UJI EFEKTIVITAS LIMA TUMBUHAN HUTAN PENELITIAN BORNEO SEBAGAI ANTIMIKROBIAL DAN ANTIOKSIDAN ALAMI
Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya hayati yang melimpah, salah satunya adalah hutan penelitian Universitas Borneo Tarakan di Kota Tarakan Kalimantan Utara yang dapat digunakan untuk kegiatan praktek dan penelitian. Garcinia sp, Ampelocissus polystachya (Wall.ex M.A Lawson) Planch, Garcinia bancana Miq, Guioa pterorhachis Welzen dan Pterisanthes cissioides dari hutan penelitian Borneo memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan antimikroba karena adanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan. Kelima tumbuhan tersebut diduga memiliki potensi sebagai antimikroba seperti menghambat Streptococcus sobrinus, Propionibacterium acnes, Streptococcus mutans, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, Candida albicans dan Ralstonia solanacearum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari lima tumbuhan dalam mengambat aktivitas antimikroba dan antioksidan. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar sumuran dengan variasi konsentrasi 2500 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm. Kontrol positif pada penelitian ini yaitu chloramphenicol dengan konsentrasi 100 ppm dan kontrol negatifnya etanol 40%. Selain itu juga menggunakan metode DPPH penangkal radikal bebasnya pada uji antioksidan. Hasil penelitian menunjukan aktivitas penghambatan tertinggi >50% menunjukan bahwa ekstrak Garcinia bancana Miq memiliki daya hambat tertinggi terhadap bakteri Streptococcus sobrinus pada konsentrasi 10000 ppm dan 5000 ppm dengan nilai persentase hambat secara berturut-turut 77% dan 57%. Hasil pengujian aktivitas antioksidan tertinggi >70% pada ekstrak daun Garcinia sp pada konsentrasi 100 ppm, 50 ppm dan 25 ppm dengan nilai persentase hambat secara berturut-turut 90,81%, 80,58% dan 73,04%.