ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan kesehatan mental pada mahasiswa serta perlunya media yang dapat mendukung pelaksanaan skrining awal kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem pendukung keputusan skrining kesehatan mental berbasis Android dengan mengimplementasikan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk membantu menentukan tingkat risiko kondisi mental pengguna. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Waterfall serta framework Flutter. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) untuk mendeteksi gangguan mental emosional dan Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres yang dirasakan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden mahasiswa, sebanyak 13 responden mahasiswa berada pada kategori normal dan 27 responden mahasiswa terindikasi mengalami gangguan mental emosional sehingga dilanjutkan dengan pengukuran PSS-10. Pengujian SRQ-20 terhadap data pembanding WHO menghasilkan accuracy sebesar 95%, precision 93%, recall 100%, dan F1-score 96%. Sementara itu, pengujian PSS-10 terhadap 27 responden mahasiswa secara langsung menghasilkan accuracy sebesar 66,67%, precision 57%, recall 57%, dan F1-score 57%. Pengujian fungsionalitas menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Dengan demikian, meskipun hasil pengujian masih tergolong rendah yang disebabkan adanya persepsi subjektif responden mahasiswa terhadap kondisi stres yang dialami, aplikasi ini cukup mampu membantu proses skrining awal kesehatan mental mahasiswa secara mandiri dan terstruktur. Termasuk penggunaan metode pembobotan lain selain SAW guna untuk peningkatan akuratan aplikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang serius dan sering kali dijuluki sebagai the silent killer karena berkembang tanpa gejala nyata hingga memicu komplikasi fatal. Berdasarkan data pada tahun 2021, penduduk berusia 18 keatas di kota Tarakan menderita hipertensi dengan prevalensi hipertensi menunjukkan angka yang cukup signifikan yakni mencapai 30,21%, sehingga diperlukan alat bantu skrining mandiri dan edukasi dini yang mudah diakses masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, serta menguji aplikasi mobile bernama "SiTensi" yang mengintegrasikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metode SAW (Simple Additive Weighting) untuk mengklasifikasikan tingkat risiko hipertensi berdasarkan faktor risiko pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall yang mencakup delapan tahapan sistematis. Aplikasi dibangun berbasis Android menggunakan framework Flutter. Algoritma SAW diintegrasikan ke dalam sistem untuk menganalisis data kuesioner yang melibatkan sembilan kriteria risiko yang telah divalidasi oleh pakar kesehatan. Hasil pengujian fungsionalitas dengan Blackbox Testing menunjukkan seluruh fitur utama aplikasi berjalan dengan status valid dan sesuai harapan. Verifikasi perhitungan algoritma SAW pada sistem terbukti akurat dan konsisten dengan perhitungan manual. Berdasarkan pengujian performa klasifikasi menggunakan Confusion Matrix, aplikasi SiTensi menghasilkan tingkat sensitivitas (Recall) yang sangat tinggi mencapai 95,7%, dengan akurasi keseluruhan sebesar 55,1% dan presisi sebesar 39,3%. Tingginya nilai sensitivitas ini dinilai sangat baik untuk kebutuhan skrining medis awal demi meminimalisasi keterlambatan penanganan pasien. Pengujian aspek kepuasan pengguna menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata sebesar 74,1666, yang menunjukkan bahwa aplikasi SiTensi masuk dalam kategori "Good" (Acceptable) dan mudah dioperasikan oleh masyarakat umum sebagai alat deteksi dini risiko hipertensi secara mandiri.