Abstrak
PENGARUH LAMA PERENDAMAN BIOENRICHMENT EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA Artemia salina TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENUR WINDU (Penaeus monodon) Abstrak Tumbuhan herbal memiliki senyawa bioaktif yang mampu berperan sebagai agen dalam meningkatkan laju pertumbuhan organisme budidaya. Kandungan senyawa bioaktif pada tumbuhan karamunting seperti falavonid, tanin, saponin, fenolik dan isoflavonid, berpotensi sebagai agen yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama bioenricment Artemia salina dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon). Desain pada penelitian ini terdiri 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu; kontrol (tanpa perendaman ekstrak), dan perendaman ekstrak daun karamunting dengan lama waktu perendaman yang berbeda daun karamunting dengan (24,48 dan 72 jam). Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting dengan lama perendaman 72 jam memberikan nilai pertumbuhan berat spesifik tertinggi yaitu 11,31%. Hasil ini juga menunjukkan bahwa pemeliharaan hari ke 0 sampai hari ke 14, benur dengan perlakuan mengalami perubahan panjang lebih dominan dibandingkan kontrol. Tingkat kelangsungan hidup benur untuk semua perlakuan, berkisar antara 46-60%. Kesimpulan bahwa bioenricment Artemia salina mengunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan dengan lama perendaman yang berbeda memberikan hasil yang signifikan pada pertumbuhan spesifik benur udang windu PL 15. Perlakuan Bioenrichment Artemia dengan lama perendaman 72 jam memberikan hasil pertumbuhan terbaik.