Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kata kunci : Antibakteri
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji bioaktivitas akar kuning (Arcangelisia flava merr) dan laos (alpinia galanga) sebagai antibakteri dan antioksidan

2021•

Abstrak Akar kuning dan laos sebagai obat tradisional masyarakat indonesia. Oleh karena itulah perlu membuktikan secara ilmiah terkait khasiat kedua bahan tersebut melalui uji bioaktivitas. Tujuan penelitian ini yaitu menguraikan persentase rendeman yang didapatkan dari masing-masing ekstrak akar kuning dan laos yang dihasilkan, mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder dengan fitokimia, menguji kosentrasi ekstrak akar kuning dan laos sebagai antibakteri serta menguji potensi ekstrak akar kuning dan laos sebagai antioksidan. Pada penelitian ini menggunakan metode maserasi suksesif bertingkat, skrining fitokimia, agar difusi sumuran dan DPPH. Hasil yang didapatkan yaitu sampel akar kuning heksan, etil asetat dan metanol masing-masing memiliki persentase rendeman sebesar 0,16% , 0,18%, 1,44 %. Kemudian untuk sampel laos heksan, etil asetat dan metanol memiliki persentase rendeman sebesar 1,77%, 0,64%, 2,37%. Selanjutnya hasil skrining fitokimia yaitu pada akar kuning metanol mengandung alkaloid, fenol, saponin, tanin dan flavanoid. Disamping itu laos heksan dan etil asetat mengandung alkaloid dan steroid, untuk laos metanol yaitu alkaloid dan tanin. Selain itu, aktivitas antibakteri terdapat pada kosentrasi 2000 ppm yaitu ekstrak akar kuning metanol di bakteri uji Sterptococcus aureus, Sterptococcus sobrinus, Ralstonia solanacearum dan Propionibacterium acnes dengan masing-masing daya hambat sebesar 34%, 32%, 32% dan 28% dan 1000 ppm pada R. Solanacearum sebesar 24%. Kemudian pada laos etil asetat di bakteri uji S. Sobrinus dan R. Solanacearum yakni masing-masing daya hambat sebesar 29% dan 36% di 2000 ppm dan 1000 ppm sebesar 29%, 36%. Terakhir berdasarkan hasil pengujian DPPH didapatkan ekstrak laos metanol memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 95,01%. Abstract Yellow root (Arcangelisia jlava Merr) and Laos (Alpinia galanga) are used as traditional medicine for Indonesian people. Therefore, it is necessary to scientifically prove the efficacy of these two materials through bioactivity tests. The purposes of this study were to describe the percentage of soaking of each of the extracts of the Yellow Roots and Laos, identify the content of secondary . metabolites with phytochemicals, test the concentration of extracts of the Yellow Roots and Laos as antibacterial, and test the potential of extracts of the Yellow Roots and Laos as antioxidants. This study used the methods of stratified successive maceration, phytochemical screening, agar well diffusion and DPPH. The results showed that the Yellow Root samples of hexane, ethyl acetate and methanol each had soaking percentage of 0.16%, 0.18%, and 1.44%. Then, for the Laos hexane, ethyl acetate, and methanol samples, the soaking percentages were 1.77%, 0.64%, and 2.37%. Furthermore, the results of phytochemical screening, namely methanol Yellow Roots contained alkaloids, phenols, saponins, tannins and flavonoids. Besides, Laos hexane and ethyl acetate contained alkaloids and steroids, for Laos methanol were alkaloids and tannins. In addition, antibacterial activity was found at a concentration of 2000 ppm, namely methanol Yellow Root extract in the test bacteria Staphylococcus aureus, Streptococcus sobrinus, Ralstonia solanacearum and Propionibacterium acnes with inhibitory powers of 34%, 32%, 32% and 28% and 1000 ppm, respectively, in R. Solanacearum by 24%. Then on Laos ethyl acetate in the test bacteria S. Sobrinus and R. Solanacearum, 29% and 36% inhibition were at 2000 ppm and at 1000 ppm were 29%, 36%, respectively. Finally, based on the results of the DPPH test, it was found that the Laos methanol extract had the highest antioxidant activity of 95.01 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK TUMBUHAN TREMA CANNABINA LOUR DAN CRATOXYLUM SUMATRANUM (JACK) BLUME DARI HUTAN PENELITIAN BORNEO

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hutan Penelitian Borneo memiliki keanekaragaman sumber daya hayati yang melimpah diperuntukkan untuk kegiatan praktek dan penelitian. Trema cannabina L. dan Cratoxylum sumatranum (jack) blume dari Hutan Penelitian Borneo memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan antibakteri karena adanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan hutan penelitian Borneo diduga memiliki potensi sebagai antibakteri seperti menghambat bakteri Ralstonia solanacearum dan Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak tumbuhan T. cannabina dan C. sumatranum yang dapat berperan sebagai antioksidan dan juga menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar sumuran dengan variasi konsentrasi 2500 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm. Kontrol positif pada penelitian ini yaitu Chloramphenicol dengan konsentrasi 100 ppm dan kontrol negatifnya etanol 40%. Selain itu juga menggunakan metode DPPH penangkal radikal bebasnya pada uji antioksidan. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan konsentrasi 100 ppm ekstrak daun C. sumatranum dengan nilai persentase hambat sebesar 78,31%, Sedangkan pada ekstrak daun T. cannabina menghambat sebesar 76,24%. Hasil yang diperoleh pada uji antibakteri penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak daun C. sumatranum memiliki daya hambat terhadap R. solanacearum dan P.acnes pada konsentrasi 10000 ppm yaitu sebesar 60% dan 90,7%. sedangkan ekstrak daun T. cannabina menghambat R. Solanacearum pada konsentrasi 10000ppm yaitu 33,5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail