Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Scylla spp.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PRODUKSI KEPITING BAKAU (SCYLLA SPP) DI CV. CAKKE BONE KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produksi, sumber pasokan, ukuran, harga, bentuk pemasaran, serta potensi keberlanjutan kepiting bakau yang dipasarkan di CV. Cakke Bone. Penelitian dilaksanakan pada Februari sampai Maret 2026 dengan metode deskriptif eksploratif melalui survei, wawancara, kuesioner, dan observasi langsung terhadap aktivitas usaha kepiting bakau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV. Cakke Bone berperan sebagai eksportir dan pengumpul yang memperoleh kepiting bakau dari nelayan dan pengepul lain, terutama dari tambak di wilayah Kalimantan Utara. Produksi kepiting dipengaruhi oleh kondisi pasang surut, yaitu sekitar 3.000 kg per hari saat pasang tinggi dan 1.000 kg per hari saat pasang rendah, dengan rata-rata produksi sekitar 12.000 kg per minggu. Kepiting dipasarkan dalam bentuk hidup dan disortir untuk tujuan pasar dalam negeri dan ekspor. Harga jual ditentukan oleh ukuran dan jenis kelamin kepiting Dimana kepiting jantan yang ukuran 200-400 gr harganya sekitar Rp50.000, kepiting jantan yang ukuran 400-600 gr harganya sekitar Rp65.000/kg, dan kepiting jantan yang ukuran 700-1000 gr harganya sekitar Rp85.000/kg, sedangkan kepiting betina (CBK, CBH) harganya sekitar Rp 100.000-150.000/kg. Berdasarkan hasil menelitian terlihat bahwa potensi kepiting bakau di Kota Tarakan masih tinggi, namun keberlanjutannya perlu didukung melalui perlindungan kawasan mangrove, pengaturan ukuran tangkap, pencatatan pasokan, serta perlindungan terhadap kepiting betina bertelur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum L) DAN HORMON TIROKSIN PADA AKTIVITAS MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla spp)

2023•

Pertumbuhan kepiting bakau melalui proses moulting membutuhkan hormon steroid. Salah satu bahan baku yang memiliki kandungan bioaktif seperti hormon steroid adalah daun karamunting (M. malabathricum L). tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stimulan moulting kepiting bakau (Scylla sp) dengan pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting (M. malabathricum L) dan hormon tiroksin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimental, yaitu menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan A (kontrol), perlakuan B ( ekstrak karamunting 3 µg/g dan tiroksin 50 µg/g), perlakuan C (ekstrak karamunting 5 µg/g dan tiroksin 50 µg/g) dan perlakuan D (ekstrak karamunting 7 µg/g dan tiroksin 50 µg/g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase moulting pada perlakuan 7 µg/g dan tiroksin 50 µg/g yaitu 100% sementara perlakuan 3 µg/g dan tiroksin 50 memberikan hasil 80% dan perlakuan terendah didapati pada perlakuan kontrol sebesar 60 %. Hasil dari masa laten moulting didapati waktu moulting tercepat pada perlakuan 7 µg/g dan tiroksin 50 µg/g disusul pada perlakuan 5 µg/g dan tiroksin 50 µg/g selama 15 sampai 24 hari dan perlakuan 3 µg/g dan tiroksin 50 µg/g memberikan waktu selama 16 sampai 31 hari dan paling lama didapati pada perlakuan control sebesar 20 sampai 60 hari . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pemberian ekstrak daun karamunting (M. malabathcricum L) dan hormon tiroksin dapat berperan teerhadap stimulan moulting pada kepiting bakau (Scylla spp).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail