findings revealed a significant improvement in students' speaking scores, with a significance value of 0.000 (p 0.05), indicating a positive impact of role-play. Qualitative observations further highlighted increased student participation, greater confidence, and more varied language use. Thus, role-play proves to be an effective and communicative strategy for enhancing speaking skills in vocational education contexts.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU TENTANG MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-A SDN 017 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas II-A SDN 017 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh temuan bahwa sebagian siswa mash mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti membaca dengan mengeja, kesulitan membedakan huruf, hingga pelafalan yang tidak tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan utama yakni guru kelas dan tiga siswa kelas II-A. Fokus penelitian diarahkan pada empat peran utama guru, yaitu sebagai motivator, mediator, supervisor, dan evaluator dalam proses pembelajaran membaca permulaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan keempat peran tersebut dengan efektif. Sebagai motivator, guru mendorong siswa dengan strategi dan media yang menarik. Sebagai mediator, guru menghubungkan siswa dengan materi pembelajaran melalui pendekatan visual dan kontekstual. Sebagai supervisor, guru memantau secara individual perkembangan membaca siswa dan memberikan umpan balik. Sedangkan sebagai evaluator, guru melakukan penilaian secara berkelanjutan guna mengetahui kemajuan dan hambatan yang dialami siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa, serta dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. This study aims to describe the role of teachers in teaching early reading to second-grade students at SDN 017 Tarakan. The background of this study is based on findings that some students still face difficulties in early reading, such as reading by sounding out words, difficulty distinguishing letters, and improper pronunciation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation, with the primary informants being the class teacher and three second-grade students. The research focused on four leading roles of teachers: motivators, mediators, supervisors, and evaluators in learning to read. The study's results showed that teachers had carried out these four roles effectively. As motivators, teachers encouraged students with interesting strategies and media. As mediators, teachers connected students with learning materials through visual and contextual approaches. As supervisors, teachers monitored students' reading progress individually and provided feedback. Teachers conduct ongoing assessments as evaluators to identify students' progress and obstacles. This study's conclusion indicates that teachers' role is crucial in improving students' early reading skills and can serve as a foundation for designing more effective and responsive learning strategies tailored to students' needs.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH ROLE CONFLICT DAN INTERNAL COMPETITION TERHADAP KNOWLEDGE HIDING PEGAWAI PEMERINTAHAN DENGAN JOB PERFORMANCE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Studi Pada Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata di Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Role Conflict dan Internal Competition merupakan hal yang sering ditemui di suatu organisasi. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh role conlict dan internal competition terhadap knowledge hiding yang dimediasi oleh job performance. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi dan sampel yang diambil dari pegawai yang ada di Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata di Tarakan. Jumlah sampel mengikuti aturan Hair, 10 times rule of thumb, dengan jumlah 226 responden yang menjawab. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Pendekatan untuk menganalisis data penelitian adalah Partial Least Square (PLS) yang merupakan model persamaan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan aplikasi Smart PLS 4.0. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Role Conflict berpengaruh positif terhadap Knowledge Hiding dengan p-value 0,000. Role Conflict tidak berpengaruh terhadap Job Performance dengan p-value -0,272. Internal Competition berpengaruh positif terhadap Knowledge Hiding dengan p-value 0,023. Internal Competition berpengaruh negatif terhadap Job Performance dengan p-value 0,000. Job Performance tidak berpengaruh terhadap Knowledge Hiding dengan p-value -0,573. Knowledge Hiding tidak memediasi hubungan Role Conflict terhadap Job Performance dengan p-value -0,685. Knowledge Hiding tidak memediasi hubungan Internal Competition terhadap Job Performance dengan p-value -0,584.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS DI KAWASAN HUTAN PENELITIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DAN ANALISIS KETERKAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Macroscopic fungi are a group of fungi that are relatively large in size, easily visible to the naked eye, can be held and picked, and typically thrive in moist environments rich in organic matter. Their growth is influenced by shaded conditions and high humidity, such as in the Research Forest of Borneo Tarakan University. This area, characterized by dense and large trees, allows minimal sunlight to reach the forest floor, creating a damp microclimate conducive to vigorous fungal growth. Considering the impact of land-use changes on forest ecosystem structure, this study aimed to investigate the diversity and dominance of fungi within the area. This quantitative research employed an exploratory survey method with purposive sampling, focusing on moist habitats favored by fungi. Morphological observations were conducted using identification keys. Samples were collected from 20 plots each measuring 15x15 meters, resulting in 2,020 individual fungi identified across 13 families and 30 species. The calculated diversity index was 1.757, indicating a moderate level of diversity, while the dominance index was 0.276, suggesting low dominance. Environmental conditions in the study area were within the optimal range for fungal growth. The findings of this study can be integrated into biology learning, particularly within Basic Competencies 3.7 and 4.7 of the Grade X 2013 Curriculum. This competency requires students to be able to group fungi based on morphological characteristics and understand the role of fungi in various aspects of daily life.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TEKNIK ROLEPLAY DALAM BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU BULLYING FISIK DI SMPN 1 TANJUNG SELOR

2025•

Syela Dwi Asyari Harahap 2025. Penerapan Teknik Roleplay Dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Perilaku Bullying Fisik di SMP Negeri 1 Tanjung Selor 2025/2026. Pembimbing Utama Emmy Ardiwinata, M.Pd, Pembimbing Kedua Tri Cahyono, M.Pd. Bullying fisik adalah perilaku agresif yang berulang, disengaja dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan atau mendominasi orang lain, secara emosional, fisik atau mental. Tindakan bullying fisik bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti di sekolah, tempat kerja, atau ditempat umum antara lain memukul, menendang, mencubit, dan mendorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perubahan penurunan perilaku bullying fisik di SMP Negeri 1 Tanjung Selor menggunakan teknik roleplay, roleplay merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan sebagai alternatif penurunan perilaku bullying fisik dan sistem pendukung yang sangat baik membantu mencegah juga menyelesaikan konflik permasalahan, metode pelaksanaan layanan dengan menggunakan permainan peran yaitu dengan tujuan memberikan siswa agar dapat memahami, melaksanakan dan menafsirkan peran tertentu. Penelitian ini termasuk dengan penelitian eksperimen dengan populasi 244 siswa dan menggunakan Teknik pengambilan sampel random sampling sebanyak 10 siswa. Teknik analisis hasil uji hipotesis yang diperoleh Ha diterima dan Ho ditolak dikarenakan nilai signifikasi 0,000 0,05 dan nilai hitung 16.666 > 2.101. sehingga ada pengaruh pada perubahan penurunan pada Perilaku Bulllying fisik melalui roleplay pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjung Selor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 2,6 TAHUN PADA ASPEK FONOLOGI (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pemerolehan bahasa pada anak usia 2,6 tahun pada aspek fonologi (proses substitusi, aferesis dan sinkop) dengan kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah anak usia 2,6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Teknik Observasi, Teknik Wawancara, Teknik Simak Libat Cakap, Teknik Pancing, Teknik rekam, dan Teknik Catat dengan menggunakan metode padan untuk analisis datanya. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini terdapat 24 data dengan 105 ujaran yang dihasilkan oleh sumber data AQM. Pada penelitian ini Nasya menghasilkan 105 ujaran seperti penghilangan bunyi fonem, dengan jenis penghilangan berupa apheresis, bunyi-bunyi yang dihilangkan seperti bunyi /b/, /c/, /d/, /e/, /g/, /i/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, dan /ng/, sinkop, penghilangan ini meliputi bunyi /b/, bunyi /i/, bunyi /k/, bunyi /p/, dan bunyi /s/. terdapat pula penggantian bunyi fonem seperti, substitusi oral menjadi nasal, peluncuran /l/ menjadi /y/, substitusi peluncuran /r/ menjadi /y/, peluncuran vokalisasi, penghambatan /s/ menjadi /c/, dan pengedepanan /k/ menjadi /t/. Anak usia 2,6 tahun pada tahap ini anak sudah mampu untuk mengucapkan dua kata dan mulai untuk berbagai makna kata, mempunyai dorongan untuk berkata-kata secara tiba-tiba dan cenderung mampu membuat beberapa kata. Pemerolehan bahasa pada anak harus di perhatikan secara baik dari lingkungan formal maupun informalnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sumber data AQM pada usia 2,6 tahun masih berada pada tahap perkembangan dan artikulasi yang belum sempurna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANCANGAN SISTEM PENYIRAMAN OTOMATIS DAN MONITORING PADA BIBIT KAKAO PT PKN SECARA REAL-TIME BERBASIS INTERNET OF THINGS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan teknologi mendorong inovasi di berbagai bidang, termasuk pertanian. Internet of Things memungkinkan otomatisasi dan pemantauan real-time untuk meningkatkan efisiensi. Penelitian ini merancang sistem penyiraman otomatis dan monitoring bibit kakao berbasis IoT di PT Pesona Khatulistiwa Nusantara. Sistem ini menggantikan metode manual yang kurang efisien serta meningkatkan akurasi pemantauan kelembapan tanah, suhu udara, dan pH tanah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data sensor dan memastikan keakuratan sensor. Selain itu, pendekatan eksperimental digunakan dalam desain penelitian untuk mengatur RTC dan mengubah nilai ADC pada sensor. Sistem menggunakan NodeMCU ESP8266 dengan sensor kelembapan tanah, suhu (DHT22) serta sensor pH tanah. Data perolehan hasil sensor akan dikirim pada LCD dan Blynk untuk pemantauan via smartphone. Sistem memiliki tiga mode penyiraman yaitu : otomatis saat kelembapan 40%, terjadwal dengan RTC (Real Time Clock) dan manual melalui Blynk. Proses Pengujian kalibrasi Sensor menggunakan Soil Survey Instrument sebagai alat perbandingan, dari hasil kalibrasi tesebut Sensor kelembapan tanah mendeteksi 0-30% pada kondisi tanah kering (DRY), 40-70% pada kondisi normal (NOR), dan 80-100% pada kondisi basah (WET+). Sensor DHT22 memiliki akurasi 99,36% dengan tingkat error 6,64%, sedangkan sensor pH tanah memiliki akurasi 89,31% pada kondisi asam (pH 3-4), 94,05% pada kondisi netral (pH 6-7), dan 93,56% pada kondisi basah (pH 9-10), dengan error maksimal 10,68%. Berdasarkan hasil Implementasi sistem yang dilakukan, pengujian dilakukan selama 9 jam (pukul 09:00 - 16:59) dengan pengambilan data setiap 30 menit dan pembacaan sensor setiap 2 detik hasil pengujian sistem rata-rata kelembapan tanah berada pada 65,25%, lalu pada penyiraman mode terjadwal pompa dapat aktif selama 15 detik berdasarkan hasil pengaturan RTC yang dimasukan pada program yaitu pukul 09.00, 12.00, 13.00 dan 16.00. Sensor pH menunjukkan pH normal (7,76) serta suhu udara rata-rata 31,44°C. sistem ini diharapkan dapat membantu petani dalam memantau kondisi kualitas bibit kakao serta pemeliharan berupa penyiraman secara otomatis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail