ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESKRIPSI KECEMASAN MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DALAM MENGAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Borneo Tarakan dalam mengajar matematika di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 60 mahasiswa PGSD angkatan 2021 yang telah melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Data dikumpulkan melalui angket sebagai data pendukung dan wawancara mendalam terhadap enam informan yang mewakili kategori kecemasan ringan, sedang, dan berat. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat mahasiswa yang berada pada kategori tidak mengalami kecemasan. Sebanyak 15 mahasiswa (25,00%) berada pada kategori kecemasan ringan, 25 mahasiswa (41,67%) berada pada kategori kecemasan sedang, dan 20 mahasiswa (33,33%) berada pada kategori kecemasan berat. Kecemasan mahasiswa dipengaruhi oleh persepsi bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dipahami, kurangnya penguasaan konsep, rendahnya kepercayaan diri, pengalaman belajar yang kurang menyenangkan, serta kekhawatiran ketika menjelaskan materi dan menjawab pertanyaan siswa. Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kecemasan meliputi meningkatkan intensitas belajar, memperdalam pemahaman konsep matematika, memperbanyak latihan mengajar, serta membangun rasa percaya diri melalui pengalaman mengajar yang berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi program studi dalam mempersiapkan calon guru yang lebih siap mengajarkan matematika di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sekolah merupakan organisasi yang kompleks dan unik, yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai visi dan misi sehingga dalam meraih tujuan organisasi faktor yang paling besar peranannya ialah faktor SDM, sebagai penggerak tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisien, namun SDM juga dapat menjadi faktor penghambat dalam mencapai tujuan suatu organisasi. Hal demikian dikarenakan faktor manusia sebagai penentu arah kebijakan sekaligus pelaksana pencapaian tujuan organisasi. Permasalahan adalah sebagai berikut: Implementasi penjatuhan hukuman sanksi disiplin terhadap guru di Kabupaten Malinau dan Tanggung jawab sekolah dan guru terhadap penjatuhan hukuman sanksi disiplin. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum empiris. Lokasi penelitian adalah tempat dilaksanakannya penelitian yaitu di Kabupaten Malinau. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yaitu seluruh perusahaan umum daerah di kota Tarakan. Sementara sampel adalah sebagian dari populasi sebagai gambaran hasil penelitian yaitu salah satu sekolah di Kabupaten Malinau. Jenis dan sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Bahwa Tinjauan yuridis tentang hukuman sanksi disiplin terhadap guru adalah bentuk penegakan hukum administratif yang bertujuan menjaga profesionalisme, tanggung jawab, dan integritas guru sebagai aparatur negara dalam melaksanakan tugas pendidikan. Pengenaan sanksi disiplin terhadap guru didasarkan pada ketentuan hukum positif, khususnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, yang menegaskan prinsip kepastian hukum, keadilan, dan proporsionalitas dalam setiap penjatuhan sanksi. Oleh karena itu, sanksi disiplin tidak hanya berfungsi sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran, tetapi juga sebagai instrumen pembinaan moral dan profesionalitas guru agar tetap berpedoman pada etika jabatan serta nilai-nilai hukum yang berlaku. Bahwa Tanggung jawab sekolah dan guru terhadap penjatuhan hukuman sanksi disiplin adalah untuk memastikan proses penegakan disiplin dilakukan secara adil, proporsional, dan sesuai dengan ketentuan hukum serta kode etik profesi. Sekolah bertanggung jawab menjaga tata tertib dan melakukan pembinaan yang mendidik, sedangkan guru wajib mematuhi norma, etika, dan aturan yang berlaku. Keduanya memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib, bermartabat, dan berorientasi pada peningkatan mutu serta integritas profesi guru
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi sosial antara siswa laki-laki dan guru di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi siswa laki-laki dalam pembelajaran, komunikasi yang kurang aktif, serta kecenderungan guru lebih merespons siswa perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa laki-laki dan dua guru yang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan bantuan aplikasi Nvivo, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi sosial antara siswa laki-laki dan guru cenderung mengarah pada pola demokratis yang ditandai dengan komunikasi dua arah, pemberian kesempatan bertanya, keterbukaan guru terhadap pendapat siswa, serta terciptanya suasana belajar yang partisipatif dan nyaman bagi siswa laki-laki.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kota Tarakan, dengan kepuasan kerja sebagai mediasi. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan pasca pandemi COVID-19, yang menuntut motivasi internal serta gaya kepemimpinan yang mampu menginspirasi dan memberdayakan tenaga pendidik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada guru-guru SD di Kota Tarakan, dan dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Variabel yang diteliti meliputi motivasi kerja, kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja, dan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja guru, baik secara langsung maupun melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru sangat dipengaruhi oleh tingkat motivasi yang dimiliki dan gaya kepemimpinan ke pala sekolah yang inspiratif. Kepuasan kerja terbukti memperkuat hubungan antara kedua variabel tersebut terhadap kinerja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta implikasi praktis bagi kepala sekolah dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi peningkatan kinerja guru melalui pendekatan motivasional dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kota Tarakan, dengan kepuasan kerja sebagai mediasi. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan pasca pandemi COVID-19, yang menuntut motivasi internal serta gaya kepemimpinan yang mampu menginspirasi dan memberdayakan tenaga pendidik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada guru-guru SD di Kota Tarakan, dan dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Variabel yang diteliti meliputi motivasi kerja, kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja, dan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja guru, baik secara langsung maupun melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru sangat dipengaruhi oleh tingkat motivasi yang dimiliki dan gaya kepemimpinan ke pala sekolah yang inspiratif. Kepuasan kerja terbukti memperkuat hubungan antara kedua variabel tersebut terhadap kinerja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta implikasi praktis bagi kepala sekolah dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi peningkatan kinerja guru melalui pendekatan motivasional dan kepemimpinan.