ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pakcoy memiliki harga yang ekonomis dan mudah untuk didapatkan, salah satu kendala pada tanaman pakcoy yaitu gulma yang tumbuh disekitarnya, salah satu yang dapat dilakukan dalam pengendalian pakcoy yaitu penggunaan herbisida nabati yang berasal dari rumput belulang, penggunaan herbisida nabati dengan memanfaatkan alelokimia yang terdapat pada rumput belulang yang dapat mengendalikan gulma meniran hijau pada tanaman pakcoy, penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok 1 faktor dengan 4 ulangan dan 7 perlakuan dengan 84 sampel, perlakuan yaitu tanpa ekstrak rumput belulang, tanpa ekstrak rumput belulang dan gulma meniran hijau, dan perlakuan pemberian ekstrak rumput belulang yaitu 20 %, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Parameter yang di amati pada tanaman pakcoy yaitu, tinggi tanaman 1 Sampai 4 MSPT, jumlah daun 1 sampai 4 MSPT, berat pupus dan berat akar, parameter gulma meniran hijau yang diamati yaitu tinggi gulma 1 Sampai 4 MSPT, jumlah daun 1 Sampai 4 MSPT, berat basah pupus, berat basah akar, berat kering pupus dan berat kering akar, dari hasil penelitian menunjukkan pada pemberian ekstrak rumput belulang tidak memberikan pengaruh yang nyata dalam mengendalikan gulma meniran hijau, dikarenakan tingkat fitotoksik dari ekstrak rumput belulang masih tergolong rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mengendalikan gulma rumput belulang (eleusin indica L) adapun upaya yang dilakukan adalah pengunaan pestisida nabati yaitu Gulma jukut pahit (Axonopus Compresus) Dan alang alang (Imperata Cylindrica) dan pengaturan dosis yang tepat Penelitian ini diduga akan meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung yang maksimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Januari 2022. Dilaksanakan di Lahan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Adapun Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cangkul, belender, gelas ukur, pengggaris,timbangan analitik, buku, pulpen, meteran. Sedangkan bahan yang digunakan untuk penelitian ini yaitu: polibag, bibit jagung, pupuk kandang, gulma Axonopus Compresus dan gulma Imperata Cylindrica Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sebelas perlakuan tiga ulangan, dengan satuan percobaan 11 x3= 99 satuan percobaan dimana P0- Kontrol (Tanpa ekstrak), P0+ Racun Sintetik, P1 Tanpa Gulma, P2 Konsentrasi ekstrak (25% Axonopus Compresus), P3 Konsentrasi ekstrak (25% Imperata Cylindrica), P4 Konsentrasi ekstrak (50% Axonopus Compresus), P5 Konsentrasi ekstrak (50% Imperata Cylindrica), P6 Konsentrasi ekstrak (75% Axonopus Compresus), P7 Konsentrasi ekstrak (75% Imperata cylindrica), P8 Konsentrasi ekstrak (100% Axonopus Compresus), P9 Konsentrasi ekstrak (100% Imperata Cylindrica), Penelitian ini menggunakan dua analisis data. Analisis data Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk parameter vegetatif tanaman jagung. persentasi kerusakan gulma, Analisis yang digunakan untuk menguji hasil Riset untuk parameter vegetatif tanaman jagung yaitu dengan menggunakan ANOVA dengan taraf 5%. Apabila F hitung menunjukkan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut dengan uji DMRT kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak jukut pahit (axonopus compresus) dan extrat alang-alang (imperata cylindrica) dalam mengendalikan gulma rumput belulang (eleusin Indica L) terhadap tanaman jagung (zea mays l.) tidak menunjukan hasil yang memuaskan dimana ekstrak tersebut tidak mampu menekan pertumbuhan gulma namun berbanding terbalik dengan pengunaan pestisida kimia yang menunjukan hasil yang sangat memuaskan di saat pengaplikasian.