ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nunukan merupakan salah satu kabupaten penghasil rumput laut yang melimpah. Perairannya yang kaya akan keanekaragaman jenis rumput laut, termasuk jenis Sargassum sp.. Sargassum sp. merupakan rumput laut yang memiliki potensi tinggi sebagai sumber alginat. Alginat merupakan suatu polisakarida yang dapat dimanfaatkan dalam industri pangan, kosmetik, dan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan karakterisasi sifat fisiko-kimia natrium alginat untuk mengetahui rendemen, kadar air, kadar abu, pH, viskositas dan derajat putih. Metode penelitian ini ada tiga tahapan yakni tahapan pertama preparasi rumput laut, tahap kedua ekstraksi natrium alginat dengan variasi konsentrasi Na2CO3 2%, 3%, dan 4%, tahap ketiga pengujian rendemen, kadar air, kadar abu, pH, viskositas dan derajat putih, kemudian dibandingkan dengan standar Food Chemical Codex 2004. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi natrium alginat secara signifikan berpengaruh setiap parameter yang diteliti. Rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi Na2CO3 4% senilai 33,33%, sedangkan konsentrasi 3% menghasilkan mutu terbaik secara keseluruhan dengan kadar air 8%, kadar abu 23%, pH 8,9, dan viskositas 27,70 cP yang memenuhi standar FCC untuk industri pangan maupun non pangan. Sementara itu, nilai derajat putih diperlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan derajat putih. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis dan mendorong pemanfaatan yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan sumber daya laut, termasuk rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik garam fungsional yang berasal dari rumput laut merah dari Sebatik, Kalimantan Utara. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar natrium klorida (NaCl), kadar mineral natrium (Na) dan kalium (K), serta analisis organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan rendemen garam sebesar 26,92%, kadar NaCl 24,37%, kadar Na 23,206 mg/g, dan kadar K 260,832 mg/g dengan rasio Na:K sebesar 0,089. Nilai organoleptik menunjukkan skor rata-rata agak suka pada keseluruhan atribut. Garam rumput laut ini memenuhi standar garam diet dengan kadar NaCl 60% dan rasio Na:K rendah, sehingga berpotensi sebagai alternatif sehat bagi penderita hipertensi. Penelitian ini menyarankan penambahan arang aktif untuk mengurangi aroma amis serta pengujian kandungan mineral lain seperti kalsium dan magnesium.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Rafika Febriana. 15201010022. “Pengaruh Perkecambahan Benih Tanaman Tomat Dalam Konsentrasi Perendaman Natrium Hipoklori (NaOCl)” Dibimbing oleh Dr. Mardhiana, S.Hut, MP. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tanaman tomat merupakan salah satu buah yang menghasilkan benih yang memiliki selaput daging/berlendir (pulp). Hal tersebut menyebabkan kendala dalam produksi benih. Adanya pulp dapat menyebabkan mudahnya cendawan tumbuh dan menghambat proses perkecambahan. Oleh karena itu untuk memisahkan pulp dari benih tomat dapat dilakukan dengan ekstraksi. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk ekstraksi adalah Natrium Hipoklorida (NaOCl).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perkecambahan benih tanaman tomat dalam konsentrasi perendaman natrium hiplokori( NaOCl) Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu perendaman dengan menggunakan larutan NaOCl dengan konsentrasi yang berbeda, diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 petak percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu K0 (0% atau tanpa NaOCl), K1 (Konsentrasi NaOCl 1%), K2 (Konsentrasi NaOCl 2%), K3 (Konsentrasi NaOCl 3%), K4(Konsentrasi NaOCl 4%), K5 (Konsentrasi NaOCl 5%). Parameter pengamatan penelitian ini meliputi daya kecambah, kecepatan tumbuh benih, dan potensi tumbuh maksimum Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter perlakuan konsentrasi NaOCl 3% (0.2875), memberikan rata-rata data yang cenderung lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya pada uji daya kecambah tanaman tomat. Pada parameter kecepatan tumbuh menunjukkan bahwa parameter dengan konsentrasi 1% (3.521), yang menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan tumbuh yang lebih tinggi dibanding lainnya dan berbeda nyata dengan perlakuan 5% (1.083), untuk pengamatan potensi tumbuh maksimum bahwa konsentrasi 1% (0.388) menunjukkan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan lainnya. Hasil analisis semua parameter menyatakan tidak ada perbedaan nyata dalam perlakuan perendaman benih tomat dengan konsentrasi NaOCl (Natrium Hipoklori).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI DHT (Dry Heat Treatment) DAN KOMBINASI PERENDAMAN BENIH DENGAN VARIASI KONSENTRASI NaClO DALAM UPAYA MENJAGA KUALITAS DAN DAYA SIMPAN BENIH CABAI Abstrak Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu produk hortikultura yang sangat penting di Indonesia. Produksi cabai di kota Tarakan pada tahun 2016 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2015. Namun, kurangnya pengetahuan petani dalam upaya menjaga kualitas dan daya simpan benih cabai mandiri membuat petani harus mengeluarkan biaya lebih dalam memenuhi kebutuhan bercocok tanam. Penerapan Dry Heat Treatment (DHT) dan Penggunaan Natrium Hipoklorit NaClO dapat meningkatkan vigor dan viabilitas benih sehingga memperkecil laju kemunduran mutu benih. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan NaClO dan DHT yang dapat menghasilkan benih yang terlindungi mutu dan kualitasnya selama masa simpan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2020 sampai dengan juli 2020 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 64 unit percobaan dan setiap unit terdiri dari 10 sampel. Hasil penelitian menunjukkan pada parameter perkecambahan perlakuan NaClO control (N0), 1% (N1) tidak berbeda nyata dibandingkan perlakuan NaClO 1% (N1), 3% (N2), dan 5% (N3). Pareameter vegetatif benih menunjukan bahwa kombinasi perlakuan NaClO dan DHT menunjukan data tertinggi panjang akar yaitu N1D1 (kombinasi 1% NaClO dan 50�C selama 72 jam), pada parameter tinggi batang yaitu N1D1 (kombinasi 1% NaClO dan 50�C selama 72 jam), pada parameter jumlah daun yaitu N2D1 (kombinasi 1% NaClO dan 60�C selama 72 jam). data paling rendah ditunjukan pada kombinasi perlakuan D3 (70�C selama 72 jam) terhadap semua perlakuan NaClO semua taraf, sehingga di dapatkan beberapa kesimpulan yaitu, Perlakuan NaClO semua taraf menujukan tidak berbeda nyata untuk semua sampel, perlakuan DHT terbaik yaitu pada taraf 50�C selama 72 jam (D1), kombinasi perlakuan terbaik untuk parameter perkecambahan yaitu N0D0 dan N0D1, kombinasi perlakuan terbaik untuk parameter vegetatif panjang akar dan tinggi batang adalah pada perlakuan N1D1, sedangkan untuk Jumlah daun pada kombinasi perlakuan N2D1.