Abstrak
Keterlambatan proyek Pembangunan SMP Negeri 11 Kota Tarakan saat pelaporan sampai dengan bulan ke-8 adalah 0,73%, sedangkan progres rencana sebesar 58,39%, yang berarti keterlambatan progres sebesar 57,66%. Penelitian ini bertujuan mengetahui item pekerjaan kritis dan menguraikan total durasi setelah dilakukan percepatan dengan 3 alternatif yaitu sistem lembur, shift dan penambahan tenaga kerja. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis menggunakan metode jalur kritis melalui aplikasi Microsoft Project, kemudian item pekerjaan kritis dilakukan percepatan dengan 3 alternatif percepatan. Hasil optimalisasi pada proyek Pembangunan Gedung SMP Negeri 11 Kota Tarakan setelah dilakukan crash duration diperoleh, sistem lembur durasi proyek menjadi 317 hari dengan selisih 96 hari kerja, sistem 2 shift kerja sebesar 214 hari dengan selisih 199 hari kerja, dan penambahan tenaga kerja sebesar 286 hari dengan selisih 127 hari kerja.