Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ISMAT PRATAMA

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Karakterisasi Nano Partikel Emas Hasil Sintesis Hijau Oleh Ekstrak Daun Nipah Menggunakan Spektrofotometer Ultraviolet Visible (UV-Vis)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik optik sampel larutan melalui variasi konsentrasi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada rentang panjang gelombang 350–800 nm. Variasi tingkat konsentrasi yang diuji meliputi pengenceran 1/2, 1/5, dan 1/10 untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai absorbansi dan profil spektrum sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi sampel berbanding lurus dengan penurunan nilai absorbansi, yang mengonfirmasi validitas Hukum Beer-Lambert. Spektrum absorbansi pada pengenceran tertinggi (1/2) menunjukkan resolusi puncak spesifik (peak) yang optimum pada wilayah cahaya tampak (visible) dengan panjang gelombang maksimum berada pada rentang 550–600 nm dan nilai absorbansi sekitar 0,2. Seiring dengan meningkatnya faktor pengenceran pada sampel 1/5 dan 1/10, puncak spesifik tersebut mengalami degradasi dan melandai akibat konsentrasi analit yang mendekati batas deteksi instrumen (Limit of Detection). Dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi pengenceran 1/2 merupakan kondisi optimum untuk karakterisasi dan analisis kuantitatif sampel ini.

Karakterisasi Nano Partikel Emas Hasil Sintesis Hijau Oleh Ekstrak Daun Nipah Menggunakan Spektrofotometer Ultraviolet Visible (UV-Vis)

2026 · Book ·

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik optik sampel larutan melalui variasi konsentrasi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada rentang panjang gelombang 350–800 nm. Variasi tingkat konsentrasi yang diuji meliputi pengenceran 1/2, 1/5, dan 1/10 untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai absorbansi dan profil spektrum sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi sampel berbanding lurus dengan penurunan nilai absorbansi, yang mengonfirmasi validitas Hukum Beer-Lambert. Spektrum absorbansi pada pengenceran tertinggi (1/2) menunjukkan resolusi puncak spesifik (peak) yang optimum pada wilayah cahaya tampak (visible) dengan panjang gelombang maksimum berada pada rentang 550–600 nm dan nilai absorbansi sekitar 0,2. Seiring dengan meningkatnya faktor pengenceran pada sampel 1/5 dan 1/10, puncak spesifik tersebut mengalami degradasi dan melandai akibat konsentrasi analit yang mendekati batas deteksi instrumen (Limit of Detection). Dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi pengenceran 1/2 merupakan kondisi optimum untuk karakterisasi dan analisis kuantitatif sampel ini.