Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

58 hasil
Subjek: Berpikir
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kemampuan Spasial Siswa Kelas IX Berdasarkan Level Berpikir Van Hiele di SMP Negeri 9 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh variasi kemampuan dalam memvisualisasikan objek geometri dan memahami hubungan antarunsur bangun ruang sisi datar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan spasial siswa kelas IX berdasarkan level berpikir Van Hiele di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek dipilih secara purposive berdasarkan hasil Van Hiele’s Geometry Test (VHGT) dan rekomendasi guru. Sebanyak 23 siswa mengikuti VHGT dan teridentifikasi 7 siswa pada level 0 (visualisasi), 3 siswa pada level 1 (analisis), dan 2 siswa pada level 2 (deduksi informal). Selanjutnya, dipilih enam subjek berdasarkan rekomendasi guru, dengan masing-masing dua subjek pada setiap level. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan spasial dan wawancara. Analisis data mengacu pada Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi proses dan strategi berpikir dalam menyelesaikan permasalahan spasial. Pada aspek persepsi spasial, sebagian besar subjek mampu menentukan permukaan cairan tetap horizontal melalui pengamatan, perbandingan gambar, dan pembayangan, meskipun satu subjek level 0 mengalami miskonsepsi. Pada aspek visualisasi spasial, seluruh subjek mampu membayangkan pelipatan objek secara bertahap. Seluruh subjek juga mampu melakukan rotasi mental berdasarkan arah dan besar sudut, menentukan hubungan sisi bersebelahan dan berhadapan, serta membayangkan objek dari sudut pandang berbeda. Ditemukan pula strategi tambahan berupa menggambar ulang dan merevisi, memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya, serta menggunakan bantuan gerakan tangan, perputaran kertas, dan gambar bantu. Secara keseluruhan, kemampuan spasial subjek pada level 0, 1, dan 2 Van Hiele tercermin melalui variasi pola dan strategi dalam membangun serta mengolah bayangan spasial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP/MTs Di Pulau Sebatik

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains merupakan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep sains, menggunakan pengetahuan ilmiah, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Karena pentingnya literasi sains maka diperlukan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains peserta didik kelas VIII SMP/MTs di Pulau Sebatik. Pada penelitian ini kemampuan literasi sains siswa diukur pada dimensi kompetensi sains. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Terdapat 480 peserta didik kelas VIII yang berasal dari enam SMP/MTs di Pulau Sebatik yang dipilih secara random. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen literasi yang memiliki 25 butir soal. Soal ini mengacu pada kerangka Programme for International Student Assesment (PISA) dan meliputi tiga indikator kompetensi sains, yaitu menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, serta menafsirkan data dan bukti secara ilmia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peserta didik hanya mampu menjawab kurang dari 50% jumlah soal literasi sains yang diberikan. Ditinjau dari indikator kompetensi sains, kemampuan siswa dalam menjelaskan fenomena secara ilmiah menunjukkan capaian yang lebih baik dibandingkan dengan kemampuan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah serta menafsirkan data dan bukti ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik masih perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang kontekstual, berbasis penyelidikan, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan ilmiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Sampel penelitian merupakan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas VIII-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelompok kontrol. Pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan dengan menerapkan model Problem Based Learning, sedangkan pembelajaran pada kelas kontrol menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis yang terdiri atas 6 soal uraian dan disusun berdasarkan 3 indikator keterampilan berpikir kritis. Tes tersebut diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran dalam bentuk pretest dan posttest. Data penelitian selanjutnya diolah melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan independent samples t-test dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest peserta didik pada kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor peserta didik pada kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional, yaitu (79,54>69,43). Hasil pengujian menggunakan independent samples t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,0150,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Problem Based Learning berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP Negeri 2 Tarakan pada mata pelajaran matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi pada materi ekosistem. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Sebatik Tengah pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment berupa Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 68 siswa, yaitu 34 siswa kelas XC sebagai kelas kontrol dan 34 siswa kelas XD sebagai kelas eksperimen yang dipilih melalui Purposive Sampling. Instrumen penelitian meliputi tes uraian keterampilan berpikir kritis dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan Uji ANCOVA. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai Pretest kelas kontrol dan eksperimen masing-masing sebesar 42,44 dan 41,65. Setelah perlakuan, rata-rata nilai Posttest kelas kontrol sebesar 56,38, sedangkan kelas eksperimen sebesar 73,74. Hasil ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05), yang mengindikasikan bahwa model PjBL berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil angket respon siswa memperoleh persentase 85,82% dengan kategori sangat baik, yang menunjukkan respon positif terhadap penerapan model PjBL dalam pembelajaran Biologi. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Berpikir Komputasi Siswa Sekolah Dasar Dalam Menyelesaikakan Masalah Matematika

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang belum mampu menyelesaikan masalah matematika secara sistematis, khususnya dalam menyelesaikan soal cerita. Siswa cenderung menuliskan angka tanpa memahami langkah penyelesaian dan belum mampu menguraikan masalah menjadi bagian yang lebih sederhana. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan berpikir komputasi siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi aritmatika sosial. Indikator berpikir komputasi yang dikaji meliputi abstraksi, generalisasi, dekomposisi, algoritma, dan debugging. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan di kelas V-C SD Negeri Utama 1 Tarakan. Subjek penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu terdiri dari 27 siswa yang mengikuti tes, terpilih tiga siswa dengan skor tertinggi berdasarkan hasil diskusi dengan wali kelas, yang selanjutnya dikodekan sebagai S1, S2, dan S3. Instrument penelitian terdiri atas tes tertulis berbentuk soal cerita aritmatika sosial, pedoman wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan indikator abstraksi dikuasai secara konsisten oleh semua subjek pada setiap soal. Indikator generalisasi belum tampak secara tertulis, namun dua dari tiga subjek mampu menjelaskan secara lisan. Indikator dekomposisi dan algoritma umumnya terpenuhi pada soal pertama dan kedua, tetapi tidak muncul pada soal ketiga akibat tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Indikator debugging hampir tidak terlihat pada semua subjek, baik secara tertulis maupun lisan, karena siswa belum terbiasa memeriksa kembali hasil pekerjaannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG PECAHAN DI KELAS V SDN 014 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat dibutuhkan, khususnya dalam memahami dan menyelesaikan soal operasi pecahan, terutama pada soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pecahan di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali secara mendalam proses berpikir siswa melalui jawaban dan penalaran autentik. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data yang dilakukan secara alamiah. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Siswa dengan kategori kemampuan tinggi mampu memenuhi dua indikator berpikir kritis yaitu interpretasi dan penjelasan, karena subjek belum mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis secara konsisten dan terdapat kesalahan pemahaman terhadap soal. Siswa kategori sedang hanya memenuhi satu indikator berpikir kritis yaitu penjelasan, karena masih mengalami kesalahan pada interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi dan regulasi diri. Sementara itu, subjek dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak mampu memenuhi keenam indikator berpikir kritis. Subjek mengalami kesulitan pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, penjelasan dan regulasi diri. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis siswa masih bervariasi dan perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang efektif dan terarah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PECAHAN KONTEKS BUDAYA DI JURUSAN PGSD UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pecahan, khususnya soal cerita yang bersifat kontekstual dan memerlukan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal pecahan konteks budaya di Jurusan PGSD Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah tes yang diberikan kepada 20 calon subjek dan kemudian dikategorikan dalam kemampuan berpikir kritis baik, sedang, dan rendah. Peneliti selanjutnya melakukan wawancara untuk mengonfirmasi hasil jawaban dengan perwakilan masing-masing kategori kemampuan sebagai bentuk triangulasi. Berdasarkan hasil tes dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa subjek baik mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis, subjek sedang masih belum konsisten dalam memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis karena masih mengalami miskonsepsi dalam memahami soal. Subjek tidak memahami makna “bagian dari bagian” dan mengalami kesulitan pada soal dengan tipe penyelesaian masalah yang lebih kompleks. Sedangkan subjek rendah hanya mampu memenuhi indikator interpretasi, penjelasan, dan regulasi diri secara terbatas. Hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam memahami maksud soal terutama pada soal dengan tipe penyelesaian masalah yang lebih kompleks. Subjek juga tidak menuliskan informasi secara lengkap dalam langkah penyelesaian, sehingga model matematika yang digunakan menjadi tidak tepat. Selain itu, subjek juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan pembagian yang melibatkan bilangan asli, sehingga tidak mampu melanjutkan langkah penyelesaian hingga tahap akhir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Anggota Ekstrakurikuler Pramuka di SMPN 4 Tarakan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa, yang terlihat dari ketergantungan pada guru, masalah dalam analisis, serta urangnya keberanian untuk mengajukan pendapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis para siswa yang terlibat dalam ekstrakurikuler pramuka di SMPN 4 Tarakan. Metode yang dipakai adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pembina pramuka dan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler pramuka, yang dipilih dengan cara purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa tergolong baik dalam enam indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Siswa menunjukkan kemampuan untuk memahami informasi melalui rangkuman dan pertanyaan, menganalisis masalah melalui diskusi, dan mengevaluasi informasi dengan cara melakukan verifikasi. Temuan baru menunjukkan bahwa kegiatan pramuka yang berfokus pada pengalaman nyata sangat efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa ekstrakurikuler pramuka dapat dijadikan pilihan strategi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara kontekstual dan praktis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Laboratorium Virtual Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa SMP Pada Materi Pencemaran Lingkungan

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa SMP pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa serta kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak dipilih secara acak. Kedua kelompok diberikan pretest dan posttest. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penerapan PBL berbasis laboratorium virtual, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran multi-metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan model PBL berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, model ini juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, khususnya pada aspek analisis (C4) dan evaluasi (C5), serta meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbasis laboratorium virtual efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi pencemaran lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Kemampuan Berpikir Kritis Matematis pada Materi Persamaan Garis Lurus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen diagnostik kemampuan berpikir kritis matematis (KBKM) pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan dengan model Design and Development (D&D). Tahapan penelitian mengacu pada model Oriondo dan Antonio yang terdiri dari, 1) perancangan instrumen tes, 2) Focus Group Discussion (FGD), 3) pembuktian validitas isi, 4) uji coba instrumen, 5) estimasi koefisien reliabilitas, 6) interpretasi skor hasil pengukuran, dan 7) deskripsi profil KBKM peserta didik. Subjek uji coba instrumen penelitian terdiri dari 55 orang peserta didik kelas IX di SMPN 1 Tarakan. Penelitian dan pengembangan menghasilkan, 1) instrumen asesmen diagnostik KBKM terdiri dari konstruk instrumen, kisi-kisi, kartu soal, butir tes, pedoman penskoran, dan pembahasan. Konstruk instrumen terdiri dari kemampuan mengidentifikasi inti permasalahan soal (Focus), pemberian alasan logis (Reason), penarikan kesimpulan (Inference), mempertimbangkan faktor penyelesaian soal (Situation), menjelaskan cara menyelesaikan soal (Clarity), dan peninjauan kembali proses penyelesaian soal (Overview), 2) instrumen asesmen yang dikembangkan terdiri dari 5 butir soal uraian, 3) kelima butir instrumen asesmen diagnostik KBKM dinyatakan valid dengan indeks V Aiken sebesar 1,0 (𝑉𝑇𝑎𝑏𝑒𝑙 sebesar 0,8), 4) Koefisien reliabilitas diestimasi berdasarkan pendekatan Politomous Rasch Model dengan hasil pengukuran berada pada rentang -1.547 hingga -0.524, 5) tingkat kesulitan butir memiliki rata-rata -1,778 yang berarti bahwa butir tes tergolong baik dan dapat diandalkan, dan 6) diperoleh bahwa sebanyak 25 peserta didik termasuk ke dalam kategori rendah dengan presentase 45,45%, 9 peserta didik termasuk ke dalam kategori sedang dengan presentase 16,36%, dan 21 peserta didik termasuk ke dalam kategori tinggi dengan presentase 38,18%. Dengan demikian, instrumen asesmen diagnostik KBKM dapat digunakan oleh pendidik untuk kebutuhan pembelajaran dan mengasah kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V-B DI SDN 006 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini ditujukan guna mendeskripsikan peran guru dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V-B Di SDN 006 Tarakan. Kemampuan berpikir kritis siswa ialah salah satu keterampilan penting yang harus di kuasai dan dipahami oleh siswa dalam menghadapi tantangan pada abad ini. Guru memegang peranan strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui proses pembelajaran. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di salah satu sekolah dasar kota Tarakan. Temuan studi menjunkan bahwa guru memegang peran krusial untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui strategi pembelajaran yang efektif, seperti penggunaan pertanyaan terbuka, didkusi, dan permainan yang merujuk pada pemecahan masalah. sebagai demonstrator, guru menunjukan sikap-sikap yang dapat menginspirasi siswa agar mempratikkan hal-hal yang sama bahkan semakin baik. Sebagai pembimbing, guru mengorientasikan agar suasana kelas menjadi ruang diskusi/debat, menggunakan pendekatan studi kasus dalam memberikan materi dan mengembangkan kemampuan analisis. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, pujian dan penghargaan kepada siswa yang aktif. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyenangkan serta memotivasi siswa untuk berpikir kritis. Guru wajib mempunyai kompetensi pedagogik dan professional yang mumpuni guna mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENT (AI) DALAM PROSES PEMBELAJARAN TEKS BERITA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 1 TARAKAN.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan kondisi rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran teks berita, khususnya pada kemampuan mengkaji struktur teks, membedakan fakta dan opini, serta menyusun simpulan secara runtut dan logis. Dominasi metode pembelajaran konvensional menyebabkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran teks berita terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan desain Pre-Test Post-Test Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Tarakan yang masing-masing berjumlah 35 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbantuan Artificial Intelligence, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda berbasis Google Form. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan uji Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Artificial Intelligence memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, terdapat perbedaan yang bermakna antara keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, penggunaan Artificial Intelligence terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran teks berita.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V B Di SDN 006 Tarakan Pada Materi Pengolahan Data Matematika

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterampilan berpikir kritis merupakan aktivitas mental yang digunakan untuk membuat keputusan dalam kegiatan masalah yang dilakukan melalui kegiatan atau metode ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterampilan berpikir kritis siswa kelas V B di SDN 006 Tarakan dalam materi pengolahan data matematika. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan tes berpikir kritis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara terstruktur untuk menggali kemampuan berpikir siswa secara mendalam. Instrumen penelitian terdiri dari tiga soal pengolahan data matematika yang dirancang berdasarkan indikator berpikir kritis, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan, penjelasan, dan pengaturan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori tinggi mampu menunjukkan keenam indikator berpikir kritis. Siswa dengan kategori sedang hanya mampu menunjukan empat indikator berpikir kritis yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan pengaturan diri. Sementara itu, siswa dengan kategori rendah tidak dapat memunculkan semua indikator berpikir kritis. Temuan ini menunjukan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pengolahan data masih bervariasi dan dipengaruhi oleh tingkat kemampuan masing-masing.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL BERBASIS FLIPBOOK UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP FRATER DON BOSCO TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media digital berbasis flipbook sebagai media layanan bimbingan kelompok dalam bimbingan dan konseling yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis pada siswa di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Masalah yang diangkat adalah ketidakpahaman siswa dalam pembelajaran yang ditandai dengan sulit dalam menganalisis suatu materi pembelajaran, sulit dalam merespon pembelajaran, membuat solusi dan kesimpulan dalam menghadapi kesulitan, serta kurang mampu dalam mengevaluasi keadaan. Mengatasi permasalahan tersebut, media digital berbasi flipbook dihadirkan sebagai pendekatan kontekstual yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari 7 tahapan yaitu, potensi dan masalah, pengumpulan data dan studi literatur, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk dan revisi produk. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media untuk menilai kelayakan isi dan tampilan media. Sementara itu, uji kepraktisannya diuji oleh guru bimbingan dan konseling serta siswa kelas VIII SMP Frater Don Bosco Tarakan untuk menilai kemudahan penggunaan dan efektivitas media. Hasil rata-rata validasi memperoleh nilai dengan persentase sebesar 83,45% dikategorikan “Layak” dan hasil uji kepraktisan memperoleh nilai dengan persentase sebesar 80,76% dikategorikan “Praktis”. Hal tersebut menunjukkan bahwa media digital flipbook ini layak dan praktis digunakan di dalam layanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian, media digital berbasis flipbook diharapkan dapat menjadi alternatif yang menarik dan edukatif dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX SISWA SMK PAGUNTAKA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemahaman konsep matematika siswa yang rendah menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran, yang ditunjukkan oleh ketidaksesuaian antara jawaban dengan tingkat keyakinan siswa dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan Certainty of Response Index (CRI) siswa SMK Paguntaka Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional yang melibatkan seluruh siswa SMK Paguntaka Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 19 orang sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang mencakup indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi, serta dilengkapi dengan skala CRI dengan rentang skor 0–5. Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan uji prasyarat normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, serta pengujian hipotesis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Alpha Cronbach's sebesar 0,747. Hasil analisis menunjukkan bahwa 73,7% siswa termasuk dalam kategori kemampuan berpikir kritis sedang. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis dengan CRI, ditunjukkan oleh nilai r_(s hitung)=0,649>r_(s tabel)=0,460. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar R^2=0,539, yang mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir kritis berkontribusi sebesar 53,9% terhadap variasi nilai CRI. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan berpikir kritis siswa, maka semakin tinggi pula tingkat keyakinannya terhadap kebenaran jawaban dalam menyelesaikan soal matematika, sehingga penting bagi guru untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran matematika melalui pendekatan yang mendorong siswa berpikir logis, mengevaluasi strategi penyelesaian, dan menarik kesimpulan yang tepat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL NUMERASI DI SDN 006 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal numerasi di SDN 006 Tarakan. Kemampuan berpikir kreatif dalam penelitian ini mengacu pada tiga indikator menurut Silver, yaitu kefasihan (fluency), keluwesan (flexibility), dan kebaruan (novelty). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas V. Instrumen yang digunakan berupa soal numerasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kefasihan tampak dominan ditunjukkan oleh siswa. Mereka mampu menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan serta menyelesaikan soal numerasi dengan langkah yang jelas dan runtut. Keluwesan muncul pada beberapa siswa yang dapat menggunakan lebih dari satu strategi penyelesaian soal, seperti menyamakan penyebut atau mengubah pecahan ke bentuk desimal. Sementara itu, kebaruan hanya ditemukan pada satu siswa melalui pendekatan visual dengan teknik mengarsir. Secara keseluruhan, kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal numerasi tergolong pada tingkat kreatif (TKBK 3) karena sebagian besar siswa memenuhi dua dari tiga indikator berpikir kreatif. Hasil ini menunjukkan perlunya upaya pengembangan pembelajaran numerasi yang lebih bervariasi agar dapat mendorong munculnya aspek kebaruan dalam berpikir kreatif siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA KELAS V D SD NEGERI UTAMA 2 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V-D SD Negeri Utama 2 Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi operasi hitung bilangan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes berpikir kreatif dan wawancara mendalam. Penelitian ini melibatkan 24 siswa, kemudian dipilih 4 subjek berdasarkan hasil tes yang menunjukkan kemampuan berpikir kreatif dengan memenuhi minimal dua indikator kemampuan berpikir kreatif. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat subjek, tiga subjek memenuhi tiga indikator berpikir kreatif, dan satu subjek memenuhi dua indikator. Indikator keluwesan dan keaslian menjadi indikator yang paling banyak terpenuhi, sedangkan kelancaran menjadi indikator yang tidak dapat terpenuhi. Sementara itu, pada indikator elaborasi tiga subjek mampu menjelaskan proses berpikir mereka secara detail dan satu subjek tidak dapat memenuhi indikator tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika berbasis soal cerita dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa, namun dibutuhkan strategi pembelajaran yang lebih variatif agar siswa dapat memenuhi keempat indikator secara optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Model Pembelajaran Open-Ended Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN Utama 1 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses pembelajaran harus menggunakan pendekatan saintifik, dalam pendekatan saintifik siswa diharapkan memiliki berbagai keterampilan salah satunya keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat penting untuk dilatih selama pembelajaran dikelas, karena siswa dengan kemampuan berpikir yang baik mampu memberi dampak dalam penyelesaian masalah dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, siswa membutuhkan model pembelajaran yang tepat pada proses peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Penggunaan model pembelajaran Open-Ended dapat menjadi inovasi bagi guru dan siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas guru, aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Open-Ended di kelas IV SDN Utama 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus dengan subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data mengenai keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan instrument tes, lembar observasi dan lembar wawancara. Hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif pada siklus I yang diperoleh sebesar 53,57%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus I dengan jumlah presentase keseluruhan adalah 81,47%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus I dengan presentase 81,25%. Masuk pada siklus II hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif sebesar 98,85%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus II dengan presentase 89,81%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus II dengan presentase 91,07% terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II. Peningkatan nilai hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dihitung secara klasikal sebesar 45,27%. Jadi dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Open-Ended dinyatakan layak dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DENGAN METODE ACTIVE LEARNING DI SMP NEGERI 12 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALYSIS OF STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS ON THE TOPIC OF LIVING ORGANISMS CLASSIFICATION THROUGH THE ACTIVE LEARNING METHOD Abstract This study aims to analyze the critical thinking skills of seventh-grade students at SMP Negeri 12 Tarakan on living organisms classification topics by implementing the active learning method. Critical thinking is one of the essential 21st-century skills that should be nurtured in the learning process, particularly in science education. The Active Leaming method was chosen because it allows students to be directly involved in experiencing, analyzing, and drawing conclusions about the concepts they study through hands-on learning This research employed a descriptive design with a quantitative approach. The study subjects were students of classes VII.1 and VII.2 at SMP Negeri 12 Tarakan in the 2024/2025 academic year. Data collection techniques were through observations, interviews, and open-ended test questions designed to assess various indicators of critical thinking skills, including interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation The findings revealed that students' critical thinking skills fall into the good to very good category, with an average indicator achievement rate of 82.3%. The use of active learning methods has proven effective in increasing students' active participation and supporting the development of critical thinking skills, especially in understanding the material on the classification of living things. This study recommends the application of active learning methods consistently in order to create a fun and meaningful learning atmosphere. Keywords: critical thinking, classification of living organisms, active learning April 24th,2025 This abstract was translated by, Проброво Farid Helmi Setyawan, S.Pd., M.Pd Translator Verified by UBT Language Centre Shif Dr. Syarifa Rafiqa, M.Pd Head ANALYSIS OF STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS ON THE TOPIC OF LIVING ORGANISMS CLASSIFICATION THROUGH THE ACTIVE LEARNING METHOD Abstract This study aims to analyze the critical thinking skills of seventh-grade students at SMP Negeri 12 Tarakan on living organisms classification topics by implementing the active learning method. Critical thinking is one of the essential 21st-century skills that should be nurtured in the learning process, particularly in science education. The Active Leaming method was chosen because it allows students to be directly involved in experiencing, analyzing, and drawing conclusions about the concepts they study through hands-on learning This research employed a descriptive design with a quantitative approach. The study subjects were students of classes VII.1 and VII.2 at SMP Negeri 12 Tarakan in the 2024/2025 academic year. Data collection techniques were through observations, interviews, and open-ended test questions designed to assess various indicators of critical thinking skills, including interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation The findings revealed that students' critical thinking skills fall into the good to very good category, with an average indicator achievement rate of 82.3%. The use of active learning methods has proven effective in increasing students' active participation and supporting the development of critical thinking skills, especially in understanding the material on the classification of living things. This study recommends the application of active learning methods consistently in order to create a fun and meaningful learning atmosphere. Keywords: critical thinking, classification of living organisms, active learning

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Matematis Siswa di Kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 63 siswa yaitu 32 siswa kelas VIII-A sebagai kelas kontrol dan 31 siswa kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data keterampilan berpikir kritis matematis menggunakan tes yaitu pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 5 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif, uji Independent Sample T-Test dan uji N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai 𝑡 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 : 1,950 > 𝑡 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 : 1,67022 pada taraf signifikansi 5%. Kemudian dilakukan uji lanjut menggunakan uji N-Gain Score diperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 0,58 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata untuk kelas kontrol sebesar 0, 32. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kritis matematis pada kelas yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kritis matematis pada kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu. This study examines the impact of the Problem-Based Learning (PBL) model on students' mathematical reasoning and critical thinking skills in eighth grade at SMPN 2 Pulau Bunyu. A quasi-experimental design was employed, with the population comprising all eighth-grade students at SMPN 2 Pulau Bunyu in the 2024/2025 academic year. A total sampling technique was used, resulting in a sample of 63 students, consisting of 32 students in class VIII-A as the control group and 31 students in class VIII-B as the experimental group. Data were collected through preliminary and final assessments comprising five open-ended mathematical problems. The data were analyzed using descriptive statistics, an independent sample t-test, and an N-gain score test. The results indicate that the PBL model significantly affected students' mathematical reasoning and critical thinking skills. The independent sample t-test showed a statistically significant difference between the experimental and control groups (t = 1.950, p 0.05). Additionally, the N-gain score analysis revealed that the experimental group (0.58) outperformed the control group (0.32), indicating a moderate improvement in mathematical reasoning. Furthermore, students in the PBL-based classroom consistently demonstrated higher post-test scores than those taught using conventional instructional methods. These findings suggest that Problem-Based Learning (PBL) is a practical pedagogical approach for fostering students' mathematical reasoning, problem-solving abilities, and critical thinking skills in secondary education.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail