ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sargassum sp merupakan makroalga cokelat yang keberadaannya cukup melimpah di perairan Nunukan, Kalimantan Utara, dan diketahui berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan, kandungan senyawa bioaktif, serta tingkat toksisitas pada berbagai ekstrak Sargassum sp. Proses ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi dengan menggunakan empat jenis pelarut, yakni etanol 96%, etil asetat, n-heksana, dan petroleum eter. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH, identifikasi senyawa bioaktif dilaksanakan melalui uji fitokimia, sementara pengujian toksisitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva Artemia salina. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 3,93 ppm, diikuti oleh ekstrak n-heksana dan etanol dengan nilai IC50 masing-masing 55,49 ppm dan 64,20 ppm, serta petroleum eter sebesar 4.032,33 ppm. Uji fitokimia mengkonfirmasi keberadaan senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, dan saponin dalam ekstrak. Adapun hasil uji toksisitas menunjukkan nilai LC50 petroleum eter sebesar 219,7475 ppm, n-heksana 257,8258 ppm, etil asetat 559,898 ppm, dan etanol 478.300.000.000 ppm, yang mengindikasikan bahwa ekstrak petroleum eter memiliki tingkat toksisitas tertinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nunukan merupakan salah satu kabupaten penghasil rumput laut yang melimpah. Perairannya yang kaya akan keanekaragaman jenis rumput laut, termasuk jenis Sargassum sp.. Sargassum sp. merupakan rumput laut yang memiliki potensi tinggi sebagai sumber alginat. Alginat merupakan suatu polisakarida yang dapat dimanfaatkan dalam industri pangan, kosmetik, dan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan karakterisasi sifat fisiko-kimia natrium alginat untuk mengetahui rendemen, kadar air, kadar abu, pH, viskositas dan derajat putih. Metode penelitian ini ada tiga tahapan yakni tahapan pertama preparasi rumput laut, tahap kedua ekstraksi natrium alginat dengan variasi konsentrasi Na2CO3 2%, 3%, dan 4%, tahap ketiga pengujian rendemen, kadar air, kadar abu, pH, viskositas dan derajat putih, kemudian dibandingkan dengan standar Food Chemical Codex 2004. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi natrium alginat secara signifikan berpengaruh setiap parameter yang diteliti. Rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi Na2CO3 4% senilai 33,33%, sedangkan konsentrasi 3% menghasilkan mutu terbaik secara keseluruhan dengan kadar air 8%, kadar abu 23%, pH 8,9, dan viskositas 27,70 cP yang memenuhi standar FCC untuk industri pangan maupun non pangan. Sementara itu, nilai derajat putih diperlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan derajat putih. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis dan mendorong pemanfaatan yang berkelanjutan.