2026 · Book ·
ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP TEMAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM KEGIATAN BELAJAR DAN BERSOSIALISASI DI KELAS II-B SDN 014 TARAKAN ABSTRAK Siti Wahdania. 2026. Analisis Sikap Siswa terhadap Teman Berkebutuhan Khusus dalam Kegiatan Belajar dan Bersosialisasi di Kelas II-B SDN 014 Tarakan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Ahsan Sofyan dan Nur Pangesti Apriliyana). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus (ABK) dalam kegiatan belajar dan bersosialisasi di kelas II-B SDN 014 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas dan lima orang siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus belum sepenuhnya inklusif. Dalam kegiatan belajar, masih ditemukan sikap menghindar, kurangnya keterlibatan teman berkebutuhan khusus dalam kerja kelompok, serta Sebagian siswa enggan untuk bekerjasama dengan siswa ABK. Dalam kegiatan bersosialisasi, Sebagian siswa mulai menunjukkan keinginan untuk berinteraksi, namun hubungan sosial yang terjalin belum konsisten. Sikap siswa dipengaruhi oleh tingkat pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus, pengalaman berinteraksi, peran guru, serta karakteristik anak berkebutuhan khusus yang cenderung pasif dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman, empati, dan sikap inklusif siswa agar tercipta interaksi yang lebih positif dan setara.
2026 · Book ·
Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak bergejala namun dapat menyebabkan komplikasi serius. Secara global terdapat 1,4 miliar penderita hipertensi, di Indonesia prevalensinya mencapai 30,8%, dan di Kota Tarakan tercatat 26.426 kasus pada tahun 2024. Studi kasus ini bertujuan memahami penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien hipertensi secara komprehensif dan komparatif. Studi dilakukan di ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan pada 20–26 April 2026 dengan subjek Tn. B (72 tahun) dan Ny. S (58 tahun). Hasil studi menunjukkan kedua pasien memiliki kondisi klinis dan diagnosis keperawatan yang berbeda. Tn. B ditetapkan empat diagnosis meliputi perfusi perifer tidak efektif, risiko perfusi serebral tidak efektif, risiko perdarahan, dan hipervolemia, dengan implementasi yang bersifat kolaboratif dan invasif termasuk transfusi darah. Ny. S ditetapkan tiga diagnosis yaitu nausea, risiko ketidakseimbangan elektrolit, dan gangguan pola tidur, dengan implementasi yang lebih bersifat suportif dan nonfarmakologi. Seluruh masalah keperawatan Ny. S teratasi pada hari ketiga, sementara pada Tn. B masih terdapat satu diagnosis yang belum teratasi. Asuhan keperawatan pada pasien hipertensi harus diberikan secara individual dan komprehensif sesuai kondisi klinis masing-masing pasien.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP TEMAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM KEGIATAN BELAJAR DAN BERSOSIALISASI DI KELAS II-B SDN 014 TARAKAN ABSTRAK Siti Wahdania. 2026. Analisis Sikap Siswa terhadap Teman Berkebutuhan Khusus dalam Kegiatan Belajar dan Bersosialisasi di Kelas II-B SDN 014 Tarakan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Ahsan Sofyan dan Nur Pangesti Apriliyana). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus (ABK) dalam kegiatan belajar dan bersosialisasi di kelas II-B SDN 014 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas dan lima orang siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus belum sepenuhnya inklusif. Dalam kegiatan belajar, masih ditemukan sikap menghindar, kurangnya keterlibatan teman berkebutuhan khusus dalam kerja kelompok, serta Sebagian siswa enggan untuk bekerjasama dengan siswa ABK. Dalam kegiatan bersosialisasi, Sebagian siswa mulai menunjukkan keinginan untuk berinteraksi, namun hubungan sosial yang terjalin belum konsisten. Sikap siswa dipengaruhi oleh tingkat pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus, pengalaman berinteraksi, peran guru, serta karakteristik anak berkebutuhan khusus yang cenderung pasif dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman, empati, dan sikap inklusif siswa agar tercipta interaksi yang lebih positif dan setara.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak bergejala namun dapat menyebabkan komplikasi serius. Secara global terdapat 1,4 miliar penderita hipertensi, di Indonesia prevalensinya mencapai 30,8%, dan di Kota Tarakan tercatat 26.426 kasus pada tahun 2024. Studi kasus ini bertujuan memahami penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien hipertensi secara komprehensif dan komparatif. Studi dilakukan di ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan pada 20–26 April 2026 dengan subjek Tn. B (72 tahun) dan Ny. S (58 tahun). Hasil studi menunjukkan kedua pasien memiliki kondisi klinis dan diagnosis keperawatan yang berbeda. Tn. B ditetapkan empat diagnosis meliputi perfusi perifer tidak efektif, risiko perfusi serebral tidak efektif, risiko perdarahan, dan hipervolemia, dengan implementasi yang bersifat kolaboratif dan invasif termasuk transfusi darah. Ny. S ditetapkan tiga diagnosis yaitu nausea, risiko ketidakseimbangan elektrolit, dan gangguan pola tidur, dengan implementasi yang lebih bersifat suportif dan nonfarmakologi. Seluruh masalah keperawatan Ny. S teratasi pada hari ketiga, sementara pada Tn. B masih terdapat satu diagnosis yang belum teratasi. Asuhan keperawatan pada pasien hipertensi harus diberikan secara individual dan komprehensif sesuai kondisi klinis masing-masing pasien.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait tinjauan kriminologi tindak pidana perundungan yang dilakukan oleh anak di Indonesia. Pertama, perundungan sebagai tindak pidana yang dilakukan oleh anak dalam perspektif kriminologi dan kedua yaitu pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku perundungan di Indonesia. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yakni pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Bahan hukum primer yaitu bahan-bahan yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang ada kaitannya dengan perundungan. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku-buku teks, jurnal-jurnal hukum dan komentar-komentar atas putusan pengadilan. Bahan hukum tersier yaitu berupa kamus, ensiklopedia, indeks kumulatif. Hasil dari penelitian ini yaitu dapat ditarik kesimpulan bahwa, pertama anak melakukan tindak pidana perundungan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor individu, pola asuh orang tua, sekolah, kelompok sebaya, kondisi lingkungan sosial, dan media. Kedua, bahwa anak sebagai pelaku tindak pidana perundungan dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana namun tidak diperlakukan sebagaimana orang dewasa. Perbedaan pertanggungjawaban pidana itu diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait tinjauan kriminologi tindak pidana perundungan yang dilakukan oleh anak di Indonesia. Pertama, perundungan sebagai tindak pidana yang dilakukan oleh anak dalam perspektif kriminologi dan kedua yaitu pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku perundungan di Indonesia. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yakni pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Bahan hukum primer yaitu bahan-bahan yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang ada kaitannya dengan perundungan. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku-buku teks, jurnal-jurnal hukum dan komentar-komentar atas putusan pengadilan. Bahan hukum tersier yaitu berupa kamus, ensiklopedia, indeks kumulatif. Hasil dari penelitian ini yaitu dapat ditarik kesimpulan bahwa, pertama anak melakukan tindak pidana perundungan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor individu, pola asuh orang tua, sekolah, kelompok sebaya, kondisi lingkungan sosial, dan media. Kedua, bahwa anak sebagai pelaku tindak pidana perundungan dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana namun tidak diperlakukan sebagaimana orang dewasa. Perbedaan pertanggungjawaban pidana itu diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.