Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Purposive Sampling
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN ANGGREK DI KAWASAN HUTAN BUKIT MAS TARAKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keanekaragaman anggrek memiliki nilai ekologis, ekonomi dan edukatif. Namun informasi mengenai keanekaragaman anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas Kota Tarakan masih terbatas sehingga belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber bahan ajar. Habitat anggrek tersebar dari daratan rendah sampai daratan tinggi. Pertumbuhan anggrek dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang dimana pada kawasan Hutan Bukit Mas, faktor intensitas cahaya yang rendah dapat menyebabkan kurangnya pertumbuhan anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas serta mengetahui potensinya sebagai bahan ajar pada pembelajaran biologi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode jelajah (eksploratif) dengan teknik purposive sampling yaitu memperhatikan aksesibilitas dan keberadaan anggrek yang tumbuh alami di sepanjang jalur Kawasan Hutan Bukit Mas, khususnya disisi kanan dan kiri jalur joging yang telah dibuat oleh pengelola kawasan. Data sampel anggrek yang ditemukan terdapat 579 individu yang meliputi dua spesies yaitu Bromheadia finlaysoniana (Lindl) berjumlah 576 individu dan Dendrobium crumenatum Sw berjumlah 3 individu. Hasil perhitungan nilai indeks keanekaragaman pada anggrek Bromheadia finlaysoniana (Lindl) sebesar 0,912 dan anggrek Dendrobium crumenatum Sw sebesar 0,636 yang keduanya dalam kategori rendah. Hasil penelitian ini dapat berpotensi sebagai bahan ajar dalam pembelajaran biologi pada mata pelajaran Keanekaragaman Hayati untuk siswa SMA/MA kelas X (fase E) kurikulum merdeka. Data ini dapat digunakan sebagai bahan diskusi, studi kasus dan proyek pembelajaran berbasis masalah untuk menganalisis tngkat keanekaragaman yang rendah dan upaya pelestarian anggrek di lingkungan sekitar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS DI KAWASAN HUTAN PENELITIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DAN ANALISIS KETERKAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Macroscopic fungi are a group of fungi that are relatively large in size, easily visible to the naked eye, can be held and picked, and typically thrive in moist environments rich in organic matter. Their growth is influenced by shaded conditions and high humidity, such as in the Research Forest of Borneo Tarakan University. This area, characterized by dense and large trees, allows minimal sunlight to reach the forest floor, creating a damp microclimate conducive to vigorous fungal growth. Considering the impact of land-use changes on forest ecosystem structure, this study aimed to investigate the diversity and dominance of fungi within the area. This quantitative research employed an exploratory survey method with purposive sampling, focusing on moist habitats favored by fungi. Morphological observations were conducted using identification keys. Samples were collected from 20 plots each measuring 15x15 meters, resulting in 2,020 individual fungi identified across 13 families and 30 species. The calculated diversity index was 1.757, indicating a moderate level of diversity, while the dominance index was 0.276, suggesting low dominance. Environmental conditions in the study area were within the optimal range for fungal growth. The findings of this study can be integrated into biology learning, particularly within Basic Competencies 3.7 and 4.7 of the Grade X 2013 Curriculum. This competency requires students to be able to group fungi based on morphological characteristics and understand the role of fungi in various aspects of daily life.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DALAM KEGIATAN LITERASI DI KELAS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan emosional siswa melalui kegiatan literasi di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 050 Tarakan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 99 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data terdiri dari angket kecerdasan emosional dan pedoman wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa berada pada kategori tinggi (63,4%), kategori sedang (36,4%), dan tidak ada siswa pada kategori rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional siswa berada pada kategori tinggi. Beberapa temuan tambahan mencakup aspek mengelola emosi mayoritas siswa (69,7%) menunjukkan kecerdasan emosional tinggi dalam mengelola emosi, yang menunjukkan kemampuan mereka dalam mengendalikan dan merespon emosi dengan baik, aspek memotivasi diri sendiri sebagian besar siswa berada dalam kategori sedang, dengan sedikit siswa yang menunjukkan kecerdasan emosional tinggi atau rendah. Ini menunjukkan adanya variasi dalam kemampuan memotivasi diri sendiri, aspek mengenali emosi orang lain sebagian besar siswa juga menunjukkan kecerdasan emosional tinggi dalam hal ini, dengan sedikit siswa yang berada di kategori rendah, dan aspek membina hubungan Siswa dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung lebih baik dalam membina hubungan sosial dan bergaul, bersosialisasi dan membangun hubungan yang mendalam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail