Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: DPPH
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELUSURAN SENYAWA POLIFENOL SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI DARI EKSTRAK DAUN DAN BUAH MANGROVE ASOSIASI Glochidion zeylanicum

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hutan mangrove Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi dengan potensi besar sebagai sumber senyawa bioaktif alami. Salah satu tumbuhan asosiasi mangrove yang menarik untuk diteliti adalah Glochidion zeylanicum, karena diketahui mengandung metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas biologis, khususnya antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa bioaktif, khususnya polifenol, serta menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak daun dan buah tumbuhan tersebut.Sampel daun dan buah diperoleh dari kawasan pesisir Kota Tarakan, Kalimantan Utara, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%. Analisis yang dilakukan mencakup penentuan kadar air, kadar abu, uji fitokimia, uji polifenol, serta pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH berdasarkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan kadar air pada daun sebesar 33% dan pada buah sebesar 71%, dengan kadar abu masing-masing 5%. Uji fitokimia mendeteksi adanya alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, dan tanin, sementara senyawa steroid tidak ditemukan. Uji kualitatif polifenol menggunakan FeCl3 menunjukkan perubahan warna menjadi kehitaman hingga biru tua, menandakan adanya polifenol dalam ekstrak. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak daun memiliki nilai IC50 sebesar 2,2574 ppm, sedangkan ekstrak buah sebesar 5,585 ppm. Kedua nilai ini tergolong sangat kuat (IC50 50 ppm), sehingga mengindikasikan potensi tinggi sebagai sumber antioksidan alami. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak daun dan buah G. zeylanicum dapat dijadikan dasar pengembangan produk herbal atau formulasi obat tradisional modern. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk isolasi senyawa spesifik dan uji aktivitas biologis lain guna memperluas pemanfaatannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK EKSTRAK ETANOL KUNCUP BUNGA ECENG PADI (Monochoria sp.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eceng padi (Monochoria sp.) meskipun dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma), memiliki potensi sebagai sumber senyawa antioksidan alami. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis kapasitas antioksidan serta mengkuantifikasi kandungan total flavonoid dan senyawa fenolik dalam ekstrak etanol kuncup bunga Monochoria sp. Proses ekstraksi menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) yang hasilnya diekspresikan dalam nilai IC50, sementara analisis fenolik total dan flavonoid total masing-masing menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan metode pembentukan kompleks AlCl3 secara spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol kuncup bunga eceng padi memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 136,7 ± 24,905 μg/mL, yang termasuk dalam kategori sedang. Kandungan total fenolik terukur sebesar 28,030 ± 7,838 mg GAE/g ekstrak, dan total flavonoid sebesar 23,788 ± 5,040 mg QE/g ekstrak. Disimpulkan bahwa kuncup bunga eceng padi menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan kandungan fenolik yang cukup tinggi, sehingga berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber antioksidan alami.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSTRAKSI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA ASTAXANTHIN DARI KULIT UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit udang Windu (Penaeus monodon) merupakan limbah hasil perikanan yang melimpah dan berpotensi sebagai sumber astaxanthin, sebuah senyawa karotenoid dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi astaxanthin dari kulit udang windu asal Tarakan, mengkuantifikasi kadarnya, serta menguji aktivitas antioksidannya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aseton 100% selama 5 hari pada rasio bahan terhadap pelarut 1:10 (b/v). Kadar astaxanthin dianalisis secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 476 nm, sedangkan aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan dinyatakan dalam nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak astaxanthin yang dihasilkan memiliki warna merah-oranye khas dengan kadar rata-rata sebesar 78,61±4,45 µg/g. Uji aktivitas antioksidan menghasilkan nilai IC50 sebesar 262,5±15.77 µg/mL, yang mengindikasikan bahwa ekstrak astaxanthin memiliki aktivitas antioksidan yang lemah. Dengan demikian, kulit udang windu (Penaeus monodon) dari perairan Tarakan terbukti berpotensi sebagai sumber astaxanthin alami dengan aktivitas antioksidan yang lemah, hasil lemah ini disebabkan oleh ekstrak yang belum murni sehingga perlu penelitian lanjutan dalam pemurnian astaxanthin untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam industri pangan, farmasi, atau kosmetik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail