Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

32 hasil
Subjek: karamunting
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENAMBAHAN TEPUNG TESTIS SAPI DAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (MELASTOMA MALABATHRICUM) PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP KEBERHASILAN MASKULINISASI NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tepung testis sapi memiliki kandungan hormon testosteron alami dimana kandungan hormon ini berperan pada proses differensiasi kelamin jantan. Melastoma malabathricum L.atau tumbuhan karamunting memiliki senyawa bioaktif yang mampu meningkatkan kadar testosteron pada tikus jantan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan tepung testis sapi dan ekstrak daun karamunting sebagai sumber hormon alternatif pada proses maskulinisasi pada ikan nila. Penelitian ini menggunakan ikan nila yang berumur 5-10 hari, dipelihara di aquarium berukuran 80cm x 40cm x 60cm dengan padat tebar 1 ekor/L. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu kontrol (pakan komersil), P1 70% : 30% (tepung testis sapi dan pakan komersil) + 1.5% ekstrak daun karamunting, (P2) 50% : 50% (tepung testis sapi dan pakan komersil) 1.5% ekstrak daun karamunting, (P3) 30% : 70% (tepung testis sapi dan pakan komersil) 1.5% ekstrak daun karamunting. Hasil penelitian menunjukkan persentase jantan dan pertumbuhan berat mutlak menunjukkan nilai yang berbeda nyata, sedangkan Survival Rate menunjukkan nilai tidak berbeda nyata antar perlakuan. Data pengukuran kualitas air, berada pada kisaran yang optimal bagi pemeliharaan benih ikan nila yaitu suhu 27- 28oC, nilai pH 7,0, kadar amoniak (NH3) 0.25 mg/L, dengan nilai DO 8.0 mg/L. Pemberian tepung testis sapi dan ekstrak daun karamunting terhadap proses maskulinisasi ikan nila dapat dijadikan sebagai sumber hormon alternatif selain hormon testosteron sintetik dalam kegiatan produksi benih ikan nila tunggal kelamin menjadi jantan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DAN PROBIOTIK GUNA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN POSTLARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2025•

Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas andalan perikanan yang sangat potensial di Kota Tarakan. Namun, keberhasilan budidaya udang ini kerap terkendala oleh rendahnya tingkat kelangsungan hidup pada fase Post Larva 10 (PL-10), terutama akibat proses moulting yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kombinasi ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan probiotik terhadap pertumbuhan serta kelangsungan hidup benur udang windu. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas tiga perlakuan: kontrol (tanpa perlakuan), ekstrak daun karamunting (50 ppm), dan kombinasi ekstrak daun karamunting (50 ppm) dengan probiotik (5 ppm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting dan probiotik memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang, berat, laju pertumbuhan spesifik, dan kelangsungan hidup benur udang windu. Perlakuan kombinasi menghasilkan pertumbuhan panjang mencapai 2,4 cm,dan berat 0,111 g tertinggi dibandingkan kontrol maupun ekstrak daun karamunting. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup tertinggi mencapai 67,5% pada kombinasi perlakuan dibandingkan dengan kontrol sebesar 48,7%. Pemberian pakan dengan penambahan ekstrak daun karamunting dan probiotik memberikan dampak positif terhadap kelangsungan hidup selain itu juga mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan udang windu dan kelangsungan hidup udang windu,sedangkan probiotik berperan dalam meningkatkan efesiensi pencernaan dan kesehatan post larva.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS BUAH KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa) TERHADAP KANDUNGAN FORMALIN PADA JAJANAN BAKSO DI LINGKUNGAN SMP KOTA TARAKAN DAN POTENSINYA PADA PEMBELAJARAN IPA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk: 1).Menganalisis efektivitas tumbuhan karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) sebagai pendeteksi kandungan formalin, 2).Mengidentifikasi kandungan formalin pada jajanan bakso yang dijual di lingkungan SMP Kota Tarakan dan 3).Mengidentifikasi potensi penerapannya pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan memberikan 3 perlakuan kadar konsentrasi ekstrak buah karamunting. Analisis data yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Selanjutnya dilakukan perhitungan persentase untuk menentukan kriteria efektivitas. Adapun potensi pembelajaran dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kadar ekstrak buah karamunting yang efektif yaitu pada kadar ekstrak L2 (5g buah karamunting + 15 ml air). Berdasarkan hasil penelitian pada takaran tersebut mampu mendeteksi formalin pada kadar 10% dengan kemampuan deteksi yaitu 60% (efektif), pada takaran formalin 20% dan 30% dimana masing-masing kemampuan deteksi yaitu 80% (Sangat Efektif). Hasil uji jajanan bakso di lingkungan SMP Kota Tarakan yaitu pada SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 10 Tarakan adalah negatif formalin. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar, maka penelitian ini dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik kelas VIII SMP pada materi 2.1 Makanan dan sistem pencernaan subbab 2.1.1 zat aditif. The aimed to 1) analyze the effectiveness of the karamunting plant ( Rhodomyrtus tomentosa) as a detector of formalin content, 2) identify formalin content in meatball snacks sold in the vicinity of junior high school in Tarakan city, and 3) identify ITS potential application in sciens education. The type of research, conducted is experimental research, which involves providing three treatment concentrations of karamunting extract. Data analyzed includes prerequisite tests (normality and Homogenity tests), hipothesis testing ( one way ANOVA) and, follow up tests (Duncan). Subsequently, percentage calculation were performed to determine the effectiveness criteria. The learning potential is analyzed descriptively. the result showedthat the evective concentrations of karamunting extract is at L2 concentrations (5 g of karamunting + 15 ml of water ). The study indicates that this concentrations can detect formalin at a 10% level with a detection capability of 60% (effective) an at 20% and 30 % formalin with detection capability 80%( very effective ). The result of formalin test on meatballs SMPN in Tarakan, specifically SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 9 and SMP Negeri 10 Tarakan. are negative for formalin. Futhermore, the anaysis of the research results in utilization as a learning resourch; the study can be used for eight- grade material on the topic of food and digestive system, specifically on the subtopic of food additivess.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Suhu dan Waktu dalam Pengolahan Buah Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) sebagai Minuman Serbuk Sumber Vitamin C dan Antioksidan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minuman serbuk buah karamunting merupakan salah satu keragaman produk buah karamunting (Rhodomyrtus tomentosa). Pengolahan ini menggunakan metode foam mat drying dengan pengeringan suhu rendah pada suhu 60-80 derajat celsius. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui suhu, waktu, kombinasi suhu dan waktu pada pengeringan buah karamunting yang dapat mempertahankan senyawa bioaktif di dalamnya. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu suhu pengeringan (60, 70, 80 derajat celsius) dan waktu pengeringan (60, 90, 120 menit) yang diulangi sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar vitamin C, Fenol, dan Antioksidan. Berdasarkan hasil perhitungan pada parameter kadar air memiliki nilai paling tinggi adalah T1W1 sebesar 9,24 %,parameter kadar vitamin C memiliki nilai paling tinggi adalah T2W1 sebesar 42,99 mg, parameter Fenol memiliki nilai paling tinggi adalah T2W2 sebesar 238, 90 mg/g, dan parameter Antioksidan memiliki nilai paling tinggi adalah T2W2 sebesar 43,10 mg/ml.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA PAKAN PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Betta sp)

2023•

Kegiatan budidaya cupang umumnya mengandalkan pakan alamiah, namun terdapat kendala dengan jumlah yang terbatas sehingga pembudidaya memanfaatkan pakan pellet untuk menopang pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun karamunting pada pellet terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan, pemberian pellet tanpa ekstrak 0 gr/kg (P1), pellet ditambahkan ekstrak 0,025 g (P2), pellet ditambahkan ekstrak 0,050 g (P3), pellet ditambahkan ekstrak 0,075 g (P4), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, sintasan (SR), dan kualitas air dan data di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan spesifik (SGR) ikan cupang pada perlakuan P1 (2,16), P2 (3,43), P3 (3,07), P4 (4,16) Hasil dari uji sidik ragam (ANOVA) berdasarkan analisis statistik dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan hasil yang berbeda nyata antara yang diberikan ekstrak dengan tanpa pemberian ekstrak berdasarkan rerata dari standar deviasi (P>0,05). Hasil pertumbuhan bobot mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,30 gr), P2 (0,57 gr), P3 (0,70gr), P4 (0,90 gr) Bobot ikan yang paling rendah yaitu P1 sedangkan bobot yang paling tinggi adalah P4. Hasil pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,53 cm), P2 0,97 cm), P3 (1,60 cm), P4 (2,13 cm) Pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting menunjukan bahwa semakin besar dosis ekstrak yang diberikan maka akan semakin tinggi tingkat pertumbuhannya artinya kebutuhan ikan cupang terhadap ekstrak daun karamunting memberikan nilai yang positif. Hasil kelangsungan hidup (SR) pada P1 (100%), P2 (89%), P3 (100%), P4 (100%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting pada pakan pellet terhadap pertunbuhan ikan cupang berpengaruh positif pada pertumbuhan ikan cupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENRICHMENT Moina. Sp MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING UNTUK MENINGKATKAN LAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN CUPANG (Betta. Sp)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BIOENRICHMENT Moina. Sp MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING UNTUK MENINGKATKAN LAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN CUPANG Betta. Sp Abstrak Ikan cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat aslinya dibeberapa negara di Asia Tenggara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui laju pertumbuhan benih ikan cupang (Betta sp.) yang diberikan pakan alami Moina sp yang telah diperkaya ekstrak daun karamunting dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Yaitu 1: Kontrol ( tanpa ekstrak daun karamunting), 2: Moina sp + 25 ppm ekstrak daun karamunting, 3: Moina sp + 50 ppm ekstrak daun karamunting dan ke3: Moina sp + 100 ppm ekstrak daun karamunting. Pertumbuhan bobot benih ikan cupang pada akhir penelitian dengan bobot 1,44 gr, menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun karamunting pada pakan Moina sp mampu meningkatkan nutrisi dari Moina sp yang berpengaruh pada laju pertumbuhan benih ikan cupang. nilai SGR tertinggi didapatkan pada perlakuan 3 dengan dosis 100 ppm, sebesar 4,00%, diikuti dengan perlakuan 2 dengan dosis 50 ppm sebesar 3,24% selanjutnya pada perlakuan 1 dengan dosis 25 ppm sebesar 2,85% dan nilai SGR terendah terdapat pada perlakuan kontrol sebesar 2,57%. Tingkat kelangsungan hidup benih ikan cupang (Betta sp.) dari total 20 ekor untuk tiap perlakuan yang dipelihara selama 30 hari masa perlakuan menunjukkan nilai tertinggi pada perlakuan 2 (50 ppm) yaitu 73%, kemudian pada perlakuan 3 (100 ppm) yaitu 72%, disusul oleh perlakuan 1 (25 ppm) yaitu 70% dan yang paling rendah terjadi pada perlakuan kontrol dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 67%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Moina sp yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting dengan bebagai dosis yang berbeda dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan benih ikan cupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERCEPATAN MOLTING PL-2 UDANG WINDU (Penaeus monodon) DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA LAMA WAKTU PERENDAMAN YANG BERBEDA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang windu merupakan golongan krustasea yang pertumbuhannya diikuti dengan pergantian kulit. Berdasarkan wawancara, salah satu permasalahan yang dialami oleh beberapa hatcheri di Pantai Amal Kota Tarakan adalah terhambatnya proses molting pada udang 2 fase pasca larva. Hal itu diduga terkait dengan ketersediaan pakan alami atau nutrisi. Pengaruh kualitas pakan alami yang diberikan mempengaruhi proses biosintesis hormon ekdisteroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun karamunting terhadap percepatan molting pascalarva udang windu melalui waktu perendaman yang berbeda. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan 1 perendaman tanpa pemberian ekstrak daun karamunting, perlakuan kedua perendaman selama 4 jam, perlakuan ketiga perendaman selama 8 jam, dan perlakuan keempat perendaman selama 16 jam, dengan konsentrasi yang sama yaitu 50 ppm pada masing-masing perlakuan. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama penelitian, persentase molting udang windu tertinggi adalah pada perlakuan perendaman 16 jam dengan persentase molting sebesar 62%. Tingkat kelangsungan hidup udang windu tertinggi juga diperoleh pada perlakuan perendaman 16 jam dengan nilai 86%. Dengan demikian perlakuan perendaman menggunakan ekstrak daun karamunting dengan konsentrasi 50 ppm pada benih udang berpengaruh nyata terhadap aktivitas molting dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Persentase molting tertinggi diperoleh pada perlakuan perendaman 16 jam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMATANGAN OVARI INDUK KEPITING BAKAU (Scylla serrata.) DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA

2023•

Ekstrak daun karamunting dengan kombinasi pakan alami terbukti mampu mempercepat proses pematangan ovari induk kepiting bakau. Namun penggunaan ekstrak daun karamunting dengan pemberian pakan alami belum pernah diuji coba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian ekstrak daun karamunting dengan kombinasi pakan alami terhadap proses pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu, A (kontrol) B (pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami temberungun) C (pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami ikan mujair) D (pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami udang krosok). Dosis penyuntikan yang diberikan adalah 1 mg/g. Parameter pengamatan terdiri dari morfologi ovari, nilai GSI, nilai HSI, SGR, Survival rate dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan D memberikan hasil terbaik dengan nilai GSI sebesar 11,863% HSI 1,351% SGR 21,06% dan telah mencapai TKG IV. Pemberian ekstrak daun karamunting dan pakan alami memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap proses pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan dengan perlakuan kontrol

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum L) DAN HORMON TIROKSIN PADA AKTIVITAS MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla spp)

2023•

Pertumbuhan kepiting bakau melalui proses moulting membutuhkan hormon steroid. Salah satu bahan baku yang memiliki kandungan bioaktif seperti hormon steroid adalah daun karamunting (M. malabathricum L). tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stimulan moulting kepiting bakau (Scylla sp) dengan pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting (M. malabathricum L) dan hormon tiroksin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimental, yaitu menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan A (kontrol), perlakuan B ( ekstrak karamunting 3 µg/g dan tiroksin 50 µg/g), perlakuan C (ekstrak karamunting 5 µg/g dan tiroksin 50 µg/g) dan perlakuan D (ekstrak karamunting 7 µg/g dan tiroksin 50 µg/g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase moulting pada perlakuan 7 µg/g dan tiroksin 50 µg/g yaitu 100% sementara perlakuan 3 µg/g dan tiroksin 50 memberikan hasil 80% dan perlakuan terendah didapati pada perlakuan kontrol sebesar 60 %. Hasil dari masa laten moulting didapati waktu moulting tercepat pada perlakuan 7 µg/g dan tiroksin 50 µg/g disusul pada perlakuan 5 µg/g dan tiroksin 50 µg/g selama 15 sampai 24 hari dan perlakuan 3 µg/g dan tiroksin 50 µg/g memberikan waktu selama 16 sampai 31 hari dan paling lama didapati pada perlakuan control sebesar 20 sampai 60 hari . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pemberian ekstrak daun karamunting (M. malabathcricum L) dan hormon tiroksin dapat berperan teerhadap stimulan moulting pada kepiting bakau (Scylla spp).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGKAYAAN Artemia salina MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA PADA LAJU PERTUMBUHAN POSTLARVA (PL2) UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tumbuhan herbal memiliki senyawa bioaktif yang mampu berperan dalam meningkatkan laju pertumbuhan organisme budidaya. Kandungan senyawa bioaktif pada tumbuhan karamunting seperti falavonid, tanin, saponin, dan isoflavonid, berpotensi meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengkayaan Artemia Salina Menggunakan Ekstak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum) Dengan Dosis Yang Berbeda Pada Laju Pertumbuhan Post Larva (PL2) Udang Windu (Penaeus monodon). Desain penelitian terdiri 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu kontrol (tanpa perendaman ekstrak), dan perendaman ekstrak daun karamunting dengan dosis yang berbeda (50, 100 dan 150 ppm). Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan panjang mutlak, survival rate dan Kualitas air. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan ANOVA dan software SPSS hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun karamunting dengan dosis 100 ppm merupakan perlakuan terbaik dengan laju pertumbuhan panjang dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pengkayaan Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan dosis yang berbeda pada dosis 100 ppm memberikan hasil berbeda dengan signifikan terhadap laju pertumbuhan benur udang windu pada stadia post larva.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERCEPATAN MOULTING POST LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIRENDAM EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DENGAN ONSENTRASI BERBEDA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan yang sering ditemukan pada usaha pembenihan udang windu di hatchery adalah kegagalan proses moulting dan pertumbuhan yang lambat pada post larva udang windu, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penggunaan tumbuhan herbal ekstrak daun karamunting. Tumbuhan herbal ini memiliki senyawa bioaktif yang dapat berperan dalam meningkatkan laju pertumbuhan pada benur udang windu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan konsentrasi berbeda terhadap proses ganti kulit dan pertumbuhan pada post larva udang windu. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu perlakuan kontrol (tanpa ekstrak), perlakuan 25 ppm, perlakuan 50 ppm dan perlakuan 75 ppm, pemeliharaan dilakukan selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase moulting udang tertinggi didapatkan pada perlakuan 50 ppm yaitu sebesar 89 %, sedangkan prensentase moulting terendah pada perlakuan kontrol yaitu 60 %. Kecepatan masa laten molting didapatkan pada perlakuan 50 ppm yang membutuhkan 10-12 jam untuk moulting. Tingkat kelangsungan hidup benur untuk semua perlakuan berkisar antara 62-82%, SR terendah didapatkan pada perlakuan kontrol yaitu 62%. Kesimpulan perendaman ekstrak daun karamunting dengan konsentrasi berbeda memberikan pengaruh terhadap proses ganti kulit dan kelangsungan hidup postlarva udang windu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PAKAN YANG BERBEDA DENGAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DAN Ethinylestradiol PADA PEMATANGAN OVARI KEPITING BAKAU (Scylla spp)

2022•

Tingginya peningkatan permintaan terhadap induk kepiting bakau menyebabkan semakin tingginya penangkapan kepiting di alam. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan pasar yaitu dengan melakukan kegiatan percepatan pematangan ovari melalui pendekatan hormonal maupun ekstrak yang memiliki sifat reproductive-like hormone. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pemberian pakan yang berbeda dengan kombinasi ekstrak daun karamunting dan ethinylestradiol terhadap percepatan dan pematangan ovari induk kepiting bakau (Scylla spp). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Terdapat 4 pakan alami yang digunakan : A (Ikan mujair), B (Temberungun), C (Kepiting Karaca), dan D (Udang) yang di injeksi ekstrak daun karamunting 0,75 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0,1 g/g. Hasil penelitian menunjukan pematangan ovari kepiting bakau dalam kurun waktu 20 hari dengan nilai GSI 6,53%. Sedangkan untuk perlakuan pakan temberungun menunjukan peningkatan nilai GSI terbesar 9,70%. Perlakuan pakan karaca menunjukan peningkatan nilai GSI sebesar 9,21% dan perlakuan pakan udang menunjukan hasil GSI sebesar 9,27%. Berdasarkan kesimpulan penggunaan estrak daun karamunting, hormon ethinylestradiol dan pakan yang berbeda menunjukkan performa reproduksi dengan permberian pakan temberungun lebih efektiv dalam percepatan kematangan gonad kepiting bakau jika dibandingkan dengan kepiting karaca, udang dan ikan mujair.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGKAYAAN PELET DENGAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) UNTUK PERTUMBUHAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI TAMBAK TRADISIONAL

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu upaya meningkatkan kualitas pelet adalah melakukan pengkayaan. Pengkayaan pelet melalui penambahan berbagai senyawa, seperti vitamin, mineral, dan tumbuhan herbal baik berupa serbuk maupun ekstrak telah banyak dilaporkan para peneliti. Tumbuhan karamunting merupakan herbal yang memiliki pengaruh positif pada pertumbuhan benih udang windu. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pengkayaan pada pakan pelet dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara di tambak tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, terdiri dari dua perlakuan dan lima ulangan, yakni; perlakuan kontrol pemberian pellet tanpa ekstrak daun karamunting dan perlakuan pengkayaan pakan pellet dengan ekstrak daun karamunting sebanyak 150 mg/kg. Pakan yang diberikan sebesar 5 % dari biomassa populasi, frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari. Pemeliharaan dilakukan selama 3 bulan (90 hari). Parameter penelitian yang diamati adalah hasil uji T, menunjukkan respon pertumbuhan yang lebih baik terhadap laju pertumbuhan udang windu yang diberikan pakan pelet yang telah diperkaya ekstrak daun karamunting sebesar 5,13%. Pengkayaan daun karamunting dapat mempengaruhi laju pertumbuhan udang windu dibandingan dengan perlakuan kontrol. Tingkat kelangsungan hidup (SR) dari pemeliharaan udang windu di akhir penelitian menunjukkan nilai yang berbeda nyata antar perlakuan. Tingkat kelangsungan hidup benur udang windu berkisar 49-61%. kontrol sebesar 61%, perlakuan ekstrak sebesar 49%. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama penelitian, pengkayaan pakan pelet dengan penambahan ekstrak daun karamunting dapat mempengaruhi laju pertumbuhan udang windu Penambahan ekstrak daun karamunting memberikan respon yang positif pada pertumbuhan udang windu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemberian Dosis Optimum Ekstrak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum) dengan Frekuensi Penyuntikan Yang Berbeda Terhadap Pematangan Ovari Kepiting Bakau (Syclla sp.)

2022•

Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai sumber hormon adalah karamunting. Tumbuhan karamunting memiliki metabolisme sekunder yang terdiri dari saponin, tanin, triterpenoid, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian frekuensi ekstrak daun karamunting optimum dengan frekuensi penyuntikan yang berbeda terhadap pematangan ovari kepiting bakau (Scylla sp). Pada penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu (kontrol), P1 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan satu kali injeksi), P2 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan dua kali injeksi) dan P3 (pemberian ekstrak daun karamunting dengan tiga kali injeksi). Dosis penyuntikan yang diberikan adalah 1 mg/100 g. Parameter pengamatan terdiri dari morfologi ovari, nilai GSI, nilai HIS, survival rate dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan P3 memberikan hasil terbaik dengan nilai GSI sebesar 10,9%, HSI 2,3%, dan telah mencapai TKG IV. Pemberian ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan frekuensi penyuntikan yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap proses pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan dengan perlakukan kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) MELALUI PERENDAMAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENUR UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang windu salah satu komoditas unggulan perikanan yang dikembangkan secara optimal karena memiliki nilai ekonomis tinggi baik di pasaran lokal dan internasional. Pembudidaya udang sering mengeluhkan rendah mutu benur yang menyebabkan laju pertumbuhan udang tidak optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji potensi tumbuhan karamunting sebagai growth promotor untuk meningkatkan laju pertumbuhan benur udang windu Penaeus monodon. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak menunjukkan nilai yang berbeda nyata, dan Survival Rate menunjukkan nilai berbeda nyata antar perlakuan. Data pengukuran kualitas air dalam nilai yang baik yaitu suhu 27-28 oC, pH 7,5-8, DO 4,56-5,26 dan Salinitas 27-30 ppt. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan K (Kontrol) Perendaman tanpa eekstrak Perlakuan P1 (25 ppm) Perlakuan P2 (50 ppm) dan P3 (75 ppm) dengan perendaman ekstrak selama 24 jam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENRICHMENT VITERNA DAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING DENGAN DOSIS BERBEDA PADA CACING SUTERA (Tubifex sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN Betta splendens

2022•

Viterna merupakan suplemen pakan ternak yang berperan untuk meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh, memacu enzim-enzim pencernaan serta mempercepat pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan tubifex sp. dengan viterna dan ekstrak daun karamunting pada kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan cupang. Metode penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakukan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujicobakan adalah pemberian Tubifex sp tanpa viterna dan ekstrak (kontrol), P1= Pemberian Tubifex sp. yang diperkaya viterna sebanyak 10ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm, P2= pemberian Tubifex sp yang diperkaya viterna sebanyak 15ml dan ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm, dan perlakuan P3 yaitu pemberian Tubifex sp yang diperkaya viterna sebanyak 20ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan pemberian Tubifex sp. yang diperkaya viterna sebanyak 15ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Uji statistic menunjukkan beda nyata pada pertumbuhan panjang dan berat mutlak serta SGR (Specific Growth Rate) pada perlakuan pengkayaan cacing sutera menggunakan viterna dan ekstrak daun karamunting pada pertumbuhan ikan cupang (Betta splendens) dibandingkan perlakuan kontrol. Data pengukuran kualitas air yaitu suhu 27-280C, nilai pH 6-7 dan nilai amoniak 2,55 mg/l, menunjukkan masih dalam ambang normal. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penambahan Tubifex sp dan ekstrak karamunting dapat meningkatkan pertumbuhan ikan cupang (Betta splendens).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIOENRICHMENT (Artemia salina) DENGAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN POST LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2022•

Pengkayaan artemia menggunakan ekstrak daun karamunting memberikan respon positif pada pertumbuhan benur udang windu yang dilakukan dalam skala laboratorium. Perlunya pengujian lebih lanjut pada skala tambak tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bioenrichment Artemia salina dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara di tambak tradisional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembudidaya mengenai potensi Artemia salina dengan ekstrak karamunting untuk meningkatkan pertumbuhan dengan keunggulan ramah lingkungan sehingga mendukung kegiatan akuakultur berkelanjutan. Rancangan penelitian ini merupakan eksprimental, terdiri dari 2 perlakuan 5 kali ulangan. Perlakuan K0 (Kontrol) Pemberian pakan tanpa perendaman ekstrak Perlakuan P1 (100 ppm) Pemberian pakan dengan perendaman ekstrak selama 8 jam. Pengukuran parameter kelangsungan hidup benur udang windu (Spesific Growth Rate) dan Analisis data. Hasil statistik menunjukkan bahwa Spesific Growth Rate dengan pemberian ekstrak karamunting menunjukkan berbeda nyata (P˂0,05). Spesific Growth Rate pada Kontrol (12,93%), dan Perlakuan (13,39%). Bioenrichment Artemia menggunakan daun karamunting pada Artemia selama 8 jam memberikan pertumbuhan panjang dan berat mutlak sangat signifikan pada post larva udang windu

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING PADA PELLET TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI TAMBAK TRADISIONAL

2022•

Pengkayaan pakan alami menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum L) secara signifikan berpengaruh nyata pada laju pertumbuhan post larva udang windu (Penaeus monodon). Penambahan ekstrak daun karamunting pada pakan buatan belum diujicobakan, maka perlu dilakukan untuk melihat pengaruh ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan udang windu yang dipelihara di tambak tradisional. Penelitian ini yang bertujuan untuk mengevaluasi penambahan ekstrak daun karamunting pada pellet pada laju pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara di tambak tradisional. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ekperimental, terdiri dari dua perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian pelet komersil dan pelet komersil yang diperkaya dengan ekstrak. Dosis ekstrak daun karamunting yang diberikan adalah 150 mg/kg pelet. Pemeliharaan udang windu dilakukan selama 90 hari, sampling panjang dan bobot udang diamati per 30 hari. Hasil yang diperoleh menunjukkan pengkayaan pakan pellet dengan penambahan ekstrak daun karamunting berpengaruh pada laju pertumbuhan udang windu dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Diperoleh nilai pertumbuhan panjang dan bobot yang lebih tinggi yaitu; 8,05 cm dan 34 g pada perlakuan, sedangkan perlakuan kontrol adalah 6,25 cm dan 18 g. Nilai kelangsungan hidup udang windu, berkisar antara 73-100% untuk perlakuan ekstrak sedangkan untuk kontrol berkisar antara 60-80%. Dapat disimpulkan daun karamunting mampu meningkatkan laju pertumbuhan dan sintasan hidup udang windu. Natural feed enrichment using melastoma leaf extract (Melastoma malabathricum L) significantly affects the growth rate of post-larval tiger prawns (Penaeus monodon). The addition of melastoma leaf extracts to artificial feed has never been tested. It is necessary to see the effect of melastoma leaf extract on the growth rate of tiger prawns reared in traditional ponds. This study aimed to evaluate the addition of melastoma leaf extract to pellets on the growth rate of tiger prawns (Penaeus monodon) reared in conventional ponds. This study used an experimental research design consisting of two treatments and five replications. The treatment given was the administration of commercial pellets and commercial pellets enriched with extracts. The dose of melastoma leaf extract given was 150 mg/kg pellets. The carried out maintenance of tiger prawns was for 90 days. The sampling of the length and weight of the shrimp every 30 days. The results obtained showed that enrichment of pelleted feed with the addition of melastoma leaf extract affected the growth rate of tiger prawns compared to the control treatment. The higher length and weight growth value was 8.05 cm and 34 g in the treatment, while the control treatment was 6.25 cm and 18 g, respectively. The survival value of tiger prawns ranged from 73-100% for the extract treatment, while the control ranged from 60-80%. Can conclude that melastoma leaves can increase tiger prawns' growth rate and survival.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) SEBAGAI AGEN MASKULINISASI PADA IKAN CUPANG (Betta sp.)

2022•

Presentase jantan pada ikan cupang memiliki tingkat keberhasilan yang rendah. Jumlah benih jantan yang diperoleh setiap pemijahan sangat rendah dan kualitasnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak daun karamunting pada proses pembentukan jenis kelamin jantan (maskulinisasi) pada ikan cupang plakat (Betta sp). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujicoba adalah sebagai berikut; kontrol (tanpa pemberian ekstrak karamunting), P1, yaitu perendaman dengan konsentrasi ekstrak karamunting 1 mg/ 200 ml, P2, yaitu perendaman dengan konsentrasi ekstrak karamunting 2 mg/ 200 ml, P3 yaitu perendaman dengan konsentrasi ekstrak karamunting 4 mg/ 200 ml. Dilakukan peroses perendaman larva ikan cupang yang berumur 7 hari, menggunakan ekstrak karamunting dengan dosis yang berbeda, selama 24 jam. Hasil Penelitian nemunjukkan persentase ikan cupang jantan tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 68 %, untuk persentasi kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan P0 (kontrol) dengan nilai 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan ektrak daun karamunting (Melastoma malabathrichum) dengan dosis yang berbeda mampu menjadi agen dalam pembalikan jenis kelamin jantan (maskulinisasi) pada ikan cupang (Betta sp).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIOENRICHMENT Artemia salina DENGAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PADA PL-20 UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIPELIHARA DITAMBAK TRADISIONAL

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengkayaan Artemia salina sebagai pakan alami dalam kegiatan pembenihan udang windu telah banyak dilakukan untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Pengkayaan artemia melalui penambahan berbagai senyawa, seperti vitamin, mineral, dan tumbuhan herbal. Salah satu herbal yang berpotensi sebagai imunostimulan alamiah adalah tumbuhan karamunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bioenrichment Artemia salina dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara di tambak tradisional. Rancangan penelitian merupakan penelitian eksperimental yang terdiri dari dua perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan Kontrol, pemberian pakan tanpa perendaman ekstrak dan perlakuan pemberian pakan artemia yang diperkaya dengan ekstrak selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh pada pelakuan yang diberi pengkayaan ekstrak daun karamuntin, sebesar 12,65%. Sedangkan untuk laju pertumbuhan spesifik terendah didapatkan pada perlakuan kontrol sebesar 11,80%. Tingkat kelangsungan hidup pada semua perlakuan berkisar 10-16%. Bioenrichment Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) memberikan hasil yang signifikan terhadap laju pertumbuhan lebih tinggi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail