Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Role-play
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh teknik role playing bermuatan nilai taro ada taro gau sebagai penguatan karakter moral siswa MA hurrasul Aqidah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Moral character is students' ability to understand good and bad values, possess moral awareness and feelings, and express them in daily behavior, such as honesty, responsibility, empathy, love of goodness, and self-control. This study aims to determine the effect of group guidance services using role-playing techniques embedded with Taro Ada Taro Gau values in strengthening the moral character of MA Hurrasul Aqidah students. This study used a quantitative approach with a pre- experimental design using the one-group pretest-posttest model. The sample consisted of 13 female 1 1th-grade students at MA Hurasul Aqidah. Data were collected using a 45-item moral character scale. We analyzed the data using descriptive statistics, normality testing, and a paired-samples t-test. The results showed that students' mean moral character score increased from 134.38 on the pretest to 156.85 on the posttest, an increase of 22.46 points (16.71%). This increase indicated a change in students' moral character after receiving group guidance services using role-playing techniques embedded with Taro Ada Taro Gau values. The Paired Samples t-Test results yielded St = -11.906S, df = 12, and p 0.001, thereby rejecting Ho and accepting Ha. Consequently, group guidance services using role-playing techniques embedded with Taro Ada Taro Gau values significantly strengthen the moral character of MA Hurrasul Aqidah students.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGAJARAN BAHASA KOMUNIKATIF (CLT): PENGARUH AKTIVITAS BERMAIN PERAN TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Speaking ability in English plays a crucial role, as it serves as the primary means for students to express their ideas, opinions, and feelings in class XI-K at SMAN 1 Tarakan. The research employed a pre-experimental design, and the sample consisted of 36 students from class XI-K. The research procedures included a pre-test, treatment, and post-test. The treatment was conducted over four meetings, focusing on speaking practice through role-play activities. The pre-test and post-test were analyzed statistically using the Wilcoxon Signed-Rank non-parametric test. The results discovered that the students' mean score increased from 43.47 in the pre-test to 76.13 in the post-test. The statistical analysis yielded a significance value of 0.000, which was below the significance level of 0.05. Therefore, it can be concluded that there was a significant difference between the pre-test and post-test results. These findings indicate that the use of role-play activities significantly improves students' speaking ability. In addition, increased confidence and particiation were observed during classroom activities, although these aspects were not formally measured using specific instruments.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP KEJENUHAN BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap kejenuhan belajar siswa di SMA Negeri 1 Tarakan. Kejenuhan belajar ialah kondisi yang dialami siswa saat mengalami rasa bosan dan lelah yang amat sangat sehingga menyebabkan rasa semangat dalam diri siswa hilang untuk melakukan aktivitas belajar dan dampak yang terjadi pada siswa yaitu tidak mendapatkan hasil yang maksimal dalam belajar. Pemberian teknik role playing menekankan pada pemahaman tentang emosi, motivasi, dan aksi kepada siswa. Penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa/i kelas X di SMA Negeri 1 Tarakan yang mengalami kejenuhan belajar, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui skala kejenuhan belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan metode Cronbach's Alpha sebesar 0,868, menunjukkan instrumen yang sangat reliabel. Hasil analisis data menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil (pretest) dan (posttest). Hal tersebut terdapat pada nilai signifikansi (2-tailed) yang diperoleh adalah 0.000 (p 0.05), dan terdapat nilai thitung sebesar 15,606 > dari ttabel sebesar 0,355 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap kejenuhan belajar siswa di SMA Negeri 1 Tarakan. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa teknik role playing dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengurangi kejenuhan belajar siswa disekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi studi lanjutan dengan penerapan pada materi, jenjang pendidikan, dan subjek yang berbeda dalam konteks yang lebih luas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INVESTIGATING THE EFFECT OF ROLE-PLAY ON ELEVENTH-GRADE STUDENTS’ SPEAKING ABILITY AT SMKN 4 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan bahasa Inggris yang masih menjadi tantangan bagi banyak pelajar di Indonesia, termasuk di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Permasalahan yang dihadapi siswa antara lain adalah rendahnya kelancaran berbicara, pengucapan yang kurang tepat, serta kurangnya kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan ide secara lisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh role play terhadap speaking ability siswa, teknik role-play digunakan sebagai alternatif pendekatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dengan model one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 29 siswa kelas XI SMKN 4 Tarakan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan rata-rata nilai speaking terendah. Instrumen penelitian meliputi tes berbicara (pre-test dan post-test), observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji normalitas, data tidak berdistribusi normal sehingga analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata kemampuan berbicara siswa dari pre-test ke post-test. Nilai signifikansi uji Wilcoxon sebesar 0,000 (p 0,05) menunjukkan bahwa teknik role-play memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa. Temuan kualitatif juga menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa, keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta penggunaan ekspresi yang lebih bervariasi. Dengan demikian, teknik role-play terbukti efektif dan dapat dijadikan strategi alternatif dalam pengajaran berbicara bahasa Inggris yang lebih komunikatif dan interaktif di lingkungan sekolah kejuruan. Speaking is one of the most critical yet challenging aspects of mastering the English language for many Indonesian students, particularly at the vocational secondary school level. Learners often encounter difficulties with fluency, pronunciation accuracy, and confidence when expressing ideas orally. This study examined the effect of the role-play technique on students' speaking ability, employing it as an alternative instructional strategy. The research adopted a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest model. The sample consisted of 29 Year 11 students from SMKN 4 Tarakan, selected purposively based on their low average speaking scores. Instruments included speaking tests (pre- and post-tests), observation, and documentation. Due to non-normal data distribution, the Wilcoxon Signed-Rank Test was used for analysis. The findings revealed a significant improvement in students' speaking scores, with a significance value of 0.000 (p 0.05), indicating a positive impact of role-play. Qualitative observations further highlighted increased student participation, greater confidence, and more varied language use. Thus, role-play proves to be an effective and communicative strategy for enhancing speaking skills in vocational education contexts.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail