ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum pidana terhadap penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite serta faktor-faktor yang menghambat penegakan hukum tersebut di Kabupaten Bulungan. Kabupaten Bulungan, yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara, merupakan wilayah dengan kebutuhan energi tinggi dan kondisi geografis yang luas sehingga distribusi BBM bersubsidi rawan disalahgunakan. Penyalahgunaan tersebut umumnya dilakukan melalui modus pembelian berulang dengan barcode ganda, penggunaan kendaraan yang dimodifikasi, serta penjualan kembali BBM subsidi kepada pihak yang tidak berhak. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pengumpulan data melalui wawancara bersama aparat Kepolisian Resor Bulungan, pedagang BBM eceran, dan petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), serta observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum pidana terhadap penyalahgunaan pengangkutan BBM bersubsidi di Kabupaten Bulungan belum berjalan optimal. Meskipun aparat kepolisian telah melaksanakan upaya preventif dan represif, lemahnya pengawasan distribusi, minimnya sosialisasi hukum, rendahnya kesadaran masyarakat, serta keterbatasan koordinasi antarinstansi menjadi kendala utama. Selain itu, putusan pengadilan terhadap pelanggaran masih cenderung menjatuhkan hukuman ringan sehingga belum memberikan efek jera yang kuat bagi pelaku. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan hukum pidana dan kebijakan energi di Indonesia, khususnya dalam upaya memperkuat perlindungan masyarakat serta memastikan subsidi energi tepat sasaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan alat yang dapat mengidentifikasi campuran bahan bakar minyak di penjual bensin eceran melalui deteksi warna yang menggunakan sensor warna. Sehingga kerusakan pada tangki dan mesin motor dapat di minimalisir akibat dari penggunaan bahan bakar kendaraan yang tidak murni atau telah tercampur dengan hal lainnya.Berdasar pengujian yang dilakukan alat ini bisa membaca nilai warna pada objek BBM akan tetapi masih memiliki nilai error yang berpengaruh pada pembacaan warnanya. Pada Campuran BBM 10% nilai error alat ini adalah (10-8)/10 x 100%= 20% dan pada Campuran BBM 20% nilai error alat ini adalah (10-7)/10 x 100% = 30%. Tapi alat ini terbilang akurat karena pada saat pengujian membaca campuran sudah membaca tepat lebih banyak dibanding tingkat kesalahannya. .This study aimed to design a tool that is able to recognize fuel-oil mixtures in retail gasoline sellers through color detevtion using a color sensor. Hence, the damage to the tank and motor engine can be minimized due to the consumption of the vehicle's impure fuel which is contaminated with other substances. Based on the tests carried out this tool could read the color value on the fuel-oil object but the error value was still found that affected the color identification quality. At 10% fuel-oil mixture the error value of this tool was (10-8)/10 x 100% = 20% and at 20% fuel-oil mixture the error value of this tool was (10-7)/10 x 100% = 30%. However, this tool was fairly accurate to identify the fuel-oil mixtures more precisely than the error rate.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingginya tingkat konsumsi BBM di Tarakan dimanfaatkan oleh sejumlah oknum yang melakukan pembelian dalam jumlah besar, untuk kemudian dijual kembali dengan selisih harga yang lebih tinggi. Sistem pembatasan pembelian BBM ini dilakukan untuk satu kali proses transaksi untuk jenis kendaraan yang berbeda. Keypad digunakan untuk menginputkan jenis kendaraan dan nilai rupiah yang akan diisikan yang kemudian akan diproses oleh mikrokontroler dan selanjutnya memberikan perintah kepada relay untuk mengaktifkan pompa DC serta solenoid valve sehingga cairan minyak dapat mengalir. Jumlah cairan yang mengalir akan dibaca oleh sensor flowmeter dan saat cairan yang dialirkan telah sesuai, maka pompa dan solenoid akan mati. Proses transaksi tidak dapat dilakukan saat nilai rupiah yang diinputkan melebihi dari ambang batas ketentuan yang telah ditentukan sebelumnya. Dari hasil penelitian ini masih didapati nilai error hasil pembacaan LCD sistem dan gelas ukur untuk masing-masing sampel pengujian. Pada pengujian dengan sampel Rp.5.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 0,68%, pada sampel Rp.10.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 0,31%, pada sampel Rp.15.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 0,30%, pada sampel Rp.20.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 0,39%, pada sampel Rp.25.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 0,49%, pada sampel Rp.30.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 2,80%, pada sampel Rp.35.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 1,12.