2025 · Book ·
Macroscopic fungi are a group of fungi that are relatively large in size, easily visible to the naked eye, can be held and picked, and typically thrive in moist environments rich in organic matter. Their growth is influenced by shaded conditions and high humidity, such as in the Research Forest of Borneo Tarakan University. This area, characterized by dense and large trees, allows minimal sunlight to reach the forest floor, creating a damp microclimate conducive to vigorous fungal growth. Considering the impact of land-use changes on forest ecosystem structure, this study aimed to investigate the diversity and dominance of fungi within the area. This quantitative research employed an exploratory survey method with purposive sampling, focusing on moist habitats favored by fungi. Morphological observations were conducted using identification keys. Samples were collected from 20 plots each measuring 15x15 meters, resulting in 2,020 individual fungi identified across 13 families and 30 species. The calculated diversity index was 1.757, indicating a moderate level of diversity, while the dominance index was 0.276, suggesting low dominance. Environmental conditions in the study area were within the optimal range for fungal growth. The findings of this study can be integrated into biology learning, particularly within Basic Competencies 3.7 and 4.7 of the Grade X 2013 Curriculum. This competency requires students to be able to group fungi based on morphological characteristics and understand the role of fungi in various aspects of daily life.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Macroscopic fungi are a group of fungi that are relatively large in size, easily visible to the naked eye, can be held and picked, and typically thrive in moist environments rich in organic matter. Their growth is influenced by shaded conditions and high humidity, such as in the Research Forest of Borneo Tarakan University. This area, characterized by dense and large trees, allows minimal sunlight to reach the forest floor, creating a damp microclimate conducive to vigorous fungal growth. Considering the impact of land-use changes on forest ecosystem structure, this study aimed to investigate the diversity and dominance of fungi within the area. This quantitative research employed an exploratory survey method with purposive sampling, focusing on moist habitats favored by fungi. Morphological observations were conducted using identification keys. Samples were collected from 20 plots each measuring 15x15 meters, resulting in 2,020 individual fungi identified across 13 families and 30 species. The calculated diversity index was 1.757, indicating a moderate level of diversity, while the dominance index was 0.276, suggesting low dominance. Environmental conditions in the study area were within the optimal range for fungal growth. The findings of this study can be integrated into biology learning, particularly within Basic Competencies 3.7 and 4.7 of the Grade X 2013 Curriculum. This competency requires students to be able to group fungi based on morphological characteristics and understand the role of fungi in various aspects of daily life.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil evaluasi kemampuan literasi sains siswa di Indonesia melalui tes PISA yang berada diperingkat 70 dari total 78 negara. Rendahnya kemampuan literasi sains siswa salah satunya dipengaruhi oleh model pembelajaran. Solusi yang dianggap mampu melatih kemampuan literasi sains siswa adalah model pembelajaran Discovery Learning dimana siswa dilatih untuk menemukan konsep langsung melalui pengalamannya sehingga beberapa indikator literasi sains dapat dilatihkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan Saintific Literacy siswa kelas X pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan populasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sebatik Tengah Tahun Ajaran 2021-2022, dan sampel yang digunakan adalah kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Independent sample t-test diperoleh nilai thitung sebesar 6.594 pada taraf signifikan 0.05 dan df = 44 dan nilai ttabel 1.68023 berarti thitung > ttabel (6.584) > (1.68023). Sehingga berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan Saintific Literacy siswa kelas X pada materi pencemaran Lingkungan di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil evaluasi kemampuan literasi sains siswa di Indonesia melalui tes PISA yang berada diperingkat 70 dari total 78 negara. Rendahnya kemampuan literasi sains siswa salah satunya dipengaruhi oleh model pembelajaran. Solusi yang dianggap mampu melatih kemampuan literasi sains siswa adalah model pembelajaran Discovery Learning dimana siswa dilatih untuk menemukan konsep langsung melalui pengalamannya sehingga beberapa indikator literasi sains dapat dilatihkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan Saintific Literacy siswa kelas X pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan populasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Sebatik Tengah Tahun Ajaran 2021-2022, dan sampel yang digunakan adalah kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Independent sample t-test diperoleh nilai thitung sebesar 6.594 pada taraf signifikan 0.05 dan df = 44 dan nilai ttabel 1.68023 berarti thitung > ttabel (6.584) > (1.68023). Sehingga berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan Saintific Literacy siswa kelas X pada materi pencemaran Lingkungan di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan analisis dari hasil riset peneliti terdahulu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini yaitu, 1) mengetahui relevansi antara permasalahan dengan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay berdasarkan hasil penelitian terdahulu; 2) mengetahui pencapaian hasil-hasil dalam penelitian yang telah dilakukan; 3) mengetahui kelebihan dan kekurangan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil analisis yang telah dilakukan.