ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL MATEMATIS SISWA KELAS IX SMP NEGERI 7 TARAKAN
Kemampuan Berpikir Komputasional Matematis adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika melalui aspek dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan berpikir algoritma untuk memperoleh penyelesaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir komputasional matematis siswa kelas IX-5 SMP Negeri 7 Tarakan dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linier dua variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 siswa pada kategori tinggi, 1 siswa pada kategori sedang, dan 2 siswa pada kategori rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir komputasional matematis pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel dan wawancara, kemudian data dianalisis berdasarkan indikator berpikir komputasional matematis. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir komputasional matematis dan wawancara, kemudian data dianalisis berdasarkan aspek dan indikator berpikir komputasional matematis siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir komputasional matematis siswa pada kategori tinggi dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linier dua variabel menunjukkan bahwa subjek memenuhi setiap aspek berpikir komputasional matematis yakni (1) mampu mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan pada permasalahan (dekomposisi), (2) mampu mengenali pola dengan memisalkan variabel (pengenalan pola), (3) mampu menemukan informasi penting yang dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan dengan membuat bentuk persamaan (abstraksi) dan (4) mampu menyebutkan langkah-langkah logis yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dan menyimpulkan penyelesaian (berpikir algoritma). Selanjutnya kemampuan berpikir komputasional matematis siswa pada kategori sedang dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linier dua variabel menunjukkan bahwa subjek memenuhi aspek dekomposisi dan berpikir algoritma, menariknya ia mampu menyelesaikan permasalahan tanpa melalui aspek pengenalan pola dan abstraksi dikarenakan subjek tidak terbiasa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah. Sedangkan, kemampuan berpikir komputasional matematis siswa pada kategori rendah dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linier dua variabel menunjukkan bahwa subjek hanya memenuhi aspek dekomposisi, dikarenakan subjek tidak terbiasa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dan belum mampu dalam berhitung.