Abstrak
Permasalahan yang sering terjadi pada budidaya larva udang windu (Penaeus monodon) yaitu mengalami rendahnya survival rate dan pertumbuh yang tidak seragam, salah satu cara untuk mengatasi permasalah tersebut adalah pemberian pakan alami berupa Artemia salina yang di enricment dengan menggunakan Chlorella vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan survival rate larva udang windu yang diberi pakan Artemia salina dengan pengayaan Chlorella vulgaris. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan selama 20 hari, menggunakan post larva stadia 13. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap serta 3 perlakuan dan 5 ulangan. K (pakan A. salina tanpa pengkayaan), A (Pakan komersil pelet), dan B (Pakan A. salina yang di perkaya). Parameter yang diamati beruapa Panjang Mutlak, Berat Mulak, Specific Growth Rate (SGR), SR dan Kualitas Air (suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas dan amonia). Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel, uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai panjang mutlak K (4,84mm + 0,6504), A (2,77mm + 1,0626) dan B (5,78mm+1,0378) nilai berat mutlak, pada K (0,1149 + 0,0366), A (0,1030 + 0,0376) dan B (0,2760g + 0,0812 ). Nilai SGR K (5,125% + 2,302), A (8,574% + 4,262), dan B (11,078% +1,413). Sedangkan pada nilai survival rate larva udang windu K (17,40% + 4,81), A (3,66% + 1,25), dan B (10,70% + 3,15). Nilai kualitas air selama penelitian pada parameter DO, salinitas, suhu, pH dan amonia secara keseluruhan sudah memenuhi buku mutu. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian pakan Artemia salina yang di Bioenrichment menggunakan Chlorella vulgaris mampu mempengaruhi pertumbuhan (Panjang mutlak, berat mulak dan SGR) bagi larva udang windu dimana perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan B, sedangkan pada SR K, lebih unggul dibandingkan dengan A, dan B. Low survival rate ad uneven growht are common issues in culturing black tiger shrimp larvae. This study examines and survival rae in Artemia salina fed Chlorella vulgaris. He researcg was conducted at Universitas Boorneo Tarakan for 20 days, using the post-larvae stage 13. This experiment used a completely randomized design witth tthree treatment and five replication; K (A. salina without C. vulgaris), A (commercial pellet feed), and B (A. salina enrichment with C. vulgaris). Obsevved prameters were Absolute weight gain, Absolute weight gain, Specific Growth Rate (SGR), survuval rate (SR), and water quality (ttemoeraure, pH,dissolved oxygen, salinity, ammonia). Data were analyzed by Microsoft Excel, ANOVA and TSD test. The result showed that Absolute length gain values were K (4,84mm + 0,6504), A (2,77mm + 1.0626) and B (5,78mm + 1,0378), and Absolute weight gain values were K (0,1149 + 0,0366), A (0,1030 + 0,0376) and B (0,2760g+0,0812 ), and SGR values were K (5,125% + 2.302), A (8,574% + 4,262), dan B (11,078% +1,413). The SR were K (17,40% + 4,81), A (3,66% + 1,25), dan B (10,70% + 3,15). Water qualiy parametters, including dissolved oxygen, salinity, temperature, pH and ammonia generirally met sandar threshonds. The study concludes that feeding black tiger shrimp larvae A. salina encrichment with C. vulgaris (B) results in the highest growth permormance, as Absolute weight gain, Absolute weight gain, and Specific Growth Rate. However, the highes survival rate was observed in the group fed unenriched A. salina (K). Therefore, while enrichmen improves growth, it does not increase survival compared to unenrichment feed.