ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Namun, ketersediaan benih masih banyak bergantung pada hasil tangkapan alam, sehingga diperlukan upaya pengembangan teknologi pembenihan yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi keberhasilan penetasan telur adalah jenis substrat yang digunakan selama pemeliharaan induk bertelur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan substrat yang berbeda terhadap percepatan penetasan telur kepiting bakau (Scylla sp.) di tambak tradisional Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 di tambak penelitian Universitas Borneo Tarakan, Kecamatan Tarakan Barat, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas dua perlakuan, yaitu substrat lumpur dan substrat pasir, masing-masing 10 ulangan. Hewan uji yang digunakan sebanyak 20 induk kepiting bakau betina bertelur dengan ukuran dan kondisi relatif seragam. Parameter yang diamati meliputi waktu penetasan telur, pertumbuhan bobot mutlak, dan tingkat kelangsungan hidup. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substrat lumpur memberikan waktu penetasan lebih cepat, yaitu rata-rata 10 hari, dibandingkan substrat pasir selama 11 hari. Tingkat kelangsungan hidup pada substrat lumpur mencapai 70%, sedangkan substrat pasir 30%. Namun, hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan jenis substrat tidak berpengaruh signifikan terhadap percepatan penetasan telur kepiting bakau (p>0,05). Dengan demikian, jenis substrat tidak memberikan pengaruh nyata terhadap percepatan penetasan telur kepiting bakau di tambak tradisional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemeliharaan kantor UPTD Pelabuhan Tengkayu 1 Kota Tarakan menggunakan Kurva S dalam penjadwalan proyeknya sedangkan penelitian ini menggunakan metode jalur kritis CPM. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pekerjaan yang masuk dalam jalur kritis serta percepatan durasi yang digunakan untuk memperoleh durasi yang optimal dan menguraikan perbandingan selisish durasi proyek yang mengalami percepatan. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis menggunakan perhitungan manual dan bantuan Microsoft project dalam pengolahan datanya. Hasil penelitian menggunakan metode jalur kritis CPM alternatif diperoleh pekerjaan yang masuk dalam jalur kritis yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan penutup dinding dan lantai , pekerjaan sanitasi atau plumbing dan pekerjaan kusen, pintu, jendela. dari penelitian ini diperoleh optimasi waktu menggunakan jalur kritis CPM alternatif dengan sistem percepatan penambahan jam kerja lembur diperoleh durasi selama 99 hari selisih durasi 34 hari. Kata Kunci: Optimasi, Jalur kritis, Percepatan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterlambatan proyek Pembangunan SMP Negeri 11 Kota Tarakan saat pelaporan sampai dengan bulan ke-8 adalah 0,73%, sedangkan progres rencana sebesar 58,39%, yang berarti keterlambatan progres sebesar 57,66%. Penelitian ini bertujuan mengetahui item pekerjaan kritis dan menguraikan total durasi setelah dilakukan percepatan dengan 3 alternatif yaitu sistem lembur, shift dan penambahan tenaga kerja. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis menggunakan metode jalur kritis melalui aplikasi Microsoft Project, kemudian item pekerjaan kritis dilakukan percepatan dengan 3 alternatif percepatan. Hasil optimalisasi pada proyek Pembangunan Gedung SMP Negeri 11 Kota Tarakan setelah dilakukan crash duration diperoleh, sistem lembur durasi proyek menjadi 317 hari dengan selisih 96 hari kerja, sistem 2 shift kerja sebesar 214 hari dengan selisih 199 hari kerja, dan penambahan tenaga kerja sebesar 286 hari dengan selisih 127 hari kerja.