ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Artemia salina merupakan salah satu jenis pakan alami yang banyak digunakan dalam usaha budidaya karena mudah dibudidayakan dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik, namun masih perlu meningkatkan kandungan nutrisi agar pertumbuhan biota budidaya semakin meningkat. Peningkatan nutrisi A. salina dapat dilakukan dengan pengkayaan salah satunya dengan menggunakan ekstrak daun mengkudu. Daun mengkudu (Morinda citrifolia) mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan seperti protein 15-20% juga asam amino esensial dan non esensial, vitamin serta mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi A. salina yang diperkaya dengan ekstrak daun mengkudu melalui uji proksimat. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dan perbandingan menggunakan 4 perlakuan yang berbeda. Artemia salina dimasukkan ke dalam botol berukuran 1 liter dengan kepadatan 2 gram kemudian dilakukan pemeliharaan, pengkayaan dan pengujian proksimat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan uji proksimat terbaik terdapat pada perlakuan P4 (150 ppm) dengan nilai protein 55,3%, lemak 16,4%, air 6%, abu 11,7%. Pengkayaan dengan ekstrak daun mengkudu pada A. salina dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertambahan kandungan nutrisi pada A. salina.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tumbuhan herbal memiliki senyawa bioaktif yang mampu berperan dalam meningkatkan laju pertumbuhan organisme budidaya. Kandungan senyawa bioaktif pada tumbuhan karamunting seperti falavonid, tanin, saponin, dan isoflavonid, berpotensi meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengkayaan Artemia Salina Menggunakan Ekstak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum) Dengan Dosis Yang Berbeda Pada Laju Pertumbuhan Post Larva (PL2) Udang Windu (Penaeus monodon). Desain penelitian terdiri 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu kontrol (tanpa perendaman ekstrak), dan perendaman ekstrak daun karamunting dengan dosis yang berbeda (50, 100 dan 150 ppm). Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan panjang mutlak, survival rate dan Kualitas air. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan ANOVA dan software SPSS hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun karamunting dengan dosis 100 ppm merupakan perlakuan terbaik dengan laju pertumbuhan panjang dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pengkayaan Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan dosis yang berbeda pada dosis 100 ppm memberikan hasil berbeda dengan signifikan terhadap laju pertumbuhan benur udang windu pada stadia post larva.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAMA PERENDAMAN BIOENRICHMENT EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA Artemia salina TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENUR WINDU (Penaeus monodon) Abstrak Tumbuhan herbal memiliki senyawa bioaktif yang mampu berperan sebagai agen dalam meningkatkan laju pertumbuhan organisme budidaya. Kandungan senyawa bioaktif pada tumbuhan karamunting seperti falavonid, tanin, saponin, fenolik dan isoflavonid, berpotensi sebagai agen yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama bioenricment Artemia salina dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon). Desain pada penelitian ini terdiri 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu; kontrol (tanpa perendaman ekstrak), dan perendaman ekstrak daun karamunting dengan lama waktu perendaman yang berbeda daun karamunting dengan (24,48 dan 72 jam). Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting dengan lama perendaman 72 jam memberikan nilai pertumbuhan berat spesifik tertinggi yaitu 11,31%. Hasil ini juga menunjukkan bahwa pemeliharaan hari ke 0 sampai hari ke 14, benur dengan perlakuan mengalami perubahan panjang lebih dominan dibandingkan kontrol. Tingkat kelangsungan hidup benur untuk semua perlakuan, berkisar antara 46-60%. Kesimpulan bahwa bioenricment Artemia salina mengunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan dengan lama perendaman yang berbeda memberikan hasil yang signifikan pada pertumbuhan spesifik benur udang windu PL 15. Perlakuan Bioenrichment Artemia dengan lama perendaman 72 jam memberikan hasil pertumbuhan terbaik.