Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Jalur kritis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Manajemen Proyek dengan Metode CPM (Critical Path Method) dan PERT (Project Evaluation and Review Technique) pada Pembangunan Perumahan Subsidi Putra Residence Kota Tarakan

2026•

Pembangunan Perumahan Subsidi Putra Residence di Kota Tarakan membutuhkan manajemen waktu yang baik agar proyek dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Tantangan utama yang dihadapi adalah perencanaan jadwal yang masih dilakukan secara manual serta faktor eksternal seperti cuaca yang sering mempengaruhi kelancaran konstruksi. Untuk memastikan proyek berjalan lebih efisien, digunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) dalam penjadwalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jaringan kerja CPM dan PERT untuk mengevaluasi durasi serta hubungan ketergantungan antar aktivitas proyek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lokasi proyek serta wawancara dengan pihak-pihak terkait, seperti pelaksana lapangan dan manajer proyek, guna memperoleh informasi mengenai urutan pekerjaan, durasi aktivitas, dan kendala yang dihadapi selama proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami jalur kritis dalam proyek, mengidentifikasi aktivitas yang paling berpengaruh terhadap waktu penyelesaian, serta membandingkan durasi proyek berdasarkan metode CPM dan PERT. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada penggunaan data durasi aktual proyek di lapangan yang dikombinasikan dengan analisis komparatif antara metode deterministik (CPM) dan probabilistik (PERT), serta mempertimbangkan faktor eksternal seperti kondisi cuaca dan keterbatasan penjadwalan manual yang belum banyak diintegrasikan dalam penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis dalam proyek mencakup beberapa aktivitas utama, yaitu A, B, C, D, E, F, G, H, dan K, dengan estimasi waktu penyelesaian selama 49 hari menggunakan metode CPM dan 50 hari menggunakan metode PERT. Perbedaan durasi tersebut terjadi karena CPM menggunakan estimasi waktu yang bersifat deterministik, sedangkan PERT mempertimbangkan variasi durasi melalui pendekatan probabilistik. Dengan penerapan metode CPM dan PERT, proyek Perumahan Subsidi Putra Residence dapat dikelola secara lebih sistematis, mengurangi risiko keterlambatan, serta memastikan bahwa pembangunan hunian subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat yang optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN BALAI PELATIHAN KESEHATAN (ASRAMA) DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam meningkatkan pembangunan insfrastruktur untuk menunjang kelancaran dan perekonomian di daerah Provinsi Kalimantan Utara salah satunya adalah dengan Membangunan Balai Pelatihan Kesehatan (Asrama) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan nilai kontrak Rp2.251.494.000 durasi 150 hari kalender. Penelitian ini menganalisis kinerja waktu proyek, menentukan jalur kritis, serta menghitung percepatan durasi penyelesaian pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Earned Value Method (EVM) dilengkapi dengan analisis jalur kritis (Critical Path Method) melalui bantuan aplikasi Microsoft Project. Data penelitian diperoleh dari laporan progres mingguan, time schedule, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek dengan progres realisasi 59,46% pada minggu ke-8. Hasil penelitian menunjukkan kinerja waktu proyek dengan nilai SV 36,76 lebih besar dari 0 dan SPI 2,62 lebih besar dari 1 sehingga menandakan proyek lebih cepat dari rencana. Jalur kritis yang diperoleh pada item pekerjaan dapat berdampak terhadap kinerja waktu. Untuk mempercepat durasi, dilakukan analisis crash program dengan dua alternatif, yaitu sistem lembur, dan sistem shift, di mana sistem lembur menghasilkan percepatan selisih 19 hari dari durasi normal dan sistem shift selisih 58 hari. Penelitian ini menujukan penerapan EVM dan jalur kritis dapat menjadi dasar dalam menentukan kinerja waktu serta staregi percepatan proyek

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BIAYA DAN WAKTU DENGAN MENERAPKAN METODE CRASHING PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN (Studi pada Griya Agung Residence di Kota Tarakan)

2025•

Proyek perumahan Griya Agung Residence di Kota Tarakan mengalami keterlambatan akibat pendanaan bertahap, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta kendala dalam pemesanan material. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan metode crashing terhadap pengurangan waktu dan biaya proyek melalui penambahan jam kerja lembur 1 jam, 2 jam, 3 jam per hari. Perhitungan dilakukan dengan mengidentifikasi aktivitas pada jalur kritis, kemudian menganalisis pengurangan durasi dan biaya menggunakan pendekatan time cost trade off. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua aktivitas mengalami pengurangan durasi pada penambahan jam kerja lembur 1 jam per hari, sehingga strategi percepatan perlu dilakukan secara selektif. Waktu penyelesaian proyek dalam kondisi normal adalah 65 hari dengan total biaya sebesar Rp 280.075.000,00. Alternatif percepatan dengan penambahan jam kerja lembur 1 jam per hari mengurangi durasi menjadi 59 hari dengan biaya Rp 274.887.500,00, sementara penambahan jam kerja lembur 2 jam per hari mempercepat menjadi 52 hari dengan biaya Rp 266.743.750,00. Alternatif paling optimum diperoleh pada penambahan jam kerja lembur 3 jam per hari, dengan durasi proyek menjadi 50 hari dan total biaya sebesar Rp 264.016.250,00, sehingga menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp 16.058.750,00.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN METODE CPM DAN PERT PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN (STUDI PADA PERUMAHAN MANDIRI REGENCY)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proyek pembangunan perumahan membutuhkan manajemen waktu yang baik agar dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Perumahan Mandiri Regency merupakan salah satu proyek pembangunan di Kota Tarakan yang menghadapi tantangan dalam perencanaan jadwal proyek, terutama akibat faktor cuaca dan sistem perencanaan yang masih dilakukan secara manual. Untuk meningkatkan efisiensi proyek, digunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) dalam penjadwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah jalur kritis dalam jaringan kerja proyek, aktivitas yang termasuk dalam jalur kritis, serta membandingkan durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM dan PERT. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis dalam proyek terdiri dari aktivitas A, B, C, D, E, H, dan K, dengan total durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM selama 102 hari dan metode PERT selama 106 hari. Perbedaan ini disebabkan oleh pendekatan perhitungan yang digunakan, di mana CPM menggunakan estimasi waktu deterministik sementara PERT mempertimbangkan variabilitas durasi aktivitas proyek.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MANAJEMEN PROYEK DENGAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) DAN PERT (PROJECT EVALUATION AND REVIEW TEHCNIQUE) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN GRIYA ALAM JUATA KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proyek pembangunan perumahan berkembang begitu pesat. Proyek pembangunan perumahan akan meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat. Salah satu proyek pembangunan perumahan yang ada di Kota Tarakan yaitu perumahan Griya Alam Juata. Perumahan Griya Alam Juata merupakan perumahan yang berjenis subsidi. Pada pengerjaan proyek pembangunan diperlukan penjadwalan proyek. Dalam penjadwalan proyek terdapat beberapa metode yang dapat digunakan yaitu metode CPM dan PERT. Kedua metode tersebut dapat digunakan untuk meminimalisir jeda waktu pengerjaan proyek. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui jalur yang terbentuk dalam jaringan kerja (Network), aktivitas yang termasuk dalam jalur kritis, dan waktu penyelesaian yang terdapat pada jalur kritis. Hasil dari penelitian ini pada proyek pembangunan perumahan Griya Alam Juata, yaitu: pertama, terdapat 3 jalur pada jaringan kerja (Network). kedua,aktivitas yang temasuk dalam jalur kritis yaitu A, B, C, D, E, G, H, I, J, K, M, N,O. Ketiga, Rumah yang telah dikerjakan dianalisa menggunakan metode CPM,mendapatkan hasil jalur kritis yaitu 42 hari. Sedangkan rumah yang masih awal dalam pengerjaan atau rumah yang akan mulai dikerjakan dianalisa dengan menggunakan metode PERT, mendapatkan hasil jalur kritis yaitu 45 hari.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MANAJEMEN PROYEK DENGAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) DAN PERT (PROJECT EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN ANDARA DI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proyek pembangunan perumahan berkembang begitu pesat. Proyek pembangunan perumahan akan meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat. Salah satu proyek pembangunan perumahan yang ada di Kota Tarakan yaitu perumahan Andara. Perumahan Andara merupakan perumahan yang berjenis non subsidi atau komersil. Pada pengerjaan proyek pembangunan diperlukan penjadwalan proyek. Dalam penjadwalan proyek terdapat beberapa metode yang dapat digunakan yaitu metode CPM dan PERT. Kedua metode tersebut dapat digunakan untuk meminimalisir jeda waktu pengerjaan proyek. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui jalur yang terbentuk dalam jaringan kerja (Network), aktivitas yang termasuk dalam jalur kritis, dan waktu penyelesaian yang terdapat pada jalur kritis. Hasil dari penelitian ini pada proyek pembangunan perumahan Andara, yaitu: pertama, terdapat 3 jalur pada jaringan kerja (Network). kedua, aktivitas yang temasuk dalam jalur kritis yaitu A, B, C, D, E, G, H, I, J, L, M, N, O, P. Ketiga, Rumah yang telah dikerjakan dianalisa menggunakan metode CPM, mendapatkan hasil jalur kritis yaitu 57 hari. Sedangkan rumah yang masih awal dalam pengerjaan atau rumah yang akan mulai dikerjakan dianalisa dengan menggunakan metode PERT, mendapatkan hasil jalur kritis yaitu 66 hari.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE JALUR KRITIS (CPM) Studi Kasus: Pemeliharaan Kantor UPTD Pelabuhan Tengkayu 1 Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemeliharaan kantor UPTD Pelabuhan Tengkayu 1 Kota Tarakan menggunakan Kurva S dalam penjadwalan proyeknya sedangkan penelitian ini menggunakan metode jalur kritis CPM. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pekerjaan yang masuk dalam jalur kritis serta percepatan durasi yang digunakan untuk memperoleh durasi yang optimal dan menguraikan perbandingan selisish durasi proyek yang mengalami percepatan. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis menggunakan perhitungan manual dan bantuan Microsoft project dalam pengolahan datanya. Hasil penelitian menggunakan metode jalur kritis CPM alternatif diperoleh pekerjaan yang masuk dalam jalur kritis yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan penutup dinding dan lantai , pekerjaan sanitasi atau plumbing dan pekerjaan kusen, pintu, jendela. dari penelitian ini diperoleh optimasi waktu menggunakan jalur kritis CPM alternatif dengan sistem percepatan penambahan jam kerja lembur diperoleh durasi selama 99 hari selisih durasi 34 hari. Kata Kunci: Optimasi, Jalur kritis, Percepatan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Kinerja Waktu Pada Proyek Pembangunan Gedung SMP Negeri 11 Kota Tarakan Dengan Metode Jalur Kritis

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterlambatan proyek Pembangunan SMP Negeri 11 Kota Tarakan saat pelaporan sampai dengan bulan ke-8 adalah 0,73%, sedangkan progres rencana sebesar 58,39%, yang berarti keterlambatan progres sebesar 57,66%. Penelitian ini bertujuan mengetahui item pekerjaan kritis dan menguraikan total durasi setelah dilakukan percepatan dengan 3 alternatif yaitu sistem lembur, shift dan penambahan tenaga kerja. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis menggunakan metode jalur kritis melalui aplikasi Microsoft Project, kemudian item pekerjaan kritis dilakukan percepatan dengan 3 alternatif percepatan. Hasil optimalisasi pada proyek Pembangunan Gedung SMP Negeri 11 Kota Tarakan setelah dilakukan crash duration diperoleh, sistem lembur durasi proyek menjadi 317 hari dengan selisih 96 hari kerja, sistem 2 shift kerja sebesar 214 hari dengan selisih 199 hari kerja, dan penambahan tenaga kerja sebesar 286 hari dengan selisih 127 hari kerja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail