ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP TEMAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM KEGIATAN BELAJAR DAN BERSOSIALISASI DI KELAS II-B SDN 014 TARAKAN ABSTRAK Siti Wahdania. 2026. Analisis Sikap Siswa terhadap Teman Berkebutuhan Khusus dalam Kegiatan Belajar dan Bersosialisasi di Kelas II-B SDN 014 Tarakan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Ahsan Sofyan dan Nur Pangesti Apriliyana). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus (ABK) dalam kegiatan belajar dan bersosialisasi di kelas II-B SDN 014 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas dan lima orang siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus belum sepenuhnya inklusif. Dalam kegiatan belajar, masih ditemukan sikap menghindar, kurangnya keterlibatan teman berkebutuhan khusus dalam kerja kelompok, serta Sebagian siswa enggan untuk bekerjasama dengan siswa ABK. Dalam kegiatan bersosialisasi, Sebagian siswa mulai menunjukkan keinginan untuk berinteraksi, namun hubungan sosial yang terjalin belum konsisten. Sikap siswa dipengaruhi oleh tingkat pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus, pengalaman berinteraksi, peran guru, serta karakteristik anak berkebutuhan khusus yang cenderung pasif dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman, empati, dan sikap inklusif siswa agar tercipta interaksi yang lebih positif dan setara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 serta berbagai regulasi pendidikan nasional. Namun, dalam praktiknya, pemenuhan hak pendidikan bagi ABK masih menghadapi berbagai kendala, terutama di daerah perbatasan seperti Kabupaten Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana bentuk implementasi hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus pada tingkat sekolah dasar di Kabupaten Malinau; dan (2) upaya strategis apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi problematika pemenuhan hak pendidikan anak berkebutuhan khusus di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui telaah literatur, peraturan perundang-undangan, dan dokumen resmi terkait penyelenggaraan pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hak pendidikan bagi ABK di Kabupaten Malinau telah diupayakan melalui program pendidikan inklusif, penyediaan guru pendamping, serta kebijakan daerah yang mendukung. Namun, pelaksanaan tersebut belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus, kurangnya sarana prasarana yang memadai, serta masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan inklusif. Untuk mengatasi problematika tersebut, diperlukan strategi penguatan kebijakan afirmatif, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan, pengadaan fasilitas ramah ABK, serta sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung pemenuhan hak pendidikan anak berkebutuhan khusus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP POLA ASUH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH LUAR BIASA KOTA TARAKAN ABSTRAK Anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterbatasan atau hambatan dalam perkembangan fisik, intelektual, sosial, maupun emosional sehingga memerlukan pelayanan dan pendidikan khusus. Anak berkebutuhan khusus dengan tuna grahita yang mengalami keterbatasan kemampuan intelektual dan adaptasi sosial. Anak berkebutuhan khusus memerlukan pola asuh yang tepat dari orang tua untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal. Tingkat pengetahuan orang tua sering dianggap sebagai faktor yang dapat mempengaruhi pola asuh yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua terhadap pola asuh anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode analisis korelatif non-eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 252 orang tua siswa, dengan sampel penelitian 155 orang tua yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan orang tua dan Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk mengukur pola asuh. Analisis data menggunakan Uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p 0,05), yang menandakan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan pola asuh anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa Kota Tarakan. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan orang tua memiliki hubungan secara signifikan dengan pola asuh yang diterapkan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi orang tua dan pihak sekolah. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor lain yang dapat memengaruhi pola asuh dengan metode dan jumlah sampel yang lebih spesifik.