Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

35 hasil
Subjek: Kimia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HISTOKIMIA DAUN RUKU-RUKU (Ocimum tenuiflorum) DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ocimum tenuiflorum (ruku-ruku) adalah tumbuhan obat tradisional dari famili Lamiaceae yang digunakan sebagai penyedap masakan serta obat demam, mual, dan gangguan pencernaan. Tumbuhan obat pada umumnya memiliki struktur sekretori yang berfungsi sebagai tempat sintesis atau penyimpanan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis struktur sekretori serta kandungan histokimia alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik pada daun O. tenuiflorum, sekaligus mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Sayatan dibuat dengan teknik free-hand, baik paradermal maupun transversal, kemudian diuji histokimia menggunakan reagen Wagner 1% untuk alkaloid, tembaga asetat 5% untuk terpenoid, dan Sudan III 0,03% untuk senyawa lipofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori pada daun terdiri atas trikoma glandular peltat dan kapitat, selain trikoma non-glandular uniseriat yang berfungsi sebagai pelindung mekanis permukaan daun. Trikoma peltat memberikan hasil positif untuk terpenoid dan senyawa lipofilik; trikoma kapitat positif untuk alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik; sedangkan trikoma uniseriat menunjukkan hasil negatif pada semua uji. Temuan ini menunjukkan adanya diferensiasi fungsional metabolit di antara tipe-tipe trikoma glandular pada daun O. tenuiflorum. Hasil penelitian ini relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah Mikroteknik dan berpotensi dikembangkan menjadi panduan praktikum berbasis penelitian untuk program studi Pendidikan Biologi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HISTOKIMIA DAN STRUKTUR SEKRETORI TUMBUHAN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) SERTA POTENSINYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gynura procumbens atau sambung nyawa merupakan tumbuhan obat tradisional dari famili Asteraceae yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kalimantan. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat umumnya memiliki struktur sekretori sebagai sintesis atau penyimpanan metabolit sekunder sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe struktur sekretori serta distribusi histokimia senyawa terpenoid, alkaloid, dan senyawa lipofilik pada jaringan batang dan daun G.procumbens asal Tarakan, Kalimantan Utara, serta mengeksplorasi potensi hasil penelitian sebagai sumber pembelajaran pada mata kuliah Fitokimia. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif melalui sayatan free hand section secara paradermal dan melintang dilanjutkan dengan uji histokimia menggunakan reagen kupri asetat 5% untuk terpenoid, reagen Wagner 1% untuk alkaloid, dan Sudan IV untuk senyawa lipofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori yang dijumpai pada kedua organ berupa trikoma kelenjar. Daun memiliki tipe trikoma peltate tipe I dan capitate tipe II, sedangkan batang hanya memiliki trikoma capitate tipe I dan capitate tipe II yang menunjukkan bahwa daun memiliki kompleksitas struktural lebih tinggi dibandingkan batang. Seluruh tipe trikoma pada kedua organ memberikan hasil positif terhadap senyawa terpenoid, alkaloid, dan lipofilik. Temuan ini relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah Fitokimia dan berpotensi dikembangkan menjadi panduan praktikum berbasis riset bagi Program Studi Pendidikan Biologi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HISTOKIMIA DAN TIPE STRUKTUR SEKRETORI PADA TUMBUHAN SIRIH TUMPANG AIR (Peperomia pellucida) SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sirih tumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) merupakan tumbuhan herbal yang secara empiris dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional karena kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid dan terpenoid yang tersimpan dalam struktur sekretori. Penelitian terdahulu baru sebatas mengkaji keberadaan senyawa melalui ekstraksi umum tanpa menggambarkan lokasi dan distribusinya secara histokimia. Penelitian ini bertujuan menganalisis tipe struktur sekretori, mengidentifikasi lokasi kandungan senyawa dalam sel dan jaringan, serta mengkaji potensi P. pellucida sebagai sumber belajar biologi, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui sayatan tangan bebas (free hand section) pada batang dan daun serta uji histokimia (reagen Wagner, kupri asetat, dan Sudan IV). Hasil menunjukkan P. pellucida memiliki dua tipe struktur sekretori, yaitu trikoma kelenjar peltate eksternal batang dan daun yang positif alkaloid, serta sel idioblas internal hanya daun yang positif terpenoid; senyawa lipofilik tidak terdeteksi pada kedua struktur. Setiap struktur hanya menyimpan satu golongan metabolit secara spesifik, menunjukkan efisiensi pemisahan jalur biosintesis. Data tipe, ukuran, kerapatan, dan lokasi senyawa pada struktur sekretori dinilai relevan dikembangkan sebagai sumber belajar biologi, khususnya pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan, dalam bentuk modul atau lembar kerja praktikum berbasis riset lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRUKTUR SEKRETORI DAN HISTOKIMIA TERPENOID RIMPANG PADA FAMILI ZINGIBERACEAE SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rimpang dari Familı Zingiberaceae dikenal sebagai sumber rempah, obat tradisional, dan golongan senyawa bioaktif, misalnya terpenoid umumnya senyawa metabolit terakumulasi pada struktur khusus yang disebut dengan struktur sekretori Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tipe sel sekretori, menganalisis ukuran dan kerapatan selnya, mendeskripsikan kandungan terpenoid melalui ujı hıstokimia, serta mengkaji potensi hasilnya sebagai sumber belajar biologi. Sampel berupa rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria), kunyit kuning (Curcuma longa), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), jahe merah (Zingiber officinale var rubrum), jahe putih (Zingiber officinale vat, amarum), dan kencur (Kaempferia galanga). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui sayatan melintang tangan bebas, pengamatan mikroskopis, dan ujı histokımia menggunakan reagen kupri asetat 3-5% dengan tiga kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa sel idioblas merupakan satu-satunya struktur sekretori pada keenam rimpang, tanpa trikoma kelenjar, rongga sekretori, maupun saluran sekretori. Sel idioblas terbesar dijumpai pada kencur (609,18 = 48,95461,67± 41,05 µm) dan terkecil pada temulawak (393,25 + 102,39×362,51 + 111,28 µm) Kerapatan tertinggi terdapat pada kunyit kuning (31,33 ± 1,15 mm²) dan terendah pada kencur (8,677,23 mm²), yang mengindikasikan kecenderungan ukuran dan kerapatan sel idioblas berbanding terbalik. Seluruh sampel positif terpenoid, ditandai endapan berwarna kuning pada sel idioblas, sehingga sel tersebut berfungsi sebagai tempat akumulasi terpenoid. Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan berupa modul atau lembar kerja praktikum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOKSIKSITAS, DAN KOMPONEN BIOAKTIF EKSTRAK Sargassum sp DARI PERAIRAN NUNUKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sargassum sp merupakan makroalga cokelat yang keberadaannya cukup melimpah di perairan Nunukan, Kalimantan Utara, dan diketahui berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan, kandungan senyawa bioaktif, serta tingkat toksisitas pada berbagai ekstrak Sargassum sp. Proses ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi dengan menggunakan empat jenis pelarut, yakni etanol 96%, etil asetat, n-heksana, dan petroleum eter. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH, identifikasi senyawa bioaktif dilaksanakan melalui uji fitokimia, sementara pengujian toksisitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva Artemia salina. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 3,93 ppm, diikuti oleh ekstrak n-heksana dan etanol dengan nilai IC50 masing-masing 55,49 ppm dan 64,20 ppm, serta petroleum eter sebesar 4.032,33 ppm. Uji fitokimia mengkonfirmasi keberadaan senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, dan saponin dalam ekstrak. Adapun hasil uji toksisitas menunjukkan nilai LC50 petroleum eter sebesar 219,7475 ppm, n-heksana 257,8258 ppm, etil asetat 559,898 ppm, dan etanol 478.300.000.000 ppm, yang mengindikasikan bahwa ekstrak petroleum eter memiliki tingkat toksisitas tertinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Indeks Kualitas Air Laut Pada Perairan Muara Tias Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan Muara Tias merupakan wilayah estuari yang dipengaruhi oleh masukan air tawar dan air laut, serta berbagai aktivitas pemanfaatan pesisir seperti perikanan tangkap dan budidaya tambak ikan dan udang, sehingga pemantauan kualitas airnya menjadi sangat penting untuk mendukung keberlanjutan ekosistem dan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai parameter fisika-kimia serta menentukan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) di perairan Muara Tias, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan metode purposive sampling pada sembilan titik yang mewakili zona dalam muara, mulut muara, dan luar muara, dengan pengambilan sampel dilakukan dua kali yaitu pada kondisi pasang tertinggi dan surut terendah. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada kondisi pasang tertinggi, suhu berkisar antara 28–30°C, salinitas 7–15 ppt, pH 7,15–7,76, kecerahan 0,13–0,90 m, DO 5,9–8,0 mg/L, TSS 20–88 mg/L, minyak dan lemak 0,047–0,178 mg/L, amonia 0–0,085 mg/L, dan orto-fosfat 0–0,039 mg/L; sedangkan pada kondisi surut terendah, suhu berkisar 29–31°C, salinitas 0–13 ppt, pH 6,3–7,7, kecerahan 0,13–0,70 m, DO 6,5–8,5 mg/L, TSS 21–68 mg/L, minyak dan lemak 0,045–0,670 mg/L, amonia 0,073–0,452 mg/L, dan orto-fosfat 0–0,047 mg/L. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode NSFWQI sesuai PERMEN LHK No. 27 Tahun 2021, nilai IKAL rata-rata pada saat pasang tertinggi sebesar 82,05 dan pada saat surut terendah sebesar 81,51, keduanya termasuk dalam kategori Baik. Perairan Muara Tias secara umum masih berada dalam kondisi layak secara ekologis, meskipun pemantauan berkala tetap diperlukan mengingat adanya beberapa titik yang menunjukkan tekanan lingkungan lebih tinggi, khususnya terkait konsentrasi amonia, TSS dan orto-fosfat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI FITOKIMIA RUMPUT KNOP (Hyptis capitata Jacq.) DAN PENERAPANNYA SEBAGAI PANDUAN PRAKTIKUM

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati berupa tanaman obat tradisional. Umumnya tanaman sebagai obat mengandung senyawa metabolit sekunder misalnya flavonoid. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai obat tradisional adalah Hyptis capitata Jacq. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid pada daun dan batang H. capitata Jacq., perbedaan kadar flavonoid antara daun dan batang, serta menyusun panduan praktikum berbasis spektrofotometer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berupa daun dan batang H. capitata Jacq. yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Penetapan kadar flavonoid dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 450 nm dengan larutan standar quersetin. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T berpasangan (Paired Sample T-Test) untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kedua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada daun lebih tinggi dibandingkan batang. Nilai rata-rata sampel daun sebesar 5,506828 mg/L dan sampel batang sebesar 1,115884 mg/L. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kadar flavonoid pada daun dan batang. Selain itu, penelitian ini menghasilkan panduan praktikum fitokimia yang dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan H. capitata Jacq. memiliki potensi sebagai sumber senyawa flavonoid. Selain itu dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran melalui panduan praktikum yang aplikatif dan edukatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI FITOKIMIA TANAMAN KEMOYANG (Homalomena rubescens) DAN PENERAPANNYA SEBAGAI PANDUAN PRAKTIKUM

2026•

Tanaman Homalomena rubescens (kemoyang) merupakan tanaman obat yang memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Senyawa tersebut berupa golongan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan kadar flavonoid pada bagian umbi, batang, dan daun tanaman H. rubescens, (2) mengetahui perbedaan kadar flavonoid pada masing-masing bagian tanaman, serta (3) menyusun panduan praktikum analisis flavonoid berbasis spektrofotometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari bagian daun, batang, dan umbi tanaman H. rubescens yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Analisis kadar flavonoid dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 450 nm dengan kuersetin sebagai larutan standar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan konsentrasi flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid tertinggi terdapat pada daun sebanyak 2,814268 mg/L, kemudian umbi sebesar 1,505941 mg/L, dan batang sebesar 1,447276 mg/L. Terdapat perbedaan signifikan kadar flavonoid antar bagian tanaman dengan nilai signifikansi 0,018 (0,05). Uji lanjut Post Hoc Tukey menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara daun dengan batang serta daun dengan umbi, sedangkan antara batang dan umbi tidak berbeda signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, telah disusun panduan praktikum analisis flavonoid berbasis spektrofotometri yang memuat komponen lengkap dan sistematis, sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan praktikum fitokimia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT DARI PENGOLAHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK PADA SISTEM MICROBIAL FUEL CELL (MFC) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN LUMPUR MANGROVE

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah padat industri hasil pengolahan ikan bandeng (Chanos chanos) di Kota Tarakan berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola, namun memiliki kandungan bahan organik tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah padat industri pengolahan ikan bandeng sebagai substrat penghasil energi listrik serta pengaruh penambahan lumpur mangrove terhadap performa tegangan listrik yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan sistem MFC single chamber yang terdiri dari dua perlakuan dengan perlakuan pertama menggunakan substrat limbah bandeng tanpa penambahan lumpur mangrove dan perlakuan kedua dengan penambahan lumpur mangrove. Berdasarkan hasil uji statistik independent sample t-test dengan pendekatan two-tail, diperoleh nilai t hitung (t Stat) sebesar 0,49 yang lebih kecil dibandingkan t tabel (t critical two tail) sebesar 1,98 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05), sehingga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan tanpa penambahan lumpur mangrove dan dengan penambahan lumpur mangrove terhadap rata-rata tegangan listrik yang dihasilkan. Meskipun demikian, secara deskriptif kedua perlakuan mampu menghasilkan energi listrik selama 60 hari pengamatan, di mana perlakuan pertama (tanpa lumpur mangrove) menghasilkan rata-rata tegangan sebesar 0,67 V dengan standar deviasi (0,14) dan nilai maksimum mencapai 0,84 V, sedangkan perlakuan kedua (dengan lumpur mangrove) menghasilkan rata-rata tegangan sebesar 0,68 V dengan standar deviasi (0,19) dan nilai maksimum hingga 0,85 V. kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik independent sample t-test, tidak terdapat adanya perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan. meskipun demikian, hasil penelitian dari limbah padat hasil pengolahan ikan bandeng memiliki potensi yang efektif digunakan sebagai substrat pada sistem MFC untuk menghasilkan energi listrik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN KIMIA SOAP SHEET SEAWEED DARI FORMULASI Kappaphycus alvarezii DAN SABUN BATANG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditas perikanan yang melimpah di perairan Pantai Amal Baru Kota Tarakan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Salah satu bentuk inovasi pemanfaatannya adalah pembuatan soap sheet seaweed, yaitu sabun berbentuk lembaran tipis yang praktis, higienis, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sifat fisik dan kimia soap sheet seaweed berbasis rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Metode penelitian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pertama pembuatan tepung rumput laut, tahap kedua ekstraksi rumput laut dengan metode pemanasan menggunakan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, dan tahap ketiga pengujian karakteristik soap sheet seaweed yang meliputi pengujian sifat kimia berupa kadar air, pH, dan alkali bebas, serta pengujian sifat fisik berupa uji organoleptik, tinggi busa, dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air soap sheet seaweed berkisar antara 20,50–32,00%, nilai pH berada pada kisaran 9,3–9,86, dan kadar alkali bebas sebesar 0,004–0,008%, yang seluruhnya memenuhi standar SNI. Tinggi busa berada pada kisaran 2,5–3,1 cm dan memenuhi persyaratan mutu sabun. Uji organoleptik menunjukkan bahwa konsentrasi 10% memiliki tingkat kesukaan panelis tertinggi terhadap warna, aroma, dan tekstur. Aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa konsentrasi 15% menghasilkan daya hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa soap sheet seaweed berbasis rumput laut Kappaphycus alvarezii memenuhi standar mutu sabun, memiliki aktivitas antibakteri, serta berpotensi dikembangkan sebagai produk inovatif yang praktis dan higienis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji sifat fisik dan kimia pada briket limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) sebagai bahan bakar alternatif

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan energi di indonesia hingga saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, Sementara ketersediaan semaki berkurang dan penggunaanya berdampak buruk terhadap lingkungan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan sumber daya energi alternatif yang berasal dari bahan terbarukan, salah satunya biomassa. Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) merupakan hasil samping dari kegiatan perkebunan kakao yang jumlahnya cukup besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Kulit kakao mengandung senyawa lignoselulosa yang berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif dalam bentuk briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dan kimia briket yang terbuat dari limbah kulit kakao serta menentukan kelayakan sebagai bahan bakar alternatif berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Penelitian dilaksanakan pada bulan maret hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriftif kuantitatif, yaitu P1 (90% arang : 10% perekat), P2 (85% : 15%), P3 (80% : 20%), dan P4 (75% : 25%), dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kerapatan, kadar abu, nilai kalor, rendemen, serta uji pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan kadar air di bawah 8% dan nilai kerapatan di atas 0,44 g/cm³, sehingga telah memenuhi standar SNI untuk kedua parameter tersebut. Nilai kerapatan tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 0,85 g/cm³, sedangkan kadar air terendah terdapat pada perlakuan P4 sebesar 0,05%. Namun demikian, hasil pengujian kadar abu dan nilai kalor menunjukkan bahwa sebagian besar perlakuan belum memenuhi standar SNI. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 4.485 kal/g, namun masih berada di bawah batas minimum SNI yaitu 5.000 kal/g. Nilai rendemen arang kulit kakao yang diperoleh sebesar 10,03%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa limbah kulit kakao berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Namun, diperlukan perbaikan dan optimasi lebih lanjut pada proses karbonisasi dan komposisi perekat agar kualitas briket yang dihasilkan dapat memenuhi standar nasional

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK KOMBUCHA DARI TEH BUAH Rhizophora mucronata SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kombucha adalah minuman berkarbonasi alami non-alkohol yang dibuat dengan cara memfermentasi larutan teh dan gula dengan kultur kombucha yang mengandung bakteri dan ragi yang dikenal sebagai SCOBY. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik kombucha berbahan dasar teh buah Rhizophora mucronata sebagai minuman fungsional, ditinjau dari analisis senyawa fitokimia, aktivitas antioksidan, pH, dan kadar alkohol. Rhizophora mucronata diketahui mengandung senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Proses fermentasi dilakukan selama 11 hari menggunakan kultur simbiotik antara bakteri dan ragi SCOBY. Identifikasi senyawa fitokimia dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH menggunakan lima variasi konsentrasi, nilai pH diukur dengan pH meter, dan kadar alkohol diuji menggunakan alcohol hydrometer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa teh kombucha dari buah R. mucronata mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Aktivitas antioksidan kuat tercatat sebesar 4,3446 ppm dan asam askorbat 0,0004 ppm. Nilai pH akhir berada di bawah 3, menandakan terbentuknya asam organik selama fermentasi. Kadar alkohol tidak terdeteksi, menunjukkan produk ini aman dikonsumsi dan memenuhi standar halal menurut Majelis Ulama Indonesia. Berdasarkan hasil tersebut, teh kombucha buah R. mucronata memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai minuman fungsional yang alami, sehat, dan bernilai komersial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

karakteristik fisikokima karagenan rumput laut merah (kappaphycus alvarezii) di Tanjung Batu Kalimantan Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kappaphycus alvarezii merupakan jenis rumput laut merah yang banyak di budidayakan di Kalimantan Utara yang memiliki potensi besar dalam pengembangan produk hasil perikanan sebagai penghasil karagenan yang memiliki berbagai manfaat baik dibidang farmasi, kosmetik dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah mengarakterisasi mutu karagenan dari rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Metode ekstraksi menggunakan larutan KOH dengan konsentrasi 7% (b/v) kemudian di filtrasi untuk selanjutnya di keringkan dan di blender sampai jadi bubuk keragenan. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik /sensori pada rumput laut (K. alarezii) yaitu pada Kenampakan 7,27 ± 1,55, Bau 6 ± 2,4, Tekstur 8 ± 1,00, nilai rendemen pada penelitian ini yaitu sebesar 19,86%, Nilai kadar air pada penelitian ini sebesar 5,67%, Nilai kadar abu pada penelitian ini yaitu 55,67%, Pada penelitian ini nilai viskositas menghasilkan 22,67 cPs, Nilai kekuatan gel pada penelitian ini yaitu 180,071 g/cm2. Uji Organoleptik parameter bau tidak memenuhi standar SNI, namun pada parameter kenampakan dan tekstur telah memenuhi standar SNI. Rendemen dan kadar abu belum memenuhi standar, namun pada uji kadar air, viskositas dan kekuatan gel telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh FAO dan SNI

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN SANKSI PIDANA KEBIRI KIMIA BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN ANAK( Studi Kasus Putusan No 69/Pid.Sus/2019/PN.Mjk)

2025•

Kejahatan seksual terhadap anak merupakan permasalahan serius yang memerlukan tindakan hukum yang tegas. Salah satu bentuk sanksi yang diterapkan di Indonesia adalah kebiri kimia, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penerapan sanksi kebiri kimia bagi pelaku tindak pidana persetubuhan anak serta dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi tersebut, khususnya dalam perkara Nomor 69/2019/Pid.Sus/PN.Mjk. metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebiri kimia bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan melindungi anak sebagai korban. Namun, kebijakan ini menuai pro dan kotra, terutama terkait dengan aspek hak asasi manusia dan kode etik kodokteran. Dalam kasus yang diteliti, hakim menjatuhkan pidana tambahan kebiri kimia setelah mempertimbangkan unsur-unsur kejahatan yang memberatkan, termasuk dampak fisik dan psikologis terhadap korban. Kesimpulannya, penerapan kebiri kimia sebagai pidana tambahan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya, termasuk resitensi dari organisasi profesi medis dan perdebatan etis serta hukum. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkelanjutan dan sinergi antara lembaga terkait untuk memastikan efektivitas kebijakan ini dalam menekan angka kejahatan seksual terhadap anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Komparatif Kinerja Keuangan Berdasarkan Economic Value Added (EVA) Pada PT Kalbe Farma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk Periode 2019-2023

2025•

Kinerja keuangan mencerminkan efektivitas dalam mengelola sumber daya dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. Salah satu metode yang digunakan untuk menilai penciptaan nilai ekonomi adalah Economic Value Added (EVA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan PT Kalbe Farma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk berdasarkan EVA. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif komparatif dengan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan purposive sampling sebagai metode pemilihan sampel. Teknik analisis meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda independent sample t-test menggunakan SPSS IBM versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kinerja keuangan kedua perusahaan berdasarkan hasil uji beda. Berdasarkan Perhitungan EVA, PT Kalbe Farma Tbk menunjukkan EVA yang lebih baik selama 2019-2022 yang menunjukkan perusahaan berhasil menciptakan nilai tambah ekonomi, namun mengalami penurunan pada periode 2023 yang menunjukkan potensi penurunan kinerja keuangan. Sedangkan, PT Kimia Farma Tbk memiliki EVA negatif secara konsisten selama periode penelitian yang menunjukkan perusahaan belum berhasil menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

karakterisasi kimia beras analog rumput laut (kappaphycus alvarezii) dari kalimantan utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KARAKTERISASI KIMIA BERAS ANALOG RUMPUT LAUT (kappaphycus alvarezii) DARI KALIMANTAN UTARA Abstrak Penduduk Indonesia saat ini sebagian besar masih mengkonsumsi beras padi sebagai makananan pokok yang menyebabkan ketergantungan dan mengakibatkan terjadinya risiko krisis pangan sehingga dibutuhkan pengembangan inovasi dari rumput laut seperti beras analog. Beras analog merupakan pangan fungsional yang diformulasikan dari beberapa bahan yang terbuat dari sereal, umbi-umbian, dan tepung serta memiliki karbohidrat yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formulasi beras analog terbaik dari rumput laut dan menentukan karakterisasi kimia (proksimat, serat kasar, vitamin C, gula total dan fitokimia) beras analog dari rumput laut (kappaphycus alvarezii). Metode penelitian ini di bagi menjadi tiga tahapan yakni tahapan pertama pembuatan tepung rumput laut, tahap kedua formulasi beras analog dengan presentase rumput laut masing – masing 10%, 30%, 50%, tepung rumput laut yang dihasilkan adalah tepung rumput laut tanpa bahan kimia. Tahap ketiga pengujian proksimat, serat kasar, vitamin C, gula total dan fitokimia. Hasil pengujian beras analog 10% kadar air 8%, kadar abu 7%, kadar lemak 7,8%, protein 1,7%, serat kasar 0.62%, karbohidrat 75,5% vitamin C 0,016 mg, gula total 2,83%, fitokimia (alkaloid, fenol hidroquinan, triterpenoid). Hasil pengujian beras analog 30% kadar air 12%, kadar abu 7%, kadar lemak 6,16%, protein 4,4%, serat kasar 0,04%, karbohidrat 71,44%, vitamin C 0,003 mg, gula total 2,69%, fitokimia (alkaloid, fenol hidroquinan, steroid). Hasil pengujian beras analog 50% kadar air 9%, kadar abu 9%, kadar lemak 3,8 % protein 7%, serat kasar 0,22%, karbohidrat 71,2%. Vitamin C 0,045 mg, gula total 2,67%, fitokimia (alkaloid, fenol hidroquinan, triterpenoid).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PADA KAWASAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DENGAN METODE Long line DI KABUPATEN NUNUKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Rumput laut dari Kabupaten Nunukan merupakan salah satu komoditas ekonomi unggulan daerah. Namun dalam aktivitas budidaya rumput laut masih ditemukan beberapa permasalahan yang mengakibatkan menurunnya jumlah produksi. Salah satu faktor keberhasilan budidaya rumput laut adalah kesesuaian lahan yang mendukung produksi rumput laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kabupaten Nunukan, melalui parameter fisika kimia perairan. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2024. Setiap lokasi dilakukan sampling pada tiga titik sampling pada metode long line. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan cara survei pengamatan parameter perairan. Parameter pengamatan untuk analisis kesesuaian lahan yaitu pengukuran kualitas air selanjutnya dilakukan matching dan scoring. Parameter kualitas air yang diamati adalah parameter fisika dan kimia. Setelah diperoleh nilai skor dari setiap parameter pada setiap titik pengamatan, kemudian dilakukan penghitungan menggunakan program Microsoft Excel untuk menentukan penilaian sesuai (S1) dengan kisaran nilai 49-63, cukup sesuai (S2) dengan kisaran nilai 35-48 dan tidak sesuai (N) dengan kisaran nilai 28–47. Dari hasil analisis data diperoleh hasil bahwa Pancang kuning luar pada titik 1 masuk dalam kategori S1 (sesuai) sedangkan pada titik 2 dan titik 3 masuk dalam kategori S2 (cukup sesuai). Sedangkan, Pancang kuning dalam pada setiap titik masuk dalam kategori S2 (cukup sesuai) untuk dijadikan lahan budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK RUMPUT BELULANG (Elusine indica L.) SEBAGAI HERBISIDA NABATI PADA GULMA MENIRAN HIJAU (Phyllantus niruri L.) PADA PERTUMBUHAN PAKCOY (Brassica rapa L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pakcoy memiliki harga yang ekonomis dan mudah untuk didapatkan, salah satu kendala pada tanaman pakcoy yaitu gulma yang tumbuh disekitarnya, salah satu yang dapat dilakukan dalam pengendalian pakcoy yaitu penggunaan herbisida nabati yang berasal dari rumput belulang, penggunaan herbisida nabati dengan memanfaatkan alelokimia yang terdapat pada rumput belulang yang dapat mengendalikan gulma meniran hijau pada tanaman pakcoy, penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok 1 faktor dengan 4 ulangan dan 7 perlakuan dengan 84 sampel, perlakuan yaitu tanpa ekstrak rumput belulang, tanpa ekstrak rumput belulang dan gulma meniran hijau, dan perlakuan pemberian ekstrak rumput belulang yaitu 20 %, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Parameter yang di amati pada tanaman pakcoy yaitu, tinggi tanaman 1 Sampai 4 MSPT, jumlah daun 1 sampai 4 MSPT, berat pupus dan berat akar, parameter gulma meniran hijau yang diamati yaitu tinggi gulma 1 Sampai 4 MSPT, jumlah daun 1 Sampai 4 MSPT, berat basah pupus, berat basah akar, berat kering pupus dan berat kering akar, dari hasil penelitian menunjukkan pada pemberian ekstrak rumput belulang tidak memberikan pengaruh yang nyata dalam mengendalikan gulma meniran hijau, dikarenakan tingkat fitotoksik dari ekstrak rumput belulang masih tergolong rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut (Kappapyhcus Alvarezii) Dengan Metode Longline Pada Kawasan Amal Kota Tarakan

2024•

Jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan dan dikembangkan di Kota Tarakan yaitu rumput laut jenis (K. alvarezii). K. alvarezii merupakan rumput laut yang secara luas diperdagangkan, baik untuk keperluan bahan baku industri dalam negeri maupun untuk ekspor. Namun dalam pelaksanaanya masih ditemukan beberapa permasalahan yang mengakibatkan menurunnya jumlah produksi. Salah satu faktor keberhasilan budidaya rumput laut adalah penentuan lokasi dan kondisi perairan harus disesuaikan dengan metode budidaya yang akan digunakan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya rumput laut (K. alvarezii) di kawasan Amal Kota Tarakan, melalui pengukuran parameter kualitas air. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2024. Setiap lokasi dilakukan sampling pada dua titik sampling di lokasi budidaya rumput laut dengan metode long line. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan cara pengamatan parameter kualitas. Materi penelitian ini adalah analisis kesesuaian perairan dilakukan dengan pengukuran kualitas air dengan menggunakan metode matching dan scoring. Parameter kualitas air yang diamati antara lain suhu, kecerahan, salinitas, pH, kecepatan arus, oksigen terlarut, posfat, dan nitrat. Nilai skor dari setiap parameter pada setiap titik pengamatan dilakukan penghitungan menggunakan program Microsoft Excel untuk menentukan penilaian kesesuaian lahan dengan kriteria (S1) sesuai; (S2) cukup sesuai; dan (N) tidak sesuai. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil bahwa Amal Baru dan Amal Lama masuk dalam kategori S2 (cukup sesuai) dengan nilai masing-masing 47. Hal ini menunjukan Kawasan Amal Baru dan Amal Lama mempunyai pembatas (penghambat) yang cukup berarti sebagai lahan budidaya rumput laut (K. Alvarezii.).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI SENYAWA FITOKIMIA DAN POTENSI ANTIOKSIDAN DARI SUPERNATAN BEBAS SEL ISOLAT BAKTERI SIMBION SPONS Clathria sp.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Spons laut merupakan sumber senyawa bioaktif yang potensial dalam antibakteri, antikanker, antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifika kandungan bioaktif bakteri simbion spons Clathria sp. melalui uji fitokimia dan menemukan bakteri simbion Clathria sp, yang berpotensi menghasilkan senyawa antioksidan. Penenlitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Uji fitokimia menunjukkan bahwa dari 23 isolat bakteri simbion Clathria sp, mengandung saponin. Uji antioksidan dengan metode DPPH diperoleh aktivitas terbaik dengan persentase inhibisi rata-rata diatas 50% pada isolat C1 (56,46%), C3 (53,17%), C13 (54,49%), dan C15 (53,06%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bakteri simbion Clathria sp, berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif dan antioksidan, dan membuka peluang pengembangan obat antimikroba dan antioksidan di masa depan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail