Formulasi Masker Wajah (Kappaphycus alvarezii) Terhadap Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri
Jenis rumput laut Kappaphycus alvarezii memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat untuk melindungi kulit dari penuaan dini dan diduga dapat menghambat perkembangan bakteri yang dapat menimbulkan jerawat. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruhnya terhadap rendemen, aktivitas antioksidan, kemampuan antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes, serta tingkat penerimaan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen rumput laut kering sebesar 20,57%, yang menunjukkan bahwa proses pengeringan yang dilakukan telah berlangsung secara efektif dan sesuai dengan karakteristik bahan baku rumput laut. Aktivitas antioksidan terbesar terdapat pada konsentrasi 25 mg/L sebesar 41,55% dengan perlakuan 40:60, sedangkan aktivitas terendah muncul pada konsentrasi 75 mg/L sebesar 7,14% pada perlakuan 60:40. Berdasarkan uji antibakteri hasil pengukuran diameter zona hambat (mm), seluruh formulasi masker dengan variasi rasio (20:80, 40:60, 60:40, dan 80:20) termasuk dalam kategori sedang, dengan diameter zona hambat berkisar antara 6 hingga 9 mm. Secara spesifik, formulasi 20:80 menunjukkan nilai tertinggi yaitu 9 mm, diikuti oleh 40:60 (8 mm), 60:40 (7 mm), dan 80:20 (6 mm). Berdasarkan uji organoleptik terhadap 30 panelis. Pada uji organoleptik formula 20:80 paling disukai dari segi warna, tekstur, dan aroma. Secara keseluruhan, masker wajah berbahan dasar rumput laut dengan kombinasi bahan alami ini berpotensi menjadi produk perawatan kulit yang aman, efektif, dan dapat menjadi alternatif pengganti produk berbahan kimia sintetis.