DESKRIPSI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SDN 013 TARAKAN
Penelitian ini berfokus tentang bagaimana Pelaksanaan dan Pengelolaan Ekstrakurikuler Olahraga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan lokasi penelitian di SDN 013 Tarakan. Sumber data utama kepala sekolah dan pembina ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang pelaksanaan ekstrakurikuler olahraga di SDN 013 Tarakan terdapat ada 4 (empat) jenis kegiatan ekstrakurikuker olahraga yaitu : sepak bola, futsal, voli dan karate. Pembina yang ditetapkan sebagai penanggung jawab ekstrakurikuler hanya satu pembina. Jumlah keseluruhan siswa-siswi yang ikut dalam kegiatan olahraga adalah 25 peserta, yaitu dari kelas 4 sampai dengan kelas 5. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan pada hari selasa dan kamis pada jam 14.00-16.00. Jika pembina berhalangan hadir atau cuaca pada hari tersebut tidak baik, maka pelaksanaan ekstrakurikuler akan diganti ke hari yang lain sesuai arahan dari pembina. Berdasarkan hasil pengelolaan tentang sarana dan prasarana olahraga di SDN 013 Tarakan bahwa hasil menunjukan terdapat sarana yang kurang memadai yaitu peralatan bola voli dalam kategori kurang sekali dengan persentase 16,67% dan peralatan sepak bola dalam kategori kurang sekali dengan persentase 16,67%, kemudian peralatan atletik dalam kategori kurang dengan persentase 40% sedangkan untuk sarana yang memadai yaitu peralatan bola basket dengan kategori sedang dengan persentase 50%, dan peralatan senam dalam kategori baik dengan persentase 62,5%. Untuk prasarana atau lapangan yang ada di SDN 013 Tarakan hanya mengunakan halaman depan sekolah dalam melaksanakan olahraga dan bermian. Ekstrakurikuler olahraga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melatih dan menggembangkan bakat yang dimilikinya, diharapkan bagi pihak sekolah untuk memperhatikan pelaksanaan kegiatan, sarana dan prasarana yang mendukung proses ekstrakurikuler disekolah.