Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

53 hasil
Subjek: Kritis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

RELASI MANUSIA DAN ALAM DALAM NOVEL RUMAH KACA DI UJUNG BUMI KARYA KIM CHOYEOP: KAJIAN EKOLOGI SASTRA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji relasi manusia dan alam dalam novel Rumah Kaca di Ujung Bumi karya Kim Choyeop menggunakan pendekatan ekologi sastra. Latar belakang penelitian ini bermula dari kecenderungan kritik sastra konvesional yang lebih memfokuskan analisis pada aspek humanistik, struktural, dan ideologi, sehingga dimensi ekologi dalam karya sastra sering luput dari kajian yang memadai, alam dapat berperan penting bagi struktur naratif dan pesan moral suatu karya. Novel Rumah Kaca di Ujung Bumi dipilih sebagai objek kajian karena menghadirkan gambaran dunia distopia akibat krisis lingkungan yang relevan dikaji melalui perspektif ekokritik, sementara kajian terhadap karya fiksi ilmiah terjemahan Korea Selatan masih tergolong jarang dalam penelitian sastra di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif berjenis studi kepustakaan, dengan data primer berupa narasi, deskripsi, dan percakapan dalam novel. Pengumpulan data dilakukan melalui tahan identifikasi, klasifikasi, interprestasi, dan inferensi berdasarkan teori ekokritisisme Cheryll Glotfelty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi manusia dan alam dalam novel ini bersifat dinamis dan dialektis, bergerak dari pola antroposentris-eksploitatif menuju pola ekosentris-restoratif. Alam digambarkan bukan sebagai latar pasif, melainkan sebagai entitas yang mengalami dampak kerusakan sekaligus memiliki agensi dalam menentukan keberlangsungan hidup manusia. Krisis ekologis dalam novel direpresentasikan sebagai fenomena sistemik yang berkelindan dengan ketidakadilan sosial, sementara pesan ekologisnya menegaskan bahwa keberlangsungan hidup manusia bergantung pada pelestarian keanekaragaman hayati, bukan semata kemajuan teknologi. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian ekokritisisme di Indonesia, khususnya pada sastra terjemahan Korea Selatan bergenre fiksi ilmiah dan distopia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI BERORIENTASI KRITIS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan numerasi berorientasi kritis (KNBK) merupakan kemampuan peserta didik untuk menggunakan pengetahuan dan gagasan matematis secara tepat dan efisien dalam menyelesaikan persoalan, menafsirkan hasil atau informasi numerik sesuai dengan konteks, menilai serta memberikan dukungan, penolakan, atau sanggahan terhadap suatu pernyataan berdasarkan alasan dan bukti matematis, serta menarik kesimpulan dan mengambil keputusan secara logis berdasarkan hasil analisis matematis. Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dipandang relevan untuk mendukung pengembangan KNBK karena mengaitkan pembelajaran matematika dengan konteks kehidupan nyata yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan RME terhadap KNBK peserta didik SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonrandomized control group pretest–posttest design. Data diperoleh melalui tes KNBK yang diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data meliputi analisis N-Gain secara deskriptif dan uji Mann–Whitney terhadap nilai gain secara inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 34,45%, sedangkan kelas kontrol sebesar 32,75%. Hasil uji Mann–Whitney terhadap nilai gain memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,823 > 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan peningkatan KNBK yang signifikan antara kedua kelas. Meskipun secara deskriptif rata-rata peningkatan KNBK pada kelas eksperimen sedikit lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, hasil tersebut belum menunjukkan bahwa pendekatan RME lebih efektif secara statistik dalam meningkatkan KNBK peserta didik. Secara teoritis, hipotesis penelitian belum terbukti. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh waktu penerapan pembelajaran yang relatif singkat, yaitu tiga kali pertemuan. Waktu tersebut mungkin belum cukup bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan pembelajaran RME yang menuntut peserta didik aktif dalam memahami masalah kontekstual, mencari strategi penyelesaian, serta menyampaikan dan merefleksikan hasil pemikirannya. Oleh karena itu, penerapan RME dalam waktu yang lebih panjang perlu dipertimbangkan agar pengembangan KNBK peserta didik dapat berlangsung secara lebih optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Sampel penelitian merupakan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas VIII-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelompok kontrol. Pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan dengan menerapkan model Problem Based Learning, sedangkan pembelajaran pada kelas kontrol menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis yang terdiri atas 6 soal uraian dan disusun berdasarkan 3 indikator keterampilan berpikir kritis. Tes tersebut diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran dalam bentuk pretest dan posttest. Data penelitian selanjutnya diolah melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan independent samples t-test dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest peserta didik pada kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor peserta didik pada kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional, yaitu (79,54>69,43). Hasil pengujian menggunakan independent samples t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,0150,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Problem Based Learning berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP Negeri 2 Tarakan pada mata pelajaran matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi pada materi ekosistem. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Sebatik Tengah pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment berupa Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 68 siswa, yaitu 34 siswa kelas XC sebagai kelas kontrol dan 34 siswa kelas XD sebagai kelas eksperimen yang dipilih melalui Purposive Sampling. Instrumen penelitian meliputi tes uraian keterampilan berpikir kritis dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan Uji ANCOVA. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai Pretest kelas kontrol dan eksperimen masing-masing sebesar 42,44 dan 41,65. Setelah perlakuan, rata-rata nilai Posttest kelas kontrol sebesar 56,38, sedangkan kelas eksperimen sebesar 73,74. Hasil ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05), yang mengindikasikan bahwa model PjBL berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil angket respon siswa memperoleh persentase 85,82% dengan kategori sangat baik, yang menunjukkan respon positif terhadap penerapan model PjBL dalam pembelajaran Biologi. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Orientasi Kritis Siswa dalam Konteks Numerasi melalui Implementasi Realistic Mathematics Education di Sekolah Menengah Pertama

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan numerasi yang tidak hanya menuntut penguasaan konsep dan prosedur matematika, tetapi juga kemampuan untuk berpikir secara kritis dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan di dunia nyata yang dihadapi. Orientasi kritis menjadi aspek penting dalam numerasi karena memungkinkan siswa untuk mengekstraksikan informasi, Menyusun strategi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi orientasi kritis siswa ketika berhadapan dengan soal dan tugas yang berkaitan dengan masalah numerasi selama pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri atas dua Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, tugas selama proses pembelajaran, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara tematik dan memberikan hasil bahwa OKKN tampak melalui kemampuan mengidentifikasi informasi yang relevan, menghubungkan konsep matematika dengan konteks permasalahan, mempertimbangkan dan mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Temuan penelitian dikelompokkan ke dalam empat tema utama, yaitu orientasi kritis dalam konteks numerasi, pengalaman belajar, persepsi dan proses berpikir dalam penyelesaian masalah, serta hambatan dan kesulitan yang dialami siswa. Siswa yang mengikuti pembelajaran RME menunjukkan kecenderungan lebih aktif dalam mengonstruksi pemahaman, mengaitkan matematika dengan situasi nyata, dan melakukan refleksi terhadap proses penyelesaian masalah dibandingkan siswa pada pembelajaran konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG PECAHAN DI KELAS V SDN 014 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat dibutuhkan, khususnya dalam memahami dan menyelesaikan soal operasi pecahan, terutama pada soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pecahan di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali secara mendalam proses berpikir siswa melalui jawaban dan penalaran autentik. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data yang dilakukan secara alamiah. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Siswa dengan kategori kemampuan tinggi mampu memenuhi dua indikator berpikir kritis yaitu interpretasi dan penjelasan, karena subjek belum mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis secara konsisten dan terdapat kesalahan pemahaman terhadap soal. Siswa kategori sedang hanya memenuhi satu indikator berpikir kritis yaitu penjelasan, karena masih mengalami kesalahan pada interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi dan regulasi diri. Sementara itu, subjek dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak mampu memenuhi keenam indikator berpikir kritis. Subjek mengalami kesulitan pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, penjelasan dan regulasi diri. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis siswa masih bervariasi dan perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang efektif dan terarah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PECAHAN KONTEKS BUDAYA DI JURUSAN PGSD UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pecahan, khususnya soal cerita yang bersifat kontekstual dan memerlukan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal pecahan konteks budaya di Jurusan PGSD Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah tes yang diberikan kepada 20 calon subjek dan kemudian dikategorikan dalam kemampuan berpikir kritis baik, sedang, dan rendah. Peneliti selanjutnya melakukan wawancara untuk mengonfirmasi hasil jawaban dengan perwakilan masing-masing kategori kemampuan sebagai bentuk triangulasi. Berdasarkan hasil tes dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa subjek baik mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis, subjek sedang masih belum konsisten dalam memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis karena masih mengalami miskonsepsi dalam memahami soal. Subjek tidak memahami makna “bagian dari bagian” dan mengalami kesulitan pada soal dengan tipe penyelesaian masalah yang lebih kompleks. Sedangkan subjek rendah hanya mampu memenuhi indikator interpretasi, penjelasan, dan regulasi diri secara terbatas. Hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam memahami maksud soal terutama pada soal dengan tipe penyelesaian masalah yang lebih kompleks. Subjek juga tidak menuliskan informasi secara lengkap dalam langkah penyelesaian, sehingga model matematika yang digunakan menjadi tidak tepat. Selain itu, subjek juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan pembagian yang melibatkan bilangan asli, sehingga tidak mampu melanjutkan langkah penyelesaian hingga tahap akhir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Anggota Ekstrakurikuler Pramuka di SMPN 4 Tarakan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa, yang terlihat dari ketergantungan pada guru, masalah dalam analisis, serta urangnya keberanian untuk mengajukan pendapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis para siswa yang terlibat dalam ekstrakurikuler pramuka di SMPN 4 Tarakan. Metode yang dipakai adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pembina pramuka dan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler pramuka, yang dipilih dengan cara purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa tergolong baik dalam enam indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Siswa menunjukkan kemampuan untuk memahami informasi melalui rangkuman dan pertanyaan, menganalisis masalah melalui diskusi, dan mengevaluasi informasi dengan cara melakukan verifikasi. Temuan baru menunjukkan bahwa kegiatan pramuka yang berfokus pada pengalaman nyata sangat efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa ekstrakurikuler pramuka dapat dijadikan pilihan strategi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara kontekstual dan praktis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Kemampuan Berpikir Kritis Matematis pada Materi Persamaan Garis Lurus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen diagnostik kemampuan berpikir kritis matematis (KBKM) pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan dengan model Design and Development (D&D). Tahapan penelitian mengacu pada model Oriondo dan Antonio yang terdiri dari, 1) perancangan instrumen tes, 2) Focus Group Discussion (FGD), 3) pembuktian validitas isi, 4) uji coba instrumen, 5) estimasi koefisien reliabilitas, 6) interpretasi skor hasil pengukuran, dan 7) deskripsi profil KBKM peserta didik. Subjek uji coba instrumen penelitian terdiri dari 55 orang peserta didik kelas IX di SMPN 1 Tarakan. Penelitian dan pengembangan menghasilkan, 1) instrumen asesmen diagnostik KBKM terdiri dari konstruk instrumen, kisi-kisi, kartu soal, butir tes, pedoman penskoran, dan pembahasan. Konstruk instrumen terdiri dari kemampuan mengidentifikasi inti permasalahan soal (Focus), pemberian alasan logis (Reason), penarikan kesimpulan (Inference), mempertimbangkan faktor penyelesaian soal (Situation), menjelaskan cara menyelesaikan soal (Clarity), dan peninjauan kembali proses penyelesaian soal (Overview), 2) instrumen asesmen yang dikembangkan terdiri dari 5 butir soal uraian, 3) kelima butir instrumen asesmen diagnostik KBKM dinyatakan valid dengan indeks V Aiken sebesar 1,0 (𝑉𝑇𝑎𝑏𝑒𝑙 sebesar 0,8), 4) Koefisien reliabilitas diestimasi berdasarkan pendekatan Politomous Rasch Model dengan hasil pengukuran berada pada rentang -1.547 hingga -0.524, 5) tingkat kesulitan butir memiliki rata-rata -1,778 yang berarti bahwa butir tes tergolong baik dan dapat diandalkan, dan 6) diperoleh bahwa sebanyak 25 peserta didik termasuk ke dalam kategori rendah dengan presentase 45,45%, 9 peserta didik termasuk ke dalam kategori sedang dengan presentase 16,36%, dan 21 peserta didik termasuk ke dalam kategori tinggi dengan presentase 38,18%. Dengan demikian, instrumen asesmen diagnostik KBKM dapat digunakan oleh pendidik untuk kebutuhan pembelajaran dan mengasah kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Manajemen Proyek dengan Metode CPM (Critical Path Method) dan PERT (Project Evaluation and Review Technique) pada Pembangunan Perumahan Subsidi Putra Residence Kota Tarakan

2026•

Pembangunan Perumahan Subsidi Putra Residence di Kota Tarakan membutuhkan manajemen waktu yang baik agar proyek dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Tantangan utama yang dihadapi adalah perencanaan jadwal yang masih dilakukan secara manual serta faktor eksternal seperti cuaca yang sering mempengaruhi kelancaran konstruksi. Untuk memastikan proyek berjalan lebih efisien, digunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) dalam penjadwalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jaringan kerja CPM dan PERT untuk mengevaluasi durasi serta hubungan ketergantungan antar aktivitas proyek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lokasi proyek serta wawancara dengan pihak-pihak terkait, seperti pelaksana lapangan dan manajer proyek, guna memperoleh informasi mengenai urutan pekerjaan, durasi aktivitas, dan kendala yang dihadapi selama proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami jalur kritis dalam proyek, mengidentifikasi aktivitas yang paling berpengaruh terhadap waktu penyelesaian, serta membandingkan durasi proyek berdasarkan metode CPM dan PERT. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada penggunaan data durasi aktual proyek di lapangan yang dikombinasikan dengan analisis komparatif antara metode deterministik (CPM) dan probabilistik (PERT), serta mempertimbangkan faktor eksternal seperti kondisi cuaca dan keterbatasan penjadwalan manual yang belum banyak diintegrasikan dalam penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis dalam proyek mencakup beberapa aktivitas utama, yaitu A, B, C, D, E, F, G, H, dan K, dengan estimasi waktu penyelesaian selama 49 hari menggunakan metode CPM dan 50 hari menggunakan metode PERT. Perbedaan durasi tersebut terjadi karena CPM menggunakan estimasi waktu yang bersifat deterministik, sedangkan PERT mempertimbangkan variasi durasi melalui pendekatan probabilistik. Dengan penerapan metode CPM dan PERT, proyek Perumahan Subsidi Putra Residence dapat dikelola secara lebih sistematis, mengurangi risiko keterlambatan, serta memastikan bahwa pembangunan hunian subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat yang optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V-B DI SDN 006 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini ditujukan guna mendeskripsikan peran guru dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V-B Di SDN 006 Tarakan. Kemampuan berpikir kritis siswa ialah salah satu keterampilan penting yang harus di kuasai dan dipahami oleh siswa dalam menghadapi tantangan pada abad ini. Guru memegang peranan strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui proses pembelajaran. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di salah satu sekolah dasar kota Tarakan. Temuan studi menjunkan bahwa guru memegang peran krusial untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui strategi pembelajaran yang efektif, seperti penggunaan pertanyaan terbuka, didkusi, dan permainan yang merujuk pada pemecahan masalah. sebagai demonstrator, guru menunjukan sikap-sikap yang dapat menginspirasi siswa agar mempratikkan hal-hal yang sama bahkan semakin baik. Sebagai pembimbing, guru mengorientasikan agar suasana kelas menjadi ruang diskusi/debat, menggunakan pendekatan studi kasus dalam memberikan materi dan mengembangkan kemampuan analisis. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, pujian dan penghargaan kepada siswa yang aktif. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyenangkan serta memotivasi siswa untuk berpikir kritis. Guru wajib mempunyai kompetensi pedagogik dan professional yang mumpuni guna mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENT (AI) DALAM PROSES PEMBELAJARAN TEKS BERITA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 1 TARAKAN.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan kondisi rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran teks berita, khususnya pada kemampuan mengkaji struktur teks, membedakan fakta dan opini, serta menyusun simpulan secara runtut dan logis. Dominasi metode pembelajaran konvensional menyebabkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran teks berita terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan desain Pre-Test Post-Test Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Tarakan yang masing-masing berjumlah 35 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbantuan Artificial Intelligence, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda berbasis Google Form. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan uji Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Artificial Intelligence memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, terdapat perbedaan yang bermakna antara keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, penggunaan Artificial Intelligence terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran teks berita.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V B Di SDN 006 Tarakan Pada Materi Pengolahan Data Matematika

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterampilan berpikir kritis merupakan aktivitas mental yang digunakan untuk membuat keputusan dalam kegiatan masalah yang dilakukan melalui kegiatan atau metode ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterampilan berpikir kritis siswa kelas V B di SDN 006 Tarakan dalam materi pengolahan data matematika. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan tes berpikir kritis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara terstruktur untuk menggali kemampuan berpikir siswa secara mendalam. Instrumen penelitian terdiri dari tiga soal pengolahan data matematika yang dirancang berdasarkan indikator berpikir kritis, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan, penjelasan, dan pengaturan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori tinggi mampu menunjukkan keenam indikator berpikir kritis. Siswa dengan kategori sedang hanya mampu menunjukan empat indikator berpikir kritis yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan pengaturan diri. Sementara itu, siswa dengan kategori rendah tidak dapat memunculkan semua indikator berpikir kritis. Temuan ini menunjukan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pengolahan data masih bervariasi dan dipengaruhi oleh tingkat kemampuan masing-masing.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kemampuan Membaca Kritis dengan hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan membaca kritis dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 349 siswa dan sampel terdiri dari 32 siswa kelas VIII-A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kemampuan membaca kritis diperoleh melalui tes esai dan angket sebanyak 20 butir pernyataan, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai rapor. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 30 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa secara umum tergolong tinggi, dengan 78,25% siswa berada pada kategori tinggi. Nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,775 menandakan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula hasil belajar bahasa Indonesia yang mereka capai. dengan signifikansi 0,000 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kemampuan membaca kritis dan hasil belajar bahasa Indonesia. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa 57,4% variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh kemampuan membaca kritis.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis siswa, semakin baik pula hasil belajar Bahasa Indonesia yang mereka peroleh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL BERBASIS FLIPBOOK UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP FRATER DON BOSCO TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media digital berbasis flipbook sebagai media layanan bimbingan kelompok dalam bimbingan dan konseling yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis pada siswa di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Masalah yang diangkat adalah ketidakpahaman siswa dalam pembelajaran yang ditandai dengan sulit dalam menganalisis suatu materi pembelajaran, sulit dalam merespon pembelajaran, membuat solusi dan kesimpulan dalam menghadapi kesulitan, serta kurang mampu dalam mengevaluasi keadaan. Mengatasi permasalahan tersebut, media digital berbasi flipbook dihadirkan sebagai pendekatan kontekstual yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari 7 tahapan yaitu, potensi dan masalah, pengumpulan data dan studi literatur, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk dan revisi produk. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media untuk menilai kelayakan isi dan tampilan media. Sementara itu, uji kepraktisannya diuji oleh guru bimbingan dan konseling serta siswa kelas VIII SMP Frater Don Bosco Tarakan untuk menilai kemudahan penggunaan dan efektivitas media. Hasil rata-rata validasi memperoleh nilai dengan persentase sebesar 83,45% dikategorikan “Layak” dan hasil uji kepraktisan memperoleh nilai dengan persentase sebesar 80,76% dikategorikan “Praktis”. Hal tersebut menunjukkan bahwa media digital flipbook ini layak dan praktis digunakan di dalam layanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian, media digital berbasis flipbook diharapkan dapat menjadi alternatif yang menarik dan edukatif dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX SISWA SMK PAGUNTAKA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemahaman konsep matematika siswa yang rendah menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran, yang ditunjukkan oleh ketidaksesuaian antara jawaban dengan tingkat keyakinan siswa dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan Certainty of Response Index (CRI) siswa SMK Paguntaka Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional yang melibatkan seluruh siswa SMK Paguntaka Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 19 orang sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang mencakup indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi, serta dilengkapi dengan skala CRI dengan rentang skor 0–5. Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan uji prasyarat normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, serta pengujian hipotesis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Alpha Cronbach's sebesar 0,747. Hasil analisis menunjukkan bahwa 73,7% siswa termasuk dalam kategori kemampuan berpikir kritis sedang. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis dengan CRI, ditunjukkan oleh nilai r_(s hitung)=0,649>r_(s tabel)=0,460. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar R^2=0,539, yang mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir kritis berkontribusi sebesar 53,9% terhadap variasi nilai CRI. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan berpikir kritis siswa, maka semakin tinggi pula tingkat keyakinannya terhadap kebenaran jawaban dalam menyelesaikan soal matematika, sehingga penting bagi guru untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran matematika melalui pendekatan yang mendorong siswa berpikir logis, mengevaluasi strategi penyelesaian, dan menarik kesimpulan yang tepat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN BALAI PELATIHAN KESEHATAN (ASRAMA) DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam meningkatkan pembangunan insfrastruktur untuk menunjang kelancaran dan perekonomian di daerah Provinsi Kalimantan Utara salah satunya adalah dengan Membangunan Balai Pelatihan Kesehatan (Asrama) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan nilai kontrak Rp2.251.494.000 durasi 150 hari kalender. Penelitian ini menganalisis kinerja waktu proyek, menentukan jalur kritis, serta menghitung percepatan durasi penyelesaian pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Earned Value Method (EVM) dilengkapi dengan analisis jalur kritis (Critical Path Method) melalui bantuan aplikasi Microsoft Project. Data penelitian diperoleh dari laporan progres mingguan, time schedule, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek dengan progres realisasi 59,46% pada minggu ke-8. Hasil penelitian menunjukkan kinerja waktu proyek dengan nilai SV 36,76 lebih besar dari 0 dan SPI 2,62 lebih besar dari 1 sehingga menandakan proyek lebih cepat dari rencana. Jalur kritis yang diperoleh pada item pekerjaan dapat berdampak terhadap kinerja waktu. Untuk mempercepat durasi, dilakukan analisis crash program dengan dua alternatif, yaitu sistem lembur, dan sistem shift, di mana sistem lembur menghasilkan percepatan selisih 19 hari dari durasi normal dan sistem shift selisih 58 hari. Penelitian ini menujukan penerapan EVM dan jalur kritis dapat menjadi dasar dalam menentukan kinerja waktu serta staregi percepatan proyek

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BIAYA DAN WAKTU DENGAN MENERAPKAN METODE CRASHING PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN (Studi pada Griya Agung Residence di Kota Tarakan)

2025•

Proyek perumahan Griya Agung Residence di Kota Tarakan mengalami keterlambatan akibat pendanaan bertahap, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta kendala dalam pemesanan material. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan metode crashing terhadap pengurangan waktu dan biaya proyek melalui penambahan jam kerja lembur 1 jam, 2 jam, 3 jam per hari. Perhitungan dilakukan dengan mengidentifikasi aktivitas pada jalur kritis, kemudian menganalisis pengurangan durasi dan biaya menggunakan pendekatan time cost trade off. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua aktivitas mengalami pengurangan durasi pada penambahan jam kerja lembur 1 jam per hari, sehingga strategi percepatan perlu dilakukan secara selektif. Waktu penyelesaian proyek dalam kondisi normal adalah 65 hari dengan total biaya sebesar Rp 280.075.000,00. Alternatif percepatan dengan penambahan jam kerja lembur 1 jam per hari mengurangi durasi menjadi 59 hari dengan biaya Rp 274.887.500,00, sementara penambahan jam kerja lembur 2 jam per hari mempercepat menjadi 52 hari dengan biaya Rp 266.743.750,00. Alternatif paling optimum diperoleh pada penambahan jam kerja lembur 3 jam per hari, dengan durasi proyek menjadi 50 hari dan total biaya sebesar Rp 264.016.250,00, sehingga menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp 16.058.750,00.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN METODE CPM DAN PERT PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN (STUDI PADA PERUMAHAN MANDIRI REGENCY)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proyek pembangunan perumahan membutuhkan manajemen waktu yang baik agar dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Perumahan Mandiri Regency merupakan salah satu proyek pembangunan di Kota Tarakan yang menghadapi tantangan dalam perencanaan jadwal proyek, terutama akibat faktor cuaca dan sistem perencanaan yang masih dilakukan secara manual. Untuk meningkatkan efisiensi proyek, digunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) dalam penjadwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah jalur kritis dalam jaringan kerja proyek, aktivitas yang termasuk dalam jalur kritis, serta membandingkan durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM dan PERT. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis dalam proyek terdiri dari aktivitas A, B, C, D, E, H, dan K, dengan total durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM selama 102 hari dan metode PERT selama 106 hari. Perbedaan ini disebabkan oleh pendekatan perhitungan yang digunakan, di mana CPM menggunakan estimasi waktu deterministik sementara PERT mempertimbangkan variabilitas durasi aktivitas proyek.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Model Pembelajaran Open-Ended Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN Utama 1 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses pembelajaran harus menggunakan pendekatan saintifik, dalam pendekatan saintifik siswa diharapkan memiliki berbagai keterampilan salah satunya keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat penting untuk dilatih selama pembelajaran dikelas, karena siswa dengan kemampuan berpikir yang baik mampu memberi dampak dalam penyelesaian masalah dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, siswa membutuhkan model pembelajaran yang tepat pada proses peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Penggunaan model pembelajaran Open-Ended dapat menjadi inovasi bagi guru dan siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas guru, aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Open-Ended di kelas IV SDN Utama 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus dengan subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data mengenai keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan instrument tes, lembar observasi dan lembar wawancara. Hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif pada siklus I yang diperoleh sebesar 53,57%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus I dengan jumlah presentase keseluruhan adalah 81,47%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus I dengan presentase 81,25%. Masuk pada siklus II hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif sebesar 98,85%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus II dengan presentase 89,81%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus II dengan presentase 91,07% terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II. Peningkatan nilai hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dihitung secara klasikal sebesar 45,27%. Jadi dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Open-Ended dinyatakan layak dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail