ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tumbuhan mangrove merupakan tumbuhan yang tumbuh subur dikawasan pesisir salah satunya di pesisir Kota Tarakan diantaranya adalah Bruguiera parviflora dan Bruguiera cylindrica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari dua tumbuhan mangrove tersebut sebagai antibakteri dan antioksidan. Metode uji antioksidan menggunakan metode DPPH menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 517 nm, pada uji antibakteri menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi 2000, 1000, dan 500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tumbuhan mangrove B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak daun metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 86,66%, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antikosidan tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 78, 30%. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 57, 6% terhadap bakteri Ralstonia solanacearum, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antibakteri tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 45% terhadap bakteri R. solanacearum. ABSTRACK Mangrove plants that thrive in coastal ares are of Tarakan city include Bruguiera parviflora and Bruguiera cylindrica. This study aimed to determine teh effective concentration of the two mangrove plants as antibacterial and antioxidant. The antioxidant test was carried out through the DPPH method using a spectrophotometer with a wavelength 0f 517 nm. The antibacterial test was carried out through the agar diffusion method with a concentration of 2000, 1000, and 500 ppm. The results showed that the highest antioxidant activity of mangrove B. parviflora was produced by methanol leaf extract with an anhibitory percentage value of 8.66%, while in B. cylindrica the highest antioxidant activity was produced by methanol stem extract with an inhibitory percentage value of 78.30%. the results of the antibacterial test showed that the highest antibactrial activity of B. parviflora was produced by ethyl acetate stem extract at a concentration of 2000 ppm with an inhibitory percentage value of 57.6% against the bacterium Ralstonia solanacearum, while in B. cylndrica the highest antibacterial activity was produced by ethyl acetate stem extract at concentration of 2000nppm with a percentage of inhibtion value of 45% against the bacteria R. solanacearum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Kearifan lokal masyarakat pesisir pada umumnya memanfaatkan tumbuhan mangrove sebagai kayu bakar, arang, dan obat tradisional. Tumbuhan mangrove biasanya digunakan sebagai antimikrobial dan antioksidan karena adanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan mangrove. Oleh karena itu, Diduga ekstrak tumbuhan mangrove dapat menghambat pertumbuhan R. Solanacearum penyebab penyakit layu tanaman, S. sobrinus dan memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak tumbuhan mangrove yang digunakan memiliki potensi sebagai antibakterial dan antioksidan. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi 2000 ppm, 1000 ppm dan 500 ppm. Kontrol positif pada penelitian ini yaitu Chloramphenicol dengan konsentrasi 100 ppm dan kontrol negatifnya etanol 40%. Selain itu juga menggunakan metode DPPH penangkal radikal bebasnya pada uji antioksidan. Hasil yang diperoleh pada uji antibakteri pada tumbuhan mangrove didapatkan penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak etil asetat daun C. tagal dengan daya hambat terhadap S. sobrinus pada konsentrasi 2000 ppm yaitu 47% dan tidak memiliki daya hambat terhadap R. solanacearum. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan pada ekstrak metanol daun C. tagal dengan konsentrasi 100 ppm yaitu 91,02%. The local wisdom of coastal communities generally uses mangrove plants as firewood,charcoal,and traditional medicine.Mangrove plants are usually used as antimicrobials and antioxidants because of the secondary metabolite compounds contained in them.Therefore, it is expected that mangrove plant extracts can inhibit the growth of R.solanacearum which causes plant wilt disease,S.sobrinus and has antioxidant activity. This study aimed to determine if the mangrove plant extract has potential as an antibacterial and antioxidant. This study used well method (gel diffusion) with a concentration of 2000 ppm,1000 ppm and 500 ppm.The positive control in this study was Chloramphenicol with a concentration of 100 ppm and the negative control was 40% ethanol. In addition, it also used the DPPH method to ward off free radicals in the antioxidant test. The results obtained in the antibacterial test on mangrove plants showed that the highest inhibition was indicated by the ethyl acetate extract of C. tagal leaves with inhibition against S. sobrimus at a concentration of 2000 ppm,which was 47% and had no inhibitory power against R. solanacearum.The results showed that the highest antioxidant activity was shown in the methanol extract of C. tagal leaves with a concentration of 100 ppm, namely 91.02%. Keywords: Antioxidant,Antibacterial,Mangrove Plant, R. solanacearum,S. Sobrinus
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hutan Penelitian Borneo memiliki keanekaragaman sumber daya hayati yang melimpah diperuntukkan untuk kegiatan praktek dan penelitian. Trema cannabina L. dan Cratoxylum sumatranum (jack) blume dari Hutan Penelitian Borneo memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan antibakteri karena adanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan hutan penelitian Borneo diduga memiliki potensi sebagai antibakteri seperti menghambat bakteri Ralstonia solanacearum dan Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak tumbuhan T. cannabina dan C. sumatranum yang dapat berperan sebagai antioksidan dan juga menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar sumuran dengan variasi konsentrasi 2500 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm. Kontrol positif pada penelitian ini yaitu Chloramphenicol dengan konsentrasi 100 ppm dan kontrol negatifnya etanol 40%. Selain itu juga menggunakan metode DPPH penangkal radikal bebasnya pada uji antioksidan. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan konsentrasi 100 ppm ekstrak daun C. sumatranum dengan nilai persentase hambat sebesar 78,31%, Sedangkan pada ekstrak daun T. cannabina menghambat sebesar 76,24%. Hasil yang diperoleh pada uji antibakteri penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak daun C. sumatranum memiliki daya hambat terhadap R. solanacearum dan P.acnes pada konsentrasi 10000 ppm yaitu sebesar 60% dan 90,7%. sedangkan ekstrak daun T. cannabina menghambat R. Solanacearum pada konsentrasi 10000ppm yaitu 33,5%.