Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Flavonoid
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI FITOKIMIA RUMPUT KNOP (Hyptis capitata Jacq.) DAN PENERAPANNYA SEBAGAI PANDUAN PRAKTIKUM

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati berupa tanaman obat tradisional. Umumnya tanaman sebagai obat mengandung senyawa metabolit sekunder misalnya flavonoid. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai obat tradisional adalah Hyptis capitata Jacq. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid pada daun dan batang H. capitata Jacq., perbedaan kadar flavonoid antara daun dan batang, serta menyusun panduan praktikum berbasis spektrofotometer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berupa daun dan batang H. capitata Jacq. yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Penetapan kadar flavonoid dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 450 nm dengan larutan standar quersetin. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T berpasangan (Paired Sample T-Test) untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kedua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada daun lebih tinggi dibandingkan batang. Nilai rata-rata sampel daun sebesar 5,506828 mg/L dan sampel batang sebesar 1,115884 mg/L. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kadar flavonoid pada daun dan batang. Selain itu, penelitian ini menghasilkan panduan praktikum fitokimia yang dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan H. capitata Jacq. memiliki potensi sebagai sumber senyawa flavonoid. Selain itu dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran melalui panduan praktikum yang aplikatif dan edukatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI FITOKIMIA TANAMAN KEMOYANG (Homalomena rubescens) DAN PENERAPANNYA SEBAGAI PANDUAN PRAKTIKUM

2026•

Tanaman Homalomena rubescens (kemoyang) merupakan tanaman obat yang memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Senyawa tersebut berupa golongan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan kadar flavonoid pada bagian umbi, batang, dan daun tanaman H. rubescens, (2) mengetahui perbedaan kadar flavonoid pada masing-masing bagian tanaman, serta (3) menyusun panduan praktikum analisis flavonoid berbasis spektrofotometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari bagian daun, batang, dan umbi tanaman H. rubescens yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Analisis kadar flavonoid dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 450 nm dengan kuersetin sebagai larutan standar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan konsentrasi flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid tertinggi terdapat pada daun sebanyak 2,814268 mg/L, kemudian umbi sebesar 1,505941 mg/L, dan batang sebesar 1,447276 mg/L. Terdapat perbedaan signifikan kadar flavonoid antar bagian tanaman dengan nilai signifikansi 0,018 (0,05). Uji lanjut Post Hoc Tukey menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara daun dengan batang serta daun dengan umbi, sedangkan antara batang dan umbi tidak berbeda signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, telah disusun panduan praktikum analisis flavonoid berbasis spektrofotometri yang memuat komponen lengkap dan sistematis, sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan praktikum fitokimia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA KANDUNGAN FLAVONOID DAN FENOLIK PADA EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH ECENG PADI (Monochoria vaginalis)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eceng padi (Monochoria vaginalis) yang sering dianggap sebagai gulma, dilaporkan memiliki potensi bioaktif, namun eksplorasi pada bagian buah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan serta kandungan total fenolik dan flavonoid pada ekstrak etil asetat buah eceng padi. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etil asetat. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH dan ABTS, yang hasilnya dinyatakan dalam nilai IC50, sementara kadar fenolik dan flavonoid total dianalisis secara spektrofotometri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan kompleksisasi AlCl₃.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat buah eceng padi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan konsisten pada kedua metode uji, dengan nilai rata rata IC50 sebesar 52,78 ± 14,792 µg/mL (DPPH) dan 51,01 ± 21,19 µg/mL (ABTS). Kandungan senyawa fenolik total yang terukur adalah 137,03 ± 6,523 mg GAE/g ekstrak, sedangkan flavonoid total sebesar 175,54 ± 9,889 mg QE/g ekstrak. Meskipun kadar fenolik dan flavonoid totalnya tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan bagian herba dari tanaman yang sama, ekstrak buah justru menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih poten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah buah eceng padi merupakan sumber antioksidan alami yang potensial. Pemanfaatan buah yang selama ini sering terbuang dapat memberikan nilai tambah dan kontribusi dalam pengembangan bahan baku untuk industri pangan fungsional maupun farmasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK EKSTRAK ETANOL KUNCUP BUNGA ECENG PADI (Monochoria sp.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eceng padi (Monochoria sp.) meskipun dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma), memiliki potensi sebagai sumber senyawa antioksidan alami. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis kapasitas antioksidan serta mengkuantifikasi kandungan total flavonoid dan senyawa fenolik dalam ekstrak etanol kuncup bunga Monochoria sp. Proses ekstraksi menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) yang hasilnya diekspresikan dalam nilai IC50, sementara analisis fenolik total dan flavonoid total masing-masing menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan metode pembentukan kompleks AlCl3 secara spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol kuncup bunga eceng padi memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 136,7 ± 24,905 μg/mL, yang termasuk dalam kategori sedang. Kandungan total fenolik terukur sebesar 28,030 ± 7,838 mg GAE/g ekstrak, dan total flavonoid sebesar 23,788 ± 5,040 mg QE/g ekstrak. Disimpulkan bahwa kuncup bunga eceng padi menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan kandungan fenolik yang cukup tinggi, sehingga berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber antioksidan alami.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail