ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku agresif verbal merupakan perilaku berupa ucapan atau perkataan yang dapat menyakiti, menyinggung, atau merugikan orang lain dan perlu mendapat perhatian dalam perkembangan perilaku siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku agresif verbal siswa kelas III di SD Nurul Islam Tarakan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah dua siswa kelas III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen utama dengan bantuan lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek menunjukkan perilaku agresif verbal dalam bentuk aktif langsung, pasif langsung, aktif tidak langsung, dan pasif tidak langsung. Perilaku tersebut meliputi mengejek, memberikan nama panggilan yang tidak menyenangkan, mengucapkan kata-kata yang menyakiti, berbicara dengan nada tinggi, tidak merespons, membicarakan teman secara negatif, serta menghindari teman tertentu. Kesimpulannya, kedua subjek menunjukkan perilaku agresif verbal dalam berbagai bentuk, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam interaksi dengan teman dan kegiatan di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP TEMAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM KEGIATAN BELAJAR DAN BERSOSIALISASI DI KELAS II-B SDN 014 TARAKAN ABSTRAK Siti Wahdania. 2026. Analisis Sikap Siswa terhadap Teman Berkebutuhan Khusus dalam Kegiatan Belajar dan Bersosialisasi di Kelas II-B SDN 014 Tarakan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Ahsan Sofyan dan Nur Pangesti Apriliyana). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus (ABK) dalam kegiatan belajar dan bersosialisasi di kelas II-B SDN 014 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas dan lima orang siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus belum sepenuhnya inklusif. Dalam kegiatan belajar, masih ditemukan sikap menghindar, kurangnya keterlibatan teman berkebutuhan khusus dalam kerja kelompok, serta Sebagian siswa enggan untuk bekerjasama dengan siswa ABK. Dalam kegiatan bersosialisasi, Sebagian siswa mulai menunjukkan keinginan untuk berinteraksi, namun hubungan sosial yang terjalin belum konsisten. Sikap siswa dipengaruhi oleh tingkat pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus, pengalaman berinteraksi, peran guru, serta karakteristik anak berkebutuhan khusus yang cenderung pasif dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman, empati, dan sikap inklusif siswa agar tercipta interaksi yang lebih positif dan setara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Isolasi sosial merupakan kondisi ketika individu mengalami penurunan kemampuan berinteraksi dan menjalin hubungan sosial sehingga cenderung menarik diri dari lingkungan. Kondisi ini sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta proses pemulihan. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien perempuan dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien perempuan yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, afek tumpul, kesulitan memulai percakapan, serta tidak mengikuti aktivitas kelompok. Diagnosis keperawatan utama yang ditegakkan adalah isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, membantu klien mengenali manfaat interaksi sosial, melatih kemampuan berkenalan dan bercakap-cakap, serta mendorong keterlibatan dalam aktivitas sosial secara bertahap. Setelah implementasi, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, mampu berkomunikasi sederhana, dan lebih kooperatif saat diajak berbicara. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan isolasi sosial dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial secara bertahap. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan perkembangan kemampuan sosial klien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial merupakan upaya penting dalam membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Metode yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, afek datar atau tumpul, kurang kontak mata, tidak memiliki teman dekat, serta tidak berminat mengikuti aktivitas kelompok. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan strategi pelaksanaan isolasi sosial secara bertahap selama empat hari melalui latihan berkenalan, bercakap-cakap, dan meningkatkan interaksi sosial. Setelah dilakukan implementasi keperawatan,pada klien 1 mulai mampu berinteraksi secara bertahap, mau bercakap-cakap dengan perawat maupun pasien lain, serta mulai mengikuti kegiatan kelompok walaupun masih tampak gugup, sedangkan pada klien 2 mulai menunjukkan minat untuk berkomunikasi dan menjawab pertanyaan dengan lebih baik, namun klien masih membutuhkan dukungan dan bimbingan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pelaksanaan isolasi sosial dapat membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan gangguan jiwa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi sosial antara siswa laki-laki dan guru di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi siswa laki-laki dalam pembelajaran, komunikasi yang kurang aktif, serta kecenderungan guru lebih merespons siswa perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa laki-laki dan dua guru yang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan bantuan aplikasi Nvivo, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi sosial antara siswa laki-laki dan guru cenderung mengarah pada pola demokratis yang ditandai dengan komunikasi dua arah, pemberian kesempatan bertanya, keterbukaan guru terhadap pendapat siswa, serta terciptanya suasana belajar yang partisipatif dan nyaman bagi siswa laki-laki.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan akses gawai pada siswa sekolah dasar memicu kekhawatiran mengenai perubahan pola interaksi sosial di lingkungan akademik dan keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dampak positif dan negatif penggunaan gadget terhadap perilaku sosial siswa kelas IIIB di SDN 029 Juata Sesanip. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi seluruh siswa kelas IIIB untuk data awal, serta tiga siswa sebagai informan kunci yang dipilih secara purposive berdasarkan variasi intensitas penggunaan (tinggi, sedang, rendah), guru kelas, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 dari 25 siswa (64%) menggunakan gadget setiap hari dengan durasi melebihi dua jam, didominasi oleh aktivitas bermain game dan menonton YouTube. Dampak negatif yang teridentifikasi meliputi penurunan rentang fokus saat berkomunikasi dengan teman sebaya, sikap pasif dan takut salah dalam diskusi kelas, serta rendahnya inisiatif empati dan berbagi, khususnya pada pengguna intensitas tinggi. Sebaliknya, dampak positif tetap terpelihara pada aspek sopan santun dan kepatuhan terhadap guru, serta kemampuan adaptasi sosial yang baik pada pengguna moderat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak gawai tidak bersifat deterministik, melainkan sangat dipengaruhi oleh intensitas penggunaan dan konsistensi pengawasan orang tua, di mana penggunaan berlebihan tanpa kontrol berkorelasi kuat dengan pembentukan sikap individualistis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasbi Nur Ardi, 2025. “Pengaruh Keikutsertaan Organisasi Terhadap Interaksi Sosial Mahasiswa Bimbingan Konseling”. Program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing utama Riski Sovayunanto, S.Psi., M.Si dan pembimbing anggota Nurul Fadilah, S.Pd.I., M.Pd. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh keikutsertaan organisasi terhadap interaksi sosial mahasiswa bimbingan konseling. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode ex-post facto yang bersifat kausalitas. populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa bimbingan dan konseling FKIP, UBT angkatan 2022 berjumlah143. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 105 siswa diambil dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan skala likert. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat keikutsertaan organisasi mahasiswa pada kategori sangat tinggi 13 mahasiswa atau 12,38%, pada kategori tinggi sebesar 54 mahasiswa atau 51,43% dan pada kategori sedang sebesar 38 atau 36,19%. Tingkat interaksi sosial pada kategori sedang sebesar 74 mahasiswa atau 70,48% dan pada kategori rendah sebesar 31 mahasiswa atau 29,52%. Dengan memenuhi uji asumsi klasik sehingga hasil Pengujian Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji t) Keikutsertaan Organisasi Terhadap interaksi Sosial yaitu nilai Thitung sebesar 17,959 > Ttabel pada taraf 5% sebesar 1,983 maka berdasarkan hipotesis yang telah dipaparkan peneliti yaitu H0 di tolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa “Ada Pengaruh Keikutsertaan Mahasiswa Dalam Organisasi Terhadap Interaksi Sosial Bimbingan Konseling”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Gadget memiliki fungsi yang baik untuk mendukung aktivitas sehari-hari sehingga mempermudah orang untuk memenuhi kebutuhannya terlebih mempermudah dalam berkomunikasi. Tetapi jika penggunaan gadget tidak dapat dikontrol dengan baik maka dapat berdampak negatif bagi anak usia prasekolah terlebih dalam aktivitas sosialnya yaitu interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia pra sekolah di TK Negeri Pantai Amal. Jenis penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 58 responden. Teknik purposive sampling yang jumlah sampel 37 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan uji validitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi antara 2 variabel diperoleh analisa uji Spearman Rank di dapatkan ρ value= 0,001 α 0,05 bermakna ada hubungan penggunaan gadget dengan intraksi sosial pada anak usia pra sekolah di TK Negeri Pantai Amal. Dengan keeratan hubungan dapat dilihat dari r hitung =-0,384 yang dikategorikan cukup (0,26-0,599). Berdasarkan hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada hubungan penggunaan gadget dengan intraksi sosial pada anak usia pra sekolah di TK Negeri Pantai Amal. Peneliti menyarankan untuk sebaiknya orang tua mampu membatasi penggunaan gadget anak. Penggunaan gadget pada anak harus diberi batasan sesuai usia anak, anak 3-5 tahun diberikan batasan durasi bermain gadget kurang dari 1 jam perhari. Orang tua juga harus mengawasi anak dalam menggunakan gadget dan konten yang anak lihat untuk meminimalisir sisi negatif penggunaan gadget yang dapat mempengaruhi interaksi sosial anak dengan lingkungannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Game online adalah sebuah permainan online yang dapat dimainkan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai sebuah misi dan tujuan tertentu sehingga meraih poin tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja dampak bermain game online dalam interaksi sosial siswa dan faktor apa saja yang menjadikan siswa kecanduan dalam bermain game online pada siswa kelas III SD Alam binari Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 4 siswa dimana dipilih berdasarkan siswa yang bermain game online dan siswa yang tidak dalam gangguan belajar serta bukan siswa spesial. Pengumpulan data dilakukan tes angket dan dikonfirmasi dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dampak positif bermain game online dalam interaksi sosial pada siswa kelas III SD Alam binari Tarakan adalah dapat meningkatkan kerja sama dan mampu melatih fokus serta konsentrasi siswa. (2) Dampak negatif bermain game online dalam interaksi sosial pada siswa kelas III SD Alam binari Tarakan adalah dapat membuat siswa menjadi acuh terhadap lingkungan sekitar dan dapat membuat siswa mengeluarkan kata kata yang tak pantas dalam berteman. (3) Faktor internal yang membuat siswa kecanduan dalam bermain game online adalah keinginan sendiri yang diakibatkan oleh rasa candu dalam bermain game online juga karena rasa bosan ketika berada di rumah. (4) Faktor eksternal yang membuat siswa kecanduan dalam bermain game online adalah lingkungan sekitar dan tidak adanya teman sebaya ketika berada dirumah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik berupa perbuatan untuk saling memengaruhi antara individu, individu dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan informasi menggunakan media film terhadap interaksi sosial siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan pre-eksperimental design dengan one group pretest-posttest design, Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tarakan yang berjumlah 406 dengan sampel sebanyak 37 siswa yang dipilih menggunakan Simpel Random Sampling. Alat ukur penelitian menggunakan skala interaksi sosial dengan pendekatan skala likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan Uji Paired Sampel T-Test menggunakan SPSS. 23.0 For Windows. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil uji hipotesis dengan nilai sig. (2-tailed) -0.000 0,05, maka Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara layanan informasi menggunakan media film terhadap interaksi sosial siswa kelas X SMA Negeri 1 Tarakan Tahun Pelajaran 2022/2023