ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji pengaruh perlakuan teknologi plasma dalam larutan NaCl terhadap kekuatan tarik serat sabut kelapa dalam material komposit berbasis resin epoxy. Serat sabut kelapa yang dipilih merupakan limbah organik yang diproses dengan perlakuan plasma menggunakan microwave plasma dalam larutan NaCl 10% sebagai medium elektrolit, dibandingkan dengan perlakuan plasma dalam aquades dan tanpa perlakuan sebagai kontrol. Setelah perlakuan, serat dicampur dengan resin epoxy dan katalis untuk membentuk spesimen komposit yang kemudian diuji tarik menggunakan Universal Testing Machine 600 kN. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa perlakuan plasma dalam larutan NaCl meningkatkan konsistensi dan stabilitas kekuatan tarik komposit, meskipun nilai rata-rata kekuatan tariknya (4,76 MPa) sedikit lebih rendah dibandingkan kondisi tanpa perlakuan (5,21 MPa). Perlakuan plasma dalam larutan NaCl berhasil meningkatkan adhesi kimiawi dan mekanis antara serat dan matriks resin, yang dibuktikan oleh pola kegagalan serat yang patah bersama matriks dan bukan terlepas. Dengan demikian, teknologi plasma dalam larutan NaCl efektif dalam memperbaiki sifat mekanik serat sabut kelapa dan memiliki potensi aplikasi dalam pengembangan material komposit ramah lingkungan berbasis serat alami.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan sumber daya laut, termasuk rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik garam fungsional yang berasal dari rumput laut merah dari Sebatik, Kalimantan Utara. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar natrium klorida (NaCl), kadar mineral natrium (Na) dan kalium (K), serta analisis organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan rendemen garam sebesar 26,92%, kadar NaCl 24,37%, kadar Na 23,206 mg/g, dan kadar K 260,832 mg/g dengan rasio Na:K sebesar 0,089. Nilai organoleptik menunjukkan skor rata-rata agak suka pada keseluruhan atribut. Garam rumput laut ini memenuhi standar garam diet dengan kadar NaCl 60% dan rasio Na:K rendah, sehingga berpotensi sebagai alternatif sehat bagi penderita hipertensi. Penelitian ini menyarankan penambahan arang aktif untuk mengurangi aroma amis serta pengujian kandungan mineral lain seperti kalsium dan magnesium.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
KARAKTERISTIK SEDIAAN GARAM RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DARI PERAIRAN KOTA TARAKAN Abstrak Rumput laut merupakan salah satu komoditas utama di sektor perikanan dan kelautan Kota Tarakan. Kandungan rumput laut memiliki kelebihan yaitu rendah Natrium (N) & Kalium (K) maka rumput laut ini memiliki potensi sebagai sumber garam untuk penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik sediaan garam rumput laut Kappaphycus alvarezii yang berasal dari Perairan Tarakan. Penelitian ini menggunakan sampel rumput laut Kappaphycus alvarezii yang diambil di perairan pantai amal kota tarakan. Metode analisis pada penelitian ini terdiri dari uji pengukuran rendemen, uji analisis kadar NaCl, uji analisis kadar mineral natrium (Na) dan kalium (K) dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa garam K. alvarezii memiliki rendemen 29,93±2,17%, kadar NaCl 26,63±2,03%, natrium (Na) 21,759 mg/g, dan kalium (K) 250,231 mg/g, dengan rasio Na:K sebesar 0,09. Uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan panelis terhadap kenampakan (7,1±1,2), tekstur (6,5±1,5), dan keseluruhan (6,5±1,5), sementara aroma (5,4±1,6) dan rasa (5,8±1,8) dinilai netral. Garam rumput laut ini berpotensi sebagai alternatif garam diet yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk kebutuhan kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii merupakan jenis rumput laut yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan dan tubuh manusia. Terdapat banyak kandungan gizi pada rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii diantaranya, karbohidrat, lemak, protein dan abu yang sebagian besar mengandung garam seperti Natrium (Na) dan Kalium (K) yang dimana dengan adanya kandungan tersebut rumput laut Kappaphycus alvarezii berpotensi sebagai sumber garam fungsinal. Penelitian ini bertujuan guna menentukan karakteristik garam dari rumput laut Kappaphycus alvarezii yang berasal dari Perairan Nunukan. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas Pengukuran Rendemen, Uji Analisis Kadar NaCl, Uji Analisis Kadar Mineral Natrium (Na) dan Kalium (K) dan Uji Organoleptik. Subjek Uji Organoleptik pada penelitian ini berjumlah 30 panelis dengan kategori tidak terlatih. Perolehan data dari penelitian akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa garam pada Kappaphycus alvarezii memiliki rendemen sebesar 58,32±1,65%, kadar NaCl sebesar 51,94±7,29%, kadar Natrium (Na) sebesar 23,4 mg/g, kadar Kalium (K) sebesar 347mg/g dengan menunjukan rasio Na:K sebesar 0,07 mg/g. Hasil dari uji Organoleptik memperoleh nilai kenampakan 6,2±1,8, aroma 5,3±1,8, tekstur 6±1,5, rasa 6±1,8 dan keseluruhan dengan nilai 6,5±1,8. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukan bahwa rumputl laut jenis Kappaphycus alvarezii berpotensi sebagai alternatif garam fungsional yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk kebutuhan masyarakat.