Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

33 hasil
Penulis: FITRA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard Materi Simbiosis Antar Makhluk Hidup Kelas III MI Al Fawaid Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya penggunaan media pembelajaran pada pembelajaran IPAS kelas III MI Al Fawaid Tarakan. Wawancara dan observasi menunjukkan guru masih menggunakan metode ceramah tanpa media pembelajaran, sehingga siswa kurang fokus, mudah bosan, dan sulit memahami materi simbiosis antar makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan dan keefektifan media flashcard pada materi simbiosis antar makhluk hidup. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Media flashcard yang memuat materi simbiosis mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Kelayakan media diukur melalui validasi ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi ahli media memperoleh persentase 65,4% dengan kategori layak, validasi ahli materi 90% dengan kategori sangat layak, dan ahli bahasa 96,3% dengan kategori sangat layak, dengan rata-rata 83,9% termasuk kategori sangat layak. Keefektifan media diperoleh melalui pretest dan posttest menggunakan N-Gain. Uji coba terbatas terhadap 6 siswa memperoleh 58,16% dengan kategori cukup efektif, sedangkan uji coba lapangan terhadap 29 siswa memperoleh 61,20% dengan kategori cukup efektif. Persentase akhir sebesar 59,68% termasuk kategori cukup efektif. Dengan demikian, media flashcard yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS materi simbiosis antar makhluk hidup kelas III MI Al Fawaid Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard Materi Simbiosis Antar Makhluk Hidup Kelas III MI Al Fawaid Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya penggunaan media pembelajaran pada pembelajaran IPAS kelas III MI Al Fawaid Tarakan. Wawancara dan observasi menunjukkan guru masih menggunakan metode ceramah tanpa media pembelajaran, sehingga siswa kurang fokus, mudah bosan, dan sulit memahami materi simbiosis antar makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan dan keefektifan media flashcard pada materi simbiosis antar makhluk hidup. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Media flashcard yang memuat materi simbiosis mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Kelayakan media diukur melalui validasi ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi ahli media memperoleh persentase 65,4% dengan kategori layak, validasi ahli materi 90% dengan kategori sangat layak, dan ahli bahasa 96,3% dengan kategori sangat layak, dengan rata-rata 83,9% termasuk kategori sangat layak. Keefektifan media diperoleh melalui pretest dan posttest menggunakan N-Gain. Uji coba terbatas terhadap 6 siswa memperoleh 58,16% dengan kategori cukup efektif, sedangkan uji coba lapangan terhadap 29 siswa memperoleh 61,20% dengan kategori cukup efektif. Persentase akhir sebesar 59,68% termasuk kategori cukup efektif. Dengan demikian, media flashcard yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS materi simbiosis antar makhluk hidup kelas III MI Al Fawaid Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Yang Melakukan Eksploitasi Seksual Melalui Media Sosial di Kota Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hukum anak yang melakukan eksploitasi seksual melalui media sosial. Serta untuk mengetahui bentuk tanggunga jawab Pemerintah Daerah, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana di Kota Tarakan dalam melakukan perlindungan terhadap anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum empiris yakni metode penelitian hukum yang melihat keberlakukan hukum dari segi nonhukum. Tipe penelitian ini berupaya melihat hukum dalam artian yang nyata atau dapat dikatakan mengamati tentang cara bekerjanya hukum dalam masyarakat, dapat dikaji dari tingkat efektivitas hukum, kepatuhan terhadap hukum, peran lembaga atau institusi hukum dalam penegakkan hukum penegakkan hukum, implementasi aturan hukum, pengaruh aturan hukum terhadap aturan masalah sosial tertentu atau sebaliknya. Lokasi Penelitian ini bertempat di Kantor Pemerintah Kota Tarakan, Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Tarakan selaku pihak yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan hasil penelitian penulis berkesimpulan bahwa Meskipun belum ada Undang-undang secara khusus yang mengatur anak yang melakukan eksploitasi seksual terhadap dirinya sendiri melalui media sosialnya, anak tetap berstatus sebagai korban karena berdasarkan Undang-undang Nomor 35 tahun 2024 Tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak karena usia 12-18 tahun belum punya kapasitas hukum, kematangan psikologis, emosional, dan sosial untuk persetujuan seksual komersial. Adapun tanggung jawab Pemerintah Daerah, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana di Kota Tarakan dalam perlindungan atas anak adalah dengan membuat regulasi dan menjalankan regulasi tersebut. Tetapi karena kurangnya regulasi, penegakkan hukum dan kesadaran dari masyarakat. Sehingga eksploitasi seksual yang dilakukan oleh anak masih terjadi khusunya di kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Yang Melakukan Eksploitasi Seksual Melalui Media Sosial di Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hukum anak yang melakukan eksploitasi seksual melalui media sosial. Serta untuk mengetahui bentuk tanggunga jawab Pemerintah Daerah, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana di Kota Tarakan dalam melakukan perlindungan terhadap anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum empiris yakni metode penelitian hukum yang melihat keberlakukan hukum dari segi nonhukum. Tipe penelitian ini berupaya melihat hukum dalam artian yang nyata atau dapat dikatakan mengamati tentang cara bekerjanya hukum dalam masyarakat, dapat dikaji dari tingkat efektivitas hukum, kepatuhan terhadap hukum, peran lembaga atau institusi hukum dalam penegakkan hukum penegakkan hukum, implementasi aturan hukum, pengaruh aturan hukum terhadap aturan masalah sosial tertentu atau sebaliknya. Lokasi Penelitian ini bertempat di Kantor Pemerintah Kota Tarakan, Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Tarakan selaku pihak yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan hasil penelitian penulis berkesimpulan bahwa Meskipun belum ada Undang-undang secara khusus yang mengatur anak yang melakukan eksploitasi seksual terhadap dirinya sendiri melalui media sosialnya, anak tetap berstatus sebagai korban karena berdasarkan Undang-undang Nomor 35 tahun 2024 Tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak karena usia 12-18 tahun belum punya kapasitas hukum, kematangan psikologis, emosional, dan sosial untuk persetujuan seksual komersial. Adapun tanggung jawab Pemerintah Daerah, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana di Kota Tarakan dalam perlindungan atas anak adalah dengan membuat regulasi dan menjalankan regulasi tersebut. Tetapi karena kurangnya regulasi, penegakkan hukum dan kesadaran dari masyarakat. Sehingga eksploitasi seksual yang dilakukan oleh anak masih terjadi khusunya di kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALYSIS OF STUDENTS’ ERROR IN TRANSLATING IDIOMS FROM ENGLISH TO INDONESIA MADE BY SIXTH SEMESTER OF ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS AT THE UNIVERSITY OF BORNEO TARAKAN

2026•

This study examines students' mistakes in translating idiomatic idioms among sixth- semester students in the English Department at the University of Borneo Tarakan. This study also explores the variables that cause these errors. This study uses qualitative content analysis techniques and the subjects are students from local A1 and A2 in the sixth semester of the English Education Department, University of Borneo Tarakan. This study employs qualitative content analysis approaches, focusing on students from local A1 and A2 in their sixth semester, majoring in English Education at the University of Borneo Tarakan. Data collection was executed via document analysis and interviews. The results of the study found that students faced many challenges in interpreting idiomatic phrases, including linguistic knowledge, cultural differences, and style constraints. This occurs as students struggle to identify the most analogous source language and to derive a meaning that aligns with the idiomatic expression. Numerous challenges arise from factors such as students' unfamiliarity with idiomatic expressions, cultural disparities between English and Indonesian, the infrequent application of these expressions in daily communication or writing, and the intricacies associated with interpreting idiomatic phrases. Finally, this study encourages lecturers and students to investigate language through vocabulary and linguistic phrases, particularly idioms, and to apply them in daily practice, both written and spoken, in and out of the classroom.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI SMA NEGERI 4 TARAKAN

2025•

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh salah satu atau kedua pasangan sebelum mencapai usia 19 tahun, dan berdampak negatif secara psikologis, sosial, kesehatan, serta hukum. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui peningkatan akses informasi dan pemahaman mengenai konsekuensi pernikahan dini, salah satunya dengan media video sebagai sarana edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja putri di SMA Negeri 4 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimental model one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 291 siswi, dengan sampel sebanyak 83 responden yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai dampak pernikahan dini, yaitu dari 73 orang (88,0%) dengan kategori baik pada saat pretest menjadi 81 orang (97,6%) pada posttest, dengan kenaikan sebesar 9,6%. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menghasilkan nilai p-value 0,000 (p 0,05), yang mengindikasikan bahwa edukasi menggunakan media video berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini. Media video direkomendasikan sebagai wahana edukasi yang efektif untuk mendukung upaya pencegahan pernikahan dini secara berkesinambungan melalui keterlibatan tenaga kesehatan, institusi, dan masyarakat. Kata Kunci: Media Video, Pengetahuan, Remaja Putri, Dampak Pernikahan Dini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI SMA NEGERI 4 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh salah satu atau kedua pasangan sebelum mencapai usia 19 tahun, dan berdampak negatif secara psikologis, sosial, kesehatan, serta hukum. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui peningkatan akses informasi dan pemahaman mengenai konsekuensi pernikahan dini, salah satunya dengan media video sebagai sarana edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja putri di SMA Negeri 4 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimental model one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 291 siswi, dengan sampel sebanyak 83 responden yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai dampak pernikahan dini, yaitu dari 73 orang (88,0%) dengan kategori baik pada saat pretest menjadi 81 orang (97,6%) pada posttest, dengan kenaikan sebesar 9,6%. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menghasilkan nilai p-value 0,000 (p 0,05), yang mengindikasikan bahwa edukasi menggunakan media video berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini. Media video direkomendasikan sebagai wahana edukasi yang efektif untuk mendukung upaya pencegahan pernikahan dini secara berkesinambungan melalui keterlibatan tenaga kesehatan, institusi, dan masyarakat. Kata Kunci: Media Video, Pengetahuan, Remaja Putri, Dampak Pernikahan Dini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEREDARAN SEDIAAN FARMASI ILEGAL DI KOTA TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penegakan hukum terhadap peredaran sediaan farmasi ilegal di Kota Tarakan, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengawasan dan penegakan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara dengan instansi terkait seperti Polres Kota Tarakan dan BPOM Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penegakan hukum masih rendah, dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk regulasi yang ada, peran penegak hukum, sarana dan fasilitas, serta kesadaran masyarakat. peredaraan sediaan farmasi ilegal diatur dalam undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehata, dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Meskipun terdapat undang-undang yang mengatur sanksi bagi pelanggar, implementasinya di lapangan masih belum maksimal, dengan banyak kasus yang hanya berujung pada sanksi administratif. efektivitas penegakan hukum masih rendah, karena masih ada kendala dalam proses penegakan hukum yang disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sarana dan prasarana pendukung, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta rendahnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya penggunaan sediaan farmasi ilegal. Letak geografis Kota Tarakan yang berbatasan langsung dengan Malaysia juga menjadi faktor yang memudahkan masuknya produk ilegal melalui jalur tidak resmi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas pengawasan, edukasi masyarakat, dan kerjasama antar instansi untuk mengatasi peredaran sediaan farmasi ilegal secara efektif. Dengan demikian, diharapkan kesehatan masyarakat dapat terlindungi dari risiko yang ditimbulkan oleh sediaan farmasi ilegal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEREDARAN SEDIAAN FARMASI ILEGAL DI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penegakan hukum terhadap peredaran sediaan farmasi ilegal di Kota Tarakan, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengawasan dan penegakan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara dengan instansi terkait seperti Polres Kota Tarakan dan BPOM Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penegakan hukum masih rendah, dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk regulasi yang ada, peran penegak hukum, sarana dan fasilitas, serta kesadaran masyarakat. peredaraan sediaan farmasi ilegal diatur dalam undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehata, dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Meskipun terdapat undang-undang yang mengatur sanksi bagi pelanggar, implementasinya di lapangan masih belum maksimal, dengan banyak kasus yang hanya berujung pada sanksi administratif. efektivitas penegakan hukum masih rendah, karena masih ada kendala dalam proses penegakan hukum yang disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sarana dan prasarana pendukung, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta rendahnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya penggunaan sediaan farmasi ilegal. Letak geografis Kota Tarakan yang berbatasan langsung dengan Malaysia juga menjadi faktor yang memudahkan masuknya produk ilegal melalui jalur tidak resmi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas pengawasan, edukasi masyarakat, dan kerjasama antar instansi untuk mengatasi peredaran sediaan farmasi ilegal secara efektif. Dengan demikian, diharapkan kesehatan masyarakat dapat terlindungi dari risiko yang ditimbulkan oleh sediaan farmasi ilegal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALYSIS OF STUDENTS’ ERROR IN TRANSLATING IDIOMS FROM ENGLISH TO INDONESIA MADE BY SIXTH SEMESTER OF ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS AT THE UNIVERSITY OF BORNEO TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study examines students' mistakes in translating idiomatic idioms among sixth- semester students in the English Department at the University of Borneo Tarakan. This study also explores the variables that cause these errors. This study uses qualitative content analysis techniques and the subjects are students from local A1 and A2 in the sixth semester of the English Education Department, University of Borneo Tarakan. This study employs qualitative content analysis approaches, focusing on students from local A1 and A2 in their sixth semester, majoring in English Education at the University of Borneo Tarakan. Data collection was executed via document analysis and interviews. The results of the study found that students faced many challenges in interpreting idiomatic phrases, including linguistic knowledge, cultural differences, and style constraints. This occurs as students struggle to identify the most analogous source language and to derive a meaning that aligns with the idiomatic expression. Numerous challenges arise from factors such as students' unfamiliarity with idiomatic expressions, cultural disparities between English and Indonesian, the infrequent application of these expressions in daily communication or writing, and the intricacies associated with interpreting idiomatic phrases. Finally, this study encourages lecturers and students to investigate language through vocabulary and linguistic phrases, particularly idioms, and to apply them in daily practice, both written and spoken, in and out of the classroom.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AMBIGUITAS DALAM KOMIK STRIP DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (KAJIAN SEMANTIK)

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis ambiguitas gramatikal dan leksikal dalam komik strip yang terdapat dalam media sosial instagram serta menganalisis makna yang terkandung dalam kata dan frasa yang bersifat ambigu dengan penekanan pada kajian semantik. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data primer dalam penelitian ini melibatkan analisis terhadap bahasa tertulis dalam dialog komik strip yang mengandung ambiguitas yang berasal dari media sosial Instagram, khususnya di postingan mulai tahun 2019 hingga 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC) yang mencakup pengamatan langsung serta pencatatan data. Metode analisis data yang diterapkan adalah metode agih. Berdasarkan analisis data, dari total 20 data komik di media sosial instagram, jenis ambiguitas yang paling banyak ditemukan adalah ambiguitas tingkat leksikal dengan jumlah 15 data terbagi menjadi polisemi sebanyak 13 data komik strip dan homofoni 2 data komik strip. Sedangkan urutan kedua adalah ambiguitas gramatikal dengan jumlah 5 data yang terbagi lagi menjadi frasa yang mirip hanya 1 data komik strip dan konteks yang minim sebanyak 4 data komik strip. Hal ini menunjukkan bahwa ambiguitas leksikal akibat polisemi memainkan peran yang signifikan dalam menciptakan ambiguitas tersebut. Ambiguitas dalam komik strip di media sosial instagram memunculkan humor atau cerita lucu. Kelucuan ini timbul karena perbedaan interpretasi yang menciptakan alur cerita yang tak terduga bagi pembaca. Ambiguitas ini sengaja diciptakan oleh kreator komik untuk menarik minat pembaca terhadap karya mereka.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

DESIGNING ENGLISH CONVO PODCAST AS A LISTENING MEDIA FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS AT SMPIT ULUL ALBAB TARAKAN

2024•

Keterampilan mendengarkan yang efektif sangat penting dalam pendidikan bahasa, terutama bagi siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan podcast percakapan bahasa Inggris-Indonesia dengan konten yang secara khusus disesuaikan dengan materi pembelajaran Bahasa Inggris untuk kelas VII. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan memanfaatkan model penelitian Borg dan Gall yang tahapannya telah dimodifikasi menjadi lima tahap (1) Research and Information Collection; (2) Planning; (3) Preliminary Form of Product Development; (4) Main Field Testing; dan (5) Final Product Revision. Data kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data kualitatif berupa wawancara yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait kepraktisan produk dan respon siswa. Sedangkan data kuantitatif berupa angket kebutuhan siswa, angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media (desain), angket validasi ahli bahasa, angket uji praktikalitas produk, dan angket respon siswa. Validasi dilakukan oleh masing-masing ahli, yaitu ahli media, materi, dan bahasa. Media yang telah dikembangkan diujicobakan kepada 32 siswa kelas 8 SMPIT Ulul Albab Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan Podcast English Convo sebagai media pembelajaran menyimak berdasarkan penilaian: 1) Ahli materi, diperoleh rata-rata total skor yaitu 38,50 yang jika dipersentasekan mendapat nilai 80,21% dengan kualifikasi “Layak”; 2) Ahli bahasa, diperoleh total skor yaitu 28,00 yang jika dipersentasekan mendapat nilai 77,78% dengan kualifikasi “Layak”; 3) Ahli media, diperoleh total skor sebesar 64,00 yang jika dipersentasekan menjadi 100% dengan kualifikasi “Sangat Layak”; dan 4) Praktisi pembelajaran Bahasa Inggris, diperoleh rata-rata total skor persentase sebesar 91,96% dengan kualifikasi “Sangat Praktis”. Respon siswa terhadap media ini setelah dilakukan uji coba rata-rata menunjukkan respon positif dengan total skor persentase sebesar 81% dengan kualifikasi “Sangat Baik”. Dengan demikian, Podcast English Convo ini layak digunakan sebagai media pembelajaran menyimak pada siswa kelas 8 SMPIT Ulul Albab Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AMBIGUITAS DALAM KOMIK STRIP DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (KAJIAN SEMANTIK)

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis ambiguitas gramatikal dan leksikal dalam komik strip yang terdapat dalam media sosial instagram serta menganalisis makna yang terkandung dalam kata dan frasa yang bersifat ambigu dengan penekanan pada kajian semantik. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data primer dalam penelitian ini melibatkan analisis terhadap bahasa tertulis dalam dialog komik strip yang mengandung ambiguitas yang berasal dari media sosial Instagram, khususnya di postingan mulai tahun 2019 hingga 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC) yang mencakup pengamatan langsung serta pencatatan data. Metode analisis data yang diterapkan adalah metode agih. Berdasarkan analisis data, dari total 20 data komik di media sosial instagram, jenis ambiguitas yang paling banyak ditemukan adalah ambiguitas tingkat leksikal dengan jumlah 15 data terbagi menjadi polisemi sebanyak 13 data komik strip dan homofoni 2 data komik strip. Sedangkan urutan kedua adalah ambiguitas gramatikal dengan jumlah 5 data yang terbagi lagi menjadi frasa yang mirip hanya 1 data komik strip dan konteks yang minim sebanyak 4 data komik strip. Hal ini menunjukkan bahwa ambiguitas leksikal akibat polisemi memainkan peran yang signifikan dalam menciptakan ambiguitas tersebut. Ambiguitas dalam komik strip di media sosial instagram memunculkan humor atau cerita lucu. Kelucuan ini timbul karena perbedaan interpretasi yang menciptakan alur cerita yang tak terduga bagi pembaca. Ambiguitas ini sengaja diciptakan oleh kreator komik untuk menarik minat pembaca terhadap karya mereka.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESIGNING ENGLISH CONVO PODCAST AS A LISTENING MEDIA FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS AT SMPIT ULUL ALBAB TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterampilan mendengarkan yang efektif sangat penting dalam pendidikan bahasa, terutama bagi siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan podcast percakapan bahasa Inggris-Indonesia dengan konten yang secara khusus disesuaikan dengan materi pembelajaran Bahasa Inggris untuk kelas VII. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan memanfaatkan model penelitian Borg dan Gall yang tahapannya telah dimodifikasi menjadi lima tahap (1) Research and Information Collection; (2) Planning; (3) Preliminary Form of Product Development; (4) Main Field Testing; dan (5) Final Product Revision. Data kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data kualitatif berupa wawancara yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait kepraktisan produk dan respon siswa. Sedangkan data kuantitatif berupa angket kebutuhan siswa, angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media (desain), angket validasi ahli bahasa, angket uji praktikalitas produk, dan angket respon siswa. Validasi dilakukan oleh masing-masing ahli, yaitu ahli media, materi, dan bahasa. Media yang telah dikembangkan diujicobakan kepada 32 siswa kelas 8 SMPIT Ulul Albab Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan Podcast English Convo sebagai media pembelajaran menyimak berdasarkan penilaian: 1) Ahli materi, diperoleh rata-rata total skor yaitu 38,50 yang jika dipersentasekan mendapat nilai 80,21% dengan kualifikasi “Layak”; 2) Ahli bahasa, diperoleh total skor yaitu 28,00 yang jika dipersentasekan mendapat nilai 77,78% dengan kualifikasi “Layak”; 3) Ahli media, diperoleh total skor sebesar 64,00 yang jika dipersentasekan menjadi 100% dengan kualifikasi “Sangat Layak”; dan 4) Praktisi pembelajaran Bahasa Inggris, diperoleh rata-rata total skor persentase sebesar 91,96% dengan kualifikasi “Sangat Praktis”. Respon siswa terhadap media ini setelah dilakukan uji coba rata-rata menunjukkan respon positif dengan total skor persentase sebesar 81% dengan kualifikasi “Sangat Baik”. Dengan demikian, Podcast English Convo ini layak digunakan sebagai media pembelajaran menyimak pada siswa kelas 8 SMPIT Ulul Albab Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

pengaruh penambahan tepung wortel pada pakan dengan dosis yang berbeda terhadap peningkatan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang (betta sp)

2024•

Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi perdagangan di dalam maupun di luar negeri. Salah satu jenis ikan hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah ikan cupang (Betta sp). Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mendapatkan pigmen warna yang cerah adalah tepung wortel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek penambahan tepung wortel kedalam pakan ikan dalam meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang. Perlakuan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan persentase tepung wortel yang berbeda yang di campur pada pakan hingga mencapai berat pakan 100 gr. Perlakuan 1 (P1): Perlakuan komersial (control) Perlakuan 2 (P2): Perlakuan dengan 5,5% tepung wortel/ 100 g pakan Perlakuan 3 (P3): Perlakuan dengan 6% tepung wortel / 100 g pakan Perlakuan 4 (P4): Perlakuan dengan 6,5% tepung wortel/100 g pakan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang ikan tertinggi pada perlakuan 2 dengan nilai 1,5, cm, pertumbuhan berat ikan yang terbaik ikan cupang diperoleh pada perlakuan 2 dengan hasil pertumbuhan 0,44gr , nilai warna terbaik dihasilkan pada perlakuan 2, hasil pengukuran suhu 29,4-23,7C°, hasil pengukuran pH 6-7,8, hasil pengukuran DO 6,1- 12,2 (mg/L), hasil pengukuran amoniak 0,08-0,16. Tepung wortel yang mengandung karotenoid berperan dalam mempertahankan pertumbuhan disarankan 5,5%. Penelitian ini dapat meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang (Betta sp)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh penambahan tepung wortel pada pakan dengan dosis yang berbeda terhadap peningkatan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang (betta sp)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi perdagangan di dalam maupun di luar negeri. Salah satu jenis ikan hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah ikan cupang (Betta sp). Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mendapatkan pigmen warna yang cerah adalah tepung wortel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek penambahan tepung wortel kedalam pakan ikan dalam meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang. Perlakuan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan persentase tepung wortel yang berbeda yang di campur pada pakan hingga mencapai berat pakan 100 gr. Perlakuan 1 (P1): Perlakuan komersial (control) Perlakuan 2 (P2): Perlakuan dengan 5,5% tepung wortel/ 100 g pakan Perlakuan 3 (P3): Perlakuan dengan 6% tepung wortel / 100 g pakan Perlakuan 4 (P4): Perlakuan dengan 6,5% tepung wortel/100 g pakan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang ikan tertinggi pada perlakuan 2 dengan nilai 1,5, cm, pertumbuhan berat ikan yang terbaik ikan cupang diperoleh pada perlakuan 2 dengan hasil pertumbuhan 0,44gr , nilai warna terbaik dihasilkan pada perlakuan 2, hasil pengukuran suhu 29,4-23,7C°, hasil pengukuran pH 6-7,8, hasil pengukuran DO 6,1- 12,2 (mg/L), hasil pengukuran amoniak 0,08-0,16. Tepung wortel yang mengandung karotenoid berperan dalam mempertahankan pertumbuhan disarankan 5,5%. Penelitian ini dapat meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang (Betta sp)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail