ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik optik sampel larutan melalui variasi konsentrasi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada rentang panjang gelombang 350–800 nm. Variasi tingkat konsentrasi yang diuji meliputi pengenceran 1/2, 1/5, dan 1/10 untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai absorbansi dan profil spektrum sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi sampel berbanding lurus dengan penurunan nilai absorbansi, yang mengonfirmasi validitas Hukum Beer-Lambert. Spektrum absorbansi pada pengenceran tertinggi (1/2) menunjukkan resolusi puncak spesifik (peak) yang optimum pada wilayah cahaya tampak (visible) dengan panjang gelombang maksimum berada pada rentang 550–600 nm dan nilai absorbansi sekitar 0,2. Seiring dengan meningkatnya faktor pengenceran pada sampel 1/5 dan 1/10, puncak spesifik tersebut mengalami degradasi dan melandai akibat konsentrasi analit yang mendekati batas deteksi instrumen (Limit of Detection). Dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi pengenceran 1/2 merupakan kondisi optimum untuk karakterisasi dan analisis kuantitatif sampel ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tanaman Homalomena rubescens (kemoyang) merupakan tanaman obat yang memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Senyawa tersebut berupa golongan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan kadar flavonoid pada bagian umbi, batang, dan daun tanaman H. rubescens, (2) mengetahui perbedaan kadar flavonoid pada masing-masing bagian tanaman, serta (3) menyusun panduan praktikum analisis flavonoid berbasis spektrofotometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari bagian daun, batang, dan umbi tanaman H. rubescens yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Analisis kadar flavonoid dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 450 nm dengan kuersetin sebagai larutan standar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan konsentrasi flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid tertinggi terdapat pada daun sebanyak 2,814268 mg/L, kemudian umbi sebesar 1,505941 mg/L, dan batang sebesar 1,447276 mg/L. Terdapat perbedaan signifikan kadar flavonoid antar bagian tanaman dengan nilai signifikansi 0,018 (0,05). Uji lanjut Post Hoc Tukey menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara daun dengan batang serta daun dengan umbi, sedangkan antara batang dan umbi tidak berbeda signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, telah disusun panduan praktikum analisis flavonoid berbasis spektrofotometri yang memuat komponen lengkap dan sistematis, sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan praktikum fitokimia.