UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK TUMBUHAN TREMA CANNABINA LOUR DAN CRATOXYLUM SUMATRANUM (JACK) BLUME DARI HUTAN PENELITIAN BORNEO
Hutan Penelitian Borneo memiliki keanekaragaman sumber daya hayati yang melimpah diperuntukkan untuk kegiatan praktek dan penelitian. Trema cannabina L. dan Cratoxylum sumatranum (jack) blume dari Hutan Penelitian Borneo memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan antibakteri karena adanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan hutan penelitian Borneo diduga memiliki potensi sebagai antibakteri seperti menghambat bakteri Ralstonia solanacearum dan Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak tumbuhan T. cannabina dan C. sumatranum yang dapat berperan sebagai antioksidan dan juga menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar sumuran dengan variasi konsentrasi 2500 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm. Kontrol positif pada penelitian ini yaitu Chloramphenicol dengan konsentrasi 100 ppm dan kontrol negatifnya etanol 40%. Selain itu juga menggunakan metode DPPH penangkal radikal bebasnya pada uji antioksidan. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan konsentrasi 100 ppm ekstrak daun C. sumatranum dengan nilai persentase hambat sebesar 78,31%, Sedangkan pada ekstrak daun T. cannabina menghambat sebesar 76,24%. Hasil yang diperoleh pada uji antibakteri penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak daun C. sumatranum memiliki daya hambat terhadap R. solanacearum dan P.acnes pada konsentrasi 10000 ppm yaitu sebesar 60% dan 90,7%. sedangkan ekstrak daun T. cannabina menghambat R. Solanacearum pada konsentrasi 10000ppm yaitu 33,5%.