ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan penyuluh saat ini salah satunya karena lemahnya kompetensi penyuluh yang di sebabkan ketidak sesuaian latar belakang pendidikan dan kurangnya pelatihan, hal tersebut berpengaruh juga terhadap kinerja penyuluh pertanian. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pendidikan formal dan non formal penyuluh di kota tarakan, (2)Untuk mengetahui kinerja penyuluh di kota tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini di analisis secara deskriptif dan analisis Skala Likert. Hasil penelitian Pendidikan formal penyuluh pertanian di Kota Tarakan bervariasi yaitu S1 dan S2, dengan berbagai latar belakang jurusan yang meliputi agronomi, budidaya tanaman, teknologi hasil pertanian, kehutanan, peternakan dan pertanian, sosial ekonomi pertanian, budidaya pertanian. Dan Pendidikan non formal yang diikuti meliputi pelatihan, seminar-seminar, rakor, bimtek, diklat dasar penyuluh. lama pendidikan formal yang di ikuti penyuluh yaitu sebanyak 21 kali/tahun, sedangkan yang paling sedikit yang di ikuti yaitu sebanyak 1 kali/tahun. Kinerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan dalam golongan tinggi di lihat dari indikator persiapan (tinggi), pelaksanaan (tinggi), dan evaluasi (tinggi). Saran, Pendidikan non formal lebih di tingkatkan lagi agar penyuluh yang belum memiliki atau belum mengikuti pelatihan atau seminar dapat mengikutinya dan pendidikan non formal ini juga lebih di tujukan kepada penambahan wawasan tentang pertanian secara khusus. Kompetensi penyuluh perlu di tingkatkan melalui pendidikan formal dengan jenjang yang lebih tinggi agar kinerjanya semakin meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seiring dengan perkembangan teknologi dan dinamika kurikulum dalam dunia pendidikan modern, tuntutan terhadap inovasi media pembelajaran yang interaktif dan responsif semakin meningkat. Penggunaan alat bantu pembelajaran dalam pendidikan dapat meningkatkan keterlibatan, menumbuhkan motivasi baru, dan memengaruhi aspek psikologis dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran smart box yang dinilai dari validasi ahli media dan ahli materi serta tingkat kemenarikan media yang dinilai dari respon peserta didik. Peneliti memilih judul Pengembangan Media Pembelajaran Smart Box Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Materi Norma dalam Kehidupanku Siswa Kelas V SDN 005 Tarakan dalam rangka pengembangan produk media pendidikan interaktif. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan media pendidikan smart box berdasarkan penilaian dari ahli media dan ahli materi, serta mengukur tingkat kemenarikan media tersebut melalui tanggapan siswa selama uji coba terbatas maupun uji coba lapangan. Penulisan ini menggunakan metode penelitian 4D, namun analisisnya dibatasi hingga pada tahap pengembangan (Develop). Media pembelajaran smart box telah melalui tujuh kali tahapan verifikasi media dan materi. Hasil penulisan memperlihatkan hasil validasi oleh ahli media memperoleh skor 100% dikategorikan Sangat Layak, sedangkan validasi oleh ahli materi mencapai skor 93,33% juga diklasifikasikan sebagai Sangat Layak. Selain itu, evaluasi pada tanggapan siswa mengenai kemenarikan media pembelajaran smart box menghasilkan penilaian sebesar 90% pada uji coba terbatas dan 82,2% pada uji coba lapangan; kedua hasil tersebut diklasifikasikan sebagai Sangat Menarik. Kesimpulanya, media pembelajaran smart box dapat dikatakan layak dan menarik untuk digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada mata pelajaran pendidikan Pancasila materi norma dalam kehidupanku siswa kelas V SDN 005 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) peran guru sebagai pembimbing dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, mengingatkan siswa untuk mempersiapkan perlengkapan belajar serta membimbing siswa agar tertib dan tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran, (2) peran guru sebagai motivator dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan dorongan melalui ice breaking, permainan interaktif, kata-kata motivasi, media pembelajaran visual, LKPD, nasihat, serta penguatan aturan kelas agar siswa tetap fokus dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran, (3) peran guru sebagai teladan dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan contoh melalui kesiapan mengajar, datang tepat waktu, menjaga ketertiban kelas, menaati kesepakatan kelas, serta menyelesaikan tanggung jawab dalam pembelajaran. Sehingga siswa dapat mencontoh perilaku disiplin guru dalam kegiatan belajar di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini untuk mengembangkan media PALIPAP (Papan Lipat Pancasila Pesisir) pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas II di SDN 023 Tarakan. Tujuannya untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian adalah siswa kelas II B SDN 023 Tarakan, dengan 6 siswa pada uji coba terbatas dan 19 siswa pada uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, validasi ahli media dan ahli materi, angket respons siswa, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PALIPAP memperoleh persentase validasi ahli media sebesar 95% dengan kategori sangat layak, sedangkan validasi ahli materi sebesar 84% dengan kategori layak. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase 97% dengan kategori sangat menarik, sedangkan uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 95,5% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, media PALIPAP dinyatakan layak dan menarik digunakan sebagai media pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas II di SDN 023 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berawal dari kurangnya pemahaman siswa pada proses pembelajaran Pendidikan Pancasila materi makna Pancasila. Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan mampu melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan media permaian puzzle dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran pendidikan pancasila di kelas III-C SDN 013 tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini yaitu 27 siswa kelas III-C SDN 013 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman serta pengamatan aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media permainan puzzle mampu meningkatkan pemahaman siswa. Hasil penerapan media permainan puzzle pada siklus I yaitu 48% dan meningkat pada siklus II menjadi 85%. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I yaitu 82,5% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 87,5%, sedangkan pada hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus I yaitu 84,5% dan meningkat menjadi 92,3% pada siklus II dengan kategori saangat baik. Dengan demikian, penggunaan media permainan puzzle dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi makna Pancasila di kelas III-C SDN 013 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui peraturan perundang-undangan mengenai kewenangan pihak sekolah memiliki tanggung jawab kepada peserta didik selama proses pembelajaran, dan untuk mengetahui pihak sekolah bertanggungjawab apabila terjadi tindak pidana perundungan yang dilakukan oleh peserta didik selama jam pembelajaran di sekolah. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan bahan nonhukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pihak sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan memiliki kewajiban hukum untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik selama proses pembelajaran di lingkungan sekolah. Kewajiban tersebut didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang mengatur perlindungan anak dan penyelenggaraan pendidikan, sehingga sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pihak yang bertanggung jawab atas perlindungan peserta didik, dan Apabila terjadi tindak pidana perundungan yang dilakukan oleh peserta didik selama jam pembelajaran, maka sekolah tetap memiliki tanggung jawab institusional karena wajib melakukan pengawasan, pencegahan, dan penanganan terhadap kekerasan di lingkungan pendidikan. Jika sekolah lalai sehingga perundungan menimbulkan akibat berat bahkan kematian, maka sekolah dapat dimintai pertanggungjawaban secara yuridis dan perkara dapat diteruskan ke aparat penegak hukum, dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan anak dan mekanisme diversi bagi anak pelaku. Oleh karena itu, penguatan pengawasan, pembentukan tim pencegahan dan penanganan kekerasan, serta sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan aparat penegak hukum menjadi langkah penting untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang didukung oleh belanja pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan, serta penyerapan tenaga kerja untuk menekan kemiskinan. Namun, belum meratanya fasilitas di Provinsi Kalimantan Utara memicu kesenjangan kualitas SDM, di samping masih terbatasnya penelitian mengenai dampak faktor-faktor tersebut di provinsi baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja terhadap IPM serta tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara periode 2018-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel dari lima kabupaten/kota, yang dianalisis menggunakan regresi data panel melalui software Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja kesehatan, belanja pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, baik secara parsial maupun simultan, dengan Fixed Effect Model yang mampu menjelaskan variasi IPM sebesar 99,25%. Namun, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan Random Effect Model yang hanya menjelaskan variasi sebesar 12,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi belanja pemerintah masih bersifat input-oriented dan belum sepenuhnya menyasar kelompok miskin secara langsung. Hasil ini mengimplikasikan agar pemerintah daerah tetap mempertahankan dan mengoptimalkan alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan, sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran belanja agar bersifat pro-poor. Selain itu, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja diperlukan guna memutus rantai kemiskinan struktural di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah periode 2018–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) periode 2018–2025. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan program EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih adalah Random Effect Model (REM). Secara parsial, belanja modal sektor kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah, sedangkan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah. Secara simultan, belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya karakter sopan santun peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan dalam penggunaan kata santun sehari-hari, yang dipengaruhi oleh dampak globalisasi dan penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. Metode pembelajaran konvensional dinilai belum mampu membentuk kebiasaan bersikap santun secara optimal, sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan media flashcard magic words berbasis pendidikan karakter sopan santun, serta mengetahui sikap sopan santun peserta didik kelas V-C dalam penggunaan media tersebut pada kegiatan belajar maupun interaksi sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahapan, yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Development (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Namun, penelitian ini dibatasi hanya sampai pada tahap Development, sedangkan tahap Disseminate tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu, biaya, dan cakupan penelitian sehingga penyebaran media secara lebih luas belum dapat dilakukan. Subjek penelitian adalah 27 peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, angket kemenarikan siswa, dan lembar observasi pembiasaan sikap sopan santun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flashcard magic words dinyatakan sangat layak digunakan berdasarkan validasi ahli media (95,38%), validasi ahli bahasa (90%), dan validasi praktisi (96,36%). Tingkat kemenarikan media pada uji coba terbatas mencapai 97,92% dan pada uji coba lapangan sebesar 91,76%, keduanya termasuk kategori sangat menarik. Adapun hasil analisis sikap sopan santun peserta didik setelah menggunakan media memperoleh persentase sebesar 61,42%, yang termasuk dalam kategori cukup baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media flashcard magic words layak, menarik, dan cukup baik digunakan untuk membentuk karakter sopan santun peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila pada kelas I-C di SDN 024 Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru kelas. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila pada kelas I-C di SDN 024 Tarakan sudah berjalan cukup baik. Sarana dan prasarana yang tersedia seperti ruang kelas, perpustakaan, alat pelajaran, alat peraga, media pembelajaran, serta lingkungan sekolah dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran. Guru menggunakan sarana dan prasarana sesuai dengan materi pembelajaran dan kebutuhan siswa sehingga membantu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Selain itu, guru juga menggunakan lingkungan sekitar sebagai alternatif alat peraga dan media pembelajaran ketika fasilitas belum tersedia. Penggunaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran disesuaikan dengan jadwal yang telah disusun oleh pihak sekolah untuk menghindari terjadinya benturan pemakaian seperti penyusunan jadwal atau roster pelajaran di setiap kelas. Secara keseluruhan, penggunaan sarana dan prasarana memberikan dampak positif terhadap kelancaran proses pembelajaran di SDN 024 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV-B SDN 032 Tarakan serta seberapa besar kontribusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 24 siswa sebagai subjek penelitian. Data minat belajar dikumpulkan melalui angket yang terdiri dari 15 butir pernyataan valid dan reliabel (α = 0,823), sedangkan data hasil belajar diperoleh dari nilai rapor semester ganjil. Pengujian hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena data hasil belajar tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi (rs) sebesar 0,377 dengan signifikansi 0,035 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Artinya, terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar, meskipun tergolong kategori rendah. Kontribusi minat belajar terhadap hasil belajar sebesar 14,21%, sedangkan 85,79% dipengaruhi faktor lain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP TEMAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM KEGIATAN BELAJAR DAN BERSOSIALISASI DI KELAS II-B SDN 014 TARAKAN ABSTRAK Siti Wahdania. 2026. Analisis Sikap Siswa terhadap Teman Berkebutuhan Khusus dalam Kegiatan Belajar dan Bersosialisasi di Kelas II-B SDN 014 Tarakan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Ahsan Sofyan dan Nur Pangesti Apriliyana). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus (ABK) dalam kegiatan belajar dan bersosialisasi di kelas II-B SDN 014 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas dan lima orang siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus belum sepenuhnya inklusif. Dalam kegiatan belajar, masih ditemukan sikap menghindar, kurangnya keterlibatan teman berkebutuhan khusus dalam kerja kelompok, serta Sebagian siswa enggan untuk bekerjasama dengan siswa ABK. Dalam kegiatan bersosialisasi, Sebagian siswa mulai menunjukkan keinginan untuk berinteraksi, namun hubungan sosial yang terjalin belum konsisten. Sikap siswa dipengaruhi oleh tingkat pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus, pengalaman berinteraksi, peran guru, serta karakteristik anak berkebutuhan khusus yang cenderung pasif dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman, empati, dan sikap inklusif siswa agar tercipta interaksi yang lebih positif dan setara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASIPCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN Mairisanti1 Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E mail: Mairisanti @ gmail.com ABSTRAK Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang memicu penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun telah masuk program nasional, cakupan PCV secara global maupun nasional masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan stok vaksin serta faktor kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memberikan imunisasi PCV secara lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lembar catatan imunisasi pada Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia reproduksi sehat 20-35 tahun sebanyak 57 orang (70,4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi) dengan proporsi seimbang masing-masing 33 orang (40,7%), serta mayoritas berstatus tidak bekerja/Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 52 orang (64,2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan kelompok multipara (memiliki lebih dari satu anak) yaitu sebanyak 56 orang (69,1%). Evaluasi status imunisasi menunjukkan bahwa seluruh bayi (100%) dari 81 responden telah mendapatkan imunisasi PCV secara lengkap (3 dosis. Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Long Bawan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Imunisasi PVC
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASIPCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN Mairisanti1 Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E mail: Mairisanti @ gmail.com ABSTRAK Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang memicu penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun telah masuk program nasional, cakupan PCV secara global maupun nasional masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan stok vaksin serta faktor kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memberikan imunisasi PCV secara lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lembar catatan imunisasi pada Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia reproduksi sehat 20-35 tahun sebanyak 57 orang (70,4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi) dengan proporsi seimbang masing-masing 33 orang (40,7%), serta mayoritas berstatus tidak bekerja/Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 52 orang (64,2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan kelompok multipara (memiliki lebih dari satu anak) yaitu sebanyak 56 orang (69,1%). Evaluasi status imunisasi menunjukkan bahwa seluruh bayi (100%) dari 81 responden telah mendapatkan imunisasi PCV secara lengkap (3 dosis. Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Long Bawan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Imunisasi PVC
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Identifikasi faktor risiko penting untuk mengoptimalkan pencegahan serta penanganan sedini mungkin. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil. Metode: Studi cross-sectional menggunakan data yang diambil secara retrospektif dari data rekam medis pemeriksaan ibu hamil di Puskesmas Long Bawan periode tahun 2023–2025. Sebanyak 77 ibu hamil dipilih pada penelitian ini. Variabel dependen adalah KEK. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, IMT, keluhan mual, riwayat penyakit, dan anemia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (OR=2,692; p=0,035), IMT (OR=0,052; p0,001), dan anemia (OR=7,250; p0,001) berhubungan signifikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Sementara itu, usia (OR = 0,442; p=0,321), keluhan mual (OR=0,468; p=0,163), dan riwayat penyakit (OR=1,368; p=0,554) tidak berhubungan signifikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Simpulan: Pendidikan, IMT, dan anemia merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Diperlukan upaya peningkatan pemantauan status gizi dan pencegahan anemia selama kehamilan untuk menurunkan kejadian KEK pada ibu hamil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap keyakinan diri mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif S1 Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan angkatan 2022–2025 sebanyak 177 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 100 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (uji normalitas, uji linearitas, serta regresi linear sederhana) dengan bantuan SPSS v.27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunaan AI terhadap keyakinan diri mahasiswa (β=0,540; p 0,001). Nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0,291 menunjukkan bahwa penggunaan AI mampu menjelaskan 29,1% variasi keyakinan diri, sementara 70,9% sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pemanfaatan AI secara tepat, semakin tinggi keyakinan diri mahasiswa dalam menghadapi tugas dan permasalahan matematika. Secara praktis, AI dapat dimanfaatkan sebagai mitra belajar yang membantu meningkatkan rasa percaya terhadap kemampuan akademik, memperkuat pemahaman konsep, dan mendukung penyelesaian masalah matematika yang kompleks. Implikasi pemanfaatan AI secara bijaksana mendukung peningkatkan keyakinan diri mahasiswa, namun tetap memerlukan strategi pembelajaran yang mendorong kemandirian berpikir guna mencegah ketergantungan teknologi yang berlebihan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan karakter kurang baik, seperti mengejek teman, memotong pembicaraan guru saat pembelajaran, serta terbentuknya kelompok-kelompok tertentu yang menyebabkan kurangnya kebersamaan antar siswa di kelas V SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pembimbing dalam pembentukan karakter siswa serta mengetahui bentuk-bentuk pembimbingan yang dilakukan guru dalam membentuk karakter siswa kelas V di SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 031 Tarakan. Informan penelitian terdiri atas wali kelas V-A dan siswa kelas V-A. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan perannya dengan baik dalam pembentukan karakter siswa melalui tiga aspek utama, yaitu: (1) menjadi teladan dengan menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, berpakaian rapi, serta mampu mengendalikan emosi dalam berinteraksi dengan siswa; (2) menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan kondusif melalui penerapan aturan kelas, pembiasaan perilaku positif, serta pemberian motivasi kepada siswa; dan (3) melibatkan orang tua dan masyarakat melalui komunikasi yang baik terkait perkembangan perilaku dan karakter siswa. Peran guru tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta kemampuan bekerja sama antar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kecerdasan emosional secara teoritis dipandang berperan penting dalam kemampuan remaja mengelola emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan Kecerdasan Emosional dengan Perkembangan Sosial-Emosional siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan jurusan Akuntansi, Perhotelan, Perkantoran, Bisnis Digital, Pemasaran, dan Pariwisata. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik simple random sampling terhadap 177 responden. Instrumen berupa angket Kecerdasan Emosional dan Perkembangan Sosial-Emosional yang disebarkan secara online. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis menggunakan Spearman’s rho. Uji linearitas dengan Deviation from Linearity memperoleh signifikansi 0,915 > 0,05, yang berarti hubungan kedua variabel linear dan layak diuji korelasi. Hasil korelasi Spearman’s rho menunjukkan koefisien r = -0,002 dengan signifikansi p = 0,981 > 0,05. Berdasarkan kriteria Guilford (1956), nilai tersebut termasuk kategori sangat lemah atau tidak ada hubungan. Dengan demikian H₀ diterima dan H₁ ditolak. Secara deskriptif, tingkat Kecerdasan Emosional siswa berada pada kategori cukup-baik dan Perkembangan Sosial-Emosional pada kategori tinggi. Ketidaksignifikanan hubungan disebabkan faktor eksternal lebih dominan memengaruhi Perkembangan Sosial-Emosional, seperti sistem teaching factory, Praktik Kerja Lapangan, budaya layanan 5S, Standar Operasional Pelayanan, serta lingkungan sosial sekolah. Temuan ini konsisten dengan penelitian Pratiwi (2021) dan Sari (2022) pada konteks SMK. Implikasi penelitian menekankan bahwa peningkatan Perkembangan Sosial-Emosional siswa SMK tidak cukup hanya melalui penguatan Kecerdasan Emosional internal, tetapi perlu dioptimalkan melalui ekosistem sekolah, pengalaman praktik, dan lingkungan sosial yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bahwa Perkembangan Sosial-Emosional bersifat kompleks dan dipengaruhi interaksi faktor internal dan eksternal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dosen merupakan komponen penting dalam pendidikan tinggi yang berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan fasilitator dalam proses pembelajaran. Persepsi mahasiswa terhadap dosen sangat berpengaruh terhadap kenyamanan belajar, motivasi, serta kualitas interaksi akademik yang terbentuk selama perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa terhadap dosen ideal pada Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terbuka (mendalam) kepada mahasiswa aktif Pendidikan Biologi yang telah menempuh perkuliahan dengan lebih dari satu dosen. Penentuan informan dilakukan secara bertahap menggunakan theoretical sampling hingga mencapai kejenuhan data (theoretical saturation). Analisis data dilakukan melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding berdasarkan Strauss dan Corbin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan karakteristik dosen ideal menurut mahasiswa yang mencakup aspek pendagogik, aspek profesional, aspek kepribadian, serta aspek sosial, sehingga dapat menjadi bahan refleksi bagi dosen dan meningkatkan mutu pembelajaran di perguruan tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai pemenuhan hak atas pendidikan bagi anak di kawasan perbatasan serta mengidentifikasi problematika normatif yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Malinau dalam melaksanakan kewajiban tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana pengaturan hukum mengenai pemenuhan hak atas pendidikan bagi anak di kawasan perbatasan, dan (2) apa saja problematika normatif yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Malinau dalam memenuhi hak atas pendidikan anak di kawasan perbatasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menelaah kesesuaian antara norma hukum yang berlaku dengan pelaksanaan kewajiban pemerintah daerah dalam pemenuhan hak pendidikan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pemenuhan hak atas pendidikan anak telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta berbagai peraturan pelaksana lainnya. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Malinau masih menghadapi sejumlah problematika normatif dan implementatif, antara lain belum optimalnya pengaturan kebijakan operasional di tingkat daerah, ketidakmerataan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah perbatasan, keterbatasan dan distribusi tenaga pendidik, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Berbagai kendala tersebut berdampak pada belum efektifnya pemenuhan hak atas pendidikan anak di kawasan perbatasan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi yang bersifat operasional di tingkat daerah guna menjembatani norma hukum dengan pelaksanaan di lapangan. Selain itu, diperlukan peningkatan sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya, termasuk masyarakat, dalam rangka perencanaan dan penyelenggaraan pendidikan di kawasan perbatasan.